HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Di<strong><a>artikel bahasa Indonesia kelas 8</a></strong>ini, kita akan mempelajari mengenai teks yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca, yakni teks persuasi. Simak pengertian, tujuan, ciri, jenis, syarat, kaidah kebahasaan, dan contohnya di artikel ini, ya!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Di<strong><a>artikel bahasa Indonesia kelas 8</a></strong>ini, kita akan mempelajari mengenai teks yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca, yakni teks persuasi. Simak pengertian, tujuan, ciri, jenis, syarat, kaidah kebahasaan, dan contohnya di artikel ini, ya!</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Kamu pernah<em>nggak</em>coba ngebujuk teman-temanmu buat ikut liburan bareng lewat<em>grup chat?</em>Pasti mikir keras,<em>kan?</em>Gimana caranya bikin kata-kata yang bisa bikin orang lain “terpanggil” nih buat mau sama ajakan kita?</p>
3 <p>Kamu pernah<em>nggak</em>coba ngebujuk teman-temanmu buat ikut liburan bareng lewat<em>grup chat?</em>Pasti mikir keras,<em>kan?</em>Gimana caranya bikin kata-kata yang bisa bikin orang lain “terpanggil” nih buat mau sama ajakan kita?</p>
4 <p>Ternyata, ada<em>lho</em>materi belajar yang khusus mempelajari membuat teks itu. Materinya pelajarannya adalah<strong>Teks Persuasi</strong>. Nah, apa itu teks persuasi? Yuk, kita pelajari bersama!</p>
4 <p>Ternyata, ada<em>lho</em>materi belajar yang khusus mempelajari membuat teks itu. Materinya pelajarannya adalah<strong>Teks Persuasi</strong>. Nah, apa itu teks persuasi? Yuk, kita pelajari bersama!</p>
5 <p><strong>Kata persuasi</strong>atau<em>persuasive</em><strong>adalah mengajak, membujuk, atau menyuruh</strong>. Nah, sesuai dengan arti katanya,<strong>teks persuasi adalah</strong><strong>sebuah teks yang berisikan kalimat-kalimat persuasif</strong>.</p>
5 <p><strong>Kata persuasi</strong>atau<em>persuasive</em><strong>adalah mengajak, membujuk, atau menyuruh</strong>. Nah, sesuai dengan arti katanya,<strong>teks persuasi adalah</strong><strong>sebuah teks yang berisikan kalimat-kalimat persuasif</strong>.</p>
6 <p>Kalimat persuasif sendidi adalah kalimat yang bertujuan untuk mengajak, menyuruh, atau membujuk. Ciri kalimat persuasif ditandai dengan ajakan, ayo, yuk, mari, dan lain sebagainya.</p>
6 <p>Kalimat persuasif sendidi adalah kalimat yang bertujuan untuk mengajak, menyuruh, atau membujuk. Ciri kalimat persuasif ditandai dengan ajakan, ayo, yuk, mari, dan lain sebagainya.</p>
7 <p>Teks persuasi termasuk ke dalam teks yang bersifat subjektif. Alasannya karena isi teksnya murni berdasarkan pandangan pribadi si penulis mengenai suatu topik.</p>
7 <p>Teks persuasi termasuk ke dalam teks yang bersifat subjektif. Alasannya karena isi teksnya murni berdasarkan pandangan pribadi si penulis mengenai suatu topik.</p>
8 <p>Maka dari itu, tidak jarang dalam teks persuasi, ditemukan data-data pendukung lain untuk mendukung tulisan tersebut, sehingga pembaca tidak ragu untuk melakukan apa yang ditulis oleh penulis.</p>
8 <p>Maka dari itu, tidak jarang dalam teks persuasi, ditemukan data-data pendukung lain untuk mendukung tulisan tersebut, sehingga pembaca tidak ragu untuk melakukan apa yang ditulis oleh penulis.</p>
9 <h2>Tujuan Teks Persuasi</h2>
9 <h2>Tujuan Teks Persuasi</h2>
10 <p><strong>Tujuan teks persuasi adalah untuk mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penulis</strong>. Selain itu, teks persuasi juga memiliki tujuan lain, di antaranya:</p>
