0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Majas penegasan merupakan salah satu majas yang bisa kamu temukan pada karya sastra. Lalu apa saja macam-macam majas penegasan itu? Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh dari majas penegasan!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Majas penegasan merupakan salah satu majas yang bisa kamu temukan pada karya sastra. Lalu apa saja macam-macam majas penegasan itu? Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh dari majas penegasan!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p>Ketika kamu membaca suatu<a>karya sastra</a>, mau itu dalam bentuk novel,<a>cerpen</a>, atau<a>puisi</a>, pasti pernah<em>nemuin</em>kata-kata yang kelihatannya<em>tuh</em>sederhana, tapi ternyata maknanya bener-bener menyentuh dan terasa sangat dalam~</p>
3
<p>Ketika kamu membaca suatu<a>karya sastra</a>, mau itu dalam bentuk novel,<a>cerpen</a>, atau<a>puisi</a>, pasti pernah<em>nemuin</em>kata-kata yang kelihatannya<em>tuh</em>sederhana, tapi ternyata maknanya bener-bener menyentuh dan terasa sangat dalam~</p>
4
<p>Biasanya<em>sih</em>jenis kata-kata seperti ini suka dijadiin<em>caption</em>di Instagram biar kerasa lebih<em>aesthetic hehehe</em>bener apa bener? Misalnya seperti pada kutipan dari salah satu puisi karya W.S Rendra ini:</p>
4
<p>Biasanya<em>sih</em>jenis kata-kata seperti ini suka dijadiin<em>caption</em>di Instagram biar kerasa lebih<em>aesthetic hehehe</em>bener apa bener? Misalnya seperti pada kutipan dari salah satu puisi karya W.S Rendra ini:</p>
5
<p><strong><em>Surat Cinta</em></strong></p>
5
<p><strong><em>Surat Cinta</em></strong></p>
6
<p><em>Kutulis surat ini</em></p>
6
<p><em>Kutulis surat ini</em></p>
7
<p><em>kala hujan gerimis</em></p>
7
<p><em>kala hujan gerimis</em></p>
8
<p><em>bagai bunyi tambur mainan</em></p>
8
<p><em>bagai bunyi tambur mainan</em></p>
9
<p><em>anak peri dunia yang gaib.</em></p>
9
<p><em>anak peri dunia yang gaib.</em></p>
10
<p><em>Dan angin mendesah</em></p>
10
<p><em>Dan angin mendesah</em></p>
11
<p><em>mengeluh dan mendesah</em></p>
11
<p><em>mengeluh dan mendesah</em></p>
12
<p><em>Wahai, Dik Narti,</em></p>
12
<p><em>Wahai, Dik Narti,</em></p>
13
<p><em>aku cinta padamu!</em></p>
13
<p><em>aku cinta padamu!</em></p>
14
<p><em>(W. S . Rendra)</em></p>
14
<p><em>(W. S . Rendra)</em></p>
15
<p>Kalau dibaca kembali, kalimat yang digunakan W.S Rendra dalam puisi ini sederhana sekali, tetapi kalau perhatikan dengan seksama, kalimatnya dapat menggugah hati.</p>
15
<p>Kalau dibaca kembali, kalimat yang digunakan W.S Rendra dalam puisi ini sederhana sekali, tetapi kalau perhatikan dengan seksama, kalimatnya dapat menggugah hati.</p>
16
<p>Rasanya, perasaan yang selama ini terpendam bisa ikut terungkapkan dalam tulisannya. Mungkin, kamu udah<em>nggak</em>asing lagi dengan gaya penulisan atau majas yang terdapat pada puisi W.S Rendra ini, ya.</p>
16
<p>Rasanya, perasaan yang selama ini terpendam bisa ikut terungkapkan dalam tulisannya. Mungkin, kamu udah<em>nggak</em>asing lagi dengan gaya penulisan atau majas yang terdapat pada puisi W.S Rendra ini, ya.</p>
17
<h2>Pengertian Majas Penegasan</h2>
17
<h2>Pengertian Majas Penegasan</h2>
18
<p>Pada puisis W.S Rendra terdapat beberapa majas yang digunakan. Coba perhatikan baris pertama dan kedua pada puisi Surat Cinta tersebut.</p>
18
<p>Pada puisis W.S Rendra terdapat beberapa majas yang digunakan. Coba perhatikan baris pertama dan kedua pada puisi Surat Cinta tersebut.</p>
19
<p><em>“Kutulis surat ini </em></p>
19
<p><em>“Kutulis surat ini </em></p>
20
<p><em>kala hujan gerimis”</em></p>
20
<p><em>kala hujan gerimis”</em></p>
21
<p><em>Nah</em>, gaya penulisan yang digunakan di baris pertama dan ke dua pada puisi Surat Cinta karya W. S Rendra menggunakan majas penegasan. Lalu, apa yang dimaksud dengan majas penegasan itu?<strong>Majas Penegasan</strong>adalah salah<strong>gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang menyatakan sebuah penegasan</strong>. Gaya bahasa ini bertujuan untuk memberikan pengaruh kepada pembaca atau pendengar agar menyetujui sebuah ujaran atau kejadian.</p>
21
<p><em>Nah</em>, gaya penulisan yang digunakan di baris pertama dan ke dua pada puisi Surat Cinta karya W. S Rendra menggunakan majas penegasan. Lalu, apa yang dimaksud dengan majas penegasan itu?<strong>Majas Penegasan</strong>adalah salah<strong>gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang menyatakan sebuah penegasan</strong>. Gaya bahasa ini bertujuan untuk memberikan pengaruh kepada pembaca atau pendengar agar menyetujui sebuah ujaran atau kejadian.</p>
22
<h2>Ciri-Ciri Majas Penegasan</h2>
22
<h2>Ciri-Ciri Majas Penegasan</h2>
23
<p><strong>Ciri dari majas penegasan</strong>yaitu<strong>diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama, akan tetapi maknanya masih berkaitan.</strong>Jadi, sudah tahu<em>kan</em>kenapa dua baris itu termasuk ke dalam majas penegasan?<em>Hehehe</em>. Jenis majas penegasan terbagi menjadi lima. Apa saja ya kira-kira?<em>Yuk</em>, kita bahas!</p>
23
<p><strong>Ciri dari majas penegasan</strong>yaitu<strong>diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama, akan tetapi maknanya masih berkaitan.</strong>Jadi, sudah tahu<em>kan</em>kenapa dua baris itu termasuk ke dalam majas penegasan?<em>Hehehe</em>. Jenis majas penegasan terbagi menjadi lima. Apa saja ya kira-kira?<em>Yuk</em>, kita bahas!</p>
24
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
