0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Teman-teman, mau tahu apa saja contoh-contoh syair? Yuk, lihat beberapa contoh syair di artikel<a>Bahasa Indonesia kelas 7</a>berikut ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Teman-teman, mau tahu apa saja contoh-contoh syair? Yuk, lihat beberapa contoh syair di artikel<a>Bahasa Indonesia kelas 7</a>berikut ini!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p>Syair merupakan sejenis puisi lama yang berasal dari Persia. Perkembangan syair ini bersamaan ketika masuknya Islam ke Nusantara. Awalnya, syair mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Akan tetapi seiring perkembangannya zaman, syair dimodifikasi sehingga menjadi khas melayu dan menggunakan bahasa Melayu Kuno, Sansekerta, dan Arab.</p>
3
<p>Syair merupakan sejenis puisi lama yang berasal dari Persia. Perkembangan syair ini bersamaan ketika masuknya Islam ke Nusantara. Awalnya, syair mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Akan tetapi seiring perkembangannya zaman, syair dimodifikasi sehingga menjadi khas melayu dan menggunakan bahasa Melayu Kuno, Sansekerta, dan Arab.</p>
4
<p>Di artikel bahasa Indonesia sebelumnya, kamu sudah mengenal pengertian syair, sejarah, dan jenis-jenisnya, ya. Gimana<em>nih,</em>apakah kamu sudah bisa membuat syair? Atau perlu melihat contoh-contoh syair terlebih dahulu?<em>Eits..</em>sebelum kamu melihat contoh-contoh syair, kita bahas pengertian dan ciri-ciri syair terlebih dahulu ya!</p>
4
<p>Di artikel bahasa Indonesia sebelumnya, kamu sudah mengenal pengertian syair, sejarah, dan jenis-jenisnya, ya. Gimana<em>nih,</em>apakah kamu sudah bisa membuat syair? Atau perlu melihat contoh-contoh syair terlebih dahulu?<em>Eits..</em>sebelum kamu melihat contoh-contoh syair, kita bahas pengertian dan ciri-ciri syair terlebih dahulu ya!</p>
5
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Pengertian Syair, Sejarah, dan Jenis-Jenisnya</a></p>
5
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Pengertian Syair, Sejarah, dan Jenis-Jenisnya</a></p>
6
<h2>Pengertian Syair</h2>
6
<h2>Pengertian Syair</h2>
7
<p>Kata syair berasal dari bahasa Arab, yaitu<em>syu’ur</em>yang berarti perasaan. Kemudian, kata<em>syu’ur</em>berkembang menjadi kata<em>syi’ru</em>yang berarti puisi. Syair juga sering dikategorikan dalam puisi rakyat.</p>
7
<p>Kata syair berasal dari bahasa Arab, yaitu<em>syu’ur</em>yang berarti perasaan. Kemudian, kata<em>syu’ur</em>berkembang menjadi kata<em>syi’ru</em>yang berarti puisi. Syair juga sering dikategorikan dalam puisi rakyat.</p>
8
<p>Syair di Indonesia pertama kali muncul pada abad ke-14, dalam bentuk tulisan doa yang tertera di sebuah nisan raja yang terletak di Minye Tujoh, Aceh. Syair tersebut dipahat pada batu nisan dengan perhitungan tahun 781 Hijriah (1380 Masehi).</p>
8
<p>Syair di Indonesia pertama kali muncul pada abad ke-14, dalam bentuk tulisan doa yang tertera di sebuah nisan raja yang terletak di Minye Tujoh, Aceh. Syair tersebut dipahat pada batu nisan dengan perhitungan tahun 781 Hijriah (1380 Masehi).</p>
9
<p>Penasaran sama bunyi syairnya<em>nggak nih</em>? Berikut syair paling tua dalam sejarah kesusastraan Indonesia.</p>
9
<p>Penasaran sama bunyi syairnya<em>nggak nih</em>? Berikut syair paling tua dalam sejarah kesusastraan Indonesia.</p>
10
<p>Hijrat nabi mungstap yang prasida Tujuh ratus asta puluh sawarsa Haji catur dan dasa warsa sukra Raja iman warna rahmat-allah Gutra barubasa mpu hak kedah pase ma Taruk tasih tanah samuha Ilahi ya rabbi tuhan samuha Taruh dalam swarga tuhan</p>
10
<p>Hijrat nabi mungstap yang prasida Tujuh ratus asta puluh sawarsa Haji catur dan dasa warsa sukra Raja iman warna rahmat-allah Gutra barubasa mpu hak kedah pase ma Taruk tasih tanah samuha Ilahi ya rabbi tuhan samuha Taruh dalam swarga tuhan</p>
11
<p>Artinya:</p>
11
<p>Artinya:</p>
12
<p>Setelah hijrah Nabi, kekasih yang telah wafat Tujuh ratus delapan puluh satu tahun Bulan Zulhijah 14 hari, Jumat Ratu iman Werda (rahmat Allah bagi Baginda) Dari suku Barubasa (Gujarat), mempunyai hak atas Kedah dan Pasai Menaruk di laut dan darat semesta Ya Allah, ya Tuhan semesta Taruhlah Baginda dalam surga Tuhan</p>
12
<p>Setelah hijrah Nabi, kekasih yang telah wafat Tujuh ratus delapan puluh satu tahun Bulan Zulhijah 14 hari, Jumat Ratu iman Werda (rahmat Allah bagi Baginda) Dari suku Barubasa (Gujarat), mempunyai hak atas Kedah dan Pasai Menaruk di laut dan darat semesta Ya Allah, ya Tuhan semesta Taruhlah Baginda dalam surga Tuhan</p>
13
<p><em>Nah,</em>agar kamu dapat membedakan syair dengan jenis-jenis puisi lama lainnya, syair memiliki ciri dan karakteristiknya sendiri. Berikut adalah ciri-ciri syair yang bisa kamu ketahui:</p>
13
<p><em>Nah,</em>agar kamu dapat membedakan syair dengan jenis-jenis puisi lama lainnya, syair memiliki ciri dan karakteristiknya sendiri. Berikut adalah ciri-ciri syair yang bisa kamu ketahui:</p>
14
<ol><li>Setiap bait terdiri atas empat baris.</li>
14
<ol><li>Setiap bait terdiri atas empat baris.</li>
15
<li>Jumlah suku kata dalam setiap baris antara 8-14 suku kata.</li>
15
<li>Jumlah suku kata dalam setiap baris antara 8-14 suku kata.</li>
16
<li>Semua barisnya adalah isi.</li>
16
<li>Semua barisnya adalah isi.</li>
17
<li>Rima (persamaan bunyi atau persajakannya) adalah a-a-a-a.</li>
17
<li>Rima (persamaan bunyi atau persajakannya) adalah a-a-a-a.</li>
18
<li>Syair tidak mempunyai sampiran, layaknya pantun.</li>
18
<li>Syair tidak mempunyai sampiran, layaknya pantun.</li>
19
<li>Makna dari syair ditentukan oleh bait-bait selanjutnya.</li>
19
<li>Makna dari syair ditentukan oleh bait-bait selanjutnya.</li>
20
<li>Bahasa pada syair berbentuk kiasan.</li>
20
<li>Bahasa pada syair berbentuk kiasan.</li>
21
</ol><p>Setelah kamu mengetahui pengertian dan ciri-ciri syair, berikut ini disediakan beberapa contoh dalam berbagai macam tema. Mulai dari syair romantis, syair pendidikan, syair agama, syair nasihat, syair persahabatan, syair kiasan, syair sejarah, dan syair panji, yang bisa dijadikan referensi untuk menambah pengetahuanmu</p>
21
</ol><p>Setelah kamu mengetahui pengertian dan ciri-ciri syair, berikut ini disediakan beberapa contoh dalam berbagai macam tema. Mulai dari syair romantis, syair pendidikan, syair agama, syair nasihat, syair persahabatan, syair kiasan, syair sejarah, dan syair panji, yang bisa dijadikan referensi untuk menambah pengetahuanmu</p>
22
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Ciri-Ciri Syair</a></p>
22
