HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Bagaimana sih cara menjawab pertanyaan si kecil, sekaligus menumbuhkan rasa toleransi ke mereka? Mari simak tips-nya berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Bagaimana sih cara menjawab pertanyaan si kecil, sekaligus menumbuhkan rasa toleransi ke mereka? Mari simak tips-nya berikut ini!</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Ayah/Ibu, pernahkah Anda merasa kesal ketika sang buah hati bertanya suatu hal secara berulang? Atau pernahkah merasa kebingungan bagaimana<a>cara menjawab pertanyaan anak dengan baik</a>? Dikutip dari The Independent UK, seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bertanya sekitar 73 pertanyaan setiap hari. Sedangkan, kebanyakan orang tua menghadapi kesulitan untuk menjawab setiap pertanyaan sang buah hati.</p>
3 <p>Ayah/Ibu, pernahkah Anda merasa kesal ketika sang buah hati bertanya suatu hal secara berulang? Atau pernahkah merasa kebingungan bagaimana<a>cara menjawab pertanyaan anak dengan baik</a>? Dikutip dari The Independent UK, seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bertanya sekitar 73 pertanyaan setiap hari. Sedangkan, kebanyakan orang tua menghadapi kesulitan untuk menjawab setiap pertanyaan sang buah hati.</p>
4 <p>Bagaimana orang tua harus menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dengan efektif? Berikut beberapa cara yang patut Anda coba agar komunikasi dengan anak dapat berjalan dengan lancar.</p>
4 <p>Bagaimana orang tua harus menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dengan efektif? Berikut beberapa cara yang patut Anda coba agar komunikasi dengan anak dapat berjalan dengan lancar.</p>
5 <h2>1. Tanyakan kembali pertanyaan yang sama pada anak</h2>
5 <h2>1. Tanyakan kembali pertanyaan yang sama pada anak</h2>
6 <p><em>Membiarkan anak berpikir jawaban atas pertanyaannya sendiri (Sumber: materialworldsingapore.wordpress.com)</em></p>
6 <p><em>Membiarkan anak berpikir jawaban atas pertanyaannya sendiri (Sumber: materialworldsingapore.wordpress.com)</em></p>
7 <p>Memiliki keingintahuan besar bagi seorang anak merupakan hal wajar. Sebagian orang tua akan memberikan jawaban langsung atas pertanyaan anak. Berikan ruang pada anak untuk untuk mencari jawabannya sendiri. Coba bertanya pada anak tentang apa yang mereka pikirkan. Sebagai contoh:</p>
7 <p>Memiliki keingintahuan besar bagi seorang anak merupakan hal wajar. Sebagian orang tua akan memberikan jawaban langsung atas pertanyaan anak. Berikan ruang pada anak untuk untuk mencari jawabannya sendiri. Coba bertanya pada anak tentang apa yang mereka pikirkan. Sebagai contoh:</p>
8 <p>Anak: “Mengapa langit berwarna biru, Ayah/Ibu?”</p>
8 <p>Anak: “Mengapa langit berwarna biru, Ayah/Ibu?”</p>
9 <p>Ayah/Ibu: “Dapatkah kamu mengira apa yang mungkin menjadi alasannya?”</p>
9 <p>Ayah/Ibu: “Dapatkah kamu mengira apa yang mungkin menjadi alasannya?”</p>
10 <p>Anak: “Mungkin seseorang mewarnainya dengan krayon biru.”</p>
10 <p>Anak: “Mungkin seseorang mewarnainya dengan krayon biru.”</p>
11 <p>Ayah/Ibu: “Mungkin saja. Tapi, seberapa besar krayon yang dibutuhkan?”</p>
11 <p>Ayah/Ibu: “Mungkin saja. Tapi, seberapa besar krayon yang dibutuhkan?”</p>
12 <p>Anak: “Sebesar rumah kita!”</p>
12 <p>Anak: “Sebesar rumah kita!”</p>