10 <p><strong>Tujuan teks persuasi adalah untuk mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penulis</strong>. Selain itu, teks persuasi juga memiliki tujuan lain, di antaranya:</p>
11 <ul><li>Membangun kesadaran pembaca terkait isu-isu penting atau inisiatif tertentu yang memerlukan perhatian dan dukungan masyarakat.</li>
11 <ul><li>Membangun kesadaran pembaca terkait isu-isu penting atau inisiatif tertentu yang memerlukan perhatian dan dukungan masyarakat.</li>
12 <li>Mengubah keyakinan, kebiasaan, sikap atau perilaku pembaca terhadap topik tertentu.</li>
12 <li>Mengubah keyakinan, kebiasaan, sikap atau perilaku pembaca terhadap topik tertentu.</li>
13 <li>Membangun kredibilitas penulis/brand produk, sehingga pembaca merasa yakin dan termotivasi untuk mengikuti pesan yang disampaikan.</li>
13 <li>Membangun kredibilitas penulis/brand produk, sehingga pembaca merasa yakin dan termotivasi untuk mengikuti pesan yang disampaikan.</li>
14 </ul><h2>Ciri-Ciri Teks Persuasi</h2>
14 </ul><h2>Ciri-Ciri Teks Persuasi</h2>
15 <p>Seperti jenis teks lainnya, teks persuasi juga punya karakteristiknya, loh. Hal inilah yang membantu kamu untuk membedakan teks persuasi dengan teks yang lain. Berikut ciri-ciri teks persuasi yang bisa kamu pahami:</p>
15 <p>Seperti jenis teks lainnya, teks persuasi juga punya karakteristiknya, loh. Hal inilah yang membantu kamu untuk membedakan teks persuasi dengan teks yang lain. Berikut ciri-ciri teks persuasi yang bisa kamu pahami:</p>
16 <h3>1. Berisi Kalimat Ajakan</h3>
16 <h3>1. Berisi Kalimat Ajakan</h3>
17 <p>Kata persuasi sendiri artinya mengajak, sudah pasti dalam teksnya juga mengandung kalimat ajakan, ya. Kalimat ajakan ini bertujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh penulisnya.<strong>Contoh kalimat ajakan</strong>, di antaranya:</p>
17 <p>Kata persuasi sendiri artinya mengajak, sudah pasti dalam teksnya juga mengandung kalimat ajakan, ya. Kalimat ajakan ini bertujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh penulisnya.<strong>Contoh kalimat ajakan</strong>, di antaranya:</p>
18 <ul><li>Ayo mulai pola hidup sehat dari sekarang!</li>
18 <ul><li>Ayo mulai pola hidup sehat dari sekarang!</li>
19 <li>Ayo rajin belajar, supaya kelak mendapat masa depan yang cerah!</li>
19 <li>Ayo rajin belajar, supaya kelak mendapat masa depan yang cerah!</li>
20 <li>Mari kita gunakan produk dalam negeri!</li>
20 <li>Mari kita gunakan produk dalam negeri!</li>
21 </ul><h3>2. Berisi Kata Imperatif</h3>
21 </ul><h3>2. Berisi Kata Imperatif</h3>
22 <p>Ciri khas teks persuasi selanjutnya, yaitu berisi kalimat imperatif. Hayo, kamu masih ingat apa itu kalimat imperatif?<strong>Kalimat imperatif adalah</strong>kalimat yang memiliki maksud<strong>memerintah, meminta, atau menyuruh</strong>, agar lawan bicara melakukan sesuatu yang diinginkan oleh penulis/pembicara.</p>
22 <p>Ciri khas teks persuasi selanjutnya, yaitu berisi kalimat imperatif. Hayo, kamu masih ingat apa itu kalimat imperatif?<strong>Kalimat imperatif adalah</strong>kalimat yang memiliki maksud<strong>memerintah, meminta, atau menyuruh</strong>, agar lawan bicara melakukan sesuatu yang diinginkan oleh penulis/pembicara.</p>
23 <h3>3. Terdapat Konjungsi Argumentatif</h3>
23 <h3>3. Terdapat Konjungsi Argumentatif</h3>
24 <p>Konjungsi argumentatif seringkali digunakan dalam kalimat persuasi untuk memperkuat argumen dan mengarahkan pembaca menuju kesimpulan yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.<strong>Contoh konjungsi argumentatif</strong>, yaitu<strong>karena, sehingga, oleh karena itu, dengan demikian</strong>, dan lain sebagainya.</p>
