0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di<strong><a>artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Apa itu historiografi dan apa saja jenis-jenis historiografi dalam sejarah? Yuk, kita bahas di<strong><a>artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. Yuk, kita pahami lebih jauh mengenai historiografi dan jenis-jenisnya di artikel berikut ini!</p>
3
<p>Siapa yang tidak kenal tentang kisah cinta Rama dan Shinta yang terkenal itu? Kamu mungkin menyebutnya dengan dongeng atau cerita-cerita masa lalu. Tapi, tahukah kamu? Dalam ilmu sejarah, cerita-cerita semacam itu disebut dengan historiografi. Yuk, kita pahami lebih jauh mengenai historiografi dan jenis-jenisnya di artikel berikut ini!</p>
4
<h2>Pengertian Historiografi</h2>
4
<h2>Pengertian Historiografi</h2>
5
<p>Historiografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu<strong><em>historia</em></strong>yang artinya sejarah, dan<strong><em>graphia</em></strong>yang artinya penulisan. Singkatnya,<strong>Historiografi adalah penulisan sejarah.</strong>Nah, tapi tidak sesederhana itu ya, kita bahas dulu lebih detail, ya.</p>
5
<p>Historiografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu<strong><em>historia</em></strong>yang artinya sejarah, dan<strong><em>graphia</em></strong>yang artinya penulisan. Singkatnya,<strong>Historiografi adalah penulisan sejarah.</strong>Nah, tapi tidak sesederhana itu ya, kita bahas dulu lebih detail, ya.</p>
6
<p>Kisah-kisah pewayangan atau cerita Rama-Shinta dan Hanoman adalah contoh dari historiografi. Historiografi sendiri adalah tulisan sejarah. Menurut Louis Gottschalk, historiografi adalah bentuk publikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, mengenai peristiwa atau kombinasi peristiwa-peristiwa di masa lampau.</p>
6
<p>Kisah-kisah pewayangan atau cerita Rama-Shinta dan Hanoman adalah contoh dari historiografi. Historiografi sendiri adalah tulisan sejarah. Menurut Louis Gottschalk, historiografi adalah bentuk publikasi, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, mengenai peristiwa atau kombinasi peristiwa-peristiwa di masa lampau.</p>
7
<p>Historiografi sebagai cabang ilmu merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perkembangan penulisan sejarah dari masa ke masa, atau dalam arti lain disebut dengan<strong>sejarah dari penulisan sejarah.</strong></p>
7
<p>Historiografi sebagai cabang ilmu merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perkembangan penulisan sejarah dari masa ke masa, atau dalam arti lain disebut dengan<strong>sejarah dari penulisan sejarah.</strong></p>
8
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
8
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
9
<h2>Jenis-Jenis Historiografi </h2>
9
<h2>Jenis-Jenis Historiografi </h2>
10
<p>Pembagian jenis historiografi di Indonesia dibagi berdasarkan ciri dan karakteristiknya. Berurutan dari historiografi tradisional, historiografi kolonial, historiografi nasional dan historiografi modern. Ini dia penjelasan dari 4 jenis historiografi tersebut:</p>
10
<p>Pembagian jenis historiografi di Indonesia dibagi berdasarkan ciri dan karakteristiknya. Berurutan dari historiografi tradisional, historiografi kolonial, historiografi nasional dan historiografi modern. Ini dia penjelasan dari 4 jenis historiografi tersebut:</p>
11
<h3>1. Historiografi Tradisional</h3>
11
<h3>1. Historiografi Tradisional</h3>
12
<p>Historiografi tradisional merupakan penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan.</p>
12
<p>Historiografi tradisional merupakan penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan.</p>