24
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
25
<h2>Jenis-Jenis Majas Penegasan</h2>
25
<h2>Jenis-Jenis Majas Penegasan</h2>
26
<p>Majas penegasan terdiri dari lima jenis, di antaranya majas repetisi, majas retorik, majas pleonasme, majas tautologi, dan majas antiklimaks. Berikut penjelasan rincinya:</p>
26
<p>Majas penegasan terdiri dari lima jenis, di antaranya majas repetisi, majas retorik, majas pleonasme, majas tautologi, dan majas antiklimaks. Berikut penjelasan rincinya:</p>
27
<h3>1. Majas Repetisi</h3>
27
<h3>1. Majas Repetisi</h3>
28
<p><strong>Majas repetisi</strong>adalah majas yang menggunakan kata, frasa, atau klausa secara berulang-ulang pada satu kalimat yang dianggap penting untuk memberikan penekanan.</p>
28
<p><strong>Majas repetisi</strong>adalah majas yang menggunakan kata, frasa, atau klausa secara berulang-ulang pada satu kalimat yang dianggap penting untuk memberikan penekanan.</p>
29
<p>Pengulangan tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali makna pada maksud dan tujuan dari kalimat.</p>
29
<p>Pengulangan tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali makna pada maksud dan tujuan dari kalimat.</p>
30
<p>Baca Juga:<a>Yuk, Cari Tahu Perbedaan Frasa, Klausa, dan Kalimat beserta Contohnya!</a></p>
30
<p>Baca Juga:<a>Yuk, Cari Tahu Perbedaan Frasa, Klausa, dan Kalimat beserta Contohnya!</a></p>
31
<p><em>Nah</em>, agar lebih jelas, coba<em>deh</em>perhatikan contoh majas repetisi dalam kalimat di bawah ini.</p>
31
<p><em>Nah</em>, agar lebih jelas, coba<em>deh</em>perhatikan contoh majas repetisi dalam kalimat di bawah ini.</p>
32
<h4><strong>Contoh Majas Repetisi</strong></h4>
32
<h4><strong>Contoh Majas Repetisi</strong></h4>
33
<ol><li>Agung berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang, demi kebahagiaan istri dan anak-anaknya.</li>
33
<ol><li>Agung berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang, demi kebahagiaan istri dan anak-anaknya.</li>
34
<li>Dalam situasi senang maupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan bersyukur pada Tuhan. Karena semua ini hanya bersifat sementara.</li>
34
<li>Dalam situasi senang maupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan bersyukur pada Tuhan. Karena semua ini hanya bersifat sementara.</li>
35
<li>Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharapkan.</li>
35
<li>Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharapkan.</li>
36
<li>Bukan uang, bukan mobil, bukan juga rumah mewah yang aku harapkan dari ayah dan ibu. Aku hanya ingin ayah dan ibu ada di sini. Aku hanya ingin perhatian. Hanya itu, tak lebih.</li>
36
<li>Bukan uang, bukan mobil, bukan juga rumah mewah yang aku harapkan dari ayah dan ibu. Aku hanya ingin ayah dan ibu ada di sini. Aku hanya ingin perhatian. Hanya itu, tak lebih.</li>
37
<li>Segala, segala Ani, ya Aniku, Ani, Mengapa kamas engkau tinggalkan? Lengang sepi rasanya di rumah. (Sutan Takdir Alisjahbana)</li>
37
<li>Segala, segala Ani, ya Aniku, Ani, Mengapa kamas engkau tinggalkan? Lengang sepi rasanya di rumah. (Sutan Takdir Alisjahbana)</li>
38
<li>Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.</li>
38
<li>Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.</li>
39
<li>Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah kerinduan. Cinta adalah pengorbanan.</li>
39
<li>Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah kerinduan. Cinta adalah pengorbanan.</li>
40
<li>Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri teladan bagi kita semua.</li>
40
<li>Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri teladan bagi kita semua.</li>
41
<li>Saat senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena semua ini hanya bersifat sementara.</li>
41
<li>Saat senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena semua ini hanya bersifat sementara.</li>
42
<li>Kegiatan menanam, sekali lagi menanam, adalah salah satu cara untuk menggalakkan swasembada pangan.</li>
42
<li>Kegiatan menanam, sekali lagi menanam, adalah salah satu cara untuk menggalakkan swasembada pangan.</li>
43
<li>Agama mana pun akan mengajarkan kebaikan dalam kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.</li>
43
<li>Agama mana pun akan mengajarkan kebaikan dalam kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.</li>
44
<li>Untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal yang harus kau ingat adalah belajar, belajar, dan sekali lagi belajar.</li>
44
<li>Untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal yang harus kau ingat adalah belajar, belajar, dan sekali lagi belajar.</li>
45
<li>Dia akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk melunasi hutang keluarganya kepada rentenir.</li>
45
<li>Dia akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk melunasi hutang keluarganya kepada rentenir.</li>
46
<li>Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan akan terus selalu bersamamu di setiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.</li>
46
<li>Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan akan terus selalu bersamamu di setiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.</li>
47
<li>Ketika tengah malam adik berteriak,”ibu, ibu, ibu” lantas aku pun memanggil ibu untuk menolongnya.</li>
47
<li>Ketika tengah malam adik berteriak,”ibu, ibu, ibu” lantas aku pun memanggil ibu untuk menolongnya.</li>
48
<li>Salah lagi, salah lagi, dan salah lagi. Begitu sulit sekali menemukan penyelesaian dari soal kalkulus ini. Sungguh membuatku gelisah.</li>