24 <p>Konjungsi argumentatif seringkali digunakan dalam kalimat persuasi untuk memperkuat argumen dan mengarahkan pembaca menuju kesimpulan yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.<strong>Contoh konjungsi argumentatif</strong>, yaitu<strong>karena, sehingga, oleh karena itu, dengan demikian</strong>, dan lain sebagainya.</p>
25 <h3>4. Berisi Data dan Fakta</h3>
25 <h3>4. Berisi Data dan Fakta</h3>
26 <p>Dalam teks persuasi, harus memiliki alasan yang kuat untuk mempengaruhi pembacanya. Oleh karena itu, dibutuhkanlah data dan fakta. Tujuannya, agar bisa<strong>memberikan dasar yang kuat</strong>untuk argumen yang disampaikan penulis.</p>
26 <p>Dalam teks persuasi, harus memiliki alasan yang kuat untuk mempengaruhi pembacanya. Oleh karena itu, dibutuhkanlah data dan fakta. Tujuannya, agar bisa<strong>memberikan dasar yang kuat</strong>untuk argumen yang disampaikan penulis.</p>
27 <p>Nah, untuk membuat teks persuasi yang tepat, ada nih semacam struktur yang harus kamu penuhi agar teks persuasi berhasil untuk membujuk pembaca.</p>
27 <p>Nah, untuk membuat teks persuasi yang tepat, ada nih semacam struktur yang harus kamu penuhi agar teks persuasi berhasil untuk membujuk pembaca.</p>
28 <p><strong>Baca Juga:<a>Membahas Teks Eksplanasi &amp; Contohnya, Lengkap!</a></strong></p>
28 <p><strong>Baca Juga:<a>Membahas Teks Eksplanasi &amp; Contohnya, Lengkap!</a></strong></p>
29 <h2>Struktur Teks Persuasi </h2>
29 <h2>Struktur Teks Persuasi </h2>
30 <p>Selain mengetahui pengertian, tujuan, dan ciri-ciri di atas, kamu juga perlu memahami<strong>struktur teks persuasi</strong>untuk menyusun teks utuhnya. Apa saja struktur teks persuasi itu? Yuk, kita bahas satu persatu!</p>
30 <p>Selain mengetahui pengertian, tujuan, dan ciri-ciri di atas, kamu juga perlu memahami<strong>struktur teks persuasi</strong>untuk menyusun teks utuhnya. Apa saja struktur teks persuasi itu? Yuk, kita bahas satu persatu!</p>
31 <h3>1. Judul</h3>
31 <h3>1. Judul</h3>
32 <p>Untuk mengawali penulisan teks persuasif, kamu bisa memulai dari membuat judul yang cocok. Judul teks persuasi menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari teks persuasi itu sendiri. Oleh karena itu, judul teks persuasi biasanya mengandung kata ajakan, misalnya<em>hindarilah</em>,<em>ayo</em>,<em>mari</em>, dan lain sebagainya.</p>
32 <p>Untuk mengawali penulisan teks persuasif, kamu bisa memulai dari membuat judul yang cocok. Judul teks persuasi menyiratkan secara pendek isi atau maksud dari teks persuasi itu sendiri. Oleh karena itu, judul teks persuasi biasanya mengandung kata ajakan, misalnya<em>hindarilah</em>,<em>ayo</em>,<em>mari</em>, dan lain sebagainya.</p>
33 <h3>2. Pengenalan Isu</h3>
33 <h3>2. Pengenalan Isu</h3>
34 <p>Struktur ini berisi pengantar atau penyampaian tentang isu atau topik yang menjadi dasar tulisan.</p>
34 <p>Struktur ini berisi pengantar atau penyampaian tentang isu atau topik yang menjadi dasar tulisan.</p>
35 <h3>3. Rangkaian Argumen</h3>
35 <h3>3. Rangkaian Argumen</h3>
36 <p>Struktur ini berisi sejumlah pendapat penulis atau pembicara terkait isu yang dibahas. Pada bagian ini dikemukakan juga sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumen.</p>
36 <p>Struktur ini berisi sejumlah pendapat penulis atau pembicara terkait isu yang dibahas. Pada bagian ini dikemukakan juga sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumen.</p>
37 <h3>4. Pernyataan Ajakan</h3>
37 <h3>4. Pernyataan Ajakan</h3>
38 <p>Struktur ini berisi dorongan kepada pembaca atau pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ini bisa dinyatakan secara tersurat atau tersirat.</p>