13 <p>Ayah/Ibu: “Wow! Krayon yang sangat besar ya! Apakah mungkin ada krayon yang sebesar itu? Lalu, siapa yang dapat mewarnai langit seluas ini ya?”</p>
13 <p>Ayah/Ibu: “Wow! Krayon yang sangat besar ya! Apakah mungkin ada krayon yang sebesar itu? Lalu, siapa yang dapat mewarnai langit seluas ini ya?”</p>
14 <p>… dan begitu selanjutnya.</p>
14 <p>… dan begitu selanjutnya.</p>
15 <p>Percakapan ini dapat dilanjutkan dengan bersama-sama mencari jawabannya lewat buku atau<a><strong>mencarinya di internet</strong></a><strong>.</strong>“Jadi, kamu lihat ‘<em>kan?</em>Cahaya berpindah dalam bentuk gelombang…” Kegiatan seperti ini dapat membangun koneksi antara anak dan orang tua.</p>
15 <p>Percakapan ini dapat dilanjutkan dengan bersama-sama mencari jawabannya lewat buku atau<a><strong>mencarinya di internet</strong></a><strong>.</strong>“Jadi, kamu lihat ‘<em>kan?</em>Cahaya berpindah dalam bentuk gelombang…” Kegiatan seperti ini dapat membangun koneksi antara anak dan orang tua.</p>
16 <h2>2. Ajak anak untuk melakukan observasi</h2>
16 <h2>2. Ajak anak untuk melakukan observasi</h2>
17 <p><em>Mengajak anak ke museum untuk belajar hal baru (Sumber: cnn.com)</em></p>
17 <p><em>Mengajak anak ke museum untuk belajar hal baru (Sumber: cnn.com)</em></p>
18 <p>Apabila Ayah/Ibu sudah kewalahan menjawab pertanyaan anak, jadwalkan satu hari untuk<em>quality time</em>bersama. Gunakan kesempatan ini dengan baik untuk dapat mengeksplorasi keingintahuan anak.<a>Bawalah anak Ayah/Ibu ke museum</a>, kebun binatang, atau tempat mana pun yang dapat menumbuhkan ketertarikan pada anak.</p>
18 <p>Apabila Ayah/Ibu sudah kewalahan menjawab pertanyaan anak, jadwalkan satu hari untuk<em>quality time</em>bersama. Gunakan kesempatan ini dengan baik untuk dapat mengeksplorasi keingintahuan anak.<a>Bawalah anak Ayah/Ibu ke museum</a>, kebun binatang, atau tempat mana pun yang dapat menumbuhkan ketertarikan pada anak.</p>
19 <h2>3. Menjawab dengan kalimat sederhana</h2>
19 <h2>3. Menjawab dengan kalimat sederhana</h2>
20 <p><em>Komunikasi terbuka dengan anak (Sumber: insideout.hr)</em></p>
20 <p><em>Komunikasi terbuka dengan anak (Sumber: insideout.hr)</em></p>
21 <p>Kemampuan kosa kata dan berbahasa anak berkembang secara bertahap. Maka dari itu, Ayah/Ibu butuh untuk menyesuaikan tata bahasa ketika berbicara dengan anak. Gunakanlah kalimat sederhana dalam menjawab pertanyaan anak. Dengan begitu, anak akan mudah memahami perkataan Ayah/Ibu. Sebagai contoh, “Itu namanya ayam, Nak.” “Ayam itu berkaki dua.” Contoh lain:</p>
21 <p>Kemampuan kosa kata dan berbahasa anak berkembang secara bertahap. Maka dari itu, Ayah/Ibu butuh untuk menyesuaikan tata bahasa ketika berbicara dengan anak. Gunakanlah kalimat sederhana dalam menjawab pertanyaan anak. Dengan begitu, anak akan mudah memahami perkataan Ayah/Ibu. Sebagai contoh, “Itu namanya ayam, Nak.” “Ayam itu berkaki dua.” Contoh lain:</p>
22 <p>Anak: “Itu apa?” (Sambil menunjuk ke arah dedaunan)</p>
22 <p>Anak: “Itu apa?” (Sambil menunjuk ke arah dedaunan)</p>
23 <p>Ayah/Ibu: “Itu daun, Nak.”</p>
23 <p>Ayah/Ibu: “Itu daun, Nak.”</p>
24 <p>Anak: “Apa,<em>tuh?”</em></p>
24 <p>Anak: “Apa,<em>tuh?”</em></p>
25 <p>Ayah/Ibu: “Oh, itu daun sirih. Daunnya lebar, ya.<em>Nah</em> daun yang berwarna kuning itu daun sirih yang sudah layu.”</p>
25 <p>Ayah/Ibu: “Oh, itu daun sirih. Daunnya lebar, ya.<em>Nah</em> daun yang berwarna kuning itu daun sirih yang sudah layu.”</p>