48
<li>Salah lagi, salah lagi, dan salah lagi. Begitu sulit sekali menemukan penyelesaian dari soal kalkulus ini. Sungguh membuatku gelisah.</li>
49
<li>Aku sudah mengingatkanmu untuk menjauh dari alkohol, tetapi kau tak pernah mau mendengarkanku, kau meminumnya, meminumnya, meminumnya, dan meminumnya lagi sepanjang waktu, itu akan membuat kesehatanmu menurun.</li>
49
<li>Aku sudah mengingatkanmu untuk menjauh dari alkohol, tetapi kau tak pernah mau mendengarkanku, kau meminumnya, meminumnya, meminumnya, dan meminumnya lagi sepanjang waktu, itu akan membuat kesehatanmu menurun.</li>
50
<li>Padahal Andi telah dilarang ibunya untuk menemui wanita itu, tetapi Andi memang keras kepala. Dia tetap menemuinya, menemuinya, dan menemuinya seolah-olah Andi telah terhipnotis oleh wanita itu sampai mengabaikan nasihat ibunya.</li>
50
<li>Padahal Andi telah dilarang ibunya untuk menemui wanita itu, tetapi Andi memang keras kepala. Dia tetap menemuinya, menemuinya, dan menemuinya seolah-olah Andi telah terhipnotis oleh wanita itu sampai mengabaikan nasihat ibunya.</li>
51
<li>Meski sudah tahu konsekuensinya, ibunya terus berdoa dan berusaha, berdoa dan berusaha, dan berdoa dan berusaha, apa saja yang dapat dilakukan untuk kesembuhan Andi dari penyakit keturunan yang menimpanya.</li>
51
<li>Meski sudah tahu konsekuensinya, ibunya terus berdoa dan berusaha, berdoa dan berusaha, dan berdoa dan berusaha, apa saja yang dapat dilakukan untuk kesembuhan Andi dari penyakit keturunan yang menimpanya.</li>
52
<li>Meski telah diberi peringatan berulang kali, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, sampai akhirnya guru memotong roknya itu.</li>
52
<li>Meski telah diberi peringatan berulang kali, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, Siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, sampai akhirnya guru memotong roknya itu.</li>
53
<li>Selamat menikmati sajian makan malam di rumah kami, selamat menikmati menu makanan tradisional khas budaya kami. Selamat menikmati, semoga kalian menikmati.</li>
53
<li>Selamat menikmati sajian makan malam di rumah kami, selamat menikmati menu makanan tradisional khas budaya kami. Selamat menikmati, semoga kalian menikmati.</li>
54
<li>Sampai jumpa teman saya, sampai jumpa teman terbaik saya.</li>
54
<li>Sampai jumpa teman saya, sampai jumpa teman terbaik saya.</li>
55
<li>Aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku rindu kamu.</li>
55
<li>Aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku rindu kamu.</li>
56
<li>Yang saya muliakan adalah politisi, yang saya muliakan adalah orang tua, yang saya muliakan dari tamu undangan yang hadir.</li>
56
<li>Yang saya muliakan adalah politisi, yang saya muliakan adalah orang tua, yang saya muliakan dari tamu undangan yang hadir.</li>
57
<li>Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.</li>
57
<li>Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.</li>
58
<li>Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah kebijaksanaan.</li>
58
<li>Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah kebijaksanaan.</li>
59
<li>Rajin, rajin, dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.</li>
59
<li>Rajin, rajin, dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.</li>
60
<li>Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.</li>
60
<li>Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.</li>
61
<li>Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku yang baik.</li>
61
<li>Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku yang baik.</li>
62
<li>Hidup kita hanya salah, hidup kita hanya opini dan dipercayakan, hidup kita adalah hambatan yang datang untuk menghadapi kita.</li>
62
<li>Hidup kita hanya salah, hidup kita hanya opini dan dipercayakan, hidup kita adalah hambatan yang datang untuk menghadapi kita.</li>
63
</ol><p>Baca Juga: <a>Macam-Macam Majas Perbandingan beserta Contohnya</a></p>
63
</ol><p>Baca Juga: <a>Macam-Macam Majas Perbandingan beserta Contohnya</a></p>
64
<h3>2. Majas Retorik</h3>
64
<h3>2. Majas Retorik</h3>
65
<p><strong>Majas retorik/retoris</strong>adalah<strong>gaya bahasa yang pengungkapannya menggunakan kalimat tanya yang tidak membutuhkan sebuah jawaban</strong>.</p>
65
<p><strong>Majas retorik/retoris</strong>adalah<strong>gaya bahasa yang pengungkapannya menggunakan kalimat tanya yang tidak membutuhkan sebuah jawaban</strong>.</p>
66
<p>Pada jenis majas penegasan ini, biasanya baik penanya maupun yang diberi pertanyaan sudah sama-sama mengetahui jawabannya.<em>Nah</em>, tujuan dari pertanyaan ini adalah sebagai bentuk penegasan, sindiran, atau gugahan. Contoh majas retorik di antaranya sebagai berikut:</p>
66
<p>Pada jenis majas penegasan ini, biasanya baik penanya maupun yang diberi pertanyaan sudah sama-sama mengetahui jawabannya.<em>Nah</em>, tujuan dari pertanyaan ini adalah sebagai bentuk penegasan, sindiran, atau gugahan. Contoh majas retorik di antaranya sebagai berikut:</p>
67
<h4><strong>Contoh Majas Retorik</strong></h4>
67
<h4><strong>Contoh Majas Retorik</strong></h4>
68
<ol><li>Jadi menurutmu, kamu harus lulus walaupun kerjaannya hanya bermain saja tanpa pernah belajar?</li>
68
<ol><li>Jadi menurutmu, kamu harus lulus walaupun kerjaannya hanya bermain saja tanpa pernah belajar?</li>
69
<li>Yakin kamu bisa sampai di sini dalam waktu lima belas menit dengan berjalan kaki? Padahal kemarin menggunakan motor saja butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai.</li>