38 <p>Struktur ini berisi dorongan kepada pembaca atau pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ini bisa dinyatakan secara tersurat atau tersirat.</p>
39 <h3>5. Penegasan Kembali</h3>
39 <h3>5. Penegasan Kembali</h3>
40 <p>Struktur ini menegaskan kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya. Pada struktur ini biasanya dijumpai kata-kata penanda simpulan, seperti<em>demikianlah,</em><em>dengan demikian</em>, atau<em>oleh karena itu</em>.</p>
40 <p>Struktur ini menegaskan kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya. Pada struktur ini biasanya dijumpai kata-kata penanda simpulan, seperti<em>demikianlah,</em><em>dengan demikian</em>, atau<em>oleh karena itu</em>.</p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Iklan, Struktur, dan Contohnya</a></strong></p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Iklan, Struktur, dan Contohnya</a></strong></p>
42 <h2>Kaidah Kebahasaan Teks Persuasif</h2>
42 <h2>Kaidah Kebahasaan Teks Persuasif</h2>
43 <p>Setelah memahami unsur penyusun dan struktur teks persuasi, kamu juga perlu memahami kaidah kebahasaan yang ada dalam teks persuasi. Jangan lupa perhatikan kaidah-kaidah berikut saat menyusun paragraf persuasi, ya! Yuk, kita lihat!</p>
43 <p>Setelah memahami unsur penyusun dan struktur teks persuasi, kamu juga perlu memahami kaidah kebahasaan yang ada dalam teks persuasi. Jangan lupa perhatikan kaidah-kaidah berikut saat menyusun paragraf persuasi, ya! Yuk, kita lihat!</p>
44 <h3>1. Menggunakan Kata Bujukan</h3>
44 <h3>1. Menggunakan Kata Bujukan</h3>
45 <p>Kata-kata yang digunakan untuk mengajak, membujuk, atau mengimbau pembaca maupun pendengar. Kata bujukan atau kata ajakan secara tersurat dan tersirat.</p>
45 <p>Kata-kata yang digunakan untuk mengajak, membujuk, atau mengimbau pembaca maupun pendengar. Kata bujukan atau kata ajakan secara tersurat dan tersirat.</p>
46 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif tersurat:</strong><em>ayo, mari</em></li>
46 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif tersurat:</strong><em>ayo, mari</em></li>
47 <li><strong>Contoh teks persuasif tersirat:</strong> <em>hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, dan harus</em></li>
47 <li><strong>Contoh teks persuasif tersirat:</strong> <em>hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, dan harus</em></li>
48 </ul><h3>2. Menggunakan Kata Kerja (Verba) Mental</h3>
48 </ul><h3>2. Menggunakan Kata Kerja (Verba) Mental</h3>
49 <p>Kata kerja yang melibatkan perasaan atau respons terhadap suatu tindakan atau kejadian. Namun, tidak berupa respons yang berbentuk aksi secara fisik.</p>
49 <p>Kata kerja yang melibatkan perasaan atau respons terhadap suatu tindakan atau kejadian. Namun, tidak berupa respons yang berbentuk aksi secara fisik.</p>
50 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong> <em>mengira, menduga, mengagumi, berasumsi, dan menyimpulkan.</em></li>
50 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong> <em>mengira, menduga, mengagumi, berasumsi, dan menyimpulkan.</em></li>
51 </ul><h3>3. Menggunakan Kata Kerja Imperatif</h3>
51 </ul><h3>3. Menggunakan Kata Kerja Imperatif</h3>
52 <p>Kata kerja yang pada fungsinya berisi kata perintah atau mempertegas kemauan.</p>
52 <p>Kata kerja yang pada fungsinya berisi kata perintah atau mempertegas kemauan.</p>
53 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>jadikanlah, hendaknya, waspadalah, tolong.</em></li>
53 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>jadikanlah, hendaknya, waspadalah, tolong.</em></li>