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Ciri-Ciri Syair</a></p>
23
<h2>Contoh Syair Romantis</h2>
23
<h2>Contoh Syair Romantis</h2>
24
<p>1.</p>
24
<p>1.</p>
25
<p>Dengarlah kisah suatu riwayat Raja di desa negeri Kembayat Dikarang fakir dijadikan hikayat Dibuatkan syair serta berniat</p>
25
<p>Dengarlah kisah suatu riwayat Raja di desa negeri Kembayat Dikarang fakir dijadikan hikayat Dibuatkan syair serta berniat</p>
26
<p>Ada raja sebuah negeri Sultan Agus bijak bestari Asalnya baginda raja yang bahari Melimpahkan pada dagang biaperi</p>
26
<p>Ada raja sebuah negeri Sultan Agus bijak bestari Asalnya baginda raja yang bahari Melimpahkan pada dagang biaperi</p>
27
<p>Kabar orang empunya termasa Baginda itulah raya perkasa Tiada Ia merasai sengsara Entah kepada esok dan lusa</p>
27
<p>Kabar orang empunya termasa Baginda itulah raya perkasa Tiada Ia merasai sengsara Entah kepada esok dan lusa</p>
28
<p>2.</p>
28
<p>2.</p>
29
<p>Berhentilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah Baginda bersuka-sukaan</p>
29
<p>Berhentilah kisah raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah Baginda bersuka-sukaan</p>
30
<p>Abdul Muluk putera Baginda Besarlah sudah bangsa muda Cantik menjelis usulnya syahda Tiga belas tahun umurnya ada</p>
30
<p>Abdul Muluk putera Baginda Besarlah sudah bangsa muda Cantik menjelis usulnya syahda Tiga belas tahun umurnya ada</p>
31
<p>Parasnya elok amat sempurna Petah majelis bijak laksana Memberi hati bimbang gulana Kasih kepadanya mulia dan hina</p>
31
<p>Parasnya elok amat sempurna Petah majelis bijak laksana Memberi hati bimbang gulana Kasih kepadanya mulia dan hina</p>
32
<p>3.</p>
32
<p>3.</p>
33
<p>Dia telah menanam cinta Serta rasa mendalam hati dan jiwa Membuat gundah yang mengalaminya Gelisah dan akhirnya dirasa</p>
33
<p>Dia telah menanam cinta Serta rasa mendalam hati dan jiwa Membuat gundah yang mengalaminya Gelisah dan akhirnya dirasa</p>
34
<p>Dia juga telah mengukir nama Terlukis hebat di dalam jiwa Rindu jadi selalu membawa Hati terbakar gegara asmara</p>
34
<p>Dia juga telah mengukir nama Terlukis hebat di dalam jiwa Rindu jadi selalu membawa Hati terbakar gegara asmara</p>
35
<p>Tak perlulah kau menabur cinta Ini hanya akan membuat luka Jika akhirnya kita tak bersama Tak seperti janji kita saat kala</p>
35
<p>Tak perlulah kau menabur cinta Ini hanya akan membuat luka Jika akhirnya kita tak bersama Tak seperti janji kita saat kala</p>
36
<p>4.</p>
36
<p>4.</p>
37
<p>Cinta membuatku tertambat padamu Hati juga dipenuhi rasa rindu Rasa ingin terus bertemu Untuk menyejukkan netraku</p>
37
<p>Cinta membuatku tertambat padamu Hati juga dipenuhi rasa rindu Rasa ingin terus bertemu Untuk menyejukkan netraku</p>
38
<p>Mungkin begini harusnya cinta Jalan berliku berdamping cerita Pastilah terkenang sepanjang masa Mungkin kan abadi selamanya</p>
38
<p>Mungkin begini harusnya cinta Jalan berliku berdamping cerita Pastilah terkenang sepanjang masa Mungkin kan abadi selamanya</p>
39
<p>5.</p>
39
<p>5.</p>
40
<p>Kau demikian sempurna Bak cincin berhiaskan permata Tiada cacat tiada luka Memandangmu menyejukkan netra</p>
40
<p>Kau demikian sempurna Bak cincin berhiaskan permata Tiada cacat tiada luka Memandangmu menyejukkan netra</p>
41
<p>Tak ada daya pada diri yang biasa Merasa cinta pada sang bijaksana Cukuplah tahukan diri sahaja Yang tak layak bersanding dengannya</p>
41
<p>Tak ada daya pada diri yang biasa Merasa cinta pada sang bijaksana Cukuplah tahukan diri sahaja Yang tak layak bersanding dengannya</p>
42
<p>6.</p>
42
<p>6.</p>
43
<p>Dan mungkin kita ditakdirkan Bukan untuk saling memiliki Hanya sebagai kekasih Dan kenangan dalam hati</p>
43
<p>Dan mungkin kita ditakdirkan Bukan untuk saling memiliki Hanya sebagai kekasih Dan kenangan dalam hati</p>
44
<p>7.</p>
44
<p>7.</p>
45
<p>Jika kau jatuh cinta Cobalah berdoa pada yang kuasa Agar menyandingkan kau dengannya Pada bahtera rumah tangga</p>
45
<p>Jika kau jatuh cinta Cobalah berdoa pada yang kuasa Agar menyandingkan kau dengannya Pada bahtera rumah tangga</p>
46
<p>8.</p>
46
<p>8.</p>
47
<p>Apa cinta selalu begini Membahagiakan pemilik hati Membuat rindu pada diri Yang terpikir hanya doi</p>
47
<p>Apa cinta selalu begini Membahagiakan pemilik hati Membuat rindu pada diri Yang terpikir hanya doi</p>
48
<p>9.</p>
48
<p>9.</p>
49
<p>Dia juga telah mengukir nama Terlukis hebat di dalam jiwa Rindu jadi selalu membara Hati terbakar gegara asmara</p>
49
<p>Dia juga telah mengukir nama Terlukis hebat di dalam jiwa Rindu jadi selalu membara Hati terbakar gegara asmara</p>
50
<p>10.</p>
50
<p>10.</p>
51
<p>Wajahmu selalu tersketsa Dalam khayal menenangkan jiwa Memilikimu membuatku bahagia Semoga kita direstui oleh-Nya</p>
51
<p>Wajahmu selalu tersketsa Dalam khayal menenangkan jiwa Memilikimu membuatku bahagia Semoga kita direstui oleh-Nya</p>
52
<h2>Contoh Syair Pendidikan</h2>
52
<h2>Contoh Syair Pendidikan</h2>
53
<p>1.</p>
53
<p>1.</p>
54
<p>Ingatlah ini ananda Rajinlah belajar sepanjang masa Karena ilmu tiada habisnya Sampai kau tutup usia</p>
54
<p>Ingatlah ini ananda Rajinlah belajar sepanjang masa Karena ilmu tiada habisnya Sampai kau tutup usia</p>
55
<p>2.</p>
55
<p>2.</p>
56
<p>Ilmu adalah karunia-Nya Amalkan semampu yang kau bisa Agar tak sia-sia Segala pemberian-Nya</p>
56
<p>Ilmu adalah karunia-Nya Amalkan semampu yang kau bisa Agar tak sia-sia Segala pemberian-Nya</p>
57
<p>3.</p>
57
<p>3.</p>
58
<p>Pendidikan udah dibuat pilar, agar jadi bangsa nan besar, tapi masalahnya tak kelar-kelar, bak benang kusut berpusar-pusar.</p>
58
<p>Pendidikan udah dibuat pilar, agar jadi bangsa nan besar, tapi masalahnya tak kelar-kelar, bak benang kusut berpusar-pusar.</p>
59
<p>4.</p>
59
<p>4.</p>
60
<p>Dahulu kita bangsa yang hebat, guru dikirim ke negeri hang jebat, kini faktanya udah terjulat, anak negeriku kesana meloncat.</p>
60
<p>Dahulu kita bangsa yang hebat, guru dikirim ke negeri hang jebat, kini faktanya udah terjulat, anak negeriku kesana meloncat.</p>
61
<p>5.</p>
61
<p>5.</p>
62
<p>Guru saat ini kenakan dasi, duitnya banyak dari sertifikasi, bahkan ada bermercedes classi, penuh pula kantong berisi.</p>
62
<p>Guru saat ini kenakan dasi, duitnya banyak dari sertifikasi, bahkan ada bermercedes classi, penuh pula kantong berisi.</p>
63
<p>6.</p>
63
<p>6.</p>
64
<p>Dengarlah para anak muda Rajinlah belajar sepanjang masa Ilmu itu tak akan habis dieja Untuk bekal sepanjang usia</p>
64
<p>Dengarlah para anak muda Rajinlah belajar sepanjang masa Ilmu itu tak akan habis dieja Untuk bekal sepanjang usia</p>