69
<li>Yakin kamu bisa sampai di sini dalam waktu lima belas menit dengan berjalan kaki? Padahal kemarin menggunakan motor saja butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai.</li>
70
<li>Apalagi yang dapat kita kerjakan kecuali hanya memohon pertolongan Tuhan?</li>
70
<li>Apalagi yang dapat kita kerjakan kecuali hanya memohon pertolongan Tuhan?</li>
71
<li>Berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan hingga perang usai?</li>
71
<li>Berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan hingga perang usai?</li>
72
<li>Apa kamu tidak lelah bekerja seharian?</li>
72
<li>Apa kamu tidak lelah bekerja seharian?</li>
73
<li>Apakah kamu tega membiarkan anak itu terlantar?</li>
73
<li>Apakah kamu tega membiarkan anak itu terlantar?</li>
74
<li>Bagaimana bisa kamu mengabaikan ibumu sendiri?</li>
74
<li>Bagaimana bisa kamu mengabaikan ibumu sendiri?</li>
75
<li>Apakah kamu tidak punya hati hingga harus membentaknya dengan kasar?</li>
75
<li>Apakah kamu tidak punya hati hingga harus membentaknya dengan kasar?</li>
76
<li>Dimana nuranimu saat saudaramu sendiri sedang kesusahan?</li>
76
<li>Dimana nuranimu saat saudaramu sendiri sedang kesusahan?</li>
77
<li>Apa mungkin kita mengkhianati suami kita sendiri?</li>
77
<li>Apa mungkin kita mengkhianati suami kita sendiri?</li>
78
<li>Bagaimana bisa kamu bermain dengan anak seperti itu?</li>
78
<li>Bagaimana bisa kamu bermain dengan anak seperti itu?</li>
79
<li>Apakah bisa aku mengerjakan ini semua?</li>
79
<li>Apakah bisa aku mengerjakan ini semua?</li>
80
<li>Apa pantas kamu keluar rumah dengan baju seperti itu?</li>
80
<li>Apa pantas kamu keluar rumah dengan baju seperti itu?</li>
81
<li>Sudah hilang akalkah kamu hingga bisa berbuat kejam seperti ini?</li>
81
<li>Sudah hilang akalkah kamu hingga bisa berbuat kejam seperti ini?</li>
82
<li>Bagaimana mungkin kamu menghina orang tuamu sendiri?</li>
82
<li>Bagaimana mungkin kamu menghina orang tuamu sendiri?</li>
83
<li>Apakah kamu tidak tahu betapa susahnya mereka mencari uang untuk sekolahmu?</li>
83
<li>Apakah kamu tidak tahu betapa susahnya mereka mencari uang untuk sekolahmu?</li>
84
<li>Bisakah kamu menuruti Ibu sekali saja?</li>
84
<li>Bisakah kamu menuruti Ibu sekali saja?</li>
85
<li>Kemana sebenarnya Ani yang aku kenal selama ini?</li>
85
<li>Kemana sebenarnya Ani yang aku kenal selama ini?</li>
86
<li>Bagaimana mungkin kamu mengerjakan semua ini sendirian?</li>
86
<li>Bagaimana mungkin kamu mengerjakan semua ini sendirian?</li>
87
<li>Dimana rasa kasihan kepada anak-anak jalanan itu?</li>
87
<li>Dimana rasa kasihan kepada anak-anak jalanan itu?</li>
88
<li>Apakah bisa kita menyelesaikan semua tugas ini tepat waktu?</li>
88
<li>Apakah bisa kita menyelesaikan semua tugas ini tepat waktu?</li>
89
<li>Apakah kamu tidak tahu kalau betapa berharganya benda ini?</li>
89
<li>Apakah kamu tidak tahu kalau betapa berharganya benda ini?</li>
90
<li>Tidakkah kamu mau mengerti apa yang baru saja Ibu katakan?</li>
90
<li>Tidakkah kamu mau mengerti apa yang baru saja Ibu katakan?</li>
91
<li>Mengapa kamu begitu sulit untuk dipahami?</li>
91
<li>Mengapa kamu begitu sulit untuk dipahami?</li>
92
<li>Apa bisa kita menjadi seorang yang beriman dan bertakwa?</li>
92
<li>Apa bisa kita menjadi seorang yang beriman dan bertakwa?</li>
93
<li>Apa mungkin dosa-dosaku akan dimaafkan oleh Tuhan?</li>
93
<li>Apa mungkin dosa-dosaku akan dimaafkan oleh Tuhan?</li>
94
<li>Tidakkah kamu terlalu tinggi untuk berkhayal?</li>
94
<li>Tidakkah kamu terlalu tinggi untuk berkhayal?</li>
95
<li>Apa yang kamu harapkan dari pria seperti itu?</li>
95
<li>Apa yang kamu harapkan dari pria seperti itu?</li>
96
<li>Membunuh manusia jadi pilihan tepat pada kondisi terdesak, tapi semuanya bergantung pada pandangan lingkungan pembunuhan terjadi. Bukankah hal itu benar teman?</li>
96
<li>Membunuh manusia jadi pilihan tepat pada kondisi terdesak, tapi semuanya bergantung pada pandangan lingkungan pembunuhan terjadi. Bukankah hal itu benar teman?</li>
97
<li>Seorang anak dilahirkan dari Rahim ibu. Bagaimana mungkin kamu bisa tega memaki ibu yang telah melahirkan?</li>
97
<li>Seorang anak dilahirkan dari Rahim ibu. Bagaimana mungkin kamu bisa tega memaki ibu yang telah melahirkan?</li>
98
</ol><p>Baca Juga: <a>Macam-Macam Majas Sindiran beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
98
</ol><p>Baca Juga: <a>Macam-Macam Majas Sindiran beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
99
<h3>3. Majas Pleonasme</h3>
99
<h3>3. Majas Pleonasme</h3>
100
<p>Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata/istilah yang berlebihan. Pada majas pleonasme, terdapat penambahan kata, keterangan, atau gagasan terhadap sebuah pernyataan yang maksud dan tujuannya sudah jelas.</p>
100
<p>Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata/istilah yang berlebihan. Pada majas pleonasme, terdapat penambahan kata, keterangan, atau gagasan terhadap sebuah pernyataan yang maksud dan tujuannya sudah jelas.</p>
101
<p>Nah, gagasan yang diungkapkan pada majas pleonasme diungkapkan secara berlebihan dengan keterangan yang tidak dibutuhkan.</p>
101
<p>Nah, gagasan yang diungkapkan pada majas pleonasme diungkapkan secara berlebihan dengan keterangan yang tidak dibutuhkan.</p>
102
<p>Agar lebih jelas, yuk perhatikan contoh majas pleonasme berikut ini:</p>
102
<p>Agar lebih jelas, yuk perhatikan contoh majas pleonasme berikut ini:</p>
103
<h4>Contoh Majas Pleonasme</h4>
103