54 </ul><h3>4. Menggunakan Kata Teknis</h3>
54 </ul><h3>4. Menggunakan Kata Teknis</h3>
55 <p>Kata atau gabungan kata khas yang bersinggungan dengan bidang tertentu.</p>
55 <p>Kata atau gabungan kata khas yang bersinggungan dengan bidang tertentu.</p>
56 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>konsumsi, asupan, dan porsi berkaitan dengan sarapan.</em></li>
56 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>konsumsi, asupan, dan porsi berkaitan dengan sarapan.</em></li>
57 </ul><h3>5. Menggunakan Kata Penghubung Argumentatif</h3>
57 </ul><h3>5. Menggunakan Kata Penghubung Argumentatif</h3>
58 <p>Kata penghubung yang digunakan untuk menekankan sebuah argumen dalam suatu kalimat maupun paragraf.</p>
58 <p>Kata penghubung yang digunakan untuk menekankan sebuah argumen dalam suatu kalimat maupun paragraf.</p>
59 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>jika, maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, dan oleh karena itu.</em></li>
59 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>jika, maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, dan oleh karena itu.</em></li>
60 </ul><h3>6. Menggunakan Kata Perujukan</h3>
60 </ul><h3>6. Menggunakan Kata Perujukan</h3>
61 <p>Kata-kata yang digunakan sebagai pendahuluan sebelum menyajikan data yang menjadi sumber dalam teks.</p>
61 <p>Kata-kata yang digunakan sebagai pendahuluan sebelum menyajikan data yang menjadi sumber dalam teks.</p>
62 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>Berdasarkan data, Merujuk pada pendapat, Mengutip dari</em></li>
62 <ul><li><strong>Contoh teks persuasif:</strong><em>Berdasarkan data, Merujuk pada pendapat, Mengutip dari</em></li>
63 </ul><h2>Cara Membuat Teks Persuasi</h2>
63 </ul><h2>Cara Membuat Teks Persuasi</h2>
64 <p>Dalam menyusun paragraf persuasi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah sebagai berikut.</p>
64 <p>Dalam menyusun paragraf persuasi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah sebagai berikut.</p>
65 <h3>1. Pemilihan Kata</h3>
65 <h3>1. Pemilihan Kata</h3>
66 <p>Hal yang kuat dalam teks persuasi adalah kata-katanya. Untuk itu, dalam menulis teks persuasi kita harus memilih kata-kata yang tepat sekaligus menarik.</p>
66 <p>Hal yang kuat dalam teks persuasi adalah kata-katanya. Untuk itu, dalam menulis teks persuasi kita harus memilih kata-kata yang tepat sekaligus menarik.</p>
67 <h3>2. Kemampuan Mengolah Emosi</h3>
67 <h3>2. Kemampuan Mengolah Emosi</h3>
68 <p>Sesudah memilih kata, kita juga harus bisa mengolah emosi pembaca. Artinya, penulis dapat mengobarkan atau meredam emosi pembaca melalui tulisan yang kita buat, khususnya untuk teks persuasi politik atau propaganda.</p>
68 <p>Sesudah memilih kata, kita juga harus bisa mengolah emosi pembaca. Artinya, penulis dapat mengobarkan atau meredam emosi pembaca melalui tulisan yang kita buat, khususnya untuk teks persuasi politik atau propaganda.</p>
69 <h3>3. Menyisipkan Bukti-Bukti/Fakta</h3>
69 <h3>3. Menyisipkan Bukti-Bukti/Fakta</h3>
70 <p>Selanjutnya, kita perlu menambahkan bukti-bukti atau fakta untuk memperkuat gagasan yang ditulis dalam teks persuasi.</p>
70 <p>Selanjutnya, kita perlu menambahkan bukti-bukti atau fakta untuk memperkuat gagasan yang ditulis dalam teks persuasi.</p>
71 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Teks Berita beserta Struktur dan Ciri-Cirinya</a></strong></p>
71 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Teks Berita beserta Struktur dan Ciri-Cirinya</a></strong></p>
72 <h2>Jenis- Jenis Teks Persuasi</h2>