13
<p>Sedangkan dari segi karakteristiknya, historiografi tradisional bersifat kultural dan politis, serta belum menggunakan metode ilmiah dalam penyusunannya, sehingga unsur subjektivitasnya tinggi.</p>
13
<p>Sedangkan dari segi karakteristiknya, historiografi tradisional bersifat kultural dan politis, serta belum menggunakan metode ilmiah dalam penyusunannya, sehingga unsur subjektivitasnya tinggi.</p>
14
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional</strong></h4>
14
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional</strong></h4>
15
<ul><li>Sudut pandang penulisannya berbentuk Istanasentris.</li>
15
<ul><li>Sudut pandang penulisannya berbentuk Istanasentris.</li>
16
<li>Tujuan penulisannya sebagai alat legitimasi raja atau psikopolitiksentris.</li>
16
<li>Tujuan penulisannya sebagai alat legitimasi raja atau psikopolitiksentris.</li>
17
<li>Terdapat rasa anakronis atau ketidakpastian keterangan waktu.</li>
17
<li>Terdapat rasa anakronis atau ketidakpastian keterangan waktu.</li>
18
<li>Banyak mengandung unsur mitos.</li>
18
<li>Banyak mengandung unsur mitos.</li>
19
<li>Bersifat Regiosentris atau kaya akan unsur kedaerahan.</li>
19
<li>Bersifat Regiosentris atau kaya akan unsur kedaerahan.</li>
20
</ul><p>Historiografi Tradisional berkembang sejak masa Kerajaan Hindu dan Buddha sekitar abad ke-14 M hingga masa Kerajaan Islam pada awal abad ke-20 M.</p>
20
</ul><p>Historiografi Tradisional berkembang sejak masa Kerajaan Hindu dan Buddha sekitar abad ke-14 M hingga masa Kerajaan Islam pada awal abad ke-20 M.</p>
21
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Hindu dan Buddha</strong></h4>
21
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Hindu dan Buddha</strong></h4>
22
<ul><li>Karya yang dihasilkan berupa terjemahan dari naskah-naskah dari India.</li>
22
<ul><li>Karya yang dihasilkan berupa terjemahan dari naskah-naskah dari India.</li>
23
<li>Bersifat religio magis.</li>
23
<li>Bersifat religio magis.</li>
24
<li>Bersifat istanasentris.</li>
24
<li>Bersifat istanasentris.</li>
25
</ul><p>Contoh historiografi masa Hindu dan Buddha adalah Kitab Mahabarata dan Ramayana, Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, Babad Arya Tabanan, Babad Tanah Jawi, dan lain sebagainya.</p>
25
</ul><p>Contoh historiografi masa Hindu dan Buddha adalah Kitab Mahabarata dan Ramayana, Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, Babad Arya Tabanan, Babad Tanah Jawi, dan lain sebagainya.</p>
26
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam</strong></h4>
26
<h4><strong>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam</strong></h4>
27
<ul><li>Masih mengandung unsur mitos.</li>
27
<ul><li>Masih mengandung unsur mitos.</li>
28
<li>Sudah mengenal unsur kronologi.</li>
28
<li>Sudah mengenal unsur kronologi.</li>
29
<li>Bersifat etnosentris.</li>
29
<li>Bersifat etnosentris.</li>
30
</ul><p>Contoh historiografi masa Islam adalah Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.</p>
30
</ul><p>Contoh historiografi masa Islam adalah Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Aceh, Babad Demak, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.</p>
31
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia</a> </strong></p>
31
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia</a> </strong></p>
32
<h3>2. Historiografi Kolonial</h3>
32
<h3>2. Historiografi Kolonial</h3>
33
<p>Historiografi Kolonial adalah penulisan sejarah yang berkembang pada masa Kolonial Belanda sejak abad ke-17 M hingga Pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-20 M.</p>
