HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur Amerika.</em></p>
1 <p><em>Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur Amerika.</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Apakah di antara kamu ada yang ingat, kalau pada tahun 2011, Jepang pernah dilanda sebuah bencana alam tsunami? Pada kejadian itu, dibalik rusaknya bangunan-bangunan dan manusia-manusia yang menjadi korban, ternyata ada sebuah fenomena lain yang terjadi, yaitu<em>mega rafting</em>ratusan spesies yang terbesar sepanjang sejarah.</p>
3 <p>Apakah di antara kamu ada yang ingat, kalau pada tahun 2011, Jepang pernah dilanda sebuah bencana alam tsunami? Pada kejadian itu, dibalik rusaknya bangunan-bangunan dan manusia-manusia yang menjadi korban, ternyata ada sebuah fenomena lain yang terjadi, yaitu<em>mega rafting</em>ratusan spesies yang terbesar sepanjang sejarah.</p>
4 <p>Secara umum, mengapungnya hewan-hewan di laut sudah bukan lagi menjadi fenomena baru. Baik lewat benda-benda alami seperti kayu, ataupun non alami seperti plastik, fiber, dan sebagainya. Tapi, fenomena ini cukup menarik untuk dibahas. Oleh karena itu, yuk kita lihat fakta-fakta yang terjadi.</p>
4 <p>Secara umum, mengapungnya hewan-hewan di laut sudah bukan lagi menjadi fenomena baru. Baik lewat benda-benda alami seperti kayu, ataupun non alami seperti plastik, fiber, dan sebagainya. Tapi, fenomena ini cukup menarik untuk dibahas. Oleh karena itu, yuk kita lihat fakta-fakta yang terjadi.</p>
5 <h2>OCEAN GYRE</h2>
5 <h2>OCEAN GYRE</h2>
6 <p>Nah, sebelum kita membahas tsunami Jepang tahun 2011, kamu harus memahami bahwa di dunia, akibat adanya gaya coriolis, arus permukaan laut kita membentuk putaran yang disebut<em>gyre.</em>Satu<em>gyre</em>bisa terdiri dari beberapa arus. Misalnya<em>gyre</em>Samudra Pasifik Utara yang terdiri dari arus Kuroshio, arus Pasifik utara, arus California, dan arus Ekuatorial Utara. Nah, di Belahan Bumi Utara (BBU),<em>gyre</em>ini membentuk putaran searah jarum jam, sedangkan di Belahan Bumi Selatan (BBS) berlawanan arah jarum jam. Bentuk gyre dan putarannya dapat kalian lihat pada gambar ini.</p>
6 <p>Nah, sebelum kita membahas tsunami Jepang tahun 2011, kamu harus memahami bahwa di dunia, akibat adanya gaya coriolis, arus permukaan laut kita membentuk putaran yang disebut<em>gyre.</em>Satu<em>gyre</em>bisa terdiri dari beberapa arus. Misalnya<em>gyre</em>Samudra Pasifik Utara yang terdiri dari arus Kuroshio, arus Pasifik utara, arus California, dan arus Ekuatorial Utara. Nah, di Belahan Bumi Utara (BBU),<em>gyre</em>ini membentuk putaran searah jarum jam, sedangkan di Belahan Bumi Selatan (BBS) berlawanan arah jarum jam. Bentuk gyre dan putarannya dapat kalian lihat pada gambar ini.</p>
7 <h2>TSUNAMI JEPANG</h2>
7 <h2>TSUNAMI JEPANG</h2>
8 <p>Sekarang kita bahas Tsunami Jepang nih. Tsunami Jepang di tahun 2011 memang sangat mengerikan, gempa yang terjadi berkekuatan 9 Skala Richter dan tinggi air hampir mencapai 10 meter. Saat air tsunami di Jepang perlahan surut dan kembali ke laut, air tersebut membawa cukup banyak material yang bisa mengapung seperti kayu, perahu, fiber, plastik dan lain sebagainya. Material tersebut kemudian terbawa oleh putaran arus<em>gyre,</em>tepatnya<em>gyre</em>Pasifik Utara.</p>
8 <p>Sekarang kita bahas Tsunami Jepang nih. Tsunami Jepang di tahun 2011 memang sangat mengerikan, gempa yang terjadi berkekuatan 9 Skala Richter dan tinggi air hampir mencapai 10 meter. Saat air tsunami di Jepang perlahan surut dan kembali ke laut, air tersebut membawa cukup banyak material yang bisa mengapung seperti kayu, perahu, fiber, plastik dan lain sebagainya. Material tersebut kemudian terbawa oleh putaran arus<em>gyre,</em>tepatnya<em>gyre</em>Pasifik Utara.</p>
