HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Sering belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS)? Jangan dibiasakan ya. Yuk, coba cara belajar di artikel ini agar sukses ujian tanpa perlu begadang.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Sering belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS)? Jangan dibiasakan ya. Yuk, coba cara belajar di artikel ini agar sukses ujian tanpa perlu begadang.</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
3 <p>Siapa di antara kalian yang masih suka menggunakan cara belajar Sistem Kebut Semalam (SKS) ketika ujian menjelang?<em>Well</em>, untuk beberapa orang yang mengaku tipe<em>procrastinator</em>, cara ini dianggap ampuh. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, ternyata SKS justru merugikanmu<em>lho</em>. Saat hari H, kamu tidak akan memulai ujian dengan otak yang<em>fresh</em>karena kelelahan dipaksa berpikir semalaman. Hal ini turut memengaruhi kesehatanmu, bukan?</p>
3 <p>Siapa di antara kalian yang masih suka menggunakan cara belajar Sistem Kebut Semalam (SKS) ketika ujian menjelang?<em>Well</em>, untuk beberapa orang yang mengaku tipe<em>procrastinator</em>, cara ini dianggap ampuh. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, ternyata SKS justru merugikanmu<em>lho</em>. Saat hari H, kamu tidak akan memulai ujian dengan otak yang<em>fresh</em>karena kelelahan dipaksa berpikir semalaman. Hal ini turut memengaruhi kesehatanmu, bukan?</p>
4 <p>Ingin ujianmu sukses dengan nilai membanggakan? Ruangguru beberkan 7 cara belajar agar sukses ujian tanpa perlu begadang semalam suntuk. Simak terus ya!</p>
4 <p>Ingin ujianmu sukses dengan nilai membanggakan? Ruangguru beberkan 7 cara belajar agar sukses ujian tanpa perlu begadang semalam suntuk. Simak terus ya!</p>
5 <h2><strong>1. Mendengarkan guru atau dosen</strong></h2>
5 <h2><strong>1. Mendengarkan guru atau dosen</strong></h2>
6 <p>Kalau mau menghindari SKS, dilarang keras bersikap cuek. Kamu wajib memerhatikan ketika guru/dosen sedang memberi penjelasan dalam kelas.<em>Psst</em>, biasanya yang dipaparkan secara lisan tidak ada di buku<em>lho</em>, dan keluar ketika ujian.</p>
6 <p>Kalau mau menghindari SKS, dilarang keras bersikap cuek. Kamu wajib memerhatikan ketika guru/dosen sedang memberi penjelasan dalam kelas.<em>Psst</em>, biasanya yang dipaparkan secara lisan tidak ada di buku<em>lho</em>, dan keluar ketika ujian.</p>
7 <p>Pernah<em>nggak</em>mendengar guru/dosenmu mengatakan “Materi ini pernah bapak/ibu sampaikan secara langsung di kelas minggu lalu”. Oleh sebab itu, kamu pun sebaiknya mencatat poin-poin penting, kemudian membuat rangkuman khusus. Nantinya, rangkuman ini tentu lebih mudah dibawa ke mana-mana daripada buku tebal, kan? Pun ketika mencatat rangkuman, kamu berarti menuliskan kembali, bukan? Cara ini juga akan membuat materi lebih “nempel” di otak<em>lho</em>.</p>
7 <p>Pernah<em>nggak</em>mendengar guru/dosenmu mengatakan “Materi ini pernah bapak/ibu sampaikan secara langsung di kelas minggu lalu”. Oleh sebab itu, kamu pun sebaiknya mencatat poin-poin penting, kemudian membuat rangkuman khusus. Nantinya, rangkuman ini tentu lebih mudah dibawa ke mana-mana daripada buku tebal, kan? Pun ketika mencatat rangkuman, kamu berarti menuliskan kembali, bukan? Cara ini juga akan membuat materi lebih “nempel” di otak<em>lho</em>.</p>
