HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Saat berlibur di pantai, Dira melihat pelangi yang sangat indah. Ia bertanya kepada Mace, bagaimana pelangi bisa terbentuk? Penasaran kan? Yuk, ikuti penjelasannya di<a>artikel IPA Terpadu kelas 5</a>ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Saat berlibur di pantai, Dira melihat pelangi yang sangat indah. Ia bertanya kepada Mace, bagaimana pelangi bisa terbentuk? Penasaran kan? Yuk, ikuti penjelasannya di<a>artikel IPA Terpadu kelas 5</a>ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Libur sekolah sudah tiba. Dira dan keluarganya pergi ke pantai untuk bertamasya.</p>
3 </blockquote><p>Libur sekolah sudah tiba. Dira dan keluarganya pergi ke pantai untuk bertamasya.</p>
4 <p>Tapi sayang, hari ini turun hujan. Dira dengan berat hati harus berteduh di warung pinggir pantai.</p>
4 <p>Tapi sayang, hari ini turun hujan. Dira dengan berat hati harus berteduh di warung pinggir pantai.</p>
5 <p>Untung saja, hujan reda tidak lama setelah itu. Lalu, pelangi yang indah muncul di langit. Dira pun gembira dan menarik Mace berlari mendekati pelangi itu.</p>
5 <p>Untung saja, hujan reda tidak lama setelah itu. Lalu, pelangi yang indah muncul di langit. Dira pun gembira dan menarik Mace berlari mendekati pelangi itu.</p>
6 <p>“<em>Waaah!</em>Bagus banget pelanginya, Ma!” seru Dira, “Tapi, aku jadi<em>pengen tau gimana</em>caranya pelangi itu terbentuk?”</p>
6 <p>“<em>Waaah!</em>Bagus banget pelanginya, Ma!” seru Dira, “Tapi, aku jadi<em>pengen tau gimana</em>caranya pelangi itu terbentuk?”</p>
7 <p>“Pelangi terbentuk karena sifat<strong>cahaya bisa diuraikan</strong>,” jawab Mace.</p>
7 <p>“Pelangi terbentuk karena sifat<strong>cahaya bisa diuraikan</strong>,” jawab Mace.</p>
8 <p>“<em>Oh</em>iya<em>,</em>aku ingat, Ma! Aku pernah belajar. Cahaya putih yang biasa kita lihat itu bisa diuraikan karena<strong>terdiri dari berbagai macam warna</strong>.”</p>
8 <p>“<em>Oh</em>iya<em>,</em>aku ingat, Ma! Aku pernah belajar. Cahaya putih yang biasa kita lihat itu bisa diuraikan karena<strong>terdiri dari berbagai macam warna</strong>.”</p>
9 <p>“Betul. Salah satu contoh peristiwanya adalah<strong>terbentuknya pelangi</strong>,” lanjut Mace yang dibalas dengan anggukan kepala Dira.</p>
9 <p>“Betul. Salah satu contoh peristiwanya adalah<strong>terbentuknya pelangi</strong>,” lanjut Mace yang dibalas dengan anggukan kepala Dira.</p>
10 <p>“<em>Nah,</em>sifat cahaya dapat diuraikan ini, ditemukan oleh<strong><a>Isaac Newton</a></strong>pada tahun 1670-1672!”</p>
10 <p>“<em>Nah,</em>sifat cahaya dapat diuraikan ini, ditemukan oleh<strong><a>Isaac Newton</a></strong>pada tahun 1670-1672!”</p>
11 <p>Baca Juga: <a>Kenapa Bentuk Bayangan di Cermin Berbeda-beda?</a></p>
11 <p>Baca Juga: <a>Kenapa Bentuk Bayangan di Cermin Berbeda-beda?</a></p>
12 <p>“Penemuan Isaac Newton ini keren ya, Ma! Kalau besar nanti, aku mau jadi ilmuwan juga,<em>ah</em>!”</p>
12 <p>“Penemuan Isaac Newton ini keren ya, Ma! Kalau besar nanti, aku mau jadi ilmuwan juga,<em>ah</em>!”</p>
13 <p>Mace yang melihat Dira penuh semangat, hanya tersenyum dan mengangguk.</p>
13 <p>Mace yang melihat Dira penuh semangat, hanya tersenyum dan mengangguk.</p>
14 <p>Rasa ingin tahu Dira kembali meluap. “Ma, Ma! Aku<em>udah tau kalo</em>pelangi itu terbentuk karena sifat cahaya dapat diuraikan. Terus<em>gimana</em><strong>proses terbentuknya pelangi</strong>?”</p>
14 <p>Rasa ingin tahu Dira kembali meluap. “Ma, Ma! Aku<em>udah tau kalo</em>pelangi itu terbentuk karena sifat cahaya dapat diuraikan. Terus<em>gimana</em><strong>proses terbentuknya pelangi</strong>?”</p>
