HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel IPA kelas VIII kali ini akan membahas tentang jenis-jenis bunyi berdasarkan frekuensinya. Ada bunyi infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel IPA kelas VIII kali ini akan membahas tentang jenis-jenis bunyi berdasarkan frekuensinya. Ada bunyi infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Kita semua tentunya merasakan duka yang cukup dalam ya Squad atas musibah gempa bumi di Lombok beberapa waktu yang lalu. Gempa dengan 7.0 skala Richter itu meluluhlantahkan Lombok dan guncangannya terasa sampai Pulau Bali. Tapi, terlepas dari dampak gempa tersebut, kamu tahu<em>nggak</em>bahwa kita bisa mendeteksi “bunyi” gempa?</p>
3 <p>Kita semua tentunya merasakan duka yang cukup dalam ya Squad atas musibah gempa bumi di Lombok beberapa waktu yang lalu. Gempa dengan 7.0 skala Richter itu meluluhlantahkan Lombok dan guncangannya terasa sampai Pulau Bali. Tapi, terlepas dari dampak gempa tersebut, kamu tahu<em>nggak</em>bahwa kita bisa mendeteksi “bunyi” gempa?</p>
4 <p> Guncangan 7.0 skala Richter membuat bangunan di Lombok rata dengan tanah.</p>
4 <p> Guncangan 7.0 skala Richter membuat bangunan di Lombok rata dengan tanah.</p>
5 <p>(sumber: kompas.com)</p>
5 <p>(sumber: kompas.com)</p>
6 <p>“Emangnya gempa ada bunyinya?”</p>
6 <p>“Emangnya gempa ada bunyinya?”</p>
7 <p><strong>Penyebab gempa itu<em>kan</em>pergerakan lempengan bumi, dan getaran pergerakan lempeng bumi itu bisa diukur dengan salah satu alat pendeteksi gempa</strong>, Seismograf. Getaran pergerakan lempeng bumi menghasilkan bunyi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia karena frekuensinya rendah.</p>
7 <p><strong>Penyebab gempa itu<em>kan</em>pergerakan lempengan bumi, dan getaran pergerakan lempeng bumi itu bisa diukur dengan salah satu alat pendeteksi gempa</strong>, Seismograf. Getaran pergerakan lempeng bumi menghasilkan bunyi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia karena frekuensinya rendah.</p>
8 <p><strong>Nah</strong>, bicara tentang frekuensi bunyi, ada beberapa jenis-jenis bunyi<em>nih</em>yang bisa kita pelajari. Ada apa saja?<em>Keep scroll</em>ya Squad!</p>
8 <p><strong>Nah</strong>, bicara tentang frekuensi bunyi, ada beberapa jenis-jenis bunyi<em>nih</em>yang bisa kita pelajari. Ada apa saja?<em>Keep scroll</em>ya Squad!</p>
9 <h2><strong>1. Bunyi Infrasonik</strong></h2>
9 <h2><strong>1. Bunyi Infrasonik</strong></h2>
10 <p><strong>Bunyi infrasonik ini merupakan bunyi yang nggak bisa didengar oleh telinga manusia</strong>. Namun, bagi beberapa hewan seperti anjing, gajah dan lumba-lumba, bunyi ini masih dapat mereka dengar.<strong>Frekuensi yang dimiliki oleh bunyi infrasonik ini kurang dari 20Hz (Heartz)</strong>.</p>
10 <p><strong>Bunyi infrasonik ini merupakan bunyi yang nggak bisa didengar oleh telinga manusia</strong>. Namun, bagi beberapa hewan seperti anjing, gajah dan lumba-lumba, bunyi ini masih dapat mereka dengar.<strong>Frekuensi yang dimiliki oleh bunyi infrasonik ini kurang dari 20Hz (Heartz)</strong>.</p>
11 <p>Bunyi infrasonik mampu merambat dari jarak yang sangat jauh<em>lho</em>Squad. Selain itu,<strong>bunyi ini mampu menembus hambatan tanpa mengurangi besaranya frekuensi yang dihasilkan</strong>. Kalau pun ada pengurangan besaran frekuensi, itu terjadi tidak terlalu signifikan.<em>Nah</em>, maka dari itu, getaran gempa dan aktivitas gunung berapi pun dapat diketahui. Tentunya ya menggunakan alat tadi, Seismograf.</p>
11 <p>Bunyi infrasonik mampu merambat dari jarak yang sangat jauh<em>lho</em>Squad. Selain itu,<strong>bunyi ini mampu menembus hambatan tanpa mengurangi besaranya frekuensi yang dihasilkan</strong>. Kalau pun ada pengurangan besaran frekuensi, itu terjadi tidak terlalu signifikan.<em>Nah</em>, maka dari itu, getaran gempa dan aktivitas gunung berapi pun dapat diketahui. Tentunya ya menggunakan alat tadi, Seismograf.</p>
12 <h2><strong>2. Bunyi Audiosonik</strong></h2>
12 <h2><strong>2. Bunyi Audiosonik</strong></h2>
13 <p>Saat kamu nonton film horor, pernah merasakan kaget<em>nggak</em>? Sudah filmnya seram, ditambah dengan volume suara yang besar. Itu yang bikin kaget<em>kan</em>?<em>Nah</em>, volume suara di bioskop itu termasuk bunyi audiosonik<em>lho</em>Squad. Meskipun menurut kamu volumenya sudah besar, itu masih dianggap bunyi audiosonik.</p>