65
<p>7.</p>
65
<p>7.</p>
66
<p>Ilmu akan membuatmu terjaga Dari suramnya waktu serta masa Cemerlang nantinya akan senantiasa Menyinarimu saat masa dewasa</p>
66
<p>Ilmu akan membuatmu terjaga Dari suramnya waktu serta masa Cemerlang nantinya akan senantiasa Menyinarimu saat masa dewasa</p>
67
<p>8.</p>
67
<p>8.</p>
68
<p>Dunia sekarang begitu maju Jadikan ilmu sebagai pegangan Sebagai benteng agar tidak tertipu Sehingga hidup penuh kebahagiaan</p>
68
<p>Dunia sekarang begitu maju Jadikan ilmu sebagai pegangan Sebagai benteng agar tidak tertipu Sehingga hidup penuh kebahagiaan</p>
69
<p>9.</p>
69
<p>9.</p>
70
<p>Kita saja yang masih kurang Belajar juga masih jarang Masih suka berbuat curang Akhirnya jadi terbelakang</p>
70
<p>Kita saja yang masih kurang Belajar juga masih jarang Masih suka berbuat curang Akhirnya jadi terbelakang</p>
71
<p>10.</p>
71
<p>10.</p>
72
<p>Ke sekolah luruskan niatmu Tekadkan hati mencari ilmu Tak ada rugi belajar tiap waktu Supaya baik masa depanmu</p>
72
<p>Ke sekolah luruskan niatmu Tekadkan hati mencari ilmu Tak ada rugi belajar tiap waktu Supaya baik masa depanmu</p>
73
<p>11.</p>
73
<p>11.</p>
74
<p>Kita saja yang masih kurang Belajar juga masih jarang Masih suka berbuat curang Jangan salahkan siapa-siapa kalau jadi terbelakang</p>
74
<p>Kita saja yang masih kurang Belajar juga masih jarang Masih suka berbuat curang Jangan salahkan siapa-siapa kalau jadi terbelakang</p>
75
<p>12.</p>
75
<p>12.</p>
76
<p>Sekolah adalah tempat bertemu Dengan segala jenis ilmu Menjadi lebih baik selalu Bertemu teman tidak jemu</p>
76
<p>Sekolah adalah tempat bertemu Dengan segala jenis ilmu Menjadi lebih baik selalu Bertemu teman tidak jemu</p>
77
<h2>Contoh Syair Agama</h2>
77
<h2>Contoh Syair Agama</h2>
78
<p>1.</p>
78
<p>1.</p>
79
<p>Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertaubat Supaya selamat di dunia akhirat</p>
79
<p>Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertaubat Supaya selamat di dunia akhirat</p>
80
<p>Jangan lalaikan perintah-Nya Kerjakan yang disuruh-Nya Bertaubatlah kepada-nya Dia pasti menerimanya</p>
80
<p>Jangan lalaikan perintah-Nya Kerjakan yang disuruh-Nya Bertaubatlah kepada-nya Dia pasti menerimanya</p>
81
<p>Ingatlah pada dosamu Ingatlah akan kelalaianmu Perbaiki hati dan dirimu Tuhan pasti kan menyayangimu</p>
81
<p>Ingatlah pada dosamu Ingatlah akan kelalaianmu Perbaiki hati dan dirimu Tuhan pasti kan menyayangimu</p>
82
<p>2.</p>
82
<p>2.</p>
83
<p>Inilah gerangan suatu madah, mengarangkan syair terlalu indah, membetuli jalan tempat berpindah, di sanalah i’tikat diperbetuli sudah.</p>
83
<p>Inilah gerangan suatu madah, mengarangkan syair terlalu indah, membetuli jalan tempat berpindah, di sanalah i’tikat diperbetuli sudah.</p>
84
<p>Wajah muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu.</p>
84
<p>Wajah muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu.</p>
85
<p>Hai muda arif-budiman, hasilkan kemudi dengan pedoman, alat perahumu jua kerjakan, itulah jalan membetuli insan.</p>
85
<p>Hai muda arif-budiman, hasilkan kemudi dengan pedoman, alat perahumu jua kerjakan, itulah jalan membetuli insan.</p>
86
<p>Perteguh jua alat perahumu, hasilkan bekal air dan kayu, dayung pengayuh taruh di situ, supaya laju perahumu itu.</p>
86
<p>Perteguh jua alat perahumu, hasilkan bekal air dan kayu, dayung pengayuh taruh di situ, supaya laju perahumu itu.</p>
87
<p>3.</p>
87
<p>3.</p>
88
<p>Janganlah engkau berbuat maksiat Janganlah engkau berbuat jahat Segeralah kau bertobat Agar selamat di dunia akhirat</p>
88
<p>Janganlah engkau berbuat maksiat Janganlah engkau berbuat jahat Segeralah kau bertobat Agar selamat di dunia akhirat</p>
89
<p>Janganlah engkau bertakabur Perbanyaklah engkau bertafakur Mendapat nikmat harus bersyukur Agar selamat dari siksa kubur</p>
89
<p>Janganlah engkau bertakabur Perbanyaklah engkau bertafakur Mendapat nikmat harus bersyukur Agar selamat dari siksa kubur</p>
90
<p>Dunia ini memang tua Sebaiknya jangan untuk huru hara Ibadahlah memohon ampun pada-Nya Sesungguhnya hanya Engkau yang sempurna</p>
90
<p>Dunia ini memang tua Sebaiknya jangan untuk huru hara Ibadahlah memohon ampun pada-Nya Sesungguhnya hanya Engkau yang sempurna</p>
91
<p>4.</p>
91
<p>4.</p>
92
<p>Bertobatlah setelah melakukan salah Karena kita hanyalah makhluk lemah Bantu kami dan tuntunlah Untuk meraih surga-Mu yang indah</p>
92
<p>Bertobatlah setelah melakukan salah Karena kita hanyalah makhluk lemah Bantu kami dan tuntunlah Untuk meraih surga-Mu yang indah</p>
93
<p>5.</p>
93
<p>5.</p>
94
<p>Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertobat Supaya kita selamat dunia akhirat</p>
94
<p>Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertobat Supaya kita selamat dunia akhirat</p>
95
<p>6.</p>
95
<p>6.</p>
96
<p>Jangan risau dengan cobaan Jangan bersedih karena kesulitan Berdoa saja pada Tuhan Insyaallah Dia kan kabulkan</p>
96
<p>Jangan risau dengan cobaan Jangan bersedih karena kesulitan Berdoa saja pada Tuhan Insyaallah Dia kan kabulkan</p>
97
<p>7.</p>
97
<p>7.</p>
98
<p>Ingatlah pada dosamu Ingatlah akan kelalaianmu Perbaiki hati dan dirimu Tuhan pasti kan menyayangimu</p>
98
<p>Ingatlah pada dosamu Ingatlah akan kelalaianmu Perbaiki hati dan dirimu Tuhan pasti kan menyayangimu</p>
99
<p>8.</p>
99
<p>8.</p>
100
<p>Jangan lalaikan perintah-Nya Kerjakan yang disuruh-Nya Bertaubatlah kepada-Nya Dia pasti menerimanya</p>
100
<p>Jangan lalaikan perintah-Nya Kerjakan yang disuruh-Nya Bertaubatlah kepada-Nya Dia pasti menerimanya</p>
101
<p>9.</p>
101
<p>9.</p>
102
<p>Kini ku ingin kembali KepadaMu wahai Rabbul Izzati Agar tentram selalu menaungi Untuk sisa hidupku ini</p>
102
<p>Kini ku ingin kembali KepadaMu wahai Rabbul Izzati Agar tentram selalu menaungi Untuk sisa hidupku ini</p>
103
<p>10.</p>
103
<p>10.</p>
104
<p>Jauh sudah aku melangkah Mengejar dunia dengan serakah Semakin ku kejar semakin jauh Pada jurang siksa hati berlabuh</p>
104
<p>Jauh sudah aku melangkah Mengejar dunia dengan serakah Semakin ku kejar semakin jauh Pada jurang siksa hati berlabuh</p>
105
<p><em>-</em></p>
105
<p><em>-</em></p>
106
<p><em>Kita break sebentar yuk! Gimana, seru nggak baca-baca contoh ulasan novel dan contoh-contoh ulasan film barusan? Nah, materi tentang ulasan ini, tentunya bakal lebih asik dipelajari lewat video animasi dari Ruangguru, loh! Soalnya, sudah ada fitur <strong><a>ADAPTO</a></strong> yang bisa menyesuaikan kemampuan belajar kamu. Coba cek sekarang, yuk! </em></p>
106