33
<p>Historiografi Kolonial adalah penulisan sejarah yang berkembang pada masa Kolonial Belanda sejak abad ke-17 M hingga Pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-20 M.</p>
34
<p>Fokus utama historiografi kolonial adalah kehidupan warga Belanda (Eropa) di Hindia Belanda karena ditulis oleh orang-orang Belanda atau Eropa. Tujuan penulisannya untuk memperkuat kedudukan mereka di Indonesia. Ciri-ciri historiografi masa kolonial adalah:</p>
34
<p>Fokus utama historiografi kolonial adalah kehidupan warga Belanda (Eropa) di Hindia Belanda karena ditulis oleh orang-orang Belanda atau Eropa. Tujuan penulisannya untuk memperkuat kedudukan mereka di Indonesia. Ciri-ciri historiografi masa kolonial adalah:</p>
35
<h4>Ciri-ciri historiografi kolonial</h4>
35
<h4>Ciri-ciri historiografi kolonial</h4>
36
<ul><li>Sudut pandang penulisannya adalah<em>Neerdelandosentris</em>atau Eropasentris.</li>
36
<ul><li>Sudut pandang penulisannya adalah<em>Neerdelandosentris</em>atau Eropasentris.</li>
37
<li>Tulisannya bersifat subjektif pemerintah kolonial.</li>
37
<li>Tulisannya bersifat subjektif pemerintah kolonial.</li>
38
<li>Dalam penyusunannya cenderung mengabaikan sumber lokal.</li>
38
<li>Dalam penyusunannya cenderung mengabaikan sumber lokal.</li>
39
<li>Mengisahkan sejarah dari orang-orang besar, misalnya Daendels dan Raffles.</li>
39
<li>Mengisahkan sejarah dari orang-orang besar, misalnya Daendels dan Raffles.</li>
40
<li>Tulisannya bersifat diskriminatif terhadap rakyat Hindia Belanda.</li>
40
<li>Tulisannya bersifat diskriminatif terhadap rakyat Hindia Belanda.</li>
41
</ul><p>Karakteristik historiografi kolonial berfokus pada kajian penguasaan Belanda atau Eropa di Hindia Belanda, sedangkan kondisi rakyat Hindia Belanda (Indonesia) yang terjajah tidak mendapat perhatian.</p>
41
</ul><p>Karakteristik historiografi kolonial berfokus pada kajian penguasaan Belanda atau Eropa di Hindia Belanda, sedangkan kondisi rakyat Hindia Belanda (Indonesia) yang terjajah tidak mendapat perhatian.</p>
42
<h4>Contoh historiografi masa kolonial</h4>
42
<h4>Contoh historiografi masa kolonial</h4>
43
<ul><li><em>Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indie</em>karya A.J. Eijkman dan F.W. Stapel.</li>
43
<ul><li><em>Beknopt Leerboek Geschiedenis van Nederlandsch Oost-Indie</em>karya A.J. Eijkman dan F.W. Stapel.</li>
44
<li><em>Schets eener Economische Geschiedenis van Nederlands-Indie</em>karya G. Gonggrijp.</li>
44
<li><em>Schets eener Economische Geschiedenis van Nederlands-Indie</em>karya G. Gonggrijp.</li>
45
<li><em>Geschiedenis van den Indischen Archipel</em>karya B.H.M. Vlekke.</li>
45
<li><em>Geschiedenis van den Indischen Archipel</em>karya B.H.M. Vlekke.</li>
46
<li><em>Geschiedenis van Indonesie</em>karya H. J. de Graaf.</li>
46
<li><em>Geschiedenis van Indonesie</em>karya H. J. de Graaf.</li>
47
<li><em>History of Java</em>(1817) karya Thomas S. Raffles.</li>
47
<li><em>History of Java</em>(1817) karya Thomas S. Raffles.</li>
48
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Sumber Sejarah: Pengertian dan Jenis-Jenis & Contohnya</a></strong></p>
48
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Sumber Sejarah: Pengertian dan Jenis-Jenis & Contohnya</a></strong></p>
49
<h3>3. Historiografi Nasional</h3>
49
<h3>3. Historiografi Nasional</h3>
50
<p>Selanjutnya, yakni historiografi nasional. Ialah penulisan sejarah dengan bangsa Indonesia sebagai subjek utama. Model historiografi ini mulai marak setelah bangsa ini merdeka pada agustus 1945</p>
50