9 <p><strong>Baca juga:<a>Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?</a></strong></p>
9 <p><strong>Baca juga:<a>Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?</a></strong></p>
10 <h2>KEDATANGAN SPESIES BARU DI PESISIR TIMUR AMERIKA</h2>
10 <h2>KEDATANGAN SPESIES BARU DI PESISIR TIMUR AMERIKA</h2>
11 <p>Ternyata, 1 tahun kemudian, atau tepatnya di tahun 2012, beberapa benda yang terbawa tersebut ditemukan terdampar di pesisir timur Amerika. Entah di Canada, Hawaii, atau Alaska. Luar biasa!! itu jarak perjalanan yang mereka tempuh bisa 7.000 km lho, menyeberangi Samudra Pasifik.</p>
11 <p>Ternyata, 1 tahun kemudian, atau tepatnya di tahun 2012, beberapa benda yang terbawa tersebut ditemukan terdampar di pesisir timur Amerika. Entah di Canada, Hawaii, atau Alaska. Luar biasa!! itu jarak perjalanan yang mereka tempuh bisa 7.000 km lho, menyeberangi Samudra Pasifik.</p>
12 <p>Benda-benda ini ukurannya bisa bervariasi banget, mulai dari plastik-plastik kecil sampai perahu besar. Tentunya, di air benda ini menjadi habitat yang cocok untuk organisme laut berkoloni. Lalu, begitu benda ini kebawa arus …. Wooooosshh!! Yaudah, organismenya ikutan kebawa deh. </p>
12 <p>Benda-benda ini ukurannya bisa bervariasi banget, mulai dari plastik-plastik kecil sampai perahu besar. Tentunya, di air benda ini menjadi habitat yang cocok untuk organisme laut berkoloni. Lalu, begitu benda ini kebawa arus …. Wooooosshh!! Yaudah, organismenya ikutan kebawa deh. </p>
13 <p>Para peneliti sudah mendokumentasikan hewan-hewan pendatang tersebut. Pada tahun 2012, sudah ada sekitar 635 objek termasuk kapal, kayu, pelampung, jaring ikan, dan banyak lainnya. Mereka menemukan setidaknya 279 spesies invertebrata, termasuk ikan-ikan asli Jepang yang tentu saja masih hidup, dan selama ini tidak ada yang dilaporkan pernah mengapung sampai menyebrang benua sebelumnya. Benar-benar rekor baru!</p>
13 <p>Para peneliti sudah mendokumentasikan hewan-hewan pendatang tersebut. Pada tahun 2012, sudah ada sekitar 635 objek termasuk kapal, kayu, pelampung, jaring ikan, dan banyak lainnya. Mereka menemukan setidaknya 279 spesies invertebrata, termasuk ikan-ikan asli Jepang yang tentu saja masih hidup, dan selama ini tidak ada yang dilaporkan pernah mengapung sampai menyebrang benua sebelumnya. Benar-benar rekor baru!</p>
14 <p>Sebuah perahu (JTMD-BF-2), tiba di Ilwaco, Pasific County, Washington pada 15 Juni 2012. Ditemukan bersamaan dengan berbagai hewan endemik Jepang (Foto by A. Pleus)</p>
14 <p>Sebuah perahu (JTMD-BF-2), tiba di Ilwaco, Pasific County, Washington pada 15 Juni 2012. Ditemukan bersamaan dengan berbagai hewan endemik Jepang (Foto by A. Pleus)</p>
15 <p>Beberapa benda dikategorikan sebagai<em><strong>‘HIGH RICHNESS ARRIVAL’,</strong></em>yang berarti mereka membawa lebih dari 20 spesies didalamnya. Biasanya benda yang kayak gini, yang<em>non-biodegradable</em>(susah hancur) seperti plastik atau perahu fiber gitu. Kalau kayu-kayu, biasanya<em>tuh</em>hanya membawa sedikit hewan, soalnya kan gampang hancur. Nah, ini juga yang menyebabkan<em>mega-rafting</em>pada jaman dulu tidak ada yang bisa hingga sejauh mega rafting tsunami Jepang ini, karena dulu kan belum ada<em>tuh</em>plastik-plastik.</p>
15 <p>Beberapa benda dikategorikan sebagai<em><strong>‘HIGH RICHNESS ARRIVAL’,</strong></em>yang berarti mereka membawa lebih dari 20 spesies didalamnya. Biasanya benda yang kayak gini, yang<em>non-biodegradable</em>(susah hancur) seperti plastik atau perahu fiber gitu. Kalau kayu-kayu, biasanya<em>tuh</em>hanya membawa sedikit hewan, soalnya kan gampang hancur. Nah, ini juga yang menyebabkan<em>mega-rafting</em>pada jaman dulu tidak ada yang bisa hingga sejauh mega rafting tsunami Jepang ini, karena dulu kan belum ada<em>tuh</em>plastik-plastik.</p>