26 <h2>4. Anggap serius pertanyaan anak</h2>
26 <h2>4. Anggap serius pertanyaan anak</h2>
27 <p><em>Berikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak (Sumber: huffingtonpost.com)</em></p>
27 <p><em>Berikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak (Sumber: huffingtonpost.com)</em></p>
28 <p>Berikanlah jawaban yang benar untuk setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh anak. Hindari memberi jawaban yang hanya bertujuan untuk membuat anak diam bertanya. Pertanyaan anak seringnya tidak dapat diduga, terlihat lucu, namun pada kenyataannya lebih serius dari yang dipikirkan. Berikanlah jawaban yang realistis dan jujur.</p>
28 <p>Berikanlah jawaban yang benar untuk setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh anak. Hindari memberi jawaban yang hanya bertujuan untuk membuat anak diam bertanya. Pertanyaan anak seringnya tidak dapat diduga, terlihat lucu, namun pada kenyataannya lebih serius dari yang dipikirkan. Berikanlah jawaban yang realistis dan jujur.</p>
29 <h2>5. Alihkan perhatian anak pada hal yang ia sukai</h2>
29 <h2>5. Alihkan perhatian anak pada hal yang ia sukai</h2>
30 <p><em>Menyibukkan anak dengan mengajak memasak bersama (Sumber: teachersoncall.ca)</em></p>
30 <p><em>Menyibukkan anak dengan mengajak memasak bersama (Sumber: teachersoncall.ca)</em></p>
31 <p>Apabila Ayah/Ibu sudah lelah menjawab rentetan pertanyaan dari anak, cobalah untuk meminta toleransi padanya. Atur tinggi suara Ayah/Ibu. Jangan sampai anak merasa bahwa Ayah/Ibu marah atau kesal. Perhatikan pilihan kata Ayah/Ibu, “Pertanyaan untuk malam ini sampai itu dulu, ya. Simpan dulu pertanyaanmu untuk besok.” Di keesokan harinya, buatlah anak sibuk dengan kegiatan yang ia sukai. Akan lebih baik apabila Ayah/Ibu turut menemani si kecil.</p>
31 <p>Apabila Ayah/Ibu sudah lelah menjawab rentetan pertanyaan dari anak, cobalah untuk meminta toleransi padanya. Atur tinggi suara Ayah/Ibu. Jangan sampai anak merasa bahwa Ayah/Ibu marah atau kesal. Perhatikan pilihan kata Ayah/Ibu, “Pertanyaan untuk malam ini sampai itu dulu, ya. Simpan dulu pertanyaanmu untuk besok.” Di keesokan harinya, buatlah anak sibuk dengan kegiatan yang ia sukai. Akan lebih baik apabila Ayah/Ibu turut menemani si kecil.</p>
32 <p>Itulah 5 cara efektif untuk menjawab pertanyaan anak mengenai dunia di sekitarnya. Semoga tips-tips yang telah disebutkan di atas dapat membantu Ayah/Ibu ya. Memang, tidak semua pertanyaan dapat dijawab oleh Ayah/Ibu, seperti pertanyaan seputar pelajaran sekolah. Maka,<a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>hadir untuk membantu anak belajar dengan maksimal. Hanya di ruangles anak dapat #BelajarJadiHebat bersama guru privat berkualitas dengan harga yang terjangkau. Mari, daftar di ruangles segera!</p>
32 <p>Itulah 5 cara efektif untuk menjawab pertanyaan anak mengenai dunia di sekitarnya. Semoga tips-tips yang telah disebutkan di atas dapat membantu Ayah/Ibu ya. Memang, tidak semua pertanyaan dapat dijawab oleh Ayah/Ibu, seperti pertanyaan seputar pelajaran sekolah. Maka,<a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>hadir untuk membantu anak belajar dengan maksimal. Hanya di ruangles anak dapat #BelajarJadiHebat bersama guru privat berkualitas dengan harga yang terjangkau. Mari, daftar di ruangles segera!</p>
33  
33