HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini berisi kumpulan contoh soal dan pembahasan Penilaian Tengah Semester (PTS) Kelas 11 IPA Semester Genap 2024.</em></p>
1 <p><em>Artikel ini berisi kumpulan contoh soal dan pembahasan Penilaian Tengah Semester (PTS) Kelas 11 IPA Semester Genap 2024.</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 <p>Bagi anak IPA, menguasai mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi memang menjadi suatu keharusan. Tapi, nggak jarang juga nih, banyak anak IPA merasa kesulitan dalam memahami pelajaran-pelajaran eksak tersebut. Alasannya karena banyaknya rumus serta konsep yang sukar dihapal dan dimengerti.<em>Nah,</em>kalo udah begini<em>sih</em>, kuncinya harus rajin belajar, mencatat rumus atau poin-poin penting yang sering dipakai, serta banyak berlatih berbagai macam soal.</p>
3 <p>Bagi anak IPA, menguasai mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi memang menjadi suatu keharusan. Tapi, nggak jarang juga nih, banyak anak IPA merasa kesulitan dalam memahami pelajaran-pelajaran eksak tersebut. Alasannya karena banyaknya rumus serta konsep yang sukar dihapal dan dimengerti.<em>Nah,</em>kalo udah begini<em>sih</em>, kuncinya harus rajin belajar, mencatat rumus atau poin-poin penting yang sering dipakai, serta banyak berlatih berbagai macam soal.</p>
4 <p>Berhubung sebentar lagi mau ujian PTS, sudah sejauh mana<em>nih</em>persiapan kamu? Kali ini, blog Ruangguru menyediakan beberapa latihan soal yang bisa kamu coba kerjakan untuk mengukur sejauh mana kemampuanmu terhadap materi yang bakal diujikan di PTS nanti, nih. Kita simak sama-sama,<em>yuk</em>!</p>
4 <p>Berhubung sebentar lagi mau ujian PTS, sudah sejauh mana<em>nih</em>persiapan kamu? Kali ini, blog Ruangguru menyediakan beberapa latihan soal yang bisa kamu coba kerjakan untuk mengukur sejauh mana kemampuanmu terhadap materi yang bakal diujikan di PTS nanti, nih. Kita simak sama-sama,<em>yuk</em>!</p>
5 <h2>BIOLOGI</h2>
5 <h2>BIOLOGI</h2>
6 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem ekskresi</strong></p>
6 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem ekskresi</strong></p>
7 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organ sistem ekskresi pada manusia</strong></p>
7 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organ sistem ekskresi pada manusia</strong></p>
8 <p>1. Hati merupakan salah satu organ ekskresi yang berfungsi menetralkan racun di dalam tubuh dengan mengubahnya menjadi urea. Proses ini dapat dilihat pada skema di bawah ini.</p>
8 <p>1. Hati merupakan salah satu organ ekskresi yang berfungsi menetralkan racun di dalam tubuh dengan mengubahnya menjadi urea. Proses ini dapat dilihat pada skema di bawah ini.</p>
9 <p>Pernyataan yang sesuai dengan skema di atas adalah ….</p>
9 <p>Pernyataan yang sesuai dengan skema di atas adalah ….</p>
10 <p>a. dan akan dioksidasi menjadi ornitin oleh enzim katalase </p>
10 <p>a. dan akan dioksidasi menjadi ornitin oleh enzim katalase </p>
11 <p>b. enzim arginase akan mengoksidasi dan untuk membentuk sitrulin</p>
11 <p>b. enzim arginase akan mengoksidasi dan untuk membentuk sitrulin</p>
12 <p>c. ornitin dapat mengikat urea dan dan mengubahnya menjadi arginin</p>
12 <p>c. ornitin dapat mengikat urea dan dan mengubahnya menjadi arginin</p>
13 <p>d. sitrulin akan mengikat dan untuk membentuk urea</p>
13 <p>d. sitrulin akan mengikat dan untuk membentuk urea</p>
14 <p>e. arginin akan diuraikan menjadi ornitin dan urea oleh enzim arginase</p>
14 <p>e. arginin akan diuraikan menjadi ornitin dan urea oleh enzim arginase</p>
15 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
15 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
16 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
16 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
17 <p>Apabila tubuh kelebihan asam amino maka tubuh akan mengalami deaminasi. Deaminasi terjadi di dalam hati. Asam amino yang bersifat racun bagi tubuh akan diubah menjadi urea. Skema pembentukan urea dapat dilihat di bawah ini.</p>
17 <p>Apabila tubuh kelebihan asam amino maka tubuh akan mengalami deaminasi. Deaminasi terjadi di dalam hati. Asam amino yang bersifat racun bagi tubuh akan diubah menjadi urea. Skema pembentukan urea dapat dilihat di bawah ini.</p>
18 <p>Pada skema diatas dapat kita lihat bahwa beberapa proses yaitu</p>
18 <p>Pada skema diatas dapat kita lihat bahwa beberapa proses yaitu</p>
19 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
19 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
20 <p><strong>Baca Juga:<a>Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></strong></p>
20 <p><strong>Baca Juga:<a>Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></strong></p>
21 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pencernaan</strong></p>
21 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pencernaan</strong></p>
22 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gizi dan zat makanan</strong></p>
22 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gizi dan zat makanan</strong></p>
23 <p>2. Zat makanan<strong>X</strong>memiliki fungsi sebagai sumber energi utama tubuh dan memperlancar sistem pencernaan. Dilihat dari fungsinya maka zat makanan<strong>X</strong>tersebut adalah ….</p>
23 <p>2. Zat makanan<strong>X</strong>memiliki fungsi sebagai sumber energi utama tubuh dan memperlancar sistem pencernaan. Dilihat dari fungsinya maka zat makanan<strong>X</strong>tersebut adalah ….</p>
24 <p>a. karbohidrat b. protein c. lipid d. vitamin e. mineral</p>
24 <p>a. karbohidrat b. protein c. lipid d. vitamin e. mineral</p>
25 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
25 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
26 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
26 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
27 <p>Karbohidrat merupakan salah satu jenis zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Adapun fungsi karbohidrat, yaitu sebagai sumber energi utama tubuh, serta memperlancar kerja sistem pencernaan tubuh dengan adanya karbohidrat dalam bentuk serat. Karbohidrat ada yang berbentuk kompleks dan sederhana yang dapat ditemukan pada berbagai macam makanan meliputi umbi-umbian, biji-bijian, hingga makanan manis, dan juga roti gandum.</p>
27 <p>Karbohidrat merupakan salah satu jenis zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Adapun fungsi karbohidrat, yaitu sebagai sumber energi utama tubuh, serta memperlancar kerja sistem pencernaan tubuh dengan adanya karbohidrat dalam bentuk serat. Karbohidrat ada yang berbentuk kompleks dan sederhana yang dapat ditemukan pada berbagai macam makanan meliputi umbi-umbian, biji-bijian, hingga makanan manis, dan juga roti gandum.</p>
28 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