<p>Selanjutnya, yakni historiografi nasional. Ialah penulisan sejarah dengan bangsa Indonesia sebagai subjek utama. Model historiografi ini mulai marak setelah bangsa ini merdeka pada agustus 1945</p>
51
<p>Penulisannya bersifat Indonesiasentris, dengan tujuan untuk kepentingan menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan ciri dari historiografi nasional antara lain menggunakan perspektif nasionalisme Indonesia.</p>
51
<p>Penulisannya bersifat Indonesiasentris, dengan tujuan untuk kepentingan menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan ciri dari historiografi nasional antara lain menggunakan perspektif nasionalisme Indonesia.</p>
52
<p>Dari karakteristiknya, penulisan sejarah memiliki tujuan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tulisan sejarah sengaja dibuat berdasarkan perspektif bangsa Indonesia.</p>
52
<p>Dari karakteristiknya, penulisan sejarah memiliki tujuan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tulisan sejarah sengaja dibuat berdasarkan perspektif bangsa Indonesia.</p>
53
<h4>Ciri-ciri historiografi nasional</h4>
53
<h4>Ciri-ciri historiografi nasional</h4>
54
<ul><li>Penulisannya menggunakan sudut pandang rakyat Indonesia atau indonesiasentris.</li>
54
<ul><li>Penulisannya menggunakan sudut pandang rakyat Indonesia atau indonesiasentris.</li>
55
<li>Menceritakan tentang perjuangan dan semangat kebangsaan Indonesia.</li>
55
<li>Menceritakan tentang perjuangan dan semangat kebangsaan Indonesia.</li>
56
<li>Bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia.</li>
56
<li>Bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia.</li>
57
</ul><h4>Contoh historiografi nasional</h4>
57
</ul><h4>Contoh historiografi nasional</h4>
58
<ul><li><em>6000 Tahun Sang Merah Putih</em>karya Muhammad Yamin</li>
58
<ul><li><em>6000 Tahun Sang Merah Putih</em>karya Muhammad Yamin</li>
59
<li><em>Gadjah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara</em>Karya Muhammad Yamin</li>
59
<li><em>Gadjah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara</em>Karya Muhammad Yamin</li>
60
<li><em>Atjeh Sepintas Lalu</em>Karya SM Amin</li>
60
<li><em>Atjeh Sepintas Lalu</em>Karya SM Amin</li>
61
</ul><h3>4. Historiografi Modern</h3>
61
</ul><h3>4. Historiografi Modern</h3>
62
<p>Historiografi modern muncul akibat tuntutan ketepatan teknik untuk mendapatkan fakta-fakta sejarah. Fakta sejarah didapat melalui penetapan metode penelitian, memakai ilmu-ilmu bantu, adanya teknik pengarsipan, dan rekonstruksi melalui sejarah lisan.</p>
62
<p>Historiografi modern muncul akibat tuntutan ketepatan teknik untuk mendapatkan fakta-fakta sejarah. Fakta sejarah didapat melalui penetapan metode penelitian, memakai ilmu-ilmu bantu, adanya teknik pengarsipan, dan rekonstruksi melalui sejarah lisan.</p>
63
<p>Masa ini dimulai dengan munculnya studi sejarah kritis, yang menggunakan prinsip-prinsip metode penelitian sejarah.</p>
63
<p>Masa ini dimulai dengan munculnya studi sejarah kritis, yang menggunakan prinsip-prinsip metode penelitian sejarah.</p>
64
<p>Historiografi modern tentunya berkembang sesuai dengan zaman. Historiografi masa kini sudah semakin objektif dan kritis terhadap satu peristiwa sejarah.</p>
64
<p>Historiografi modern tentunya berkembang sesuai dengan zaman. Historiografi masa kini sudah semakin objektif dan kritis terhadap satu peristiwa sejarah.</p>
65
<h4>Ciri-ciri historiografi modern</h4>
65
<h4>Ciri-ciri historiografi modern</h4>
66
<ul><li>Bersifat metodologis: sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.</li>
66
<ul><li>Bersifat metodologis: sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.</li>