13 <p>Saat kamu nonton film horor, pernah merasakan kaget<em>nggak</em>? Sudah filmnya seram, ditambah dengan volume suara yang besar. Itu yang bikin kaget<em>kan</em>?<em>Nah</em>, volume suara di bioskop itu termasuk bunyi audiosonik<em>lho</em>Squad. Meskipun menurut kamu volumenya sudah besar, itu masih dianggap bunyi audiosonik.</p>
14 <p><strong>Baca Juga:<a>Kenapa Suara Kita Jelek Saat Direkam</a></strong></p>
14 <p><strong>Baca Juga:<a>Kenapa Suara Kita Jelek Saat Direkam</a></strong></p>
15 <p><em>Nah</em>, beda lagi kalau kamu melihat teman kamu sedang berbisik-bisik di depan kamu. Kamu tahu<em>nggak</em>apa yang diucapkan teman kamu itu?<em>Nggak kan</em>?<em>Nah</em>, bisik-bisik tersebut di telinga kamu<em>nggak</em>terdengar, artinya bukan bunyi audiosonik.</p>
15 <p><em>Nah</em>, beda lagi kalau kamu melihat teman kamu sedang berbisik-bisik di depan kamu. Kamu tahu<em>nggak</em>apa yang diucapkan teman kamu itu?<em>Nggak kan</em>?<em>Nah</em>, bisik-bisik tersebut di telinga kamu<em>nggak</em>terdengar, artinya bukan bunyi audiosonik.</p>
16 <p>Apa<em>sih</em>bunyi audiosonik itu?<strong>Bunyi audiosonik ini merupakan bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Besar frekuensi bunyi ini ialah 20 Hz sampai 20.000 Hz.</strong></p>
16 <p>Apa<em>sih</em>bunyi audiosonik itu?<strong>Bunyi audiosonik ini merupakan bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Besar frekuensi bunyi ini ialah 20 Hz sampai 20.000 Hz.</strong></p>
17 <h2><strong>3. Bunyi Ultrasonik</strong></h2>
17 <h2><strong>3. Bunyi Ultrasonik</strong></h2>
18 <p>Jenis bunyi yang terakhir ialah bunyi ultrasonik.<strong>Bunyi ultrasonik ini punya frekuensi lebih besar dari 20.000 Hz (20 KHz)</strong>. Berhubung frekuensinya yang terlalu besar, maka telinga manusia tidak dapat menangkapnya. Tapi hewan seperti kelelawar, bisa mendengar bunyi ini<em>lho</em>.<strong>Bunyi ultrasonik ini sulit untuk menembus hambatan dengan struktur padat/keras</strong>. Jadi, bunyi tersebut hanya bisa dipantulkan.</p>
18 <p>Jenis bunyi yang terakhir ialah bunyi ultrasonik.<strong>Bunyi ultrasonik ini punya frekuensi lebih besar dari 20.000 Hz (20 KHz)</strong>. Berhubung frekuensinya yang terlalu besar, maka telinga manusia tidak dapat menangkapnya. Tapi hewan seperti kelelawar, bisa mendengar bunyi ini<em>lho</em>.<strong>Bunyi ultrasonik ini sulit untuk menembus hambatan dengan struktur padat/keras</strong>. Jadi, bunyi tersebut hanya bisa dipantulkan.</p>
19 <p>Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaan bunyi ultrasonik ini, khususnya di bidang kedokteran.<strong>Dalam bidang kedokteran, bunyi ultrasonik ini bisa digunakan untuk mendiagnosa janin dalam kandungan</strong>. Ya, nama lain dari proses tersebut ialah USG (ultrasonografi). Mudahnya dapat dipahami kalau USG itu teknik menampilkan gambaran dari kondisi bagian dalam tubuh.<em>Nah</em>, proses pengambilan gambar ini menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.</p>
19 <p>Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaan bunyi ultrasonik ini, khususnya di bidang kedokteran.<strong>Dalam bidang kedokteran, bunyi ultrasonik ini bisa digunakan untuk mendiagnosa janin dalam kandungan</strong>. Ya, nama lain dari proses tersebut ialah USG (ultrasonografi). Mudahnya dapat dipahami kalau USG itu teknik menampilkan gambaran dari kondisi bagian dalam tubuh.<em>Nah</em>, proses pengambilan gambar ini menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.</p>
20 <p><em>Gimana nih</em>Squad, sekarang kamu sudah paham<em>kan</em>jenis-jenis bunyi berdasarkan frekuensinya? Kalau kamu masih ingin belajar tentang bunyi lebih dalam lagi, bisa kamu lihat<em>lho</em>video animasinya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada soal dan rangkumannya juga yang pastinya bikin belajar kamu semakin mudah.</p>
20 <p><em>Gimana nih</em>Squad, sekarang kamu sudah paham<em>kan</em>jenis-jenis bunyi berdasarkan frekuensinya? Kalau kamu masih ingin belajar tentang bunyi lebih dalam lagi, bisa kamu lihat<em>lho</em>video animasinya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada soal dan rangkumannya juga yang pastinya bikin belajar kamu semakin mudah.</p>
21  
21