28 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pencernaan</strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pencernaan</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan pada sistem pencernaan dan upaya pencegahannya</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan pada sistem pencernaan dan upaya pencegahannya</strong></p>
31 <p>3. Rista ingin menguji suatu produk makanan dengan menggunakan uji biuret. Ternyata, uji produk makanan tersebut menunjukkan hasil negatif (tidak ada perubahan warna menjadi merah muda/ungu). Jika produk makanan tersebut dijadikan sebagai sumber makanan pokok, maka akan menimbulkan penyakit ….</p>
31 <p>3. Rista ingin menguji suatu produk makanan dengan menggunakan uji biuret. Ternyata, uji produk makanan tersebut menunjukkan hasil negatif (tidak ada perubahan warna menjadi merah muda/ungu). Jika produk makanan tersebut dijadikan sebagai sumber makanan pokok, maka akan menimbulkan penyakit ….</p>
32 <p>a. diabetes melitus</p>
32 <p>a. diabetes melitus</p>
33 <p>b. kwashiorkor</p>
33 <p>b. kwashiorkor</p>
34 <p>c. uremia</p>
34 <p>c. uremia</p>
35 <p>d. batu ginjal</p>
35 <p>d. batu ginjal</p>
36 <p>e. nefritis</p>
36 <p>e. nefritis</p>
37 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
37 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
39 <p>Uji biuret dilakukan untuk mengetahui bahan makanan yang mengandung protein. Uji biuret dilakukan dengan cara meneteskan larutan biuret pada sampel bahan makanan. Hasil positif bahan makanan yang mengandung protein, yaitu terjadi perubahan warna menjadi merah muda (pink-ungu). Jika produk makanan tidak menghasilkan warna merah muda/ungu maka dapat disimpulkan produk makanan tersebut tidak mengandung protein. Seseorang yang kekurangan zat makanan berupa protein dapat menderita penyakit kwashiorkor. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk gizi buruk (busung lapar) yang disebabkan oleh kekurangan gizi protein.</p>
39 <p>Uji biuret dilakukan untuk mengetahui bahan makanan yang mengandung protein. Uji biuret dilakukan dengan cara meneteskan larutan biuret pada sampel bahan makanan. Hasil positif bahan makanan yang mengandung protein, yaitu terjadi perubahan warna menjadi merah muda (pink-ungu). Jika produk makanan tidak menghasilkan warna merah muda/ungu maka dapat disimpulkan produk makanan tersebut tidak mengandung protein. Seseorang yang kekurangan zat makanan berupa protein dapat menderita penyakit kwashiorkor. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk gizi buruk (busung lapar) yang disebabkan oleh kekurangan gizi protein.</p>
40 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
40 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
41 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pernapasan</strong></p>
41 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan fungsi sel pada sistem pernapasan</strong></p>
42 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organ pernapasan manusia</strong></p>
42 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organ pernapasan manusia</strong></p>
43 <p><strong>4. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
43 <p><strong>4. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
44 <p>1. Dindingnya memiliki cincin kartilago hialin 2. Tersusun atas epitelium berlapis semu bersilia</p>
44 <p>1. Dindingnya memiliki cincin kartilago hialin 2. Tersusun atas epitelium berlapis semu bersilia</p>
45 <p>Fungsi dari organ yang memiliki karakteristik tersebut adalah ….</p>
45 <p>Fungsi dari organ yang memiliki karakteristik tersebut adalah ….</p>
46 <p>a. pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan kapiler b. menyalurkan dan memastikan udara paru-paru terbebas dari partikel asing c. melakukan gerakan peristaltik d. berperan dalam buka tutup katup yang memisahkan sistem pernapasan dan pencernaan e. mengedarkan gas oksigen ke seluruh tubuh</p>
46 <p>a. pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan kapiler b. menyalurkan dan memastikan udara paru-paru terbebas dari partikel asing c. melakukan gerakan peristaltik d. berperan dalam buka tutup katup yang memisahkan sistem pernapasan dan pencernaan e. mengedarkan gas oksigen ke seluruh tubuh</p>
47 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
47 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
49 <p>Organ yang dimaksud adalah trakea. Organ ini memiliki cincin kartilago hialin dan epiteliumnya tersusun atas epitelium berlapis semu bersilia. Struktur ini mendukung fungsi trakea untuk menyalurkan dan memastikan udara ke paru-paru bersih dari partikel asing.</p>
49 <p>Organ yang dimaksud adalah trakea. Organ ini memiliki cincin kartilago hialin dan epiteliumnya tersusun atas epitelium berlapis semu bersilia. Struktur ini mendukung fungsi trakea untuk menyalurkan dan memastikan udara ke paru-paru bersih dari partikel asing.</p>
50 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
50 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
51 <p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem saraf</strong></p>
51 <p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem saraf</strong></p>
52 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme kerja sistem saraf</strong></p>
52 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme kerja sistem saraf</strong></p>
53 <p><strong>5. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
53 <p><strong>5. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
54 <p>Sarah melakukan uji refleks dengan cara memukulkan benda lunak secara tiba-tiba ke bagian bawah tempurung lutut sehingga secara tidak sadar tungkai bawah penderita bergerak ke arah depan. Gerakan tersebut melibatkan busur refleks yang dimulai dari lutut dan kemudian diteruskan ke ….</p>
54 <p>Sarah melakukan uji refleks dengan cara memukulkan benda lunak secara tiba-tiba ke bagian bawah tempurung lutut sehingga secara tidak sadar tungkai bawah penderita bergerak ke arah depan. Gerakan tersebut melibatkan busur refleks yang dimulai dari lutut dan kemudian diteruskan ke ….</p>
55 <p>a. motoris sumsum tulang belakang sensoris kaki</p>
55 <p>a. motoris sumsum tulang belakang sensoris kaki</p>
56 <p>b. sensoris sumsum tulang belakang motoris kaki </p>
56 <p>b. sensoris sumsum tulang belakang motoris kaki </p>
57 <p>c. sumsum tulang belakang sensoris motoris kaki</p>
57 <p>c. sumsum tulang belakang sensoris motoris kaki</p>
58 <p>d. sensoris motoris sumsum tulang belakang kaki</p>
58 <p>d. sensoris motoris sumsum tulang belakang kaki</p>
59 <p>e. motoris sensoris sumsum tulang belakang kaki </p>
59 <p>e. motoris sensoris sumsum tulang belakang kaki </p>
60 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
60 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
61 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
61 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
62 <p>Refleks lutut merupakan contoh gerak refleks yang informasinya diolah di sumsum tulang bakang (STB) sehingga responsnya otomatis dan cepat. Urutan jalannya impuls saraf pada gerak refleks dimulai dari reseptor di lutut - neuron sensorik - interneuron di sumsum tulang belakang (STB) - neuron motorik - efektor berupa otot kaki.</p>