<h4>Contoh Majas Pleonasme</h4>
104
<ol><li>Kami<em>mendengar</em>kabar itu dengan<em>telinga kami sendiri.</em>(normal: kami mendengar kabar itu sendiri).</li>
104
<ol><li>Kami<em>mendengar</em>kabar itu dengan<em>telinga kami sendiri.</em>(normal: kami mendengar kabar itu sendiri).</li>
105
<li>Bapak sopir itu<em>menepikan</em>kendaraannya<em>ke pinggir</em>karena ada masalah dengan mesin.</li>
105
<li>Bapak sopir itu<em>menepikan</em>kendaraannya<em>ke pinggir</em>karena ada masalah dengan mesin.</li>
106
<li>Anak SD itu<em>mendongakkan</em>kepalanya<em>ke atas</em>untuk melihat pesawat yang sedang melintas.</li>
106
<li>Anak SD itu<em>mendongakkan</em>kepalanya<em>ke atas</em>untuk melihat pesawat yang sedang melintas.</li>
107
<li>Melly tidak menyadari keberadaanku di sebelahnya sampai ia<em>menoleh ke samping</em>.</li>
107
<li>Melly tidak menyadari keberadaanku di sebelahnya sampai ia<em>menoleh ke samping</em>.</li>
108
<li><em>Seluruh bapak-bapak</em>melakukan kerja bakti bangun tempat ronda.</li>
108
<li><em>Seluruh bapak-bapak</em>melakukan kerja bakti bangun tempat ronda.</li>
109
<li>Kapal laut itu menangkap<em>beratus-ratus macam</em>ikan dengan hanya sekali menebar jala.</li>
109
<li>Kapal laut itu menangkap<em>beratus-ratus macam</em>ikan dengan hanya sekali menebar jala.</li>
110
<li><em>Perpuluh-puluh jenis</em>burung ditangkarkan di kebun binatang ini.</li>
110
<li><em>Perpuluh-puluh jenis</em>burung ditangkarkan di kebun binatang ini.</li>
111
<li>Bibi Rasya datang dari desa dengan membawa<em>beraneka ragam macam buah</em>.</li>
111
<li>Bibi Rasya datang dari desa dengan membawa<em>beraneka ragam macam buah</em>.</li>
112
<li>Ayah beternak<em>hewan berkaki empat</em>, seperti<em>kuda, sapi, dan kambing</em>.</li>
112
<li>Ayah beternak<em>hewan berkaki empat</em>, seperti<em>kuda, sapi, dan kambing</em>.</li>
113
<li>Pak Yusar menjual<em>barang-barang elektronik</em>seperti<em>gawai, laptop, radio, mesin cuci</em>, dan lain-lain.</li>
113
<li>Pak Yusar menjual<em>barang-barang elektronik</em>seperti<em>gawai, laptop, radio, mesin cuci</em>, dan lain-lain.</li>
114
<li>Sintya mengunjungi<em>tempat wisata di bali</em>, seperti<em>Tanah Lot, Pantai Kuta, Sanur,</em>dan masih banyak lagi.</li>
114
<li>Sintya mengunjungi<em>tempat wisata di bali</em>, seperti<em>Tanah Lot, Pantai Kuta, Sanur,</em>dan masih banyak lagi.</li>
115
<li>Pengemis itu<em>menadahkan</em>tangannya<em>ke atas</em>kepada semua pejalan kaki.</li>
115
<li>Pengemis itu<em>menadahkan</em>tangannya<em>ke atas</em>kepada semua pejalan kaki.</li>
116
<li><em>Sejak dari</em>kecil Faizal menyukai permainan sepak bola.</li>
116
<li><em>Sejak dari</em>kecil Faizal menyukai permainan sepak bola.</li>
117
<li>Menara kota itu<em>menjulang tinggi</em>ke langit.</li>
117
<li>Menara kota itu<em>menjulang tinggi</em>ke langit.</li>
118
<li>Pesawat itu tiba -tiba<em>turun rendah</em>dari posisi asalnya.</li>
118
<li>Pesawat itu tiba -tiba<em>turun rendah</em>dari posisi asalnya.</li>
119
<li>Suasana malam ini<em>sunyi senyap</em>tidak seperti biasanya.</li>
119
<li>Suasana malam ini<em>sunyi senyap</em>tidak seperti biasanya.</li>
120
<li>Shella<em>riang gembira</em>melihat ayahnya pulang dari Jakarta.</li>
120
<li>Shella<em>riang gembira</em>melihat ayahnya pulang dari Jakarta.</li>
121
<li>Kami akan pergi menemui Bibi di kampung<em>besok lusa</em>.</li>
121
<li>Kami akan pergi menemui Bibi di kampung<em>besok lusa</em>.</li>
122
<li>Fitri menyaksikan kejadian itu dengan<em>mata kepala saya sendiri</em>.</li>
122
<li>Fitri menyaksikan kejadian itu dengan<em>mata kepala saya sendiri</em>.</li>
123
<li><em>Semua siswa-siswi</em>SMAN 1 Ruangguru mengikuti upacara bendera di Alun-alun.</li>
123
<li><em>Semua siswa-siswi</em>SMAN 1 Ruangguru mengikuti upacara bendera di Alun-alun.</li>
124
<li>Ketika tubuhku tenggelam pada saat kecelakaan laut yang kualami kemarin, aku benar-benar telah menelan banyak<em>air laut yang asin</em>sampai lidahku terasa kelu.</li>
124
<li>Ketika tubuhku tenggelam pada saat kecelakaan laut yang kualami kemarin, aku benar-benar telah menelan banyak<em>air laut yang asin</em>sampai lidahku terasa kelu.</li>
125
<li>Tubuhnya<em>tersungkur terjerembab</em>ke dalam lubang ketika sepeda motornya tersandung batu besar pada saat melaju kencang.</li>
125
<li>Tubuhnya<em>tersungkur terjerembab</em>ke dalam lubang ketika sepeda motornya tersandung batu besar pada saat melaju kencang.</li>
126
<li>Tadi malam Gusti bermimpi berada di sebuah negeri yang diselimuti<em>salju putih</em>.</li>
126
<li>Tadi malam Gusti bermimpi berada di sebuah negeri yang diselimuti<em>salju putih</em>.</li>
127
<li>Kami hanyalah<em>keluarga miskin yang tak punya apa-apa</em>.</li>
127
<li>Kami hanyalah<em>keluarga miskin yang tak punya apa-apa</em>.</li>
128
<li>Ibu suka mencampurkan<em>madu manis</em>ke dalam jamunya.</li>
128
<li>Ibu suka mencampurkan<em>madu manis</em>ke dalam jamunya.</li>
129
<li>Gadis yang<em>cantik jelita</em>itu adalah adik kakakku.</li>
129
<li>Gadis yang<em>cantik jelita</em>itu adalah adik kakakku.</li>
130
<li>Herdita buru-buru<em>naik ke atas</em>pohon ketika dikejar anjing.</li>
130
<li>Herdita buru-buru<em>naik ke atas</em>pohon ketika dikejar anjing.</li>
131
<li>Sedari tadi Yessy duduk manis di depan<em>layar kaca televisi.</em></li>
131
<li>Sedari tadi Yessy duduk manis di depan<em>layar kaca televisi.</em></li>
132
<li>Bibi Intan membeli banyak sekali<em>kebaya wanita</em>di toko milik sahabatnya.</li>