72 <h2>Jenis- Jenis Teks Persuasi</h2>
73 <p>Teks persuasi ada beberapa jenis, dan penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi. Berikut jenis-jenis teks persuasi yang perlu kamu ketahui:</p>
73 <p>Teks persuasi ada beberapa jenis, dan penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi. Berikut jenis-jenis teks persuasi yang perlu kamu ketahui:</p>
74 <h3>1. Teks Persuasi Pendidikan</h3>
74 <h3>1. Teks Persuasi Pendidikan</h3>
75 <p>Teks persuasi pendidikan sangat umum digunakan oleh instansi pendidikan, termasuk guru, administrator sekolah, peneliti di bidang pendidikan, hingga siswa. Tujuannya, untuk<strong>mempengaruhi pembaca dalam konteks pendidikan atau proses pembelajaran</strong>.</p>
75 <p>Teks persuasi pendidikan sangat umum digunakan oleh instansi pendidikan, termasuk guru, administrator sekolah, peneliti di bidang pendidikan, hingga siswa. Tujuannya, untuk<strong>mempengaruhi pembaca dalam konteks pendidikan atau proses pembelajaran</strong>.</p>
76 <h3>2. Teks Persuasi Iklan</h3>
76 <h3>2. Teks Persuasi Iklan</h3>
77 <p>Sementara itu, teks persuasi iklan memiliki<strong>fungsi komersial</strong>. Kamu dapat menemukan teks ini di berbagai media yang ditujukan untuk memperkenalkan atau<strong>mempromosikan barang atau jasa</strong>, dengan harapan dapat menarik calon konsumen untuk membeli produk tersebut.</p>
77 <p>Sementara itu, teks persuasi iklan memiliki<strong>fungsi komersial</strong>. Kamu dapat menemukan teks ini di berbagai media yang ditujukan untuk memperkenalkan atau<strong>mempromosikan barang atau jasa</strong>, dengan harapan dapat menarik calon konsumen untuk membeli produk tersebut.</p>
78 <h3>3. Teks Persuasi Politik</h3>
78 <h3>3. Teks Persuasi Politik</h3>
79 <p>Jenis teks persuasi selanjutnya, biasa<strong>digunakan dalam keguatan politik</strong>. Misalnya kampanye calom presiden. Teks persuasi politik bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk menentukan pilihannya pada calon atau partai politik tertentu.</p>
79 <p>Jenis teks persuasi selanjutnya, biasa<strong>digunakan dalam keguatan politik</strong>. Misalnya kampanye calom presiden. Teks persuasi politik bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk menentukan pilihannya pada calon atau partai politik tertentu.</p>
80 <h3>4. Teks Persuasi Propaganda</h3>
80 <h3>4. Teks Persuasi Propaganda</h3>
81 <p>Terakhir ada teks persuasi propaganda. Sesuai dengan namanya, jenis teks ini berisi informasi yang cenderung tidak objektif dari si penulisnya. Propaganda sering<strong>memanfaatkan kata-kata yang memiliki konotasi emosional</strong>, seperti ketakutan, kebencian, cinta tanah air, atau patriotisme, untuk mempengaruhi dan menggerakkan pembaca.</p>
81 <p>Terakhir ada teks persuasi propaganda. Sesuai dengan namanya, jenis teks ini berisi informasi yang cenderung tidak objektif dari si penulisnya. Propaganda sering<strong>memanfaatkan kata-kata yang memiliki konotasi emosional</strong>, seperti ketakutan, kebencian, cinta tanah air, atau patriotisme, untuk mempengaruhi dan menggerakkan pembaca.</p>
82 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Puisi, Jenis, Struktur &amp; Unsur Pembentuknya</a></strong></p>
82 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Puisi, Jenis, Struktur &amp; Unsur Pembentuknya</a></strong></p>
83 <h2>Contoh Teks Persuasi</h2>
83 <h2>Contoh Teks Persuasi</h2>
84 <p>Agar semakin jelas, coba perhatikan satu contoh teks persuasif singkat berikut ya:</p>
84 <p>Agar semakin jelas, coba perhatikan satu contoh teks persuasif singkat berikut ya:</p>