62 <p>Refleks lutut merupakan contoh gerak refleks yang informasinya diolah di sumsum tulang bakang (STB) sehingga responsnya otomatis dan cepat. Urutan jalannya impuls saraf pada gerak refleks dimulai dari reseptor di lutut - neuron sensorik - interneuron di sumsum tulang belakang (STB) - neuron motorik - efektor berupa otot kaki.</p>
63 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong> </strong></p>
63 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong> </strong></p>
64 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi Subtopik: Ekskresi pada ginjal Level Kognitif: Medium</strong></p>
64 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi Subtopik: Ekskresi pada ginjal Level Kognitif: Medium</strong></p>
65 <p>6. Salah satu peranan ginjal adalah untuk osmoregulasi atau pengaturan keseimbangan cairan tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara mengatur volume dan kepekatan urin. Pernyataan berikut yang tepat mengenai mekanisme osmoregulasi ginjal yaitu …. </p>
65 <p>6. Salah satu peranan ginjal adalah untuk osmoregulasi atau pengaturan keseimbangan cairan tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara mengatur volume dan kepekatan urin. Pernyataan berikut yang tepat mengenai mekanisme osmoregulasi ginjal yaitu …. </p>
66 <p>a. Ketika kita dehidrasi, laju reabsorpsi air di ginjal menurun</p>
66 <p>a. Ketika kita dehidrasi, laju reabsorpsi air di ginjal menurun</p>
67 <p>b. Ketika kita sedikit minum, urin yang keluar akan semakin encer</p>
67 <p>b. Ketika kita sedikit minum, urin yang keluar akan semakin encer</p>
68 <p>c. Ketika kita dehidrasi, ADH semakin banyak disekresi</p>
68 <p>c. Ketika kita dehidrasi, ADH semakin banyak disekresi</p>
69 <p>d. Semakin banyak ADH yang disekresi, urin akan semakin encer</p>
69 <p>d. Semakin banyak ADH yang disekresi, urin akan semakin encer</p>
70 <p>e. Proses reabsorpsi air pada tubulus kolektivus tidak dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya jumlah air yang kita minum</p>
70 <p>e. Proses reabsorpsi air pada tubulus kolektivus tidak dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya jumlah air yang kita minum</p>
71 <p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
71 <p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
72 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
72 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
73 <p>Proses osmoregulasi terjadi pada tubulus kolektivus dan melibatkan ADH (hormon antidiuretik). </p>
73 <p>Proses osmoregulasi terjadi pada tubulus kolektivus dan melibatkan ADH (hormon antidiuretik). </p>
74 <ul><li>Ketika di dalam tubuh kita terlalu banyak air, sekresi ADH sedikit, protein aquaporin pada tubulus kolektivus sedikit, proses reabsorpsi air juga sedikit, sehingga urin encer.</li>
74 <ul><li>Ketika di dalam tubuh kita terlalu banyak air, sekresi ADH sedikit, protein aquaporin pada tubulus kolektivus sedikit, proses reabsorpsi air juga sedikit, sehingga urin encer.</li>
75 <li>Ketika sedikit minum (dehidrasi), sekresi ADH banyak, protein aquaporin pada tubulus kolektivus meningkat, proses reabsorpsi meningkat, sehingga urin pekat.</li>
75 <li>Ketika sedikit minum (dehidrasi), sekresi ADH banyak, protein aquaporin pada tubulus kolektivus meningkat, proses reabsorpsi meningkat, sehingga urin pekat.</li>
76 </ul><p>Semakin banyak minum, maka kadar cairan darah akan meningkat sehingga tidak lagi diperlukan proses reabsorpsi menuju peredaran darah. </p>
76 </ul><p>Semakin banyak minum, maka kadar cairan darah akan meningkat sehingga tidak lagi diperlukan proses reabsorpsi menuju peredaran darah. </p>
77 <p><strong>Dengan demikian jawaban yang tepat yaitu C.</strong></p>
77 <p><strong>Dengan demikian jawaban yang tepat yaitu C.</strong></p>
78 <p><strong>Topik: Hidrolisis Garam Subtopik: Hidrolisis Parsial Garam Asam dan Basa Level Kognitif: Hard</strong></p>
78 <p><strong>Topik: Hidrolisis Garam Subtopik: Hidrolisis Parsial Garam Asam dan Basa Level Kognitif: Hard</strong></p>
79 <p>6. Sebanyak 500 mL asam nitrat (HNO3) 0,05 M tepat habis bereaksi dengan 500 mL amonium hidroksida (NH4OH) 0,5 M. Berapakah pH larutan yang terbentuk?</p>
79 <p>6. Sebanyak 500 mL asam nitrat (HNO3) 0,05 M tepat habis bereaksi dengan 500 mL amonium hidroksida (NH4OH) 0,5 M. Berapakah pH larutan yang terbentuk?</p>
80 <p>a. 5 - log 6</p>
80 <p>a. 5 - log 6</p>
81 <p>b. 6 - log 5</p>
81 <p>b. 6 - log 5</p>
82 <p>c. 7</p>
82 <p>c. 7</p>
83 <p>d. 8 + log 5</p>
83 <p>d. 8 + log 5</p>
84 <p>e. 9 + log 6</p>
84 <p>e. 9 + log 6</p>
85 <p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
85 <p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
86 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
86 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
87 <p>Reaksi yang terjadi adalah reaksi asam-basa atau reaksi netralisasi. Asam nitrat merupakan asam kuat sedangkan amonium hidroksida adalah basa lemah. Ketika kedua senyawa ini bereaksi, akan dihasilkan suatu garam yang memiliki sifat asam karena asam yang digunakan adalah asam kuat.</p>
87 <p>Reaksi yang terjadi adalah reaksi asam-basa atau reaksi netralisasi. Asam nitrat merupakan asam kuat sedangkan amonium hidroksida adalah basa lemah. Ketika kedua senyawa ini bereaksi, akan dihasilkan suatu garam yang memiliki sifat asam karena asam yang digunakan adalah asam kuat.</p>
88 <p>Terdapat pernyataan bahwa kedua senyawa<strong>tepat habis bereaksi</strong>, sehingga dikethaui bahwa kedua senyawa tidak memiliki sisa di akhir reaksi.</p>
88 <p>Terdapat pernyataan bahwa kedua senyawa<strong>tepat habis bereaksi</strong>, sehingga dikethaui bahwa kedua senyawa tidak memiliki sisa di akhir reaksi.</p>
89 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
89 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
90 <h2>FISIKA</h2>
90 <h2>FISIKA</h2>
91 <p><strong>Topik</strong><strong>: Termodinamika</strong></p>
91 <p><strong>Topik</strong><strong>: Termodinamika</strong></p>
92 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Ke-Nol dan Hukum I Termodinamika</strong></p>
92 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Ke-Nol dan Hukum I Termodinamika</strong></p>
93 <p>1. Sejumlah gas memuai dari 2 L menjadi 3,5 L pada tekanan tetap 120 kPa. Jika energi dalam gas bertambah 430 joule, maka gas tersebut ….</p>
93 <p>1. Sejumlah gas memuai dari 2 L menjadi 3,5 L pada tekanan tetap 120 kPa. Jika energi dalam gas bertambah 430 joule, maka gas tersebut ….</p>
94 <p>a. melepas kalor 180 J b. melepas kalor 610 J c. menerima kalor 180 J d. menerima kalor 250 J e. menerima kalor 610 J</p>
94 <p>a. melepas kalor 180 J b. melepas kalor 610 J c. menerima kalor 180 J d. menerima kalor 250 J e. menerima kalor 610 J</p>
95 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
95 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
