Artikel ini memberikan beberapa latihan soal TPS bagian Pemahaman Bacaan sebagai persiapan kamu untuk menghadapi UTBK 2021.
—
Sudah mengerjakan latihan soal UTBK TPS Kuantitatif? Nah, biar semakin siap menghadapi UTBK, simak soal bagian Pemahaman Bacaan di bawah ini yuk.
Topik: Pemahaman Bacaan
1. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.
Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.
Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.
WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.
(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)
Judul yang tepat untuk teks bacaan tersebut adalah ….
a. Wabah Cacar Monyet Mengancam Dunia
b. Apa itu Cacar Monyet?
c. Seputar Kesehatan: Cacar Monyet Mulai Menyebar
d. Waspadai Cacar Monyet dari Singapura
e. Cacar Monyet telah Memakan Banyak Korban
Pembahasan
Dalam menentukan judul sebuah teks, kamu harus menyesuaikan isi teks atau informasi yang terdapat dalam teks. Teks tersebut memberikan informasi mengenai cacar monyet yang telah menyebar hingga kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang diduga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. Dengan adanya kasus tersebut, masyarakat Indonesia diimbau untuk waspada terhadap penyebaran virus cacar monyet.
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.
2. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.
Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.
Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.
WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.
(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)
Penulisan kata yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah ….
a. himbauan
b. otoritas
c. ataupun
d. laman
e. Kemenlu
Pembahasan
Penulisan kata yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah himbauan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah imbauan. Imbauan adalah panggilan; permintaan (seruan); ajakan.
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.
3. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.
Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.
Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.
WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.
(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)
Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….
a. mengkonsumsi
b. mengunjungi
c. bepergian
d. menghindari
e. memiliki
Pembahasan
Kata berimbuhan yang salah pada paragraf keempat adalah mengkonsumsi. Kata yang tepat untuk menggantikan kata tersebut adalah mengonsumsi. Kata mengonsumsi berasal dari kata dasar konsumsi dan mendapat imbuhan berupa awalan me-. Sesuai dengan pedoman ejaan yang berlaku, setiap kata dasar dengan huruf awal k, t, s, dan p yang mendapat imbuhan me- akan menjadi luluh jika huruf setelahnya merupakan huruf vokal. Sebagai contoh, sapu menjadi menyapu. Namun, jika huruf setelahnya merupakan huruf konsonan, kata tersebut tidak luluh, seperti pada kata produksi (me- + produksi memproduksi)
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.
4. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.
Survey di 23 negara menempatkan masyarakat Indonesia di urutan tertinggi yang tidak percaya pemanasan global dipicu manusia. Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi ilmu pengetahuan atau sains kepada publik yang bisa berimplikasi pada kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan
lingkungan.
Survei dilakukan YouGov perusahaan analitik data di Inggris sebagai bagian dari Proyek Globalisme YouGov-Cambridge dan The Guardian. Dalam survei ini, dari 1.001 responden di Indonesia, sebanyak 18 persen di antaranya tidak percaya perubahan iklim akibat ulah manusia.
Peringkat kedua ditempati Arab Saudi dengan 16 persen yang tidak percaya perubahan iklim ulah manusia, disusul Amerika Serikat sebesar 13 persen. Total responden survei yang dilakukan secara online ini mencapai 25.000 orang dari 23 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika.
“Ini bisa menjadi refleksi kita tentang rendahnya literasi sains di masyarakat. Jangankan di kalangan masyarakat biasa, sampai saat ini masih ada akademisi di Indonesia yang belum percaya bahwa perubahan iklim ini dipicu ulah manusia,” kata Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)
Alan Koropitan, menanggapi survei ini.
Menurut Alan, fenomena post truth (pasca kebenaran), di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik dari pada fakta yang objektif, turut memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, hal ini menguat di era Presiden Donald Trump, bahkan sang presiden berulang kali menyatakan bahwa perubahan sebagai konspirasi untuk menekan ekonomi mereka.
(Dikutip dari harian Kompas edisi Senin, 13 Mei 2019 dengan perubahan.)
Berdasarkan kalimat yang bercetak tebal, untuk menjadi kalimat yang baku, tanda koma (,) seharusnya ditulis pada ….
a. sebelum kata di Inggris
b. sebelum kata dan
c. sebelum kata di antaranya
d. sebelum kata akibat
e. sebelum kata perusahaan dan kata sebagai
Pembahasan
Pada kalimat bercetak tebal, tanda koma (,) seharusnya digunakan pada sebelum kata perusahaan dan kata sebagai. Salah satu fungsi tanda koma (,) adalah untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Frasa perusahaan analitik data di Inggris merupakan keterangan tambahan dari kata YouGov. Contoh lain penggunaan tanda koma sebagai pengapit keterangan tambahan adalah sebagai berikut.
- Guru saya, Pak Anton, pandai sekali bermain gitar.
- Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
- Semua siswa kelas XII, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan pentas seni
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan E.
5.Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.
Survey di 23 negara menempatkan masyarakat Indonesia di urutan tertinggi yang tidak percaya pemanasan global dipicu manusia. Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi ilmu pengetahuan atau sains kepada publik yang bisa berimplikasi pada kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan
lingkungan.
Survei dilakukan YouGov perusahaan analitik data di Inggris sebagai bagian dari Proyek Globalisme YouGov-Cambridge dan The Guardian. Dalam survei ini, dari 1.001 responden di Indonesia, sebanyak 18 persen di antaranya tidak percaya perubahan iklim akibat ulah manusia.
Peringkat kedua ditempati Arab Saudi dengan 16 persen yang tidak percaya perubahan iklim ulah manusia, disusul Amerika Serikat sebesar 13 persen. Total responden survei yang dilakukan secara online ini mencapai 25.000 orang dari 23 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika.
“Ini bisa menjadi refleksi kita tentang rendahnya literasi sains di masyarakat. Jangankan di kalangan masyarakat biasa, sampai saat ini masih ada akademisi di Indonesia yang belum percaya bahwa perubahan iklim ini dipicu ulah manusia,” kata Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)
Alan Koropitan, menanggapi survei ini.
Menurut Alan, fenomena post truth (pasca kebenaran), di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik dari pada fakta yang objektif, turut memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, hal ini menguat di era Presiden Donald Trump, bahkan sang presiden berulang kali menyatakan bahwa perubahan sebagai konspirasi untuk menekan ekonomi mereka.
(Dikutip dari harian Kompas edisi Senin, 13 Mei 2019 dengan perubahan.)
Kalimat inti pada kalimat kedua paragraf pertama adalah …
- Literasi ilmu pengetahuan atau sains
- Kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan
- Fenomena menunjukkan
- Fenomena literasi ilmu pengetahuan
- Sains kepada publik
Pembahasan
Sebuah kalimat pasti memiliki kalimat inti. Kalimat inti pada sebuah kalimat terdiri dari subjek (S) dan predikat (P). Pola kalimat pada kalimat kedua paragraf pertama adalah
Kalimat inti dari kalimat tersebut adalah Fenomena (S) menunjukkan (P).
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.
6. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Emas adalah logam mulia yang merupakan salah satu (1) alternatif terbaik dalam berinvestasi. Investasi emas sangat disarankan bagi Anda yang menyukai jenis investasi yang lebih menguntungkan (2)di banding deposito bank, tetapi dengan (3)resiko yang lebih kecil dibandingkan investasi saham maupun valas. Nilai emas cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan grafik pergerakan harga emas trend-nya selalu meningkat di jangka panjang. Perlu diperhatikan, investasi dalam bentuk perhiasan akan (4)dihasilakan keuntungan dalam waktu yang cukup lama, bukan dalam waktu yang singkat.