15 <p>“Proses pelangi terbentuk dimulai saat<strong>cahaya putih</strong>dari matahari<strong>mengenai tetes-tetes air</strong>yang<strong>bersifat</strong>seperti<strong>kaca prisma transparan</strong>. Cahaya putih yang mengenai tetes-tetes air itu akan<strong>dibiaskan</strong>. Kemudian<strong>mengalami penguraian</strong>menjadi<strong>tujuh warna cahaya tampak atau warna-warna pelangi.</strong>”</p>
15 <p>“Proses pelangi terbentuk dimulai saat<strong>cahaya putih</strong>dari matahari<strong>mengenai tetes-tetes air</strong>yang<strong>bersifat</strong>seperti<strong>kaca prisma transparan</strong>. Cahaya putih yang mengenai tetes-tetes air itu akan<strong>dibiaskan</strong>. Kemudian<strong>mengalami penguraian</strong>menjadi<strong>tujuh warna cahaya tampak atau warna-warna pelangi.</strong>”</p>
16 <p>“<em>Hmm…</em>apakah cahaya putih akan selalu diuraikan menjadi tujuh warna seperti pada pelangi, Ma?”</p>
16 <p>“<em>Hmm…</em>apakah cahaya putih akan selalu diuraikan menjadi tujuh warna seperti pada pelangi, Ma?”</p>
17 <p>“Iya. Warna cahaya hasil penguraian cahaya putih akan<strong>selalu ada tujuh warna yang berurutan, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu</strong>. Bisa juga disingkat menjadi<strong>mejikuhibiniu</strong>,” jelas Mace.</p>
17 <p>“Iya. Warna cahaya hasil penguraian cahaya putih akan<strong>selalu ada tujuh warna yang berurutan, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu</strong>. Bisa juga disingkat menjadi<strong>mejikuhibiniu</strong>,” jelas Mace.</p>
18 <p>“Terima kasih Mama, sekarang Dira jadi paham proses terbentuknya pelangi,<em>deh</em>!”</p>
18 <p>“Terima kasih Mama, sekarang Dira jadi paham proses terbentuknya pelangi,<em>deh</em>!”</p>
19 <p>“Dengan senang hati, Dira.”</p>
19 <p>“Dengan senang hati, Dira.”</p>
20 <p>Mace dan Dira pun mengakhiri perbincangan mereka. Tiba-tiba, Dira teringat akan materi yang pernah ia pelajari di sekolah.</p>
20 <p>Mace dan Dira pun mengakhiri perbincangan mereka. Tiba-tiba, Dira teringat akan materi yang pernah ia pelajari di sekolah.</p>
21 <p>“Teman-teman, sekarang giliranku yang bertanya,<em>ya.</em>Dari gambar ini, manakah yang menunjukkan peristiwa sifat cahaya dapat diuraikan? Jawab di kolom komentar, ya!”</p>
21 <p>“Teman-teman, sekarang giliranku yang bertanya,<em>ya.</em>Dari gambar ini, manakah yang menunjukkan peristiwa sifat cahaya dapat diuraikan? Jawab di kolom komentar, ya!”</p>
22 <p>Baca Juga:<a>Belajar Sifat-Sifat Cahaya, Yuk!</a></p>
22 <p>Baca Juga:<a>Belajar Sifat-Sifat Cahaya, Yuk!</a></p>
23 <p><em>Ssstt…</em>Tahu<em>nggak,</em>teman-teman? Ternyata, sifat cahaya bukan cuma satu seperti yang ada dalam diskusi Dira dan Mace,<em>loh!</em>Kalau kalian mau<em>tau</em>lebih banyak tentang sifat cahaya yang lain, caranya mudah. Kalian tinggal<em>download</em>aplikasi ruangguru dan belajar seru bersama<a>Dafa, Lulu, dan teman-teman</a>!<em>Yuk,</em><em>buruan</em>!</p>
23 <p><em>Ssstt…</em>Tahu<em>nggak,</em>teman-teman? Ternyata, sifat cahaya bukan cuma satu seperti yang ada dalam diskusi Dira dan Mace,<em>loh!</em>Kalau kalian mau<em>tau</em>lebih banyak tentang sifat cahaya yang lain, caranya mudah. Kalian tinggal<em>download</em>aplikasi ruangguru dan belajar seru bersama<a>Dafa, Lulu, dan teman-teman</a>!<em>Yuk,</em><em>buruan</em>!</p>
24 <p>Materi oleh: Rosi Oktavia Purba</p>
24 <p>Materi oleh: Rosi Oktavia Purba</p>
25 <p>Disunting oleh: Permata Hisra Marota</p>
25 <p>Disunting oleh: Permata Hisra Marota</p>
26  
26