96 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
96 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
97 <p>Ditanya: Q = ..?</p>
97 <p>Ditanya: Q = ..?</p>
98 <p>Sesuai Hukum I Termodinamika, jika kalor Q diberikan pada sistem dan sistem melakukan usaha, maka akan terjadi perubahan energi dalam. Maka sebelum menghitung nilai kalor (Q), carilah nilai usaha (W) terlebih dahulu.</p>
98 <p>Sesuai Hukum I Termodinamika, jika kalor Q diberikan pada sistem dan sistem melakukan usaha, maka akan terjadi perubahan energi dalam. Maka sebelum menghitung nilai kalor (Q), carilah nilai usaha (W) terlebih dahulu.</p>
99 <p>Sehingga besar kalor pada sistem sesuai hukum I Termodinamika adalah:</p>
99 <p>Sehingga besar kalor pada sistem sesuai hukum I Termodinamika adalah:</p>
100 <p>Karena Q bernilai positif, maka sistem menerima kalor. Sehingga, gas menerima kalor sebesar 610 J.</p>
100 <p>Karena Q bernilai positif, maka sistem menerima kalor. Sehingga, gas menerima kalor sebesar 610 J.</p>
101 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
101 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
102 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
102 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
103 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum II Termodinamika</strong></p>
103 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum II Termodinamika</strong></p>
104 <p>2. Sebongkah es memiliki perubahan entropi es sebesar 1000 J/ K yang bermassa 1000 gr meleleh pada suhu yang tidak diketahui. Berapakah suhu saat es meleleh? (<em>L</em><em>es</em> = 3,34 × 10⁵ J/kg)</p>
104 <p>2. Sebongkah es memiliki perubahan entropi es sebesar 1000 J/ K yang bermassa 1000 gr meleleh pada suhu yang tidak diketahui. Berapakah suhu saat es meleleh? (<em>L</em><em>es</em> = 3,34 × 10⁵ J/kg)</p>
105 <p>a. 31 °C b. 41 °C c. 51 °C d. 61 °C e. 71 °C</p>
105 <p>a. 31 °C b. 41 °C c. 51 °C d. 61 °C e. 71 °C</p>
106 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
106 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
107 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
107 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
108 <p><em>m</em> = 1000 gr = 1 kg</p>
108 <p><em>m</em> = 1000 gr = 1 kg</p>
109 <p><em>L</em><em>es</em> = 3,34 × 10⁵ J/kg</p>
109 <p><em>L</em><em>es</em> = 3,34 × 10⁵ J/kg</p>
110 <p><em>∆S</em> = 1000 J/K</p>
110 <p><em>∆S</em> = 1000 J/K</p>
111 <p>Ditanya: suhu meleleh (<em>T</em>) ?</p>
111 <p>Ditanya: suhu meleleh (<em>T</em>) ?</p>
112 <p>Besar kalor (<em>Q</em>):</p>
112 <p>Besar kalor (<em>Q</em>):</p>
113 <p>Besar suhu saat meleleh dengan menggunakan persamaan perubahan entropi:</p>
113 <p>Besar suhu saat meleleh dengan menggunakan persamaan perubahan entropi:</p>
114 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
114 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
115 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
115 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
116 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang</strong></p>
116 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang</strong></p>
117 <p>3. Sebuah gelombang tsunami terbentuk di laut lepas dengan panjang gelombang sekitar 0,04 km. Gelombang tsunami tersebut bergerak ke arah pantai. Jika gelombang hampir mencapai pantai dan petugas mencatat bahwa kecepatan gelombangnya sebesar 36 km/jam dengan panjang gelombang 25 m, besar kecepatan gelombang tsunami pada saat terbentuk adalah ….</p>
117 <p>3. Sebuah gelombang tsunami terbentuk di laut lepas dengan panjang gelombang sekitar 0,04 km. Gelombang tsunami tersebut bergerak ke arah pantai. Jika gelombang hampir mencapai pantai dan petugas mencatat bahwa kecepatan gelombangnya sebesar 36 km/jam dengan panjang gelombang 25 m, besar kecepatan gelombang tsunami pada saat terbentuk adalah ….</p>
118 <p>a. 4 m/s b. 16 m/s c. 64 m/s d. 256 m/s e. 024 m/s</p>
118 <p>a. 4 m/s b. 16 m/s c. 64 m/s d. 256 m/s e. 024 m/s</p>
119 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
119 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
120 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong> </p>
120 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong> </p>
121 <p>Ketika gelombang bergerak dari medium satu ke medium lainnya, atau dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana terdapat perbedaan indeks bias, maka besar frekuensi dari gelombangnya itu akan senantiasa tetap, sehingga bisa dituliskan seperti ini :</p>
121 <p>Ketika gelombang bergerak dari medium satu ke medium lainnya, atau dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana terdapat perbedaan indeks bias, maka besar frekuensi dari gelombangnya itu akan senantiasa tetap, sehingga bisa dituliskan seperti ini :</p>
122 <p>Sebelumnya, sudah diketahui bahwa rumus dari cepat rambat gelombang adalah</p>
122 <p>Sebelumnya, sudah diketahui bahwa rumus dari cepat rambat gelombang adalah</p>
123 <p>v = λf</p>
123 <p>v = λf</p>
124 <p>maka,</p>
124 <p>maka,</p>
125 <p>Sehingga persamaannya menjadi :</p>
125 <p>Sehingga persamaannya menjadi :</p>
126 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
126 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
127 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Berjalan dan Stasioner</strong></p>
127 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Berjalan dan Stasioner</strong></p>
128 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gelombang Berjalan</strong></p>
128 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gelombang Berjalan</strong></p>
129 <p>4. Persamaan gelombang transversal yang merambat sepanjang tali yang sangat panjang dapat dinyatakan dengan persamaan dengan x dan y dalam cm serta t dalam sekon. Berdasarkan persamaan tersebut, diperoleh pernyataan sebagai berikut :</p>
129 <p>4. Persamaan gelombang transversal yang merambat sepanjang tali yang sangat panjang dapat dinyatakan dengan persamaan dengan x dan y dalam cm serta t dalam sekon. Berdasarkan persamaan tersebut, diperoleh pernyataan sebagai berikut :</p>
130 <ol><li>Amplitudo gelombangnya adalah 4 cm</li>
130 <ol><li>Amplitudo gelombangnya adalah 4 cm</li>
131 <li>Panjang gelombangnya adalah 1 m</li>
131 <li>Panjang gelombangnya adalah 1 m</li>
132 <li>Frekuensi gelombangnya adalah 1 Hz</li>
132 <li>Frekuensi gelombangnya adalah 1 Hz</li>
133 <li>Penjalaran gelombang adalah ke arah sumbu x positif</li>
133 <li>Penjalaran gelombang adalah ke arah sumbu x positif</li>
134 </ol><p>Pernyataan di atas yang benar adalah ….</p>
134 </ol><p>Pernyataan di atas yang benar adalah ….</p>
135 <p>a. 1, 2, dan 3 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 4 saja e. semua benar</p>
135 <p>a. 1, 2, dan 3 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 4 saja e. semua benar</p>
136 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
136 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