16 <p>Kedatangan mereka juga membuat kaget para peneliti. Karena mereka tidak menyangka bahwa hewan-hewan tersebut bisa bertahan selama bertahun-tahun. Bahkan hingga kini, material tersebut masih terus berdatangan.</p>
16 <p>Kedatangan mereka juga membuat kaget para peneliti. Karena mereka tidak menyangka bahwa hewan-hewan tersebut bisa bertahan selama bertahun-tahun. Bahkan hingga kini, material tersebut masih terus berdatangan.</p>
17 <p>Serpihan kayu dipenuhi organisme laut yang ditemukan di Oregon pada tahun 2013(Foto by Hatfield Marine Science Center Oregon State University)</p>
17 <p>Serpihan kayu dipenuhi organisme laut yang ditemukan di Oregon pada tahun 2013(Foto by Hatfield Marine Science Center Oregon State University)</p>
18 <h2>DAMPAK</h2>
18 <h2>DAMPAK</h2>
19 <p>Sebagian saintis menjadi khawatir, jika kedatangan spesies-spesies Jepang ini, bisa mengancam makhluk-makhluk lokal karena ketidakseimbangan ekosistem. Kan nggak lucu ya, dateng-dateng menjajah pesisir wilayah lain. Kasian.</p>
19 <p>Sebagian saintis menjadi khawatir, jika kedatangan spesies-spesies Jepang ini, bisa mengancam makhluk-makhluk lokal karena ketidakseimbangan ekosistem. Kan nggak lucu ya, dateng-dateng menjajah pesisir wilayah lain. Kasian.</p>
20 <p>Tapi ya kita doakan saja, semoga pesisir timur Amerika dan penghuninya baik-baik saja. Tidak hanya itu, kedatangan mereka juga meningkatkan kesadaran bahwa seiring perkembangan jaman, jumlah material<em>non biodegradable</em>harus dikurangi, apalagi melihat kebanyakan kota-kota besar di dunia terletak di pesisir pantai.</p>
20 <p>Tapi ya kita doakan saja, semoga pesisir timur Amerika dan penghuninya baik-baik saja. Tidak hanya itu, kedatangan mereka juga meningkatkan kesadaran bahwa seiring perkembangan jaman, jumlah material<em>non biodegradable</em>harus dikurangi, apalagi melihat kebanyakan kota-kota besar di dunia terletak di pesisir pantai.</p>
21 <p><em>Overall, that was such a great phenomena for biological scientist</em>dan semuanya bisa dipahami dengan jelas kalau kita paham tentang pergerakan arus laut<em>(ocean gyres)</em></p>
21 <p><em>Overall, that was such a great phenomena for biological scientist</em>dan semuanya bisa dipahami dengan jelas kalau kita paham tentang pergerakan arus laut<em>(ocean gyres)</em></p>
22 <p>Gimana, kamu mau lebih paham lagi nggak? Kalau kamu ingin memahami fenomena-fenomena alam yang menarik seperti ini, yuk belajar bareng di aplikasi ruangguru, lewat video-video belajar di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kita buat jadwal belajar sendiri, dan jadikan belajarmu menjadi menyenangkan.</p>
22 <p>Gimana, kamu mau lebih paham lagi nggak? Kalau kamu ingin memahami fenomena-fenomena alam yang menarik seperti ini, yuk belajar bareng di aplikasi ruangguru, lewat video-video belajar di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kita buat jadwal belajar sendiri, dan jadikan belajarmu menjadi menyenangkan.</p>
23 <p>Kak Astina adalah Master Teacher Geografi Ruangguru, ia memiliki ketertarikan pada fenomena-fenomena alam. Mulai dari yang biasa terjadi, sampai yang sangat unik. Nah, kamu bisa bertemu dengan Kak Astina di video-video belajar Geografi yang ada di <strong>ruangbelajar</strong>. Yuk belajar seru bareng Kak Astina, dan hidupkan mimpimu sekarang juga!</p>
23 <p>Kak Astina adalah Master Teacher Geografi Ruangguru, ia memiliki ketertarikan pada fenomena-fenomena alam. Mulai dari yang biasa terjadi, sampai yang sangat unik. Nah, kamu bisa bertemu dengan Kak Astina di video-video belajar Geografi yang ada di <strong>ruangbelajar</strong>. Yuk belajar seru bareng Kak Astina, dan hidupkan mimpimu sekarang juga!</p>