132
<li>Bibi Intan membeli banyak sekali<em>kebaya wanita</em>di toko milik sahabatnya.</li>
133
<li>Yoga<em>memajukan</em>mobilnya<em>ke depan</em>untuk menghindari tubrukan.</li>
133
<li>Yoga<em>memajukan</em>mobilnya<em>ke depan</em>untuk menghindari tubrukan.</li>
134
</ol><p>Baca Juga: <a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Pertentangan</a></p>
134
</ol><p>Baca Juga: <a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Pertentangan</a></p>
135
<h3>4. Majas Tautologi</h3>
135
<h3>4. Majas Tautologi</h3>
136
<p><strong>Majas tautologi</strong>adalah gaya bahasa<strong>yang menggunakan pengulangan kata, gagasan, atau pernyataan secara berlebihan untuk memberikan penegasan lebih dan tidak perlu</strong>.</p>
136
<p><strong>Majas tautologi</strong>adalah gaya bahasa<strong>yang menggunakan pengulangan kata, gagasan, atau pernyataan secara berlebihan untuk memberikan penegasan lebih dan tidak perlu</strong>.</p>
137
<p>Yuk, lihat contoh-contoh majas tautologi berikut!</p>
137
<p>Yuk, lihat contoh-contoh majas tautologi berikut!</p>
138
<h4><strong>Contoh Majas Tautologi</strong></h4>
138
<h4><strong>Contoh Majas Tautologi</strong></h4>
139
<ol><li>Aku akan selalu bersamamu dalam suka di dalam suka duka, susah senang, sengsara atau bahagia.</li>
139
<ol><li>Aku akan selalu bersamamu dalam suka di dalam suka duka, susah senang, sengsara atau bahagia.</li>
140
<li>Disini aku menunggu tanpa jemu. Disini aku menanti sepenuh hati.</li>
140
<li>Disini aku menunggu tanpa jemu. Disini aku menanti sepenuh hati.</li>
141
<li>Katakan padaku apa masalahmu. Ceritakan padaku apa keluh kesahmu. Ungkapkan padaku segala unek-unekmu.</li>
141
<li>Katakan padaku apa masalahmu. Ceritakan padaku apa keluh kesahmu. Ungkapkan padaku segala unek-unekmu.</li>
142
<li>Aku bahagia melihatmu. Aku senang menatapmu.</li>
142
<li>Aku bahagia melihatmu. Aku senang menatapmu.</li>
143
<li>Ranti ingin menemuimu. Dia ingin berjumpa denganmu.</li>
143
<li>Ranti ingin menemuimu. Dia ingin berjumpa denganmu.</li>
144
<li>Aku menyayangimu sepenuh hati. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa. Aku ingin bersamamu hari ini dan selamanya.</li>
144
<li>Aku menyayangimu sepenuh hati. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa. Aku ingin bersamamu hari ini dan selamanya.</li>
145
<li>Pekerjaanku hanyalah menulis, membuat cerita, menerbitkan novel.</li>
145
<li>Pekerjaanku hanyalah menulis, membuat cerita, menerbitkan novel.</li>
146
<li>Orang sepertimulah yang kunanti. Yang kutunggu. Dan yang kucari.</li>
146
<li>Orang sepertimulah yang kunanti. Yang kutunggu. Dan yang kucari.</li>
147
<li>Bukanya aku tak cinta. Bukannya aku tak sayang.</li>
147
<li>Bukanya aku tak cinta. Bukannya aku tak sayang.</li>
148
<li>Betapa sunyinya malam ini. Alangkah sepinya tanpa suara.</li>
148
<li>Betapa sunyinya malam ini. Alangkah sepinya tanpa suara.</li>
149
<li>Aku menunggunya dengan kecemasan. Juga dengan kegelisahan.</li>
149
<li>Aku menunggunya dengan kecemasan. Juga dengan kegelisahan.</li>
150
<li>Aku tidak suka dengan orang yang memecah belah; orang yang mengadu domba; orang yang memutuskan hubungan sesama.</li>
150
<li>Aku tidak suka dengan orang yang memecah belah; orang yang mengadu domba; orang yang memutuskan hubungan sesama.</li>
151
<li>Terimalah dengan hati yang qana’ah; hati yang puas; hati yang tidak mengeluh.</li>
151
<li>Terimalah dengan hati yang qana’ah; hati yang puas; hati yang tidak mengeluh.</li>
152
<li>Dia tidak peduli dengan berbagai rintangan. Dia mengabaikan segala halangan.</li>
152
<li>Dia tidak peduli dengan berbagai rintangan. Dia mengabaikan segala halangan.</li>
153
<li>Bukannya aku tak cinta, bukan pula aku tak suka. Tapi karena orang tuamu yang tak merestui cinta kita berdua.</li>
153
<li>Bukannya aku tak cinta, bukan pula aku tak suka. Tapi karena orang tuamu yang tak merestui cinta kita berdua.</li>
154
<li>Niken merindukan kekasihnya yang cantik; pujaan hatinya yang begitu cerita; yang wajahnya ayu meneduhkan hati.</li>
154
<li>Niken merindukan kekasihnya yang cantik; pujaan hatinya yang begitu cerita; yang wajahnya ayu meneduhkan hati.</li>
155
<li>Sudah setahun aku menunggu seorang diri. Pulanglah sayang. Kembalilah segera.</li>
155
<li>Sudah setahun aku menunggu seorang diri. Pulanglah sayang. Kembalilah segera.</li>
156
<li>Aku telah membuang segala kenangan. Aku juga mencampakkan segala kisah masa lalu.</li>
156
<li>Aku telah membuang segala kenangan. Aku juga mencampakkan segala kisah masa lalu.</li>
157
<li>Senyumannya manis, menarik, dan penuh kehangatan.</li>
157
<li>Senyumannya manis, menarik, dan penuh kehangatan.</li>
158
<li>Mereka hidup dengan hati yang damai; hati yang permai; hati yang tentram.</li>
158
<li>Mereka hidup dengan hati yang damai; hati yang permai; hati yang tentram.</li>
159
<li>Malam ini tak ada bulan. Malam ini begitu gelap gulita. Malam ini tak ada cahaya.</li>
159
<li>Malam ini tak ada bulan. Malam ini begitu gelap gulita. Malam ini tak ada cahaya.</li>
160
<li>Apa maksud dan tujuanmu datang ke sekolah?</li>
160
<li>Apa maksud dan tujuanmu datang ke sekolah?</li>
161
<li>Memang kuakui aku menyukai, aku memang mencintai.</li>
161
<li>Memang kuakui aku menyukai, aku memang mencintai.</li>
162
<li>Ceritakan kepadaku apa yang terjadi. Apa yang membuatmu cemas dan gelisah seperti itu?</li>
162
<li>Ceritakan kepadaku apa yang terjadi. Apa yang membuatmu cemas dan gelisah seperti itu?</li>