137 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
137 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
138 <p>Diketahui:</p>
138 <p>Diketahui:</p>
139 <p>Ditanya: Pernyataan yang benar?</p>
139 <p>Ditanya: Pernyataan yang benar?</p>
140 <p>Uji tiap pilihan jawaban:</p>
140 <p>Uji tiap pilihan jawaban:</p>
141 <p>1. Amplitudo gelombangnya adalah 4 cm.<strong>(Pernyataan 1 BENAR)</strong>2. Panjang gelombangnya adalah 1 m.</p>
141 <p>1. Amplitudo gelombangnya adalah 4 cm.<strong>(Pernyataan 1 BENAR)</strong>2. Panjang gelombangnya adalah 1 m.</p>
142 <p><strong>(Pernyataan 2 SALAH)</strong></p>
142 <p><strong>(Pernyataan 2 SALAH)</strong></p>
143 <p>3. Frekuensi gelombangnya adalah 1 Hz.</p>
143 <p>3. Frekuensi gelombangnya adalah 1 Hz.</p>
144 <p><strong>(Pernyataan 3 BENAR)</strong></p>
144 <p><strong>(Pernyataan 3 BENAR)</strong></p>
145 <p>4. Penjalaran gelombang adalah ke arah sumbu x positif.</p>
145 <p>4. Penjalaran gelombang adalah ke arah sumbu x positif.</p>
146 <p>terlihat bahwa persamaan tersebut berasal dari bentuk:</p>
146 <p>terlihat bahwa persamaan tersebut berasal dari bentuk:</p>
147 <p>tanda di dalam sinus bernilai positif, maka gelombang merambat ke arah kiri (sumbu x negatif).<strong>(Pernyataan 4 SALAH)</strong></p>
147 <p>tanda di dalam sinus bernilai positif, maka gelombang merambat ke arah kiri (sumbu x negatif).<strong>(Pernyataan 4 SALAH)</strong></p>
148 <p>Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah 1 dan 3.</p>
148 <p>Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah 1 dan 3.</p>
149 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
149 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang Bunyi</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang Bunyi</strong></p>
152 <p>5. Lina berjalan pulang dari rumah Cinta dengan kecepatan 2 m/s. setelah berjalan sejauh 50 m, Cinta berteriak dari rumahnya memanggil Lina karena tempat pensilnya ketinggalan. Jika Cinta berteriak dengan frekuensi 425 Hz, dan cepat rambat bunyi di udara 340 m/s. Besar frekuensi yang didengar oleh Lina …</p>
152 <p>5. Lina berjalan pulang dari rumah Cinta dengan kecepatan 2 m/s. setelah berjalan sejauh 50 m, Cinta berteriak dari rumahnya memanggil Lina karena tempat pensilnya ketinggalan. Jika Cinta berteriak dengan frekuensi 425 Hz, dan cepat rambat bunyi di udara 340 m/s. Besar frekuensi yang didengar oleh Lina …</p>
153 <p>a. 422,5 Hz b. 427,5 Hz c. 522,5 Hz d. 527,5 Hz e. 622,5 Hz</p>
153 <p>a. 422,5 Hz b. 427,5 Hz c. 522,5 Hz d. 527,5 Hz e. 622,5 Hz</p>
154 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
154 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
155 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
155 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
156 <p>Soal ini merupakan penerapan gelombang bunyi yaitu efek doppler. Rumus efek Doppler adalah:</p>
156 <p>Soal ini merupakan penerapan gelombang bunyi yaitu efek doppler. Rumus efek Doppler adalah:</p>
157 <p>Lina (pendengar) bergerak menjauhi Cinta (sumber suara), sehingga vp bernilai negatif, dan vs bernilai nol karena sumber suara tidak bergerak. Sehingga besar frekuensi pendengar adalah</p>
157 <p>Lina (pendengar) bergerak menjauhi Cinta (sumber suara), sehingga vp bernilai negatif, dan vs bernilai nol karena sumber suara tidak bergerak. Sehingga besar frekuensi pendengar adalah</p>
158 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
158 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
159 <p><strong>Topik: Hukum Termodinamika Subtopik: Aplikasi Hukum Termodinamika Level Kognitif: Medium</strong></p>
159 <p><strong>Topik: Hukum Termodinamika Subtopik: Aplikasi Hukum Termodinamika Level Kognitif: Medium</strong></p>
160 <p>6. Suatu mesin yang bisa dianggap sebagai mesin carnot memiliki suhu pada tandon panas sebesar 427°C dan pada tandon dingin 147°C. Jika kalor yang diambil oleh mesin kalor tersebut adalah 2.000 J, maka usaha yang dilakukan oleh mesin itu pada lingkungan adalah ….</p>
160 <p>6. Suatu mesin yang bisa dianggap sebagai mesin carnot memiliki suhu pada tandon panas sebesar 427°C dan pada tandon dingin 147°C. Jika kalor yang diambil oleh mesin kalor tersebut adalah 2.000 J, maka usaha yang dilakukan oleh mesin itu pada lingkungan adalah ….</p>
161 <p>a. 1.200 J </p>
161 <p>a. 1.200 J </p>
162 <p>b. 1.000 J </p>
162 <p>b. 1.000 J </p>
163 <p>c. 800 J </p>
163 <p>c. 800 J </p>
164 <p>d. 700 J </p>
164 <p>d. 700 J </p>
165 <p>e. 600 J </p>
165 <p>e. 600 J </p>
166 <p><b>Kunci Jawaban</b><b>: C</b></p>
166 <p><b>Kunci Jawaban</b><b>: C</b></p>
167 <p><b>Pembahasan</b><b>: </b></p>
167 <p><b>Pembahasan</b><b>: </b></p>
168 <p>Pada mesin Carnot berlaku persamaan berikut, sehingga:</p>
168 <p>Pada mesin Carnot berlaku persamaan berikut, sehingga:</p>
169 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
169 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
170 <h2>KIMIA</h2>
170 <h2>KIMIA</h2>
171 <p><strong>Topik</strong><strong>: Teori dan Karakteristik Asam - Basa</strong></p>
171 <p><strong>Topik</strong><strong>: Teori dan Karakteristik Asam - Basa</strong></p>
172 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teori Asam - Basa Lewis</strong></p>
172 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teori Asam - Basa Lewis</strong></p>
173 <p>1. Senyawa X pada strukturnya memiliki pasangan elektron bebas pada atom terikat. Oleh karena itu ….</p>
173 <p>1. Senyawa X pada strukturnya memiliki pasangan elektron bebas pada atom terikat. Oleh karena itu ….</p>
174 <p>a. diperlukan data pendukung lain untuk menentukan sifat asam atau basa b. X adalah senyawa asam c. X adalah senyawa basa d. X adalah senyawa netral e. X bukan senyawa asam maupun basa</p>
174 <p>a. diperlukan data pendukung lain untuk menentukan sifat asam atau basa b. X adalah senyawa asam c. X adalah senyawa basa d. X adalah senyawa netral e. X bukan senyawa asam maupun basa</p>
175 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
175 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
176 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
176 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
177 <p>Konsep asam-basa Lewis adalah serah-terima pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat. Suatu basa akan mendonorkan PEB, sedangkan suatu asam akan menerima PEB. Oleh karena itu, jika atom pusat tidak memiliki PEB akan memiliki sifat asam karena tidak memenuhi syarat untuk bertindak sebagai basa. Jika PEB pada atom terikat, perlu diketahui perubahan struktur yang terjadi, apakah senyawa melepas pasangan elektron ikatan menjadi PEB (bertindak sebagai basa) atau atom pusat menerima PEB dari senyawa lain (bertindak sebagai asam).</p>