<p><em>Kita break sebentar yuk! Gimana, seru nggak baca-baca contoh ulasan novel dan contoh-contoh ulasan film barusan? Nah, materi tentang ulasan ini, tentunya bakal lebih asik dipelajari lewat video animasi dari Ruangguru, loh! Soalnya, sudah ada fitur <strong><a>ADAPTO</a></strong> yang bisa menyesuaikan kemampuan belajar kamu. Coba cek sekarang, yuk! </em></p>
107
<h2>Contoh Syair Nasihat</h2>
107
<h2>Contoh Syair Nasihat</h2>
108
<p>1.</p>
108
<p>1.</p>
109
<p>Rajin-rajinlah beribadat Janganlah lupa mengerjakan salat Dan perbanyaklah engkau berzakat Untuk bekal nanti di akhirat</p>
109
<p>Rajin-rajinlah beribadat Janganlah lupa mengerjakan salat Dan perbanyaklah engkau berzakat Untuk bekal nanti di akhirat</p>
110
<p>2.</p>
110
<p>2.</p>
111
<p>Yang kaya harusnya keluarkan sedekah Pandang orang yang posisinya di bawah Jangan arahkan kepala menengadah Agar diri tak tergoda untuk bermewah</p>
111
<p>Yang kaya harusnya keluarkan sedekah Pandang orang yang posisinya di bawah Jangan arahkan kepala menengadah Agar diri tak tergoda untuk bermewah</p>
112
<p>3.</p>
112
<p>3.</p>
113
<p>Rintik hujan jatuh ke bumi Mengairi ibu pertiwi Bagai kidung dikala sepi Sungguh indah saling memberi</p>
113
<p>Rintik hujan jatuh ke bumi Mengairi ibu pertiwi Bagai kidung dikala sepi Sungguh indah saling memberi</p>
114
<p>4.</p>
114
<p>4.</p>
115
<p>Jangan kau menimbun harta Karenanya akan membuatmu lupa Akan kehidupan setelahnya Yang abadi selamanya</p>
115
<p>Jangan kau menimbun harta Karenanya akan membuatmu lupa Akan kehidupan setelahnya Yang abadi selamanya</p>
116
<p>5.</p>
116
<p>5.</p>
117
<p>Orang kaya jangan suka menghina Karena kaya miskin sama saja Tiada manusia yang hina Karena hidup itu layaknya roda</p>
117
<p>Orang kaya jangan suka menghina Karena kaya miskin sama saja Tiada manusia yang hina Karena hidup itu layaknya roda</p>
118
<p>6.</p>
118
<p>6.</p>
119
<p>Jika diri terus ikuti syahwat Hidup bisa jadi lebih berat Jiwa bisa jadi tak terawat Hati juga bisa rusak berkarat</p>
119
<p>Jika diri terus ikuti syahwat Hidup bisa jadi lebih berat Jiwa bisa jadi tak terawat Hati juga bisa rusak berkarat</p>
120
<p>7.</p>
120
<p>7.</p>
121
<p>Kaki yang terus melangkah Hati yang selalu berserah Takkan ada keluh kesah Takkan pula ada resah</p>
121
<p>Kaki yang terus melangkah Hati yang selalu berserah Takkan ada keluh kesah Takkan pula ada resah</p>
122
<p>8.</p>
122
<p>8.</p>
123
<p>Hati yang terus bermunajat Memandang siapa tinggi derajat Tiada angkuh walau moderat Berkedudukan kelak di akhirat</p>
123
<p>Hati yang terus bermunajat Memandang siapa tinggi derajat Tiada angkuh walau moderat Berkedudukan kelak di akhirat</p>
124
<p>9.</p>
124
<p>9.</p>
125
<p>Yang kaya harusnya keluarkan sedekah Pandang orang yang posisinya di bawah Jangan arahkan kepala menengadah Agar diri tak tergoda untuk bermewah</p>
125
<p>Yang kaya harusnya keluarkan sedekah Pandang orang yang posisinya di bawah Jangan arahkan kepala menengadah Agar diri tak tergoda untuk bermewah</p>
126
<p>10.</p>
126
<p>10.</p>
127
<p>Walau kamu sudah besar Jangan bertutur kata dengan kasar Jadilah pribadi yang sabar Agar tetangga tak jadi gusar</p>
127
<p>Walau kamu sudah besar Jangan bertutur kata dengan kasar Jadilah pribadi yang sabar Agar tetangga tak jadi gusar</p>
128
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam, & Syair, Lengkap!</a></strong></p>
128
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam, & Syair, Lengkap!</a></strong></p>
129
<h2>Contoh Syair Persahabatan</h2>
129
<h2>Contoh Syair Persahabatan</h2>
130
<p>1.</p>
130
<p>1.</p>
131
<p>Teringat saat pertama berjabat Kau sapa aku dengan hangat Hingga menjadi teman erat Berpisah pun terasa berat</p>
131
<p>Teringat saat pertama berjabat Kau sapa aku dengan hangat Hingga menjadi teman erat Berpisah pun terasa berat</p>
132
<p>2.</p>
132
<p>2.</p>
133
<p>Selalu hadi dalam hati suka Tetap setia ketika datang duka Bahkan kau tak pernah murka Meski ku pernah membuatmu luka</p>
133
<p>Selalu hadi dalam hati suka Tetap setia ketika datang duka Bahkan kau tak pernah murka Meski ku pernah membuatmu luka</p>
134
<p>3.</p>
134
<p>3.</p>
135
<p>Hai sahabat ayo diingat Kita bersua hanya tuk sesaat Tapi kau akan tetap ku ingat Dalam hati dengan amat sangat</p>
135
<p>Hai sahabat ayo diingat Kita bersua hanya tuk sesaat Tapi kau akan tetap ku ingat Dalam hati dengan amat sangat</p>
136
<p>4.</p>
136
<p>4.</p>
137
<p>Sahabat sejati itu abadi Tak perlu lagi aku cari Andai kita tak bersua lagi Alangkah hancurnya hati ini</p>
137
<p>Sahabat sejati itu abadi Tak perlu lagi aku cari Andai kita tak bersua lagi Alangkah hancurnya hati ini</p>
138
<p>5.</p>
138
<p>5.</p>
139
<p>Tak hanya suka mari berbagi duri Aku siap ada di sisi Tak perlu ragu lagi untuk datangi Mari bersama bahagiakan hati</p>
139
<p>Tak hanya suka mari berbagi duri Aku siap ada di sisi Tak perlu ragu lagi untuk datangi Mari bersama bahagiakan hati</p>
140
<p>6.</p>
140
<p>6.</p>
141
<p>Hai sahabat yang tak lagi terlihat Apa kabarmu saat di akhirat? Kuingat jelas ketika kau sekarat Betapa perih hati yang tersayat</p>
141
<p>Hai sahabat yang tak lagi terlihat Apa kabarmu saat di akhirat? Kuingat jelas ketika kau sekarat Betapa perih hati yang tersayat</p>
142
<p>Untuk lisan yang selalu berucap tenang Buat gundah menjadi berpindah senang Aku tak tahu malam akan begitu lengang Mengharapkanmu setiap malam datang</p>
142
<p>Untuk lisan yang selalu berucap tenang Buat gundah menjadi berpindah senang Aku tak tahu malam akan begitu lengang Mengharapkanmu setiap malam datang</p>
143
<p>Untuk setiap kasih yang sulit terbalas Berapa milyar kata kau jadikan atlas? Agar bisa aku berjalan tanpa tersesat Namun kini aku rasa telah terlalu bebas</p>
143
<p>Untuk setiap kasih yang sulit terbalas Berapa milyar kata kau jadikan atlas? Agar bisa aku berjalan tanpa tersesat Namun kini aku rasa telah terlalu bebas</p>
144
<p>Hai sahabat yang sedang melihatku Sampai nanti kita bertemu Harap engkau masih sama menyambutku Betapa hidup hampa tanpa hadirmu</p>
144
<p>Hai sahabat yang sedang melihatku Sampai nanti kita bertemu Harap engkau masih sama menyambutku Betapa hidup hampa tanpa hadirmu</p>
145
<p>7.</p>
145
<p>7.</p>
146
<p>Katanya sahabat yang datang berjabat Namun jauh pun tetaplah sahabat Sebab hadirnya tak perlu bertatap Cukup suaranya yang selalu kudekap erat</p>
146
<p>Katanya sahabat yang datang berjabat Namun jauh pun tetaplah sahabat Sebab hadirnya tak perlu bertatap Cukup suaranya yang selalu kudekap erat</p>
147