Sebelum menjual atau membeli emas, sangat disarankan Anda mengecek grafik harga emas terlebih dahulu. Mengapa? Karena dengan melihat grafik harga emas sebelum menjual atau membeli emas, Anda akan mengetahui apakah saat itu adalah saat yang tepat untuk menjual atau membeli emas. Tanpa (5)memerhatiakan grafik harga emas terkini, bisa jadi Anda akan mengalami kerugian saat membeli atau menjual emas.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (1) perlu diperbaiki atau tidak ….
a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
b. alternatip
c. alternative
d. alternatif
e. solusi
Pembahasan
Penggunaan kata alternatif sudah tepat sehingga tidak perlu diperbaiki. Kata alternatif juga sudah diserap dalam bahasa Indonesia sehingga penulisan pada kalimat tidak perlu dicetak miring.
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.
7. Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Emas adalah logam mulia yang merupakan salah satu (1) alternatif terbaik dalam berinvestasi. Investasi emas sangat disarankan bagi Anda yang menyukai jenis investasi yang lebih menguntungkan (2)di banding deposito bank, tetapi dengan (3)resiko yang lebih kecil dibandingkan investasi saham maupun valas. Nilai emas cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan grafik pergerakan harga emas trend-nya selalu meningkat di jangka panjang. Perlu diperhatikan, investasi dalam bentuk perhiasan akan (4)dihasilakan keuntungan dalam waktu yang cukup lama, bukan dalam waktu yang singkat.
Sebelum menjual atau membeli emas, sangat disarankan Anda mengecek grafik harga emas terlebih dahulu. Mengapa? Karena dengan melihat grafik harga emas sebelum menjual atau membeli emas, Anda akan mengetahui apakah saat itu adalah saat yang tepat untuk menjual atau membeli emas. Tanpa (5)memerhatiakan grafik harga emas terkini, bisa jadi Anda akan mengalami kerugian saat membeli atau menjual emas.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (5) perlu diperbaiki atau tidak ….
a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
b. memperhatikan
c. mengamati
d. melihat
e. meneliti
Pembahasan
Penulisan kata memerhatikan tidak tepat. Penulisan yang tepat adalah memperhatikan. Kata memperhatikan berasal dari awalan memper- bertemu dengan kata dasar hati dan akhiran –kan.
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.
8. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.
Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.
Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.
Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang
dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.
(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)
Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….
a. Ilmuwan AS Kembangkan Perangkat Deteksi Bakteri dalam Hitungan Menit
b. Cara Mudah Mendeteksi Bakteri dalam Hitungan Menit
c. Alat Pendeteksi Bakteri Terbaru
d. Bahaya Bakteri bagi Kesehatan dan Lingkungan
e. Penemuan Alat Deteksi Bakteri dari Zaman ke Zaman
Pembahasan
Teks di atas membahas tentang temuan terbaru yang ditemukan oleh Ilmuwan AS yaitu alat atau perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri yang dapat digunakan dalam hitungan menit. Inti permasalahan yang dibahas dalam teks tersebut dapat diketahui dari kalimat pertama pada paragraf satu. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A. Pilihan jawaban lain tidak tepat karena judul tersebut tidak merangkum inti dari permasalahan yang dibahas dalam teks.
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.
9. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.
Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.
Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.
Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang
dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.
(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)
Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf keempat kalimat pertama adalah ….
a. infeksi
b. terluka
c. penyakit
d. kontaminasi
e. keracunan
Pembahasan
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut yaitu infeksi karena kalimat tersebut membahas pendapat dari Wong tentang kandung kemih yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih.
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.
10. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.
Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.
Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.
Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang
dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.
(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)
Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi teks tersebut adalah …
a. Kapan alat pendeteksi bakteri mulai dijual di pasaran?
b. Mengapa banyak dokter yang tidak menggunakan alat pendeketsi bakteri yang baru?
c. Bagaimana proses alat tersebut dapat mendektesi jenis bakteri dalam penyakit?
d. Di mana alat tersebut digunakan pertama kali oleh dokter?
e. Apa fungsi lain yang ditemukan ilmuwan AS selain mendektesi keberadaan bakteri?
Pembahasan
Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi teks yaitu pilihan jawaban E karena jawabannya terdapat pada kalimat Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Pilihan jawaban lain tidak tepat karena jawaban dari pertanyaan tersebut tidak dijelaskan dalam teks.
Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah E.
11. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
llmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.
Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.
Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.
Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang
dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.
(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)
Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 1 adalah ….
a. mengembangkan
b. perangkat
c. tercipta
d. menangkap
e. diperiksa
Pembahasan
Kata berimbuhan yang salah terdapat pada kalimat 2, yaitu pada kata tercipta. Kata tersebut memiliki imbuhan ter- yang berfungsi untuk menyatakan kondisi atau tindakan yang dilakukan tanpa disengaja oleh pelakunya, sedangkan kalimat tersebut menyatakan suatau benda yang memang sudah dirancang begitu lama. Dengan demikian, kata yang tepat adalah diciptakan yang memiliki imbukan di-kan yang berarti telah menciptakan.
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.
12. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Kemajuan (1)zaman sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak (2)mempengaruhi peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.
Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras (3)hardware. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi
oleh banyak orang.
Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.
Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca (4)literasy dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet (5)seringkali menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.
Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa (6)dibendung. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap (7)media sosial memiliki ciri khasnya masing-masing.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (2) perlu diperbaiki atau tidak ….
a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
b. dipengaruhi
c. terpengaruh
d. memengaruhi
e. berpengaruh
Pembahasan
Kata mempengaruhi memiliki kesalahan dalam penulisannya. Kata tersebut memiliki kata dasar pengaruh. Kata dasar yang berawalan K, T, S, P dan memiliki huruf keduanya berupa huruf vokal (a,i,u,e,o) akan lesap jikan menggunakan imbuhan me- di awal kata. Maka dari itu, penulisan yang
tepat yaitu memengaruhi.
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.
13. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Kemajuan (1)zaman sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak (2)mempengaruhi peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.
Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras (3)hardware. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi
oleh banyak orang.
Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.
Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca (4)literasy dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet (5)seringkali menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.
Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa (6)dibendung. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap (7)media sosial memiliki ciri khasnya masing-masing.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (4) perlu diperbaiki atau tidak ….
a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
b. “literasy”
c. literasy
d. literasi
e. literacy
Pembahasan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah literasi yang memiliki arti kemampuan menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Kata literasy bukan merupakan bahasa asing, tetapi hanya kesalahan penulisan saja.
Oleh sebab itu, jawaban yang benar adalah D.
14. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).
Kemajuan (1)zaman sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak (2)mempengaruhi peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.
Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras (3)hardware. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi
oleh banyak orang.
Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.
Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca (4)literasy dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet (5)seringkali menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.
Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa (6)dibendung. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap (7)media sosial memiliki ciri khasnya masing-masing.
Pertimbangkan apakah kata bernomor (6) perlu diperbaiki atau tidak ….
a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI
b. dibendung
c. dibendungan
d. membendung
e. terbendung
Pembahasan
Penulisan kata di bendung perlu diperbaiki karena kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif sehingga penulisannya harus disambung. Jadi, penulisan yang tepat adalah dibendung.
Oleh sebab itu, jawaban yang benar adalah B.
15. Bacalah teks berikut!
Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.
“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.
Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.
Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.
Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.
(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)
Penulisan imbuhan yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada paragraf ketiga adalah ….
a. mensokong
b. mentelaah
c. memelajari
d. mengkaji
e. menselidiki
Pembahasan
Penulisan imbuhan yang tepat harus sesuai dengan maksud pada kalimat rumpang yang menunjukkan adanya sebuah penelitian. Dengan adanya penelitian, maka kata berimbuhan yang penulisan dan maknanya tepat adalah mengkaji yang memiliki arti memeriksa; menyelidiki; memikirkan (mempertimbangkan dan sebagainya); menguji; menelaah.