177 <p>Konsep asam-basa Lewis adalah serah-terima pasangan elektron bebas (PEB) atom pusat. Suatu basa akan mendonorkan PEB, sedangkan suatu asam akan menerima PEB. Oleh karena itu, jika atom pusat tidak memiliki PEB akan memiliki sifat asam karena tidak memenuhi syarat untuk bertindak sebagai basa. Jika PEB pada atom terikat, perlu diketahui perubahan struktur yang terjadi, apakah senyawa melepas pasangan elektron ikatan menjadi PEB (bertindak sebagai basa) atau atom pusat menerima PEB dari senyawa lain (bertindak sebagai asam).</p>
178 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
178 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
179 <p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &amp; Contoh Perhitungannya</a></strong></p>
179 <p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah &amp; Contoh Perhitungannya</a></strong></p>
180 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam - Basa</strong></p>
180 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam - Basa</strong></p>
181 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Indikator Asam - Basa</strong></p>
181 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Indikator Asam - Basa</strong></p>
182 <p>2. Seorang siswa melakukan percobaan untuk menentukan asam-basa menggunakan indikator lakmus merah dan biru dari beberapa larutan sebagai berikut.</p>
182 <p>2. Seorang siswa melakukan percobaan untuk menentukan asam-basa menggunakan indikator lakmus merah dan biru dari beberapa larutan sebagai berikut.</p>
183 <p>Berdasarkan data yang didapatkan, maka larutan yang bersifat asam adalah ….</p>
183 <p>Berdasarkan data yang didapatkan, maka larutan yang bersifat asam adalah ….</p>
184 <p>a. 1, 3, dan 6 b. 3, 4, dan 6 c. 2, 4, dan 6 d. 3, 2, dan 6 e. 1, 2, dan 6</p>
184 <p>a. 1, 3, dan 6 b. 3, 4, dan 6 c. 2, 4, dan 6 d. 3, 2, dan 6 e. 1, 2, dan 6</p>
185 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
185 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
186 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
186 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
187 <p>Warna lakmus jika diberikan larutan berupa asam, maka lakmus merah akan tetap merah dan lakmus biru akan berubah menjadi warna merah. Namun, jika lakmus merah diberikan kepada larutan basa, akan berubah menjadi biru, sedangkan lakmus biru tetap menjadi biru.</p>
187 <p>Warna lakmus jika diberikan larutan berupa asam, maka lakmus merah akan tetap merah dan lakmus biru akan berubah menjadi warna merah. Namun, jika lakmus merah diberikan kepada larutan basa, akan berubah menjadi biru, sedangkan lakmus biru tetap menjadi biru.</p>
188 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
188 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
189 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Asam Basa: Sifat, Cara Membedakan, dan Klasifikasinya</a></strong></p>
189 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Asam Basa: Sifat, Cara Membedakan, dan Klasifikasinya</a></strong></p>
190 <p><strong>Topik</strong><strong>: Hidrolisis Garam</strong></p>
190 <p><strong>Topik</strong><strong>: Hidrolisis Garam</strong></p>
191 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hidrolisis Parsial Garam Asam</strong></p>
191 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hidrolisis Parsial Garam Asam</strong></p>
192 <p>3. Seorang siswa mencampurkan sebanyak 100 mL larutan NH3 0,2 M dengan 100 mL larutan HNO3 0,2 M. Jika tetapan basa NH3 = 10-5 , campuran larutan akan memiliki pH sebesar ….</p>
192 <p>3. Seorang siswa mencampurkan sebanyak 100 mL larutan NH3 0,2 M dengan 100 mL larutan HNO3 0,2 M. Jika tetapan basa NH3 = 10-5 , campuran larutan akan memiliki pH sebesar ….</p>
193 <p>a. 5 b. 9 c. 11 d. 3 e. 6</p>
193 <p>a. 5 b. 9 c. 11 d. 3 e. 6</p>
194 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
194 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
195 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
195 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
196 <p>Kedua pereaksi habis bereaksi, menurut reaksi berikut.</p>
196 <p>Kedua pereaksi habis bereaksi, menurut reaksi berikut.</p>
197 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
197 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
198 <p><strong>Topik</strong><strong>: Larutan Penyangga</strong></p>
198 <p><strong>Topik</strong><strong>: Larutan Penyangga</strong></p>
199 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Larutan Penyangga Asam</strong></p>
199 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Larutan Penyangga Asam</strong></p>
200 <p>4. Perbandingan volume CH3COOH 0,1 M (Ka =1×10-5) dan NaOH 0,1 M yang harus ditambahkan untuk memperoleh larutan penyangga dengan pH = 4 adalah ….</p>
200 <p>4. Perbandingan volume CH3COOH 0,1 M (Ka =1×10-5) dan NaOH 0,1 M yang harus ditambahkan untuk memperoleh larutan penyangga dengan pH = 4 adalah ….</p>
201 <p>a. 2 : 1</p>
201 <p>a. 2 : 1</p>
202 <p>b. 1 : 10</p>
202 <p>b. 1 : 10</p>
203 <p>c. 10 : 1</p>
203 <p>c. 10 : 1</p>
204 <p>d. 11 : 1</p>
204 <p>d. 11 : 1</p>
205 <p>e. 11 : 10</p>
205 <p>e. 11 : 10</p>
206 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
206 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
207 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
207 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
208 <p>Campuran terdiri dari asam lemah dan basa kuat. Dengan menggunakan stoikiometri, dilakukan reaksi terlebih dahulu untuk menentukan asam lemah sisa dan garamnya. Misalkan volume asam = A dan volume basa = B.</p>
208 <p>Campuran terdiri dari asam lemah dan basa kuat. Dengan menggunakan stoikiometri, dilakukan reaksi terlebih dahulu untuk menentukan asam lemah sisa dan garamnya. Misalkan volume asam = A dan volume basa = B.</p>
209 <p>Larutan penyangga melibatkan asam lemah CH3COOH sehingga disimpulkan bersifat asam. Selanjutnya gunakan persamaan matematis larutan penyangga asam.</p>
209 <p>Larutan penyangga melibatkan asam lemah CH3COOH sehingga disimpulkan bersifat asam. Selanjutnya gunakan persamaan matematis larutan penyangga asam.</p>
210 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
210 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
211 <p><strong>Baca Juga:<a>Benarkah Larutan Penyangga Bisa Menstabilkan pH?</a></strong></p>
211 <p><strong>Baca Juga:<a>Benarkah Larutan Penyangga Bisa Menstabilkan pH?</a></strong></p>
212 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
212 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
213 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Hidrolisis Garam</strong></p>
213 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Hidrolisis Garam</strong></p>
214 <p>5. Seorang siswa melarutkan beberapa jenis garam dalam air. Kemudian, larutan garam tersebut diuji menggunakan kertas lakmus. Larutan garam yang dapat membirukan lakmus merah adalah ….</p>
214 <p>5. Seorang siswa melarutkan beberapa jenis garam dalam air. Kemudian, larutan garam tersebut diuji menggunakan kertas lakmus. Larutan garam yang dapat membirukan lakmus merah adalah ….</p>
215 <p>a. Na2SO4 b. Mg(NO3)2 c. KCl d. Ba(CN)2 e. CH3COONH4</p>