<p>Sahabat sejati terbawa sampai mati Di mana pun aku selalu sahabat di hati Hilang hari satu-satu selalu berganti Namun yang terbaik memang selalu di hati</p>
147
<p>Sahabat sejati terbawa sampai mati Di mana pun aku selalu sahabat di hati Hilang hari satu-satu selalu berganti Namun yang terbaik memang selalu di hati</p>
148
<p>Sahabat baik tak kenal arti berkhianat Apalagi menjelma menjadi laknat Bahkan bara api berani ia lumat Demi bersihkan nama sang sahabat</p>
148
<p>Sahabat baik tak kenal arti berkhianat Apalagi menjelma menjadi laknat Bahkan bara api berani ia lumat Demi bersihkan nama sang sahabat</p>
149
<p>Bila hidup tanpa sahabat sejati Entah bagaimana saat mati nanti Tak terbayang betapa sepinya peti Tiada yang berucap, oh sahabat sejati</p>
149
<p>Bila hidup tanpa sahabat sejati Entah bagaimana saat mati nanti Tak terbayang betapa sepinya peti Tiada yang berucap, oh sahabat sejati</p>
150
<p>Katanya menikahi sahabat adalah surgawi Namun aku tidak ingin bertengkar hilang kendali Maka aku jadikan engkau sebagai sahabat sejati Yang tidak mendua dan tidak mengkhianati</p>
150
<p>Katanya menikahi sahabat adalah surgawi Namun aku tidak ingin bertengkar hilang kendali Maka aku jadikan engkau sebagai sahabat sejati Yang tidak mendua dan tidak mengkhianati</p>
151
<p>8.</p>
151
<p>8.</p>
152
<p>Sahabat selalu dihati Engkau selalu membuatku ceria Disaat hari-hariku sunyi Engkau selalu ada dan membuatku bahagia</p>
152
<p>Sahabat selalu dihati Engkau selalu membuatku ceria Disaat hari-hariku sunyi Engkau selalu ada dan membuatku bahagia</p>
153
<p>Hanya sahabat yang selalu ada Di saat aku susah juga senang Engkau selalu memberiku semangat Keindahan hari bersamamu akan ku kenang</p>
153
<p>Hanya sahabat yang selalu ada Di saat aku susah juga senang Engkau selalu memberiku semangat Keindahan hari bersamamu akan ku kenang</p>
154
<p>Saat ku ingat masa lalu Ku sedih ku berduka Karena sahabatku tak lagi disisiku Dan tak lagi membuatku bahagia</p>
154
<p>Saat ku ingat masa lalu Ku sedih ku berduka Karena sahabatku tak lagi disisiku Dan tak lagi membuatku bahagia</p>
155
<p>Sahabat Mengapa meninggalkan meninggalkanku Di saat dirimu pergi hidupku hampa Aku rindu di saat kau slalu di dekat ku Kini tiada lagi yang membuatku tertawa</p>
155
<p>Sahabat Mengapa meninggalkan meninggalkanku Di saat dirimu pergi hidupku hampa Aku rindu di saat kau slalu di dekat ku Kini tiada lagi yang membuatku tertawa</p>
156
<p>9.</p>
156
<p>9.</p>
157
<p>Setiap orang terlahir dengan sahabat Jiwa raga adalah kawan terhebat Batin dan pikiran tak kalah harus dirawat Semua mesti dilakukan secara tepat</p>
157
<p>Setiap orang terlahir dengan sahabat Jiwa raga adalah kawan terhebat Batin dan pikiran tak kalah harus dirawat Semua mesti dilakukan secara tepat</p>
158
<p>Bukan begitu arti sahabat? Selalu hadir dalam segala nurbuat? Atau ada untuk merawat segala sedih yang pernah terbuat</p>
158
<p>Bukan begitu arti sahabat? Selalu hadir dalam segala nurbuat? Atau ada untuk merawat segala sedih yang pernah terbuat</p>
159
<p>Saat dunia begitu seram Dan hati selalu menjadi geram Ada sahabat selalu menggenggam Sampai malam tak lagi kelam</p>
159
<p>Saat dunia begitu seram Dan hati selalu menjadi geram Ada sahabat selalu menggenggam Sampai malam tak lagi kelam</p>
160
<p>Sahabat sejati menuntun aku pulang Kepada Tuhan agar tak salah jalan Kemana malam ini kau sedang? aku butuhkan pelukan untuk kugenggam</p>
160
<p>Sahabat sejati menuntun aku pulang Kepada Tuhan agar tak salah jalan Kemana malam ini kau sedang? aku butuhkan pelukan untuk kugenggam</p>
161
<p>Hai Dermawan dengan hati lapang Saat susah kau selalu buatku senang Sahabat setia akan terkenang Sampai malam menjadi tenang</p>
161
<p>Hai Dermawan dengan hati lapang Saat susah kau selalu buatku senang Sahabat setia akan terkenang Sampai malam menjadi tenang</p>
162
<p>10.</p>
162
<p>10.</p>
163
<p>Teringat saat pertama berjabat Kau sapa aku dengan hangat Hingga menjadi teman erat Berpisah pun terasa berat</p>
163
<p>Teringat saat pertama berjabat Kau sapa aku dengan hangat Hingga menjadi teman erat Berpisah pun terasa berat</p>
164
<p>Selalu hadi dalam hati suka Tetap setia ketika datang duka Bahkan kau tak pernah murka Meski ku pernah membuatmu luka</p>
164
<p>Selalu hadi dalam hati suka Tetap setia ketika datang duka Bahkan kau tak pernah murka Meski ku pernah membuatmu luka</p>
165
<p>Hai sahabat ayo diingat Kita bersua hanya tuk sesaat Tapi kau akan tetap ku ingat Dalam hati dengan amat sangat</p>
165
<p>Hai sahabat ayo diingat Kita bersua hanya tuk sesaat Tapi kau akan tetap ku ingat Dalam hati dengan amat sangat</p>
166
<p>Sahabat sejati itu abadi Tak perlu lagi aku cari Andai kita tak bersua lagi Alangkah hancurnya hati ini</p>
166
<p>Sahabat sejati itu abadi Tak perlu lagi aku cari Andai kita tak bersua lagi Alangkah hancurnya hati ini</p>
167
<p>Tak hanya suka mari berbagi duri Aku siap ada di sisi Tak perlu ragu lagi untuk datangi Mari bersama bahagiakan hati</p>
167
<p>Tak hanya suka mari berbagi duri Aku siap ada di sisi Tak perlu ragu lagi untuk datangi Mari bersama bahagiakan hati</p>
168
<p>Sahabatku yang sedang jauh Hati tetap dekat raga jauh Tak mampu berlayar angkat sauh Untukmu sahabat rinduku penuh</p>
168
<p>Sahabatku yang sedang jauh Hati tetap dekat raga jauh Tak mampu berlayar angkat sauh Untukmu sahabat rinduku penuh</p>
169
<p>Suatu saat kita pasti bertemu Untuk saling melepas rindu Bercerita tentang masa lalu Tentang tawa dan tangi bersamamu</p>
169
<p>Suatu saat kita pasti bertemu Untuk saling melepas rindu Bercerita tentang masa lalu Tentang tawa dan tangi bersamamu</p>
170
<p>Masih mencuat manis angan dan kericuhan masa itu Di mana kita berkeluh kesah, bercanda gurau berteman Tatkala khayal berselimut rindu ini bersenyap datang Masihkah mungkin bersua riang menapak jalanku</p>
170
<p>Masih mencuat manis angan dan kericuhan masa itu Di mana kita berkeluh kesah, bercanda gurau berteman Tatkala khayal berselimut rindu ini bersenyap datang Masihkah mungkin bersua riang menapak jalanku</p>
171
<p>Perpisahan adalah akhir kita Namun bukankah kita bisa bersua Takkan habis termakan usia Pertemanan kita yang bersahaja</p>
171
<p>Perpisahan adalah akhir kita Namun bukankah kita bisa bersua Takkan habis termakan usia Pertemanan kita yang bersahaja</p>
172
<p>Ingatlah saat tangan kita berjabat Kau menyapaku dengan hangat Jadikan aku teman terdekat Berpisah denganmu alangkah berat</p>
172