24 <p><strong>Referensi:</strong></p>
24 <p><strong>Referensi:</strong></p>
25 <p>Carlton JT, Chapman JWC, Geller JB, Miller JA, Carlton DA, McCuller MI, Treneman N, Steves BP, Ruiz GM (2017).<em><i>Tsunami-driven rafting : Transoceanic species dispersal and implications for marine biogeography</i></em> [Online]. Available at :<a>https://doi.org/10.1126/science.aao1498</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
25 <p>Carlton JT, Chapman JWC, Geller JB, Miller JA, Carlton DA, McCuller MI, Treneman N, Steves BP, Ruiz GM (2017).<em><i>Tsunami-driven rafting : Transoceanic species dispersal and implications for marine biogeography</i></em> [Online]. Available at :<a>https://doi.org/10.1126/science.aao1498</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
26 <p>‘Tsunami ‘mega-rafts’ of debris ship hundreds of animal species from Japan to US’ ABC Science 29 September 2017 [Online]. Available at :<a>https://www.abc.net.au/news/science/2017-09-29/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species/8987708</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
26 <p>‘Tsunami ‘mega-rafts’ of debris ship hundreds of animal species from Japan to US’ ABC Science 29 September 2017 [Online]. Available at :<a>https://www.abc.net.au/news/science/2017-09-29/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species/8987708</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
27 <p>‘Megarafting animals rode from Japan to US and Canada after the 2011 tsunami’ Science Magazine. Available at :<a>https://youtu.be/L3QGiPpXaC0</a> (Watched : 19 September 2020)</p>
27 <p>‘Megarafting animals rode from Japan to US and Canada after the 2011 tsunami’ Science Magazine. Available at :<a>https://youtu.be/L3QGiPpXaC0</a> (Watched : 19 September 2020)</p>
28 <p>“Invasive Sea Creatures Mega-rafting” Blueocean.net. Available at :<a>https://blueocean.net/invasive-sea-creatures-mega-rafting-to-a-beach-near-you/</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
28 <p>“Invasive Sea Creatures Mega-rafting” Blueocean.net. Available at :<a>https://blueocean.net/invasive-sea-creatures-mega-rafting-to-a-beach-near-you/</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
29 <p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
29 <p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
30 <p>Ilustrasi rute megarafting [Online]. Available at :<a>https://www.abc.net.au/news/science/2017-09-29/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species/8987708</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
30 <p>Ilustrasi rute megarafting [Online]. Available at :<a>https://www.abc.net.au/news/science/2017-09-29/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species/8987708</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
31 <p>Foto Sebuah perahu (JTMD-BF-2) [Online]. Available at :<a>https://science.sciencemag.org/content/357/6358/1402</a></p>
31 <p>Foto Sebuah perahu (JTMD-BF-2) [Online]. Available at :<a>https://science.sciencemag.org/content/357/6358/1402</a></p>
32 <p>(Accessed: 20 September 2020).</p>
32 <p>(Accessed: 20 September 2020).</p>
33 <p>Foto Serpihan kayu dipenuhi organisme lautyang ditemukan di Oregon pada tahun 2013 [Online]. Available at :<a>https://www.theverge.com/2017/9/28/16374092/tsunami-debris-migration-invasive-marine-species-ocean-rafting</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
33 <p>Foto Serpihan kayu dipenuhi organisme lautyang ditemukan di Oregon pada tahun 2013 [Online]. Available at :<a>https://www.theverge.com/2017/9/28/16374092/tsunami-debris-migration-invasive-marine-species-ocean-rafting</a> (Accessed: 20 September 2020).</p>
34  
34