215 <p>a. Na2SO4 b. Mg(NO3)2 c. KCl d. Ba(CN)2 e. CH3COONH4</p>
216 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
216 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
217 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
217 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
218 <p>Garam yang dapat membirukan lakmus merah artinya garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa adalah garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah, yaitu garam Ba(CN)2 , yang berasal dari basa kuat Ba(OH)2 dan asam lemah HCN.</p>
218 <p>Garam yang dapat membirukan lakmus merah artinya garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa adalah garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah, yaitu garam Ba(CN)2 , yang berasal dari basa kuat Ba(OH)2 dan asam lemah HCN.</p>
219 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
219 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
220 <h2>MATEMATIKA</h2>
220 <h2>MATEMATIKA</h2>
221 <p><strong>T</strong><strong>opik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
221 <p><strong>T</strong><strong>opik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
222 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sifat Limit</strong></p>
222 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sifat Limit</strong></p>
223 <p>1. Nilai dari adalah ….</p>
223 <p>1. Nilai dari adalah ….</p>
224 <p>a. 10 b. 12 c. 16 d. 24 e. 32</p>
224 <p>a. 10 b. 12 c. 16 d. 24 e. 32</p>
225 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
225 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
226 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
226 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
227 <p>Dapat diperhatikan bahwa .</p>
227 <p>Dapat diperhatikan bahwa .</p>
228 <p>Oleh karena itu, diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
228 <p>Oleh karena itu, diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
229 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah 24.</p>
229 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah 24.</p>
230 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
230 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
231 <p><strong>Baca Juga:<a>Konsep Limit Fungsi Aljabar dan Sifat-sifatnya</a></strong></p>
231 <p><strong>Baca Juga:<a>Konsep Limit Fungsi Aljabar dan Sifat-sifatnya</a></strong></p>
232 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
232 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gradien Garis Singgung</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gradien Garis Singgung</strong></p>
234 <p>2. Persamaan garis singgung kurva di titik berabsis 1 adalah ….</p>
234 <p>2. Persamaan garis singgung kurva di titik berabsis 1 adalah ….</p>
235 <p>a. 4x + y - 3 = 0 b. 4x + y - 2 = 0 c. x - y +1 = 0 d. 3x + y - 5 = 0 e. 3x - y - 1 = 0</p>
235 <p>a. 4x + y - 3 = 0 b. 4x + y - 2 = 0 c. x - y +1 = 0 d. 3x + y - 5 = 0 e. 3x - y - 1 = 0</p>
236 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
236 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
237 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
237 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
238 <p>Pertama, kita cari gradien garis singgungnya terlebih dahulu dengan mencari nilai turunan pertama fungsinya pada absis titik singgungnya.</p>
238 <p>Pertama, kita cari gradien garis singgungnya terlebih dahulu dengan mencari nilai turunan pertama fungsinya pada absis titik singgungnya.</p>
239 <p>Gradien garis singgungnya didapat dengan substitusi nilai x = 1ke persamaan di atas.</p>
239 <p>Gradien garis singgungnya didapat dengan substitusi nilai x = 1ke persamaan di atas.</p>
240 <p>Kemudian, kita cari titik singgungnya dengan substitusi x = 1 ke persamaan kurva.</p>
240 <p>Kemudian, kita cari titik singgungnya dengan substitusi x = 1 ke persamaan kurva.</p>
241 <p>Didapat titik singgungnya adalah (1,2).</p>
241 <p>Didapat titik singgungnya adalah (1,2).</p>
242 <p>Persamaan garis singgung dengan gradien<em>m = 3</em> di titik (1,2) adalah sebagai berikut:</p>
242 <p>Persamaan garis singgung dengan gradien<em>m = 3</em> di titik (1,2) adalah sebagai berikut:</p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
244 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
244 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
245 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika</strong></p>
245 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Lingkaran</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Lingkaran</strong></p>
247 <p>3. Pusat dan jari-jari dari persamaan lingkaran adalah ….</p>
247 <p>3. Pusat dan jari-jari dari persamaan lingkaran adalah ….</p>
248 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
248 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
249 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
249 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
250 <p>Persamaan lingkarannya dapat ditulis sebagai berikut.</p>
250 <p>Persamaan lingkarannya dapat ditulis sebagai berikut.</p>
251 <p>Perlu diingat bahwa lingkaran dengan persamaan memiliki:</p>
251 <p>Perlu diingat bahwa lingkaran dengan persamaan memiliki:</p>
252 <ul><li>Pusat di titik </li>
252 <ul><li>Pusat di titik </li>
253 <li>Panjang jari-jari </li>
253 <li>Panjang jari-jari </li>
254 </ul><p>Pada Persamaan, diperoleh<em>A = 8, B = - 6, C = - 24,</em> sehingga didapat pusat dan jari-jarinya sebagai berikut:</p>
254 </ul><p>Pada Persamaan, diperoleh<em>A = 8, B = - 6, C = - 24,</em> sehingga didapat pusat dan jari-jarinya sebagai berikut:</p>
255 <p>Pusat Lingkaran</p>
255 <p>Pusat Lingkaran</p>
256 <p><em></em>Jari-jari lingkaran:</p>
256 <p><em></em>Jari-jari lingkaran:</p>
257 <p>Dengan demikian, pusat lingkaran tersebut adalah dan jari-jarinya adalah 7.</p>
257 <p>Dengan demikian, pusat lingkaran tersebut adalah dan jari-jarinya adalah 7.</p>
258 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
258 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
259 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
259 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
260 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
260 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
261 <p>4. Titik potong antara lingkaran dan adalah ….</p>
261 <p>4. Titik potong antara lingkaran dan adalah ….</p>
262 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
262 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
263 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
263 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
264 <p>Langkah pertama cari persamaan tali busur dengan cara mengeliminasi persamaan kedua lingkaran.</p>
264 <p>Langkah pertama cari persamaan tali busur dengan cara mengeliminasi persamaan kedua lingkaran.</p>
265 <p>Langkah kedua substitusikan persamaan tali busur ke persamaan , maka kita dapatkan nilai berikut.</p>