Pada pilihan jawaban lain, penulisan kata
berimbuhannya tidak tepat, seperti
mensokong → menyokong
mentelaah → menelaah
memelajari → mempelajari
menselidiki → menyelidiki
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.
16. Bacalah teks berikut!
Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.
“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.
Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.
Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.
Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.
(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)
Penulisan kata yang salah atau tidak baku pada paragraf kelima adalah ….
a. kendati
b. lazim
c. maupun
d. ilmuan
e. fisis
Pembahasan
Penulisan kata yang salah terdapat pada kata ilmuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah ilmuwan yang memiliki arti orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.
17. Bacalah teks berikut!
Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.
“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.
Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.
Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.
Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.
(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)
Penulisan kata yang salah pada paragraf kedua adalah ….
a. sebab
b. di antaranya
c. diawali
d. alamiah
e. masal
Pembahasan
Penulisan kata yang salah pada paragraf kedua terdapat pada kata masal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah massal yang memiliki arti dalam jumlah yang banyak sekali.
Oleh karena itu, pilihan jawaban yang tepat adalah E.
18. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
Pemerintah Kota Bekasi sepakat membatasi izin kegiatan yang melibatkan keramaian di kawasannya. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi di tengah merebaknya virus Corona. Sejumlah acara, seperti Bekasi Night Festival, Bekasi Fashion Week, Pesta Rakyat dan Budaya, dan beberapa
acara lainnya yang hendak digelar di bulan Maret hingga April mendatang harus ditunda.
“Berbagai event dan kegiatan yang berkaitan dengan perkumpulan massa, sementara waktu ditunda pelaksanaannya,” ujar Tri, di Bekasi pada Maret 2020. Padahal, acara tersebut merupakan rangkaian acara puncak memperingati ulang tahun Kota Bekasi.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga meniadakan Car Free Day (CFD) di Bekasi untuk beberapa waktu ke depan. Ia belum memastikan sampai kapan kegiatan-kegiatan yang mengundang keramaian itu ditunda. “CFD dan kegiatan yang mengundang keramaian sementara waktu dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap dia.
Tri berharap dengan adanya pembatasan kegiatan ramai tersebut dapat mengurangi kontak dengan masyarakat luas. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di kawasan itu.
“Harapannya adalah memberikan kesempatan kepada seluruh warga masyarakat untuk kemudian mereka melakukan aktivitas yang sehat dan juga mengurangi kontak dengan masyarakat secara luas,” tutur dia.
(Diadaptasi megapolitan.kompas.com pada 23 April 2020)
Tujuan penulisan teks tersebut adalah ….
a. membatasi kegiatan di Bekasi yang mengundang keramaian
b. menginformasikan imbauan Pemkot terkait pembatasan kegiatan
c. menjelaskan kepada masyarakat Bekasi dampak dari wabah Corona
d. menunda pelaksanaan acara di Bekasi mulai bulan Maret hingga April
e. memaparkan acara-acara di Bekasi yang digelar bulan Maret hingga April
Pembahasan
Isi teks berisi tentang kebijakan dari Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan pembatasan kegiatan- kegiatan yang mengundang keramaian. Dalam teks diungkapkan tujuan dari pembatasan kegiatan tersebut, yaitu untuk mengurangi kontak dengan masyarakat luas supaya meminimalkan penyebaran virus Corona di kawasan itu. Jadi, tujuan teks ini adalah untuk menginformasikan imbauan dari Pemkot Bekasi terkait pembatasan kegiatan tersebut kepada masyarakat luas, terutama yang tinggal di Bekasi.
Oleh karena itu, pilihan jawaban yang tepat adalah B.
19. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
“Di mata masyarakat Jawa, kekayaan seseorang, khususnya pengusaha, tidak memiliki legitimasi, artinya jelek, karena berpakta dengan tenaga halus yang jahat,” jelas Ong. Seperti ditulis Ong Hok Ham dalam bukunya yang lain, Anti Cina, Kapitalisme Cina, dan Gerakan Cina (2008:54), orang Jawa seringkali menciptakan semacam mitos di sekitar orang yang berhasil dalam hidupnya. George Quinn dalam artikel “An Excursion to Java’s Get-Rich Quick Tree” menjelaskan bahwa dalam konsep kemakmuran di kalangan petani, proses pengumpulan kekayaan materi haruslah berwujud. Jika tidak, seseorang akan dituduh telah mencuri. Jadi, ketika kondisi sosial-ekonomi para petani terusik, mereka menyalahkan kaum bermodal, menuduhnya sebagai pencuri yang bekerja sama dengan perantara yang tak kasat mata, yakni tuyul.
Antropolog Clifford Geertz, dalam penelitiannya di Kediri tahun 1950-an, mencatat bahwa ada tiga orang yang diduga menggunakan ilmu sihir untuk mengorbankan kerabat dekat atau teman untuk mendapatkan tuyul. Mereka terdiri dari seorang juragan daging, pengusaha tekstil, dan haji pedagang
yang mulai terlibat dalam kegiatan ekonomi kapitalis pada periode Jepang. Begitu Indonesia merdeka, ketiganya sudah menjadi orang yang sangat kaya. “Orang yang dituduh memiliki tuyul digolongkan kedalam satu status sosial. Mereka adalah orang kaya yang berhasil mengumpulkan kekayaan dalam waktu singkat dan biasanya–meski tidak selalu–memiliki sifat kikir, sementara rumah-rumah mereka konon dipenuhi batangan emas,” tulis Geertz dalam karyanya yang termasyur, The Religion of Java (1976:21—22).
Alih-alih membicarakan hal-hal yang sifatnya mistis, Ong mencoba menganalisa alasan orang Jawa percaya pada tuyul. Lebih jauh, dia berpendapat bahwa tuyul dalam tradisi masyarakat agraris di Jawa mengilustrasikan dampak kesenjangan sosial-ekonomi akibat akumulasi modal dan kekayaan yang dilakukan golongan pedagang pribumi maupun minoritas. Singkatnya, mitos tuyul lahir dari rasa cemburu dan antipati terhadap orang kaya.
(Diadaptasi dari www.tirto.id)
Berdasarkan teks tersebut, pesan tersirat yang ingin disampaikan penulis adalah …
- Kekayaan dan keberhasilan pengusaha tidak memiliki legitimasi di mata masyarakat.
- Argumentasi negatif tentang orang kaya muncul akibat adanya keterbatasan pola pikir
- Masyarakat selalu menyalahkan kaum bermodal dan menuduhnya sebagai pencuri yang bekerjasama dengan tuyul.
- Tuyul dianalogikan sebagai lambang kesenjangan sosial-ekonomi akibat sistem kapitalisme yang tumbuh di masyarakat.
- Mitos tuyul lahir dari rasa cemburu dan antisipasi masyarakat Jawa terhadap orang-orang kaya dan berhasil.
Pembahasan
Pesan tersirat merupakan pesan yang secara tersirat ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Pesan tersirat dalam sebuah teks dapat diketahui dengan membaca dan memahami keseluruhan isi teks. Secara garis besar, teks di atas membahas mengenai pola pikir masyarakat (khususnya masyarakat Jawa) dalam menyikapi kesenjangan sosial-ekonomi. Sesuai teks di atas, masyarakat menganggap orang yang mendapatkan kekayaan adalah orang yang memiliki tuyul.