<p>Ingatlah saat tangan kita berjabat Kau menyapaku dengan hangat Jadikan aku teman terdekat Berpisah denganmu alangkah berat</p>
173
<h2>Contoh Syair Kiasan</h2>
173
<h2>Contoh Syair Kiasan</h2>
174
<p>1.</p>
174
<p>1.</p>
175
<p>Syair Burung Pungguk Dengarlah Tuan mula rencana Disuratkan oleh dagang yang hina Karangan janggal banyak tak kena Daripada paham belum sempurna</p>
175
<p>Syair Burung Pungguk Dengarlah Tuan mula rencana Disuratkan oleh dagang yang hina Karangan janggal banyak tak kena Daripada paham belum sempurna</p>
176
<p>Daripada hari sangatlah morong Dikarang syair seekor burung Sakitnya kasih sudah terdorong Gila merawan segenap lorong</p>
176
<p>Daripada hari sangatlah morong Dikarang syair seekor burung Sakitnya kasih sudah terdorong Gila merawan segenap lorong</p>
177
<p>Pertama mula pungguk merindu Berbunyilah guruh mendayu-dayu Hatinya rawan bercampur pilu Seperti dirilis dengan sembilu</p>
177
<p>Pertama mula pungguk merindu Berbunyilah guruh mendayu-dayu Hatinya rawan bercampur pilu Seperti dirilis dengan sembilu</p>
178
<p>Pungguk bermadah seraya merawan Wahai bulan, terbitlah Tuan Gundahmu tidak berketahuan Keluarlah bulan tercelalah awan</p>
178
<p>Pungguk bermadah seraya merawan Wahai bulan, terbitlah Tuan Gundahmu tidak berketahuan Keluarlah bulan tercelalah awan</p>
179
<p>2.</p>
179
<p>2.</p>
180
<p>Apakah aku hanya bunga pinggiran Yang selalu dianggap tak berkesan Tak seindah melati lambang kesucian Hanya rakyat kecil penuh kehinaan</p>
180
<p>Apakah aku hanya bunga pinggiran Yang selalu dianggap tak berkesan Tak seindah melati lambang kesucian Hanya rakyat kecil penuh kehinaan</p>
181
<p>Aku pula bukan mawar istimewa Yang dikawal duri kemana-mana Cukuplah makan puaskan dahaga Bergaul indah dengan tunawisma</p>
181
<p>Aku pula bukan mawar istimewa Yang dikawal duri kemana-mana Cukuplah makan puaskan dahaga Bergaul indah dengan tunawisma</p>
182
<p>Tak pantas rasanya kumbang nyatakan cinta Pada bunga yang telah mekar sempurna Tapi bagaimana pula hendak dikata Saat rasa suka menjalar di dada</p>
182
<p>Tak pantas rasanya kumbang nyatakan cinta Pada bunga yang telah mekar sempurna Tapi bagaimana pula hendak dikata Saat rasa suka menjalar di dada</p>
183
<p>3.</p>
183
<p>3.</p>
184
<p>Bismillah itu permulaan kalam Dengan nama Allah khalik Al-Alam Melimpahkan rahmat siang dan malam kepada segala mukmin dan islam</p>
184
<p>Bismillah itu permulaan kalam Dengan nama Allah khalik Al-Alam Melimpahkan rahmat siang dan malam kepada segala mukmin dan islam</p>
185
<p>mula dikarang ikan terubuk lalai memandang ikan di lubuk hati dan jantung bagai serbuk laksana kayu dimakan bubuk</p>
185
<p>mula dikarang ikan terubuk lalai memandang ikan di lubuk hati dan jantung bagai serbuk laksana kayu dimakan bubuk</p>
186
<p>asal terubuk ikan puaka tempatnya konon di laut melaka siang dan malam berhati duka sedikit tidak menaruh suka</p>
186
<p>asal terubuk ikan puaka tempatnya konon di laut melaka siang dan malam berhati duka sedikit tidak menaruh suka</p>
187
<p>4.</p>
187
<p>4.</p>
188
<p>Aku bukanlah yang diinginkan Aku hanya bunga biasa Tak seindah mawar Yang merah merona Dan selalu dipuja-puja</p>
188
<p>Aku bukanlah yang diinginkan Aku hanya bunga biasa Tak seindah mawar Yang merah merona Dan selalu dipuja-puja</p>
189
<p>Aku hanya bunga pinggiran Tak sesuci melati Yang putih nan bersih Dan selalu dibanggakan</p>
189
<p>Aku hanya bunga pinggiran Tak sesuci melati Yang putih nan bersih Dan selalu dibanggakan</p>
190
<p>Aku hanya bunga biasa Kumbang pun enggan denganku Burung pun enggan denganku Lebah pun serasa tak tahu aku ada</p>
190
<p>Aku hanya bunga biasa Kumbang pun enggan denganku Burung pun enggan denganku Lebah pun serasa tak tahu aku ada</p>
191
<p>Aku memang tak punya intan Emas tak pernah ku genggam Berlian tak pernah hiasiku Hanya rasa ini di dalam hati</p>
191
<p>Aku memang tak punya intan Emas tak pernah ku genggam Berlian tak pernah hiasiku Hanya rasa ini di dalam hati</p>
192
<p>Cinta ku tak bisa ku larang Rasaku tak bisa kutolak Anugerah ini akan selalu ada Meski hanya sebelah saja</p>
192
<p>Cinta ku tak bisa ku larang Rasaku tak bisa kutolak Anugerah ini akan selalu ada Meski hanya sebelah saja</p>
193
<p>Kau insan yang sempurna Tiada cacat tiada luka Semua sungguh sempurna Tak pernah luput pandanganku untukmu</p>
193
<p>Kau insan yang sempurna Tiada cacat tiada luka Semua sungguh sempurna Tak pernah luput pandanganku untukmu</p>
194
<p>Cinta ini bukan tuk dinyatakan Tiada daya kekuatan keberanian Upaya pun sungguh tak terasa pantas Karena ku hanya pungguk rindukan bulan</p>
194
<p>Cinta ini bukan tuk dinyatakan Tiada daya kekuatan keberanian Upaya pun sungguh tak terasa pantas Karena ku hanya pungguk rindukan bulan</p>
195
<p>5.</p>
195
<p>5.</p>
196
<p>Tak seputih melati cintamu bersemi Sekalipun setiap pagi aku menyirami Terlampau jauh kuselami Ternyata engkau tak jua mengerti</p>
196
<p>Tak seputih melati cintamu bersemi Sekalipun setiap pagi aku menyirami Terlampau jauh kuselami Ternyata engkau tak jua mengerti</p>
197
<p>6.</p>
197
<p>6.</p>
198
<p>Gugur bungaku di hutan tandus Bahkan aromanya tak bisa kuendus Saat layu dan berubah menjadi kaktus Apa arti hidup jika terus-menerus ketus?</p>
198
<p>Gugur bungaku di hutan tandus Bahkan aromanya tak bisa kuendus Saat layu dan berubah menjadi kaktus Apa arti hidup jika terus-menerus ketus?</p>
199
<p>7.</p>
199
<p>7.</p>
200
<p>Kau berjanji menjadikanku dahlia Senyum setiap hari dan bahagia Kita bersepakat di tanah yogya Untuk sampai mati selalu setia</p>
200
<p>Kau berjanji menjadikanku dahlia Senyum setiap hari dan bahagia Kita bersepakat di tanah yogya Untuk sampai mati selalu setia</p>
201
<p>8.</p>
201
<p>8.</p>
202
<p>Kuberitahukan engkau wahai tuan putri yang kau tangisi adalah kedelai bergigi Sementara engkau adalah mawar berduri Jelita parasmu, maka biarkan aku mencintai</p>
202
<p>Kuberitahukan engkau wahai tuan putri yang kau tangisi adalah kedelai bergigi Sementara engkau adalah mawar berduri Jelita parasmu, maka biarkan aku mencintai</p>
203
<p>9.</p>
203
<p>9.</p>
204
<p>Orang bilang mawar paling manis Namun bagiku tetap edelweiss Orang berusaha dengan puitis Namun aku tak berusaha romantis Cukup bukti bukan janji manis</p>
204
<p>Orang bilang mawar paling manis Namun bagiku tetap edelweiss Orang berusaha dengan puitis Namun aku tak berusaha romantis Cukup bukti bukan janji manis</p>
205
<p>10.</p>
205
<p>10.</p>
206
<p>Kepada tuan pemilik negeri Yang kelilingi mawar dengan duri Terkadang engkau hadir seperti peri Namun terkadang sulit yang diberi</p>