163
<li>Alif hanya bisa diam dan membisu di depan kelas saat mereka menertawakannya.</li>
163
<li>Alif hanya bisa diam dan membisu di depan kelas saat mereka menertawakannya.</li>
164
<li>Dia membangun rumah yang besar, luas, dan megah.</li>
164
<li>Dia membangun rumah yang besar, luas, dan megah.</li>
165
<li>Kita berlindung dari sifat sedih dan duka cita, pilu dan merana.</li>
165
<li>Kita berlindung dari sifat sedih dan duka cita, pilu dan merana.</li>
166
<li>Aku melihatnya sebagai orang yang banyak tertawa, tersenyum, terkekeh-kekeh apabila mendengar sesuatu yang lucu.</li>
166
<li>Aku melihatnya sebagai orang yang banyak tertawa, tersenyum, terkekeh-kekeh apabila mendengar sesuatu yang lucu.</li>
167
<li>Anak kecil itu sangat cepat, cekatan, dan bergas.</li>
167
<li>Anak kecil itu sangat cepat, cekatan, dan bergas.</li>
168
<li>Biasalah cantik jelita, ayu mempesona, manis menarik hati.</li>
168
<li>Biasalah cantik jelita, ayu mempesona, manis menarik hati.</li>
169
</ol><h3>5. Majas Antiklimaks</h3>
169
</ol><h3>5. Majas Antiklimaks</h3>
170
<p><strong>Majas antiklimaks</strong>adalah majas<strong>yang mengurutkan kata atau gagasan dari yang kompleks (sangat penting) hingga ke hal yang sederhana</strong>.</p>
170
<p><strong>Majas antiklimaks</strong>adalah majas<strong>yang mengurutkan kata atau gagasan dari yang kompleks (sangat penting) hingga ke hal yang sederhana</strong>.</p>
171
<p><em>Nah,</em>tujuan pengurutan tersebut untuk menegaskan sesuatu yang dimaksud oleh si penulis atau pembaca. Coba perhatikan contoh majas antiklimaks berikut ini.</p>
171
<p><em>Nah,</em>tujuan pengurutan tersebut untuk menegaskan sesuatu yang dimaksud oleh si penulis atau pembaca. Coba perhatikan contoh majas antiklimaks berikut ini.</p>
172
<h4><strong>Contoh Majas Antiklimaks</strong></h4>
172
<h4><strong>Contoh Majas Antiklimaks</strong></h4>
173
<ol><li>Jangankan<em>seribu, atau seratus, serupiah</em>pun tak ada.</li>
173
<ol><li>Jangankan<em>seribu, atau seratus, serupiah</em>pun tak ada.</li>
174
<li>Sepak bola adalah olahraga yang digandrungi oleh berbagai kelompok, orang tua,<em>dewasa, remaja ataupun anak-anak.</em></li>
174
<li>Sepak bola adalah olahraga yang digandrungi oleh berbagai kelompok, orang tua,<em>dewasa, remaja ataupun anak-anak.</em></li>
175
<li><em>Di kota, desa, hingga pelosok kampung</em>semua merayakan HUT RI dengan suka cita.</li>
175
<li><em>Di kota, desa, hingga pelosok kampung</em>semua merayakan HUT RI dengan suka cita.</li>
176
<li>Mulai dari<em>bapaknya, kakaknya, sampai anak yang bungsunya</em>, mereka semua adalah pecinta sepak bola.</li>
176
<li>Mulai dari<em>bapaknya, kakaknya, sampai anak yang bungsunya</em>, mereka semua adalah pecinta sepak bola.</li>
177
<li>Dalam rapat tahunan kali ini semua peserta dari mulai<em>direktur, manager, staff, bahkan sampai karyawan biasa</em>semua menyampaikan pendapatnya tanpa terkecuali.</li>
177
<li>Dalam rapat tahunan kali ini semua peserta dari mulai<em>direktur, manager, staff, bahkan sampai karyawan biasa</em>semua menyampaikan pendapatnya tanpa terkecuali.</li>
178
<li><em>Dari Pemerintah hingga rakyat jelata</em>harus saling bahu membahu dalam melestarikan lingkungan.</li>
178
<li><em>Dari Pemerintah hingga rakyat jelata</em>harus saling bahu membahu dalam melestarikan lingkungan.</li>
179
<li>Salah satu keunggulan film ini adalah pemainnya terdiri dari<em>artis senior sampai artis pendatang baru</em>.</li>
179
<li>Salah satu keunggulan film ini adalah pemainnya terdiri dari<em>artis senior sampai artis pendatang baru</em>.</li>
180
<li>Semua murid penasaran siapa yang akan mendapat peringkat<em>satu</em><em>sampai tiga</em>tahun ini.</li>
180
<li>Semua murid penasaran siapa yang akan mendapat peringkat<em>satu</em><em>sampai tiga</em>tahun ini.</li>
181
<li>Banyak orang yang penasaran dengan penyanyi pendatang baru itu, semua tiket konsernya dari mulai<em>VVIP, VIP, bahkan festival</em>sudah habis terjual.</li>
181
<li>Banyak orang yang penasaran dengan penyanyi pendatang baru itu, semua tiket konsernya dari mulai<em>VVIP, VIP, bahkan festival</em>sudah habis terjual.</li>
182
<li>Mulai bulan ini kereta api tujuan surabaya mulai melayani kelas<em>eksekutif, bisnis, dan ekonomi</em>.</li>
182
<li>Mulai bulan ini kereta api tujuan surabaya mulai melayani kelas<em>eksekutif, bisnis, dan ekonomi</em>.</li>
183
<li>Dari mulai<em>Jenderal, Letjen, Mayjen, hingga Brigjen</em>semua hadir dalam upacara perayaan kemarin.</li>
183
<li>Dari mulai<em>Jenderal, Letjen, Mayjen, hingga Brigjen</em>semua hadir dalam upacara perayaan kemarin.</li>
184
<li>Kenaikan harga BBM bulan lalu disesalkan oleh semua masyarakat dari mulai<em>kalangan atas, menengah, hingga bawah.</em></li>
184
<li>Kenaikan harga BBM bulan lalu disesalkan oleh semua masyarakat dari mulai<em>kalangan atas, menengah, hingga bawah.</em></li>
185
<li>Harga barang-barang di toko ini diobral mulai dari<em>jutaan sampai puluhan ribu.</em></li>
185
<li>Harga barang-barang di toko ini diobral mulai dari<em>jutaan sampai puluhan ribu.</em></li>
186
<li>Pekan Olahraga pelajar tahun ini diikuti semua pelajar mulai dari<em>siswa SMA, SMP, sampai SD.</em></li>
186
<li>Pekan Olahraga pelajar tahun ini diikuti semua pelajar mulai dari<em>siswa SMA, SMP, sampai SD.</em></li>
187
<li>Pemerintah menyadari jika<em>pengusaha, wiraswasta, sampai petani</em>adalah penggerak roda perekonomian saat ini.</li>
187