Akibat adanya keterbatasan pola pikir tersebut, masyarakat mengaitkan kekayaan dengan mitos. Mitos tuyul kemudian lahir akibat adanya rasa cemburu dan antipati masyarakat terhadap orang kaya. Berdasarkan isi teks tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara tersirat, penulis ingin menyampaikan bahwa argumentasi negatif tentang orang kaya muncul akibat adanya keterbatasan pola pikir masyarakat.
Sementara itu, pernyataan pada pilihan jawaban A, C, D, dan E disampaikan secara tersurat dalam teks.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.
20. Teks berikut digunakan untuk menjawab soal di bawah ini.
Salah satu konsep pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan manusia dengan pembangunan. Pembangunan berkelanjutan diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah mengentaskan kemiskinan, menghilangkan dampak kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, dan masih banyak lainnya.
Dalam buku Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan (2017) karya Oekan Abdullah, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, peran dan partisipasi penduduk menjadi sangat penting. Hal ini karena peran dan partisipasinya adalah sebagai subyek dan obyek dari pembangunan berkelanjutan.
Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, tetapi memiliki kualitas rendah justru akan memperlambat. Sebaliknya, dengan penduduk berkualitas akan mempercepat tercapainya kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam. Penduduk yang berkualitas memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efisien, dan maksimal, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
(Diadaptasi dari kompas.com pada 23 April 2020)
Dari teks di atas dinyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat optimal apabila ….
a. peran dan partisipasi penduduk tinggi, tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, dan penduduk dapat mengelola sumber daya alam
b. peran dan partisipasi penduduk tinggi, tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi
c. tingginya kuantitas dan kualitas penduduk dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi
d. jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi
e. tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, penduduk dapat mengelola sumber daya alam, dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi
Pembahasan
Berdasarkan kesesuaian isi teks, pernyataan yang benar adalah peran dan partisipasi penduduk tinggi yang dibuktikan dalam kalimat pertama paragraf kedua, yaitu “… untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, peran dan partisipasi penduduk menjadi sangat penting.” Pernyataan tingginya kuantitas dan kualitas penduduk yang dibuktikan pada kalimat kedua paragraf terakhir “… penduduk berkualitas akan mempercepat tercapainya kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam.” Sementara itu, pernyataan penduduk dapat mengelola sumber daya alam yang dibuktikan pada kalimat terakhir paragraf terakhir, yaitu “Penduduk yang berkualitas memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya
alam dengan baik ….”.
Berdasarkan penjelasan tersebut, pilihan jawaban yang tepat adalah A.
Tingkatkan lagi pengetahuanmu dengan berlatih soal-soal lainnya. Jangan lupa untuk me-review kembali konsep pelajaran yang belum kamu kuasai di ruangbelajar. Ayo, tetap semangat dan giat belajar!
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Artikel ini memberikan beberapa latihan soal TPS bagian Pemahaman Bacaan sebagai persiapan kamu untuk menghadapi UTBK 2021. -- Sudah" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan" />
<meta property="og:description" content="Artikel ini memberikan beberapa latihan soal TPS bagian Pemahaman Bacaan sebagai persiapan kamu untuk menghadapi UTBK 2021. -- Sudah" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2020-11-19T00:01:16+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2024-06-04T03:58:38+00:00" />
<meta name="author" content="Salsabila Nanda" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Salsabila Nanda" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="34 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan","url":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan","name":"Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/latihan%20soal%20tps%20pemahaman%20bacaan.jpg","datePublished":"2020-11-19T00:01:16+00:00","dateModified":"2024-06-04T03:58:38+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/421a313c52b35df7395f190ba1017faa"},"description":"Artikel ini memberikan beberapa latihan soal TPS bagian Pemahaman Bacaan sebagai persiapan kamu untuk menghadapi UTBK 2021. -- Sudah","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan#primaryimage","url":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/latihan%20soal%20tps%20pemahaman%20bacaan.jpg","contentUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/latihan%20soal%20tps%20pemahaman%20bacaan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/421a313c52b35df7395f190ba1017faa","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/salsabila-nanda"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/5779" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=5779' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Flatihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Flatihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-5779 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/pojok-kampus">Pojok Kampus</a></li><li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/pojok-kampus/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/salsabila-nanda" class="">Salsabila Nanda</a> </p>
<p class="content-info"><span>November 19, 2020 • </span> <span>34 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/latihan%20soal%20tps%20pemahaman%20bacaan.jpg" alt="latihan soal tps pemahaman bacaan" width="820" style="width: 820px; display: block; margin: 0px auto;"></p>
<p><span id="more-5779"></span></p>
<p style="text-align: center;"><em>Artikel ini memberikan beberapa latihan soal<span> </span><strong>TPS</strong><span> </span>bagian Pemahaman Bacaan sebagai persiapan kamu untuk menghadapi<span> </span><strong>UTBK 2021.</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah mengerjakan latihan soal <a href="/latihan-soal-utbk-pengetahuan-kuantitatif-tps" rel="noopener" target="_blank">UTBK TPS Kuantitatif</a>? Nah, biar semakin siap menghadapi UTBK, simak soal bagian Pemahaman Bacaan di bawah ini yuk.</p>
<p style="text-align: center;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-46-54-20-AM.png"></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Topik: Pemahaman Bacaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura.</strong> Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;">WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.<br /><span style="font-size: 14px;">(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)</span></p>
<p>Judul yang tepat untuk teks bacaan tersebut adalah ….<br />a. Wabah Cacar Monyet Mengancam Dunia<br />b. Apa itu Cacar Monyet?<br />c. Seputar Kesehatan: Cacar Monyet Mulai Menyebar<br />d. Waspadai Cacar Monyet dari Singapura<br />e. Cacar Monyet telah Memakan Banyak Korban</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembahasan</strong><br />Dalam menentukan judul sebuah teks, kamu harus menyesuaikan isi teks atau informasi yang terdapat dalam teks. Teks tersebut memberikan informasi mengenai cacar monyet yang telah menyebar hingga kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang diduga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. Dengan adanya kasus tersebut, masyarakat Indonesia diimbau untuk waspada terhadap penyebaran virus cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura</strong>. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;">WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.<br /><span style="font-size: 14px;">(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)</span></p>