206
<p>Kepada tuan pemilik negeri Yang kelilingi mawar dengan duri Terkadang engkau hadir seperti peri Namun terkadang sulit yang diberi</p>
207
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Pantun Jenaka, Nasehat, dan Jenis Lainnya</a></p>
207
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Pantun Jenaka, Nasehat, dan Jenis Lainnya</a></p>
208
<p>Contoh Syair Sejarah</p>
208
<p>Contoh Syair Sejarah</p>
209
<p>1. Contoh Syair Sejarah “Saksi Kalimantan Selatan”</p>
209
<p>1. Contoh Syair Sejarah “Saksi Kalimantan Selatan”</p>
210
<p>Bermula kalam kami tuliskan Segenap pikiran dicurahkan Untuk menyusun syair kesejahteraan Merangkai kejadian secara berurutan</p>
210
<p>Bermula kalam kami tuliskan Segenap pikiran dicurahkan Untuk menyusun syair kesejahteraan Merangkai kejadian secara berurutan</p>
211
<p>Adapun nama syair yang dituliskan Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan Sebagai bahan pengetahuan Untuk saudara, kawan sekalian</p>
211
<p>Adapun nama syair yang dituliskan Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan Sebagai bahan pengetahuan Untuk saudara, kawan sekalian</p>
212
<p>Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan Tidak berupa benda bertuliskan Namun berkas kerjaan dapat dibuktikan Menurut penelitian para sejarawan</p>
212
<p>Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan Tidak berupa benda bertuliskan Namun berkas kerjaan dapat dibuktikan Menurut penelitian para sejarawan</p>
213
<p>Bekas kerjaan yang dapat disebutkan Seperti Candi Agung bukti peninggalan Letaknya di Amuntai sudah dipastikan Pemugarnya pun sudah dilakukan</p>
213
<p>Bekas kerjaan yang dapat disebutkan Seperti Candi Agung bukti peninggalan Letaknya di Amuntai sudah dipastikan Pemugarnya pun sudah dilakukan</p>
214
<p>2. Contoh Syair Sejarah “Hikayat Puteri Johar Manikam”</p>
214
<p>2. Contoh Syair Sejarah “Hikayat Puteri Johar Manikam”</p>
215
<p>Harganya murah ayuhai akhwan tawar menawar boleh ketahuan tiadalah tinggi wajah bangsawan dengan yang patut Tuan tawarkan</p>
215
<p>Harganya murah ayuhai akhwan tawar menawar boleh ketahuan tiadalah tinggi wajah bangsawan dengan yang patut Tuan tawarkan</p>
216
<p>Adat berniaga demikian itulah tawar menawar bukannya salah dengan yang patut Tuan khabarlah dapat ta’dapat dicobakanlah</p>
216
<p>Adat berniaga demikian itulah tawar menawar bukannya salah dengan yang patut Tuan khabarlah dapat ta’dapat dicobakanlah</p>
217
<p>3. Contoh Syair Sejarah “Perang Mengkasar”</p>
217
<p>3. Contoh Syair Sejarah “Perang Mengkasar”</p>
218
<p>Bermula kalam kami tuliskan Segenap pikiran dicurahkan Untuk menyusun syair kesejarahan Merangkai kejadian secara berurutan</p>
218
<p>Bermula kalam kami tuliskan Segenap pikiran dicurahkan Untuk menyusun syair kesejarahan Merangkai kejadian secara berurutan</p>
219
<p>Adapun nama syair yang dituliskan Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan Sebagai bahan pengetahuan</p>
219
<p>Adapun nama syair yang dituliskan Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan Sebagai bahan pengetahuan</p>
220
<p>Untuk Saudara, Kawan sekalian Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan Tidak berupa benda bertuliskan Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan</p>
220
<p>Untuk Saudara, Kawan sekalian Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan Tidak berupa benda bertuliskan Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan</p>
221
<p>Menurut penelitian para sejarawan Bekas kerajaan yang dapat disebutkan Seperti Candi Agung bukti peninggalan Letaknya di Amuntai sudah dipastikan Pemugarannya pun sudah dilakukan</p>
221
<p>Menurut penelitian para sejarawan Bekas kerajaan yang dapat disebutkan Seperti Candi Agung bukti peninggalan Letaknya di Amuntai sudah dipastikan Pemugarannya pun sudah dilakukan</p>
222
<h2>Contoh Syair Panji</h2>
222
<h2>Contoh Syair Panji</h2>
223
<p>1. Contoh Syair Panji “Ken Tambuhan”</p>
223
<p>1. Contoh Syair Panji “Ken Tambuhan”</p>
224
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
224
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
225
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah berserai apalah tuan</p>
225
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah berserai apalah tuan</p>
226
<p>Tuan laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuan memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
226
<p>Tuan laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuan memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
227
<p>Jika tuan menjadi kayu rampak Kakanda menjadi seekor merak Tiadalah mau kakanda berjarak Seketika pun tiada dapat bergerak</p>
227
<p>Jika tuan menjadi kayu rampak Kakanda menjadi seekor merak Tiadalah mau kakanda berjarak Seketika pun tiada dapat bergerak</p>
228
<p>2. Contoh Syair Panji “Roro Jonggrang”</p>
228
<p>2. Contoh Syair Panji “Roro Jonggrang”</p>
229
<p>Terkisah cinta dua insan di Candi Prambanan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang Tepatnya, cinta bertepuk sebelah tangan</p>
229
<p>Terkisah cinta dua insan di Candi Prambanan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang Tepatnya, cinta bertepuk sebelah tangan</p>
230
<p>Lihat, betapa megahnya prambanan Tak tahukah kamu di sana Jonggrang bertahta Tepat menjadi candi ke seratus pada singgasana Sebab membodohi Bondowoso yang berjuang</p>
230
<p>Lihat, betapa megahnya prambanan Tak tahukah kamu di sana Jonggrang bertahta Tepat menjadi candi ke seratus pada singgasana Sebab membodohi Bondowoso yang berjuang</p>
231
<p>Roro Jonggrang tak mau, Bondowoso kepalang cinta hingga sanggupi permintaan Mula tak mengira akan disanggupkan ternyata akhirnya Jonggrang bermain curang</p>
231
<p>Roro Jonggrang tak mau, Bondowoso kepalang cinta hingga sanggupi permintaan Mula tak mengira akan disanggupkan ternyata akhirnya Jonggrang bermain curang</p>
232
<p>Lihat, betapa indah prambanan Apa kabar Roro Jonggrang? Apakah ia larut dalam tangisan? atau tersenyum karena kemenangan?</p>
232
<p>Lihat, betapa indah prambanan Apa kabar Roro Jonggrang? Apakah ia larut dalam tangisan? atau tersenyum karena kemenangan?</p>
233
<p>3. Contoh Syair Panji “Dayang Sumbi”</p>
233
<p>3. Contoh Syair Panji “Dayang Sumbi”</p>
234
<p>Tahukah engkau kisah rumit ini? Si Tumang, Sangkuriang, Dayang Sumbi? Bagaimana bisa Dayang Sumbi Si cantik jelita dengan Si Tumang ia bersuami?</p>
234
<p>Tahukah engkau kisah rumit ini? Si Tumang, Sangkuriang, Dayang Sumbi? Bagaimana bisa Dayang Sumbi Si cantik jelita dengan Si Tumang ia bersuami?</p>