<li>Pemerintah menyadari jika<em>pengusaha, wiraswasta, sampai petani</em>adalah penggerak roda perekonomian saat ini.</li>
188
<li>Semenjak beberapa tahun belakangan, pengunjung tempat ini mulai bervariasi dari mulai<em>orang kantoran, anak kuliah, sampai anak SMA.</em></li>
188
<li>Semenjak beberapa tahun belakangan, pengunjung tempat ini mulai bervariasi dari mulai<em>orang kantoran, anak kuliah, sampai anak SMA.</em></li>
189
<li>Pengunjung warung makan Bu Sum memang beragam dari mulai<em>karyawan kantoran, anak sekolahan, bahkan sampai pengangguran</em>betah berlama-lama disana.</li>
189
<li>Pengunjung warung makan Bu Sum memang beragam dari mulai<em>karyawan kantoran, anak sekolahan, bahkan sampai pengangguran</em>betah berlama-lama disana.</li>
190
<li>Karena diet ketat yang dia lakukan berat badannya mengalami penurunan<em>dari 70 ke 65 kg</em>.</li>
190
<li>Karena diet ketat yang dia lakukan berat badannya mengalami penurunan<em>dari 70 ke 65 kg</em>.</li>
191
<li>Saya sudah menunggunya dari<em>sejak hujan turun dengan derasnya sampai hujan sudah reda</em>.</li>
191
<li>Saya sudah menunggunya dari<em>sejak hujan turun dengan derasnya sampai hujan sudah reda</em>.</li>
192
<li>Untuk membahas perayaan kemerdekaan bulan depan, rapat warga kali ini dihadiri<em>ketua RW, Ketua RW dan tokoh pemuda setempat.</em></li>
192
<li>Untuk membahas perayaan kemerdekaan bulan depan, rapat warga kali ini dihadiri<em>ketua RW, Ketua RW dan tokoh pemuda setempat.</em></li>
193
<li>Kompetisi sepak bola tahun ini pesertanya terdiri dari<em>pemain level profesional sampai pemain level amatir</em>.</li>
193
<li>Kompetisi sepak bola tahun ini pesertanya terdiri dari<em>pemain level profesional sampai pemain level amatir</em>.</li>
194
<li>Semua orang bersiap melakukan hitung mundur dari<em>sepuluh sampai satu</em>menjelang malam pergantian tahun.</li>
194
<li>Semua orang bersiap melakukan hitung mundur dari<em>sepuluh sampai satu</em>menjelang malam pergantian tahun.</li>
195
<li>Akibat terkena masalah hukum, harga saham perusahaan itu turun tajam<em>dari harga 4000 per lembar ke harga 1100 per lembar.</em></li>
195
<li>Akibat terkena masalah hukum, harga saham perusahaan itu turun tajam<em>dari harga 4000 per lembar ke harga 1100 per lembar.</em></li>
196
<li><em>Dari mulai sepatu asli sampai sepatu tiruan</em>semua ada di toko yang terletak di seberang jalan itu.</li>
196
<li><em>Dari mulai sepatu asli sampai sepatu tiruan</em>semua ada di toko yang terletak di seberang jalan itu.</li>
197
<li><em>Presiden, Gubernur, dan Bupati</em>melakukan buka puasa bersama di rumah dinas.</li>
197
<li><em>Presiden, Gubernur, dan Bupati</em>melakukan buka puasa bersama di rumah dinas.</li>
198
<li>Mulai dari orang<em>dewasa, remaja bahkan anak anak</em>sangat menyukai lagu dangdut.</li>
198
<li>Mulai dari orang<em>dewasa, remaja bahkan anak anak</em>sangat menyukai lagu dangdut.</li>
199
<li><em>Rektor, dekan, prodi, dan dosen</em>menyambut kedatangan mahasiswa baru.</li>
199
<li><em>Rektor, dekan, prodi, dan dosen</em>menyambut kedatangan mahasiswa baru.</li>
200
<li><em>Direktur, manager dan karyawan</em>sedang mengadakan rapat tahunan.</li>
200
<li><em>Direktur, manager dan karyawan</em>sedang mengadakan rapat tahunan.</li>
201
<li>Semua<em>medali emas, perak dan perunggu</em>dalam cabang olahraga bulu tangkis didapatkan oleh para pemain dari indonesia.</li>
201
<li>Semua<em>medali emas, perak dan perunggu</em>dalam cabang olahraga bulu tangkis didapatkan oleh para pemain dari indonesia.</li>
202
<li><em>Bus, mobil, dan motor</em>memenuhi area parkir kebun raya bogor.</li>
202
<li><em>Bus, mobil, dan motor</em>memenuhi area parkir kebun raya bogor.</li>
203
</ol><p>Oke, itulah penjelasan mengenai macam-macam majas penegasan beserta contohnya. Hayo, setelah mempelajari materi majas penegasan di atas, pasti akan semakin mudah nantinya jika kamu bertemu soal majas di bab puisi.</p>
203
</ol><p>Oke, itulah penjelasan mengenai macam-macam majas penegasan beserta contohnya. Hayo, setelah mempelajari materi majas penegasan di atas, pasti akan semakin mudah nantinya jika kamu bertemu soal majas di bab puisi.</p>
204
<p>Yuk, tambah juga pemahaman materimu dengan berlangganan<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada video belajar beranimasi, latihan soal, serta rangkuman yang akan membuat belajar jadi mudah.</p>
204
<p>Yuk, tambah juga pemahaman materimu dengan berlangganan<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada video belajar beranimasi, latihan soal, serta rangkuman yang akan membuat belajar jadi mudah.</p>
205
<p>Referensi:</p>
205
<p>Referensi:</p>
206
<p>Solihati, Nur Indah. 2019.<em>Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia</em>. Yogyakarta. Anak Hebat Indonesia.</p>
206
<p>Solihati, Nur Indah. 2019.<em>Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia</em>. Yogyakarta. Anak Hebat Indonesia.</p>
207
<p>Sulistyo, Kiftiawati. 2007.<em>Buku Pintar Peribahasa Indonesia</em>. Jakarta. Niaga Swadaya.</p>
207
<p>Sulistyo, Kiftiawati. 2007.<em>Buku Pintar Peribahasa Indonesia</em>. Jakarta. Niaga Swadaya.</p>
208
<p>Faqih, Abdullah, dkk. 2021.<em>Merayakan Keberagaman Berbahasa</em>. Bitread Publishing.</p>
208
<p>Faqih, Abdullah, dkk. 2021.<em>Merayakan Keberagaman Berbahasa</em>. Bitread Publishing.</p>
209
<p>Waridah, Ernawati.<em>EYD & seputar kebahasa-Indonesiaan</em>. Kawan Pustaka.</p>
209
<p>Waridah, Ernawati.<em>EYD & seputar kebahasa-Indonesiaan</em>. Kawan Pustaka.</p>
210
210