<p>Penulisan kata yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah ….<br />a. himbauan<br />b. otoritas<br />c. ataupun<br />d. laman<br />e. Kemenlu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penulisan kata yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah himbauan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah imbauan. Imbauan adalah panggilan; permintaan (seruan); ajakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Indonesia diminta mewaspadai penularan virus monkeypox atau cacar monyet. Meski penderita bisa sembuh dengan sendirinya, virus ini dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru, radang otak, hingga infeksi mata. Masyarakat perlu semakin waspada karena kasus cacar monyet telah ditemukan dinegara tetangga, Singapura. Padahal, virus ini biasanya mewabah di Afrika Tengah dan Afrika Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Luar Negeri RI pun telah mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) terkait temuan kasus cacar monyet yang diumumkan otoritas Singapura. Imbauan Kemenlu tersebut diedarkan melalui akun media sosial dan situs Safe Travel. WNI yang berada di Singapura diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal ataupun laman Kementerian Kesehatan Singapura www.moh.gov.sg.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kasus pertama cacar monyet di Singapura diumumkan setelah seorang warga Nigeria dinyatakan mengidap virus yang di duga berasal dari daging satwa liar yang sempat ia konsumsi di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura</strong>. Daging satwa liar merupakan salah satu sumber penularan virus cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;">WNI yang berada atau berencana bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Afrika Barat juga diimbau selalu menjaga pola hidup higienis, menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat yang terinfeksi. “Serta tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, dan ular,” demikian keterangan Kemenlu RI. WNI yang memiliki gejala-gejala tertentu setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Afrika Barat diimbau segera mengunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapat perawatan.<br /><span style="font-size: 14px;">(Dikutip dari harian Republika edisi Selasa, 14 Mei 2019 dengan perubahan.)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….<br />a. mengkonsumsi<br />b. mengunjungi<br />c. bepergian<br />d. menghindari<br />e. memiliki</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Kata berimbuhan yang salah pada paragraf keempat adalah mengkonsumsi. Kata yang tepat untuk menggantikan kata tersebut adalah mengonsumsi. Kata mengonsumsi berasal dari kata dasar konsumsi dan mendapat imbuhan berupa awalan me-. Sesuai dengan pedoman ejaan yang berlaku, setiap kata dasar dengan huruf awal k, t, s, dan p yang mendapat imbuhan me- akan menjadi luluh jika huruf setelahnya merupakan huruf vokal. Sebagai contoh, sapu menjadi menyapu. Namun, jika huruf setelahnya merupakan huruf konsonan, kata tersebut tidak luluh, seperti pada kata produksi (me- + produksi memproduksi)</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">4. <strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Survey di 23 negara menempatkan masyarakat Indonesia di urutan tertinggi yang tidak percaya pemanasan global dipicu manusia. Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi ilmu pengetahuan atau sains kepada publik yang bisa berimplikasi pada kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan<br />lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Survei dilakukan YouGov perusahaan analitik data di Inggris sebagai bagian dari Proyek Globalisme YouGov-Cambridge dan The Guardian. Dalam survei ini, dari 1.001 responden di Indonesia, sebanyak 18 persen di antaranya tidak percaya perubahan iklim akibat ulah manusia.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Peringkat kedua ditempati Arab Saudi dengan 16 persen yang tidak percaya perubahan iklim ulah manusia, disusul Amerika Serikat sebesar 13 persen. Total responden survei yang dilakukan secara online ini mencapai 25.000 orang dari 23 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Ini bisa menjadi refleksi kita tentang rendahnya literasi sains di masyarakat. Jangankan di kalangan masyarakat biasa, sampai saat ini masih ada akademisi di Indonesia yang belum percaya bahwa perubahan iklim ini dipicu ulah manusia,” kata Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)<br />Alan Koropitan, menanggapi survei ini.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Alan, fenomena post truth (pasca kebenaran), di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik dari pada fakta yang objektif, turut memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, hal ini menguat di era Presiden Donald Trump, bahkan sang presiden berulang kali menyatakan bahwa perubahan sebagai konspirasi untuk menekan ekonomi mereka.<br /><span style="font-size: 14px;">(Dikutip dari harian Kompas edisi Senin, 13 Mei 2019 dengan perubahan.)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Berdasarkan kalimat yang bercetak tebal, untuk menjadi kalimat yang baku, tanda koma (,) seharusnya ditulis pada ….<br />a. sebelum kata di Inggris<br />b. sebelum kata dan<br />c. sebelum kata di antaranya<br />d. sebelum kata akibat<br />e. sebelum kata perusahaan dan kata sebagai</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Pada kalimat bercetak tebal, tanda koma (,) seharusnya digunakan pada sebelum kata perusahaan dan kata sebagai. Salah satu fungsi tanda koma (,) adalah untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Frasa perusahaan analitik data di Inggris merupakan keterangan tambahan dari kata YouGov. Contoh lain penggunaan tanda koma sebagai pengapit keterangan tambahan adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Guru saya, Pak Anton, pandai sekali bermain gitar.</li>
<li>Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.</li>
<li>Semua siswa kelas XII, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan pentas seni</li>
</ul>
<p><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan E.</strong></p>
<p><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">5.<strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Survey di 23 negara menempatkan masyarakat Indonesia di urutan tertinggi yang tidak percaya pemanasan global dipicu manusia. Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi ilmu pengetahuan atau sains kepada publik yang bisa berimplikasi pada kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan<br />lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Survei dilakukan YouGov perusahaan analitik data di Inggris sebagai bagian dari Proyek Globalisme YouGov-Cambridge dan The Guardian. Dalam survei ini, dari 1.001 responden di Indonesia, sebanyak 18 persen di antaranya tidak percaya perubahan iklim akibat ulah manusia.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Peringkat kedua ditempati Arab Saudi dengan 16 persen yang tidak percaya perubahan iklim ulah manusia, disusul Amerika Serikat sebesar 13 persen. Total responden survei yang dilakukan secara online ini mencapai 25.000 orang dari 23 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Ini bisa menjadi refleksi kita tentang rendahnya literasi sains di masyarakat. Jangankan di kalangan masyarakat biasa, sampai saat ini masih ada akademisi di Indonesia yang belum percaya bahwa perubahan iklim ini dipicu ulah manusia,” kata Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)<br />Alan Koropitan, menanggapi survei ini.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Alan, fenomena post truth (pasca kebenaran), di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik dari pada fakta yang objektif, turut memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, hal ini menguat di era Presiden Donald Trump, bahkan sang presiden berulang kali menyatakan bahwa perubahan sebagai konspirasi untuk menekan ekonomi mereka.<br /><span style="font-size: 14px;">(Dikutip dari harian Kompas edisi Senin, 13 Mei 2019 dengan perubahan.)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px; line-height: 1.5;">Kalimat inti pada kalimat kedua paragraf pertama adalah …</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Literasi ilmu pengetahuan atau sains</li>
<li>Kurangnya tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan</li>
<li>Fenomena menunjukkan</li>
<li>Fenomena literasi ilmu pengetahuan</li>
<li>Sains kepada publik</li>
</ol>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Sebuah kalimat pasti memiliki kalimat inti. Kalimat inti pada sebuah kalimat terdiri dari subjek (S) dan predikat (P). Pola kalimat pada kalimat kedua paragraf pertama adalah</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-03-29-07-13-AM.png"></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kalimat inti dari kalimat tersebut adalah Fenomena (S) menunjukkan (P).</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">6.<strong> Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong> <strong>Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Emas adalah logam mulia yang merupakan salah satu <strong>(1)</strong> <strong>alternatif</strong> terbaik dalam berinvestasi. Investasi emas sangat disarankan bagi Anda yang menyukai jenis investasi yang lebih menguntungkan <strong>(2)di banding</strong> deposito bank, tetapi dengan <strong>(3)resiko</strong> yang lebih kecil dibandingkan investasi saham maupun valas. Nilai emas cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan grafik pergerakan harga emas trend-nya selalu meningkat di jangka panjang. Perlu diperhatikan, investasi dalam bentuk perhiasan akan<strong> (4)dihasilakan</strong> keuntungan dalam waktu yang cukup lama, bukan dalam waktu yang singkat.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Sebelum menjual atau membeli emas, sangat disarankan Anda mengecek grafik harga emas terlebih dahulu. Mengapa? Karena dengan melihat grafik harga emas sebelum menjual atau membeli emas, Anda akan mengetahui apakah saat itu adalah saat yang tepat untuk menjual atau membeli emas. Tanpa <strong>(5)memerhatiakan</strong> grafik harga emas terkini, bisa jadi Anda akan mengalami kerugian saat membeli atau menjual emas.</p>