265 <p>Langkah kedua substitusikan persamaan tali busur ke persamaan , maka kita dapatkan nilai berikut.</p>
266 <p>Dengan demikian, titik potong kedua lingkaran tersebut adalah atau </p>
266 <p>Dengan demikian, titik potong kedua lingkaran tersebut adalah atau </p>
267 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
267 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
268 <p><strong>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik dan Garis Lurus terhadap Lingkaran</a></strong></p>
268 <p><strong>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik dan Garis Lurus terhadap Lingkaran</a></strong></p>
269 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Suku Banyak (Polinomial)</a></strong></p>
269 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Suku Banyak (Polinomial)</a></strong></p>
270 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Operasi Hitung Suku Banyak, Teorema Faktor</strong></p>
270 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Operasi Hitung Suku Banyak, Teorema Faktor</strong></p>
271 <p>5. Diberikan<em>P (x)</em>adalah suatu polynomial derajat 4 dengan koefisien bernilai 1. Jika <em>P(1) =1, P (2) = 2, P (3) = 3,</em>dan<em>P (4) = 4</em> maka nilai adalah ….</p>
271 <p>5. Diberikan<em>P (x)</em>adalah suatu polynomial derajat 4 dengan koefisien bernilai 1. Jika <em>P(1) =1, P (2) = 2, P (3) = 3,</em>dan<em>P (4) = 4</em> maka nilai adalah ….</p>
272 <p>a. 5 b. 19 c. 24 d. 29 e. 120</p>
272 <p>a. 5 b. 19 c. 24 d. 29 e. 120</p>
273 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
273 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
274 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
274 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
275 <p>Karena <em>P (x)</em>adalah suatu polinomial derajat 4 dengan koefisienen bernilbernilai 1, maka polynomial tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: </p>
275 <p>Karena <em>P (x)</em>adalah suatu polinomial derajat 4 dengan koefisienen bernilbernilai 1, maka polynomial tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: </p>
276 <p>Misal terdapat polynomial dengan<em>Q (x)</em>dengan<em>Q (x) = P (x) - x,</em> maka didapat nilai-nilai berikut.</p>
276 <p>Misal terdapat polynomial dengan<em>Q (x)</em>dengan<em>Q (x) = P (x) - x,</em> maka didapat nilai-nilai berikut.</p>
277 <p>Dengan demikian, 1, 2, 3, dan 4 merupakan akar-akar dari persamaan </p>
277 <p>Dengan demikian, 1, 2, 3, dan 4 merupakan akar-akar dari persamaan </p>
278 <p>Oleh karena itu, polynomial dapat ditulis sebagai berikut.</p>
278 <p>Oleh karena itu, polynomial dapat ditulis sebagai berikut.</p>
279 <p>Dari permisalan sebelumnya, polynomial juga dapat ditulis sebagai berikut.</p>
279 <p>Dari permisalan sebelumnya, polynomial juga dapat ditulis sebagai berikut.</p>
280 <p>Didapat bahwa polynomial juga memiliki koefisien yang bernilai 1, sehingga pada bentuk polynomial haruslah </p>
280 <p>Didapat bahwa polynomial juga memiliki koefisien yang bernilai 1, sehingga pada bentuk polynomial haruslah </p>
281 <p>Oleh karena itu, didapat sehingga dapat kita tuliskan polynomial<em>P(x)</em>sebagai berikut:</p>
281 <p>Oleh karena itu, didapat sehingga dapat kita tuliskan polynomial<em>P(x)</em>sebagai berikut:</p>
282 <p>Dengan demikian, diperoleh nilai dari<em>P(5)</em> adalah sebagai berikut.</p>
282 <p>Dengan demikian, diperoleh nilai dari<em>P(5)</em> adalah sebagai berikut.</p>
283 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
283 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
284 <p><strong>Topik: Irisan Dua Lingkaran Subtopik: Kedudukan dan Garis Persekutuan Dua Lingkaran Level Kognitif: Hard</strong></p>
284 <p><strong>Topik: Irisan Dua Lingkaran Subtopik: Kedudukan dan Garis Persekutuan Dua Lingkaran Level Kognitif: Hard</strong></p>
285 <p>6. Suatu lingkaran yang memiliki panjang jari-jari 3√2 cm berpotongan dengan lingkaran yang memiliki panjang jari-jari 6 cm. Ruas garis yang menghubungkan dua titik potong lingkaran merupakan diameter dari lingkaran kecil seperti yang bisa digambarkan berikut ini.</p>
285 <p>6. Suatu lingkaran yang memiliki panjang jari-jari 3√2 cm berpotongan dengan lingkaran yang memiliki panjang jari-jari 6 cm. Ruas garis yang menghubungkan dua titik potong lingkaran merupakan diameter dari lingkaran kecil seperti yang bisa digambarkan berikut ini.</p>
286 <p><b>Kunci Jawaban</b><b>: B</b></p>
286 <p><b>Kunci Jawaban</b><b>: B</b></p>
287 <p><b>Pembahasan</b><b>:</b></p>
287 <p><b>Pembahasan</b><b>:</b></p>
288 <p>Misalkan TV adalah ruas garis yang menghubungkan titik potong kedua lingkaran sekaligus merupakan diameter dari lingkaran kecil seperti pada gambar berikut ini.</p>
288 <p>Misalkan TV adalah ruas garis yang menghubungkan titik potong kedua lingkaran sekaligus merupakan diameter dari lingkaran kecil seperti pada gambar berikut ini.</p>
289 <p>Perhatikan bahwa luas daerah irisan kedua lingkaran ditunjukkan oleh daerah berwarna biru dan oranye. Luas daerah berwarna oranye dapat dihitung menggunakan rumus setengah luas lingkaran kecil.</p>
289 <p>Perhatikan bahwa luas daerah irisan kedua lingkaran ditunjukkan oleh daerah berwarna biru dan oranye. Luas daerah berwarna oranye dapat dihitung menggunakan rumus setengah luas lingkaran kecil.</p>
290 <p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
290 <p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
291 <p>Selanjutnya, luas daerah berwarna biru merupakan luas tembereng lingkaran biru. Misal titik T dan V adalah titik perpotongan kedua lingkaran, O adalah titik pusat lingkaran biru seperti pada gambar berikut ini.</p>
291 <p>Selanjutnya, luas daerah berwarna biru merupakan luas tembereng lingkaran biru. Misal titik T dan V adalah titik perpotongan kedua lingkaran, O adalah titik pusat lingkaran biru seperti pada gambar berikut ini.</p>
292 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
292 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
293 <p><em><i>Huft!</i></em>Mengerjakan soal memang butuh konsentrasi yang ekstra ya! Coba tulis dong di kolom komentar bagaimana cara kamu agar mendapatkan konsentrasi yang ekstra dalam mengerjakan latihan soal! Oh iya, agar lebih paham dan mudah mencerna soal-soal IPA, kamu bisa menonton banyak video tutorial memecahkan berbagai macam soal, serta perbanyak latihan soal di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>ya!<em><i>Practice makes perfect!</i></em> Semangat!</p>
293 <p><em><i>Huft!</i></em>Mengerjakan soal memang butuh konsentrasi yang ekstra ya! Coba tulis dong di kolom komentar bagaimana cara kamu agar mendapatkan konsentrasi yang ekstra dalam mengerjakan latihan soal! Oh iya, agar lebih paham dan mudah mencerna soal-soal IPA, kamu bisa menonton banyak video tutorial memecahkan berbagai macam soal, serta perbanyak latihan soal di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>ya!<em><i>Practice makes perfect!</i></em> Semangat!</p>
294  
294