235
<p>Tatkala orang melihat Tumang seekor anjing Sumbi justru menjadikannya pendamping Titisan dewa yang turun ke bumi menjadi asing Hingga mati di tangan Sangkuriang</p>
235
<p>Tatkala orang melihat Tumang seekor anjing Sumbi justru menjadikannya pendamping Titisan dewa yang turun ke bumi menjadi asing Hingga mati di tangan Sangkuriang</p>
236
<p>Sangkuriang berburu ditemani Si Tumang Tak dapat mangsa, nyawa Tumang diregang Sumbi marah bukan kepalang Sangkuriang diusir tak pernah lagi pulang</p>
236
<p>Sangkuriang berburu ditemani Si Tumang Tak dapat mangsa, nyawa Tumang diregang Sumbi marah bukan kepalang Sangkuriang diusir tak pernah lagi pulang</p>
237
<p>Sangkuriang tumbuh dewasa berwibawa Sumbi tak menua, tetap muda jelita Sangkuriang lupa wajah sang ibunda Saat bertemu malah ia jatuh cinta</p>
237
<p>Sangkuriang tumbuh dewasa berwibawa Sumbi tak menua, tetap muda jelita Sangkuriang lupa wajah sang ibunda Saat bertemu malah ia jatuh cinta</p>
238
<p>Tentu tak bisa dipersatukan atas cinta Dayang sumbi bersiasat gagalkan rencana Perahu dibuat lalu ditendang sejauh mata Lahirlah tangkuban perahu dan legendanya</p>
238
<p>Tentu tak bisa dipersatukan atas cinta Dayang sumbi bersiasat gagalkan rencana Perahu dibuat lalu ditendang sejauh mata Lahirlah tangkuban perahu dan legendanya</p>
239
<p>4.</p>
239
<p>4.</p>
240
<p>Berhentilah kisah Raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamit padaku sultan Duduklah baginda bersuka-sukaan</p>
240
<p>Berhentilah kisah Raja Hindustan Tersebutlah pula suatu perkataan Abdul Hamit padaku sultan Duduklah baginda bersuka-sukaan</p>
241
<p>5.</p>
241
<p>5.</p>
242
<p>Abdul Muluk putra baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik majelis usulnya syahdam Tiga belas tahun umurnya ada</p>
242
<p>Abdul Muluk putra baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik majelis usulnya syahdam Tiga belas tahun umurnya ada</p>
243
<p>6.</p>
243
<p>6.</p>
244
<p>Para elok amat sempurna Petah menjelis bijak laksana Memberi hati bimbang gulana Kasih kepadanya mulya dan hina</p>
244
<p>Para elok amat sempurna Petah menjelis bijak laksana Memberi hati bimbang gulana Kasih kepadanya mulya dan hina</p>
245
<p>7.</p>
245
<p>7.</p>
246
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
246
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
247
<p>8.</p>
247
<p>8.</p>
248
<p>Tuan laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuan memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
248
<p>Tuan laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuan memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
249
<p>9.</p>
249
<p>9.</p>
250
<p>Abdul Muluk putra baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik majelis usulnya syahdam Tiga belas tahun umurnya ada</p>
250
<p>Abdul Muluk putra baginda Besarlah sudah bangsawan muda Cantik majelis usulnya syahdam Tiga belas tahun umurnya ada</p>
251
<p>10.</p>
251
<p>10.</p>
252
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah bercerai apalah tuan</p>
252
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah bercerai apalah tuan</p>
253
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh</a> </strong></p>
253
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Pantun, Ciri, Fungsi, Struktur, Jenis & Contoh</a> </strong></p>
254
<p>-</p>
254
<p>-</p>
255
<p>Oke, itulah beberapa kumpulan contoh syair dari berbagai jenisnya. Semoga contoh syair di atas, dapat menjadi referensi kamu dalam membuat syair, ya.<em>Nah</em>, kamu bisa loh belajar materi ini lebih lanjut dengan bantuan video interaktif. Yuk, langsung aja langganan di<a>ruangbelajar</a>!</p>
255
<p>Oke, itulah beberapa kumpulan contoh syair dari berbagai jenisnya. Semoga contoh syair di atas, dapat menjadi referensi kamu dalam membuat syair, ya.<em>Nah</em>, kamu bisa loh belajar materi ini lebih lanjut dengan bantuan video interaktif. Yuk, langsung aja langganan di<a>ruangbelajar</a>!</p>
256
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
256
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
257
<p>Estiningtyas, Arista. 2023. 10 Contoh Syair Persahabatan yang Singkat Lengkap dengan Penjelasannya. (online) https://www.sonora.id/read/423664444/10-contoh-syair-persahabatan-yang-singkat-lengkap-dengan-penjelasannya?page=all [diakses 14 Februari 2023]</p>
257
<p>Estiningtyas, Arista. 2023. 10 Contoh Syair Persahabatan yang Singkat Lengkap dengan Penjelasannya. (online) https://www.sonora.id/read/423664444/10-contoh-syair-persahabatan-yang-singkat-lengkap-dengan-penjelasannya?page=all [diakses 14 Februari 2023]</p>
258
<p>Yonatan, Agnes. Z. 2022. 50 Contoh Syair Berbagai Tema dan Penuh Makna, Lengkap! (online) https://www.detik.com/bali/berita/d-6445158/50-contoh-syair-berbagai-tema-dan-penuh-makna-lengkap [diakses 14 Februari 2023]</p>
258
<p>Yonatan, Agnes. Z. 2022. 50 Contoh Syair Berbagai Tema dan Penuh Makna, Lengkap! (online) https://www.detik.com/bali/berita/d-6445158/50-contoh-syair-berbagai-tema-dan-penuh-makna-lengkap [diakses 14 Februari 2023]</p>
259
<p>Kumparan. 2022. 40 Contoh Syair Nasihat, Pendidikan, hingga Persahabatan. (online) https://kumparan.com/kabar-harian/40-contoh-syair-nasihat-pendidikan-hingga-persahabatan-1xn5zGI0XfR/full [diakses 14 Februari 2023]</p>
259
<p>Kumparan. 2022. 40 Contoh Syair Nasihat, Pendidikan, hingga Persahabatan. (online) https://kumparan.com/kabar-harian/40-contoh-syair-nasihat-pendidikan-hingga-persahabatan-1xn5zGI0XfR/full [diakses 14 Februari 2023]</p>
260
<p>Zakaria, Shabrina. 2022. Mengenal Syair: Pengertian, Sejarah, dan Jenis | Bahasa Indonesia Kelas 9 (online) https://www.ruangguru.com/blog/bahasa-indonesia-kelas-9-mengenal-syair-si-puisi-lama [diakses 14 Februari 2023]</p>
260
<p>Zakaria, Shabrina. 2022. Mengenal Syair: Pengertian, Sejarah, dan Jenis | Bahasa Indonesia Kelas 9 (online) https://www.ruangguru.com/blog/bahasa-indonesia-kelas-9-mengenal-syair-si-puisi-lama [diakses 14 Februari 2023]</p>
261
<p>Laily, Iftitah Nurul. 2021. Pengertian Syair, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya. (online) https://katadata.co.id/safrezi/berita/61b2e9b33d9a1/pengertian-syair-ciri-ciri-jenis-dan-contohnya [diakses 14 Februari 2023]</p>
261
<p>Laily, Iftitah Nurul. 2021. Pengertian Syair, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya. (online) https://katadata.co.id/safrezi/berita/61b2e9b33d9a1/pengertian-syair-ciri-ciri-jenis-dan-contohnya [diakses 14 Februari 2023]</p>
262
262