<p>Pertimbangkan apakah kata bernomor (1) perlu diperbaiki atau tidak ….<br />a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI<br />b. alternatip<br />c. alternative<br />d. alternatif<br />e. solusi</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penggunaan kata alternatif sudah tepat sehingga tidak perlu diperbaiki. Kata alternatif juga sudah diserap dalam bahasa Indonesia sehingga penulisan pada kalimat tidak perlu dicetak miring.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">7. <strong>Teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini.</strong> <strong>Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Emas adalah logam mulia yang merupakan salah satu <strong>(1)</strong> <strong>alternatif</strong> terbaik dalam berinvestasi. Investasi emas sangat disarankan bagi Anda yang menyukai jenis investasi yang lebih menguntungkan <strong>(2)di banding</strong> deposito bank, tetapi dengan <strong>(3)resiko</strong> yang lebih kecil dibandingkan investasi saham maupun valas. Nilai emas cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan grafik pergerakan harga emas trend-nya selalu meningkat di jangka panjang. Perlu diperhatikan, investasi dalam bentuk perhiasan akan<strong> (4)dihasilakan</strong> keuntungan dalam waktu yang cukup lama, bukan dalam waktu yang singkat.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Sebelum menjual atau membeli emas, sangat disarankan Anda mengecek grafik harga emas terlebih dahulu. Mengapa? Karena dengan melihat grafik harga emas sebelum menjual atau membeli emas, Anda akan mengetahui apakah saat itu adalah saat yang tepat untuk menjual atau membeli emas. Tanpa <strong>(5)memerhatiakan</strong> grafik harga emas terkini, bisa jadi Anda akan mengalami kerugian saat membeli atau menjual emas.</p>
<p>Pertimbangkan apakah kata bernomor (5) perlu diperbaiki atau tidak ….</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI<br />b. memperhatikan<br />c. mengamati<br />d. melihat<br />e. meneliti</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penulisan kata memerhatikan tidak tepat. Penulisan yang tepat adalah memperhatikan. Kata memperhatikan berasal dari awalan memper- bertemu dengan kata dasar hati dan akhiran –kan. </p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">8. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p>Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang<br />dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)</span></p>
<p>Judul yang paling tepat untuk melengkapi tulisan di atas adalah ….<br />a. Ilmuwan AS Kembangkan Perangkat Deteksi Bakteri dalam Hitungan Menit<br />b. Cara Mudah Mendeteksi Bakteri dalam Hitungan Menit<br />c. Alat Pendeteksi Bakteri Terbaru<br />d. Bahaya Bakteri bagi Kesehatan dan Lingkungan<br />e. Penemuan Alat Deteksi Bakteri dari Zaman ke Zaman</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Teks di atas membahas tentang temuan terbaru yang ditemukan oleh Ilmuwan AS yaitu alat atau perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri yang dapat digunakan dalam hitungan menit. Inti permasalahan yang dibahas dalam teks tersebut dapat diketahui dari kalimat pertama pada paragraf satu. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A. Pilihan jawaban lain tidak tepat karena judul tersebut tidak merangkum inti dari permasalahan yang dibahas dalam teks.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">9. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p>Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang<br />dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada paragraf keempat kalimat pertama adalah ….<br />a. infeksi<br />b. terluka<br />c. penyakit<br />d. kontaminasi<br />e. keracunan</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut yaitu <strong>infeksi</strong> karena kalimat tersebut membahas pendapat dari Wong tentang kandung kemih yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">10. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p>Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang<br />dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi teks tersebut adalah …<br />a. Kapan alat pendeteksi bakteri mulai dijual di pasaran?<br />b. Mengapa banyak dokter yang tidak menggunakan alat pendeketsi bakteri yang baru?<br />c. Bagaimana proses alat tersebut dapat mendektesi jenis bakteri dalam penyakit?<br />d. Di mana alat tersebut digunakan pertama kali oleh dokter?<br />e. Apa fungsi lain yang ditemukan ilmuwan AS selain mendektesi keberadaan bakteri?</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi teks yaitu pilihan jawaban E karena jawabannya terdapat pada kalimat Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Pilihan jawaban lain tidak tepat karena jawaban dari pertanyaan tersebut tidak dijelaskan dalam teks.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">11. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">llmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat itu tercipta oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Temuan terbaru ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 35 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini. Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya membentuk seperti bulat, batang atau spiral. Alat ini menentukan keberadaan bakteri, tetapi bukan jenis bakterinya karena yang sedang dikerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang dapat membantu mengidentifikasi spesiesnya. Setelah menemukanadanya bakteri, sampel diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut Profesor Wong, […] kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, ada lebih dari 75% spesimen urin yang diuji laboratorium klinis […] negatif. Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang<br />dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi, sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari https://teknologi.id/ pada Juli 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf 1 adalah ….<br />a. mengembangkan<br />b. perangkat<br />c. tercipta<br />d. menangkap<br />e. diperiksa</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan<br /></strong>Kata berimbuhan yang salah terdapat pada kalimat 2, yaitu pada kata tercipta. Kata tersebut memiliki imbuhan ter- yang berfungsi untuk menyatakan kondisi atau tindakan yang dilakukan tanpa disengaja oleh pelakunya, sedangkan kalimat tersebut menyatakan suatau benda yang memang sudah dirancang begitu lama. Dengan demikian, kata yang tepat adalah diciptakan yang memiliki imbukan di-kan yang berarti telah menciptakan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">12. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong><br />Kemajuan <strong>(1)zaman</strong> sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak<strong> (2)mempengaruhi</strong> peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras <strong>(3)hardware</strong>. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi<br />oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca <strong>(4)literasy</strong> dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet <strong>(5)seringkali</strong> menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa <strong>(6)dibendung</strong>. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap <strong>(7)media sosia</strong>l memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pertimbangkan apakah kata bernomor (2) perlu diperbaiki atau tidak ….<br />a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI<br />b. dipengaruhi<br />c. terpengaruh<br />d. memengaruhi<br />e. berpengaruh</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Kata mempengaruhi memiliki kesalahan dalam penulisannya. Kata tersebut memiliki kata dasar pengaruh. Kata dasar yang berawalan K, T, S, P dan memiliki huruf keduanya berupa huruf vokal (a,i,u,e,o) akan lesap jikan menggunakan imbuhan me- di awal kata. Maka dari itu, penulisan yang<br />tepat yaitu memengaruhi.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">13<strong>. </strong><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kemajuan <strong>(1)zaman</strong> sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak<strong> (2)mempengaruhi</strong> peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras <strong>(3)hardware</strong>. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi<br />oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca <strong>(4)literasy</strong> dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet <strong>(5)seringkali</strong> menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa <strong>(6)dibendung</strong>. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap <strong>(7)media sosia</strong>l memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pertimbangkan apakah kata bernomor (4) perlu diperbaiki atau tidak ….<br />a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI<br />b. “literasy”<br />c. literasy<br />d. literasi<br />e. literacy</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan<br /></strong>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah literasi yang memiliki arti kemampuan menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Kata <span style="color: #000000; background-color: #ffffff;"><em>literasy</em></span> bukan merupakan bahasa asing, tetapi hanya kesalahan penulisan saja.