67
<li>Bersifat kritis historis: artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional.</li>
67
<li>Bersifat kritis historis: artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional.</li>
68
<li>Sebagai kritik terhadap historiografi nasional: lahir sebagai kritik terhadap historiografi nasional yang dianggap memiliki kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan keindonesiaan.</li>
68
<li>Sebagai kritik terhadap historiografi nasional: lahir sebagai kritik terhadap historiografi nasional yang dianggap memiliki kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan keindonesiaan.</li>
69
<li>Munculnya peran-peran rakyat kecil.</li>
69
<li>Munculnya peran-peran rakyat kecil.</li>
70
</ul><h4>Contoh historiografi modern</h4>
70
</ul><h4>Contoh historiografi modern</h4>
71
<ul><li><em>Pemberontakan Petani Banten</em>karya Sartono Kartodirdjo</li>
71
<ul><li><em>Pemberontakan Petani Banten</em>karya Sartono Kartodirdjo</li>
72
<li><em>Revolusi Pemuda </em>karya Benedict Anderson</li>
72
<li><em>Revolusi Pemuda </em>karya Benedict Anderson</li>
73
<li><em>Atjeh Sepintas Lalu</em>Karya SM Amin</li>
73
<li><em>Atjeh Sepintas Lalu</em>Karya SM Amin</li>
74
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Aspek Kepercayaan pada Masa Praaksara</a></strong></p>
74
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Aspek Kepercayaan pada Masa Praaksara</a></strong></p>
75
<p>Meski begitu, historiografi modern tidak lepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan. Ini dia beberapa kelebihan dan kekurangannya:</p>
75
<p>Meski begitu, historiografi modern tidak lepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan. Ini dia beberapa kelebihan dan kekurangannya:</p>
76
<p>Wah, hari ini kita belajar hal baru lagi ya! Masih semangat buat cari tahu lebih dalam tentang historiografi? Kamu bisa konsultasi langsung ke guru-guru berkualitas dan sudah terstandarisasi dari Ruangguru Privat Sejarah <em>lho</em>! Disamping itu, kamu juga bebas pilih, mau ikutan kelas <em>offline </em>atau <em>online</em>. Seru banget kan. Tunggu apa lagi? Yuk daftar sekarang!</p>
76
<p>Wah, hari ini kita belajar hal baru lagi ya! Masih semangat buat cari tahu lebih dalam tentang historiografi? Kamu bisa konsultasi langsung ke guru-guru berkualitas dan sudah terstandarisasi dari Ruangguru Privat Sejarah <em>lho</em>! Disamping itu, kamu juga bebas pilih, mau ikutan kelas <em>offline </em>atau <em>online</em>. Seru banget kan. Tunggu apa lagi? Yuk daftar sekarang!</p>
77
<p><strong>Referensi:</strong></p>
77
<p><strong>Referensi:</strong></p>
78
<p>Hendrayana. 2009. Sejarah 1: Sekolah Menengah Atas dan madrasah Aliyah Jilid 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional</p>
78
<p>Hendrayana. 2009. Sejarah 1: Sekolah Menengah Atas dan madrasah Aliyah Jilid 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional</p>
79
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
79
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
80
<p>Louis R Gottschalk: University of Chicago Photographic Archive, Hanna Holborn Gray Special Collections Research Center, University of Chicago Library. [Daring] tautan: http://photoarchive.lib.uchicago.edu/db.xqy?one=apf1-06470.xml (Diakses 28 Oktober 2021)</p>
80
<p>Louis R Gottschalk: University of Chicago Photographic Archive, Hanna Holborn Gray Special Collections Research Center, University of Chicago Library. [Daring] tautan: http://photoarchive.lib.uchicago.edu/db.xqy?one=apf1-06470.xml (Diakses 28 Oktober 2021)</p>
81
81