85 <p><strong>Hindarilah Rokok Meskipun Sebatang</strong></p>
85 <p><strong>Hindarilah Rokok Meskipun Sebatang</strong></p>
86 <p><strong>Pengenalan Isu</strong></p>
86 <p><strong>Pengenalan Isu</strong></p>
87 <p><em>Rokok mengandung bahan dan zat kimia yang berbahaya bagi sistem pernafasan. Tar dan nikotin merupakan salah satu zat kimia yang berbahaya yang ada dalam sebatang rokok. Rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 200 di antaranya beracun.</em></p>
87 <p><em>Rokok mengandung bahan dan zat kimia yang berbahaya bagi sistem pernafasan. Tar dan nikotin merupakan salah satu zat kimia yang berbahaya yang ada dalam sebatang rokok. Rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 200 di antaranya beracun.</em></p>
88 <p><strong>Rangkaian Argumen</strong></p>
88 <p><strong>Rangkaian Argumen</strong></p>
89 <p><em>Semakin besar isi kandungan tar dan nikotin dalam sebatang rokok, semakin besar pula dampak negatif yang diterima oleh tubuh kita. Dampak negatif bagi perokok aktif dan pasif di antaranya adalah penyakit jantung, kanker, dan impoten. Selain itu, gangguan kehamilan dan janin merupakan dampak negatif bagi wanita yang menjadi perokok aktif.</em></p>
89 <p><em>Semakin besar isi kandungan tar dan nikotin dalam sebatang rokok, semakin besar pula dampak negatif yang diterima oleh tubuh kita. Dampak negatif bagi perokok aktif dan pasif di antaranya adalah penyakit jantung, kanker, dan impoten. Selain itu, gangguan kehamilan dan janin merupakan dampak negatif bagi wanita yang menjadi perokok aktif.</em></p>
90 <p><strong>Pernyataan Ajakan dan Penegasan Kembali</strong></p>
90 <p><strong>Pernyataan Ajakan dan Penegasan Kembali</strong></p>
91 <p><em>Dengan demikian, karena dampak negatifnya begitu besar, hindarilah rokok. Jika kita telah menghindari rokok, kita telah membuat tubuh kita sehat dan mengurangi pencemaran polusi udara. Selain itu, kita tidak merugikan orang lain.</em></p>
91 <p><em>Dengan demikian, karena dampak negatifnya begitu besar, hindarilah rokok. Jika kita telah menghindari rokok, kita telah membuat tubuh kita sehat dan mengurangi pencemaran polusi udara. Selain itu, kita tidak merugikan orang lain.</em></p>
92 <p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Teks Persuasi Singkat Berbagai Tema</a></strong></p>
92 <p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Teks Persuasi Singkat Berbagai Tema</a></strong></p>
93 <p>-</p>
93 <p>-</p>
94 <p>Sudah mengerti kan? Tetap semangat belajar, ya, supaya prestasi kalian terus meningkat. Untuk yang belum paham, jangan khawatir! Sekarang kalian sekarang bisa belajar menggunakan video beranimasi di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Selain video belajar, ada pula latihan soal, pembahasan, dan rangkuman berbentuk infografik. Yuk, buat<strong>belajar jadi mudah</strong>di ruangbelajar.</p>
94 <p>Sudah mengerti kan? Tetap semangat belajar, ya, supaya prestasi kalian terus meningkat. Untuk yang belum paham, jangan khawatir! Sekarang kalian sekarang bisa belajar menggunakan video beranimasi di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Selain video belajar, ada pula latihan soal, pembahasan, dan rangkuman berbentuk infografik. Yuk, buat<strong>belajar jadi mudah</strong>di ruangbelajar.</p>
95 <p>Referensi:</p>
95 <p>Referensi:</p>
96 <p>Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
96 <p>Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
97 <p><em>Artikel ini diperbarui pada 5 Februari 2024.</em></p>
97 <p><em>Artikel ini diperbarui pada 5 Februari 2024.</em></p>
98  
98