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">14. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kemajuan <strong>(1)zaman</strong> sangat berkaitan erat dengan perkembangan teknologi komunikasi. Bukan sebuah hal yang baru untuk menyadari bahwa teknologi komunikasi sedikit banyak<strong> (2)mempengaruhi</strong> peradaban. Bukan sebuah hal yang baru pula, bahwa saat ini hampir seluruh manusia bergantung pada teknologi komunikasi. Kemudahan dan kepraktisan yang tidak dapat dihindari oleh siapa saja.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Berbicara mengenai kemudahan dan kepraktisan, teknologi memang diciptakan untuk memudahkan. Pada dasarnya, teknologi ada untuk membantu. Menurut Nuruddin, teknologi adalah alat bantu. Secara arti sempit, teknologi berarti mesin dalam bahasa sehari-hari. Secara sempit teknologi hanyalah alat keras <strong>(3)hardware</strong>. Dari pengertian tersebut dapat dimengerti alasan teknologi begitu digandrungi<br />oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Namun, tentu saja teknologi yang bertujuan untuk membantu memiliki dampak negatif dan positifnya. Beberapa orang begitu terbuai dengan fitur-fitur dalam teknologi. Dalam satu kali klik, semua urusan bisa terselesaikan. Beberapa yang lain bahkan merasa resah jika satu hari dalam hidupnya terlewati tanpa teknologi komunikasi dan informasi. Saat kita terbiasa dengan kemudahan, kita terkadang menjadi lupa bahwa hasil adalah buah dari rangkaian proses.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dahulu, untuk menemukan informasi, seorang mahasiswa perlu membaca <strong>(4)literasy</strong> dan berkunjung ke perpustakaan. Tetapi saat ini, jika diminta untuk membuat rangkuman, maka dengan mudah, mahasiswa akan menemukannya di internet dan menyalin seluruh isinya tanpa rasa ingin membaca seutuhnya. Tak hanya itu, kabar berita yang ada di internet <strong>(5)seringkali</strong> menarik perhatian penggunanya. Tetapi, banyak dari mereka yang lantas menyebarkan tanpa membaca seluruhnya.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dampak positifnya, informasi, inovasi, dan inspirasi seakan mengalir begitu saja tanpa bisa <strong>(6)dibendung</strong>. Seseorang bisa sangat berguna bagi orang lainnya melalui tulisannya, videonya, musiknya, gambarnya, atau apa saja karyanya. Muncul istilah-istilah baru seperti influencers, content creator, buzzer, selebgram, paid promote, endorse, dan lain sebagainya. Umumnya, hal-hal tersebut sering dijumpai di Instagram. Walau tidak dapat dipungkiri, setiap <strong>(7)media sosia</strong>l memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pertimbangkan apakah kata bernomor (6) perlu diperbaiki atau tidak ….<br />a. TIDAK PERLU DIPERBAIKI<br />b. dibendung<br />c. dibendungan<br />d. membendung<br />e. terbendung</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penulisan kata di bendung perlu diperbaiki karena kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif sehingga penulisannya harus disambung. Jadi, penulisan yang tepat adalah dibendung.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh sebab itu, jawaban yang benar adalah B.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">15.<strong> Bacalah teks berikut!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.<br /><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Penulisan imbuhan yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada paragraf ketiga adalah ….<br />a. mensokong<br />b. mentelaah<br />c. memelajari<br />d. mengkaji<br />e. menselidiki</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan<br /></strong>Penulisan imbuhan yang tepat harus sesuai dengan maksud pada kalimat rumpang yang menunjukkan adanya sebuah penelitian. Dengan adanya penelitian, maka kata berimbuhan yang penulisan dan maknanya tepat adalah mengkaji yang memiliki arti memeriksa; menyelidiki; memikirkan (mempertimbangkan dan sebagainya); menguji; menelaah.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pada pilihan jawaban lain, penulisan kata<br />berimbuhannya tidak tepat, seperti<br />mensokong → menyokong<br />mentelaah → menelaah<br />memelajari → mempelajari<br />menselidiki → menyelidiki</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">16. <strong style="background-color: transparent;">Bacalah teks berikut!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.<br /><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Penulisan kata yang salah atau tidak baku pada paragraf kelima adalah ….<br />a. kendati<br />b. lazim<br />c. maupun<br />d. ilmuan<br />e. fisis</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penulisan kata yang salah terdapat pada kata ilmuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah ilmuwan yang memiliki arti orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">17. <strong style="background-color: transparent;">Bacalah teks berikut!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kemunculan cacing-cacing keluar dari dalam tanah sempat mengagetkan masyarakat di Solo dan Klaten. Selain penampakannya yang mengerikan, fenomena ini juga dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah, yakni kemunculan cacing tanah secara masal,” ujar Daryono dalam siaran pers, April 2020.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah. Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut […] hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah. Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Kendati demikian, tanda gempa bumi tidak hanya berupa gejala alam yang tidak lazim, seperti fenomena perilaku binatang maupun cacing tanah yang bermunculan di permukaan. Selain perilaku aneh binatang menjelang gempa bumi, para ilmuwan juga menandai adanya perubahan prekursor gempa, yakni kondisi lingkungan fisis yang dapat menjadi petunjuk yang mengarah akan terjadinya gempa.<br /><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari www.kompas.com/sains pada 23 April 2020)</span></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Penulisan kata yang salah pada paragraf kedua adalah ….<br />a. sebab<br />b. di antaranya<br />c. diawali<br />d. alamiah<br />e. masal</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Penulisan kata yang salah pada paragraf kedua terdapat pada kata masal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat adalah massal yang memiliki arti dalam jumlah yang banyak sekali.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">18. <strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Pemerintah Kota Bekasi sepakat membatasi izin kegiatan yang melibatkan keramaian di kawasannya. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi di tengah merebaknya virus Corona. Sejumlah acara, seperti Bekasi Night Festival, Bekasi Fashion Week, Pesta Rakyat dan Budaya, dan beberapa<br />acara lainnya yang hendak digelar di bulan Maret hingga April mendatang harus ditunda.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Berbagai event dan kegiatan yang berkaitan dengan perkumpulan massa, sementara waktu ditunda pelaksanaannya,” ujar Tri, di Bekasi pada Maret 2020. Padahal, acara tersebut merupakan rangkaian acara puncak memperingati ulang tahun Kota Bekasi.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Selain itu, Pemkot Bekasi juga meniadakan Car Free Day (CFD) di Bekasi untuk beberapa waktu ke depan. Ia belum memastikan sampai kapan kegiatan-kegiatan yang mengundang keramaian itu ditunda. “CFD dan kegiatan yang mengundang keramaian sementara waktu dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap dia.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Tri berharap dengan adanya pembatasan kegiatan ramai tersebut dapat mengurangi kontak dengan masyarakat luas. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di kawasan itu.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Harapannya adalah memberikan kesempatan kepada seluruh warga masyarakat untuk kemudian mereka melakukan aktivitas yang sehat dan juga mengurangi kontak dengan masyarakat secara luas,” tutur dia.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi megapolitan.kompas.com pada 23 April 2020)</span></p>
<p>Tujuan penulisan teks tersebut adalah ….<br />a. membatasi kegiatan di Bekasi yang mengundang keramaian<br />b. menginformasikan imbauan Pemkot terkait pembatasan kegiatan<br />c. menjelaskan kepada masyarakat Bekasi dampak dari wabah Corona<br />d. menunda pelaksanaan acara di Bekasi mulai bulan Maret hingga April<br />e. memaparkan acara-acara di Bekasi yang digelar bulan Maret hingga April</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Isi teks berisi tentang kebijakan dari Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan pembatasan kegiatan- kegiatan yang mengundang keramaian. Dalam teks diungkapkan tujuan dari pembatasan kegiatan tersebut, yaitu untuk mengurangi kontak dengan masyarakat luas supaya meminimalkan penyebaran virus <em>Corona</em> di kawasan itu. Jadi, tujuan teks ini adalah untuk <em>menginformasikan imbauan dari Pemkot Bekasi terkait pembatasan kegiatan tersebut kepada masyarakat luas, terutama yang tinggal di Bekasi.</em></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Oleh karena itu, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">19. <strong>Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">“Di mata masyarakat Jawa, kekayaan seseorang, khususnya pengusaha, tidak memiliki legitimasi, artinya jelek, karena berpakta dengan tenaga halus yang jahat,” jelas Ong. Seperti ditulis Ong Hok Ham dalam bukunya yang lain, Anti Cina, Kapitalisme Cina, dan Gerakan Cina (2008:54), orang Jawa seringkali menciptakan semacam mitos di sekitar orang yang berhasil dalam hidupnya. George Quinn dalam artikel “An Excursion to Java’s Get-Rich Quick Tree” menjelaskan bahwa dalam konsep kemakmuran di kalangan petani, proses pengumpulan kekayaan materi haruslah berwujud. Jika tidak, seseorang akan dituduh telah mencuri. Jadi, ketika kondisi sosial-ekonomi para petani terusik, mereka menyalahkan kaum bermodal, menuduhnya sebagai pencuri yang bekerja sama dengan perantara yang tak kasat mata, yakni tuyul.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Antropolog Clifford Geertz, dalam penelitiannya di Kediri tahun 1950-an, mencatat bahwa ada tiga orang yang diduga menggunakan ilmu sihir untuk mengorbankan kerabat dekat atau teman untuk mendapatkan tuyul. Mereka terdiri dari seorang juragan daging, pengusaha tekstil, dan haji pedagang<br />yang mulai terlibat dalam kegiatan ekonomi kapitalis pada periode Jepang. Begitu Indonesia merdeka, ketiganya sudah menjadi orang yang sangat kaya. “Orang yang dituduh memiliki tuyul digolongkan kedalam satu status sosial. Mereka adalah orang kaya yang berhasil mengumpulkan kekayaan dalam waktu singkat dan biasanya–meski tidak selalu–memiliki sifat kikir, sementara rumah-rumah mereka konon dipenuhi batangan emas,” tulis Geertz dalam karyanya yang termasyur, The Religion of Java (1976:21—22).</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Alih-alih membicarakan hal-hal yang sifatnya mistis, Ong mencoba menganalisa alasan orang Jawa percaya pada tuyul. Lebih jauh, dia berpendapat bahwa tuyul dalam tradisi masyarakat agraris di Jawa mengilustrasikan dampak kesenjangan sosial-ekonomi akibat akumulasi modal dan kekayaan yang dilakukan golongan pedagang pribumi maupun minoritas. Singkatnya, mitos tuyul lahir dari rasa cemburu dan antipati terhadap orang kaya.<br /><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari www.tirto.id)</span></p>
<p>Berdasarkan teks tersebut, pesan tersirat yang ingin disampaikan penulis adalah …</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Kekayaan dan keberhasilan pengusaha tidak memiliki legitimasi di mata masyarakat.</li>
<li>Argumentasi negatif tentang orang kaya muncul akibat adanya keterbatasan pola pikir</li>
<li>Masyarakat selalu menyalahkan kaum bermodal dan menuduhnya sebagai pencuri yang bekerjasama dengan tuyul.</li>
<li>Tuyul dianalogikan sebagai lambang kesenjangan sosial-ekonomi akibat sistem kapitalisme yang tumbuh di masyarakat.</li>
<li>Mitos tuyul lahir dari rasa cemburu dan antisipasi masyarakat Jawa terhadap orang-orang kaya dan berhasil.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br /><strong>Pesan tersirat merupakan pesan yang secara tersirat ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.</strong> Pesan tersirat dalam sebuah teks dapat diketahui dengan membaca dan memahami keseluruhan isi teks. Secara garis besar, teks di atas membahas mengenai pola pikir masyarakat (khususnya masyarakat Jawa) dalam menyikapi kesenjangan sosial-ekonomi. Sesuai teks di atas, masyarakat menganggap orang yang mendapatkan kekayaan adalah orang yang memiliki tuyul.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Akibat adanya keterbatasan pola pikir tersebut, masyarakat mengaitkan kekayaan dengan mitos. Mitos tuyul kemudian lahir akibat adanya rasa cemburu dan antipati masyarakat terhadap orang kaya. Berdasarkan isi teks tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara tersirat, penulis ingin menyampaikan bahwa <strong>argumentasi negatif tentang orang kaya muncul akibat adanya keterbatasan pola pikir masyarakat.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Sementara itu, pernyataan pada pilihan jawaban A, C, D, dan E disampaikan secara tersurat dalam teks.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">20. <strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal di bawah ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Salah satu konsep pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan manusia dengan pembangunan. Pembangunan berkelanjutan diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah mengentaskan kemiskinan, menghilangkan dampak kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, dan masih banyak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Dalam buku Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan (2017) karya Oekan Abdullah, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, peran dan partisipasi penduduk menjadi sangat penting. Hal ini karena peran dan partisipasinya adalah sebagai subyek dan obyek dari pembangunan berkelanjutan.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, tetapi memiliki kualitas rendah justru akan memperlambat. Sebaliknya, dengan penduduk berkualitas akan mempercepat tercapainya kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam. Penduduk yang berkualitas memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya alam dengan baik, tepat, efisien, dan maksimal, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p><span style="font-size: 14px;">(Diadaptasi dari kompas.com pada 23 April 2020)</span></p>
<p>Dari teks di atas dinyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat optimal apabila ….<br />a. peran dan partisipasi penduduk tinggi, tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, dan penduduk dapat mengelola sumber daya alam<br />b. peran dan partisipasi penduduk tinggi, tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi<br />c. tingginya kuantitas dan kualitas penduduk dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi<br />d. jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi<br />e. tingginya kuantitas dan kualitas penduduk, penduduk dapat mengelola sumber daya alam, dan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk tinggi</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Pembahasan</strong><br />Berdasarkan kesesuaian isi teks, pernyataan yang benar adalah <strong>peran dan partisipasi penduduk tinggi</strong> yang dibuktikan dalam kalimat pertama paragraf kedua, yaitu “… <em>untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di suatu negara, peran dan partisipasi penduduk menjadi sangat penting</em>.” Pernyataan <strong>tingginya kuantitas dan kualitas penduduk</strong> yang dibuktikan pada kalimat kedua paragraf terakhir “… <em>penduduk berkualitas akan mempercepat tercapainya kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam</em>.” Sementara itu, pernyataan <strong>penduduk dapat mengelola sumber daya alam</strong> yang dibuktikan pada kalimat terakhir paragraf terakhir, yaitu “<em>Penduduk yang berkualitas memungkinkan untuk bisa mengolah dan mengelola potensi sumber daya</em><br /><em>alam dengan baik ….</em>”.</p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><strong><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/image-png-Nov-15-2020-02-47-09-65-AM.png"></strong></p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;">Tingkatkan lagi pengetahuanmu dengan berlatih soal-soal lainnya. Jangan lupa untuk me-<em>review</em> kembali konsep pelajaran yang belum kamu kuasai di <a href="https://ruangguru.onelink.me/blPk/eaff0eb9" rel="noopener" target="_blank">ruangbelajar</a>. Ayo, tetap semangat dan giat belajar! </p>
<p style="text-align: justify; font-size: 16px;"><a href="https://www.ruangguru.com/download-for-desktop" target="_blank" style="text-align: center;" class="rg-cta" rel="noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg" width="800" height="195" alt="IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru" /></a></p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/pemahaman-bacaan" rel="tag">Pemahaman Bacaan</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/pojok-kampus" rel="tag">Pojok Kampus</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seleksi-masuk" rel="tag">Seleksi Masuk</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/5196bc4b-168b-4b6f-8c46-cb076ca8b451.png">
<div>
<h5 class="author-title">Salsabila Nanda</h5>
<p class="author-description"></p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan&quote=Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan&url=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tryout-utbk-1-tahun-2021-pemahaman-bacaan&title=Latihan Soal Tryout UTBK 1 Tahun 2021: Pemahaman Bacaan"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 5779;
const tags_id = [430,55,58];
const category_id = 563;
const sub_category_id = 565;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>