8 <p>Baca Juga:<a>Tips agar Waktu Belajar Lebih Efektif Selama Ujian</a></p>
8 <p>Baca Juga:<a>Tips agar Waktu Belajar Lebih Efektif Selama Ujian</a></p>
9 <p><em>Mendengarkan penjelasan dengan baik di kelas (Sumber: unsplash.com)</em></p>
9 <p><em>Mendengarkan penjelasan dengan baik di kelas (Sumber: unsplash.com)</em></p>
10 <h2><strong>2. Baca ulang</strong></h2>
10 <h2><strong>2. Baca ulang</strong></h2>
11 <p>Setelah itu, luangkan waktu sekitar 10-15 menit sehari untuk membaca ulang rangkuman yang telah kamu tuliskan. Kamu harus melakukannya secara rutin. Mungkin di awal kamu agak sulit memulai kebiasaan ini. Namun, perlahan pasti bisa<em>kok</em>. Dengan cara ini, kamu berarti sudah menyicil belajar materi setiap harinya. Tentu lebih ampuh dibanding memaksakan otak untuk bekerja semalam suntuk.</p>
11 <p>Setelah itu, luangkan waktu sekitar 10-15 menit sehari untuk membaca ulang rangkuman yang telah kamu tuliskan. Kamu harus melakukannya secara rutin. Mungkin di awal kamu agak sulit memulai kebiasaan ini. Namun, perlahan pasti bisa<em>kok</em>. Dengan cara ini, kamu berarti sudah menyicil belajar materi setiap harinya. Tentu lebih ampuh dibanding memaksakan otak untuk bekerja semalam suntuk.</p>
12 <h2><strong>3. Aktif saat belajar</strong></h2>
12 <h2><strong>3. Aktif saat belajar</strong></h2>
13 <p>Keaktifan kamu di kelas juga sangat berpengaruh. Maksudnya bukan “cari muka” di depan guru/dosen<em>lho</em>ya. Jika ada guru/dosen yang bertanya di kelas guna me-<em>review</em>materi yang telah disampaikan, cobalah untuk menjawab. Setidaknya, kalau kamu sudah membaca atau merangkum sebelumnya pasti ada yang<em>nyangkut</em>di otak (walau sedikit).</p>
13 <p>Keaktifan kamu di kelas juga sangat berpengaruh. Maksudnya bukan “cari muka” di depan guru/dosen<em>lho</em>ya. Jika ada guru/dosen yang bertanya di kelas guna me-<em>review</em>materi yang telah disampaikan, cobalah untuk menjawab. Setidaknya, kalau kamu sudah membaca atau merangkum sebelumnya pasti ada yang<em>nyangkut</em>di otak (walau sedikit).</p>
14 <p>Selain itu, turut ambil bagian saat diskusi kelompok. Saat diskusi maka akan terjadi<em>brainstorm</em>. Kamu bisa bertukar pikiran, ide, gagasan, dan pengetahuan dengan teman-temanmu. Dengan begitu, kamu akan lebih memahami materi pelajaran yang menjadi topik diskusi. Bahkan, karena dibahas secara mendalam dan kamu berkontribusi nyata di dalamnya, materi tersebut akan terpatri dengan indah dalam ingatan. </p>
14 <p>Selain itu, turut ambil bagian saat diskusi kelompok. Saat diskusi maka akan terjadi<em>brainstorm</em>. Kamu bisa bertukar pikiran, ide, gagasan, dan pengetahuan dengan teman-temanmu. Dengan begitu, kamu akan lebih memahami materi pelajaran yang menjadi topik diskusi. Bahkan, karena dibahas secara mendalam dan kamu berkontribusi nyata di dalamnya, materi tersebut akan terpatri dengan indah dalam ingatan. </p>
15 <p><em>Aktif saat belajar di kelas (Sumber: unsplash.com)</em></p>
15 <p><em>Aktif saat belajar di kelas (Sumber: unsplash.com)</em></p>
16 <h2><strong>4. Tanya-jawab</strong></h2>
16 <h2><strong>4. Tanya-jawab</strong></h2>
17 <p>Manfaatkan hasil catatanmu (rangkuman) menjadi bahan tanya-jawab. Minta tolong kepada orang tua, kakak, atau teman-temanmu untuk membuat pertanyaan. Pada sesi ini, kamu akan berusaha mengingat-ingat materi pelajaran agar dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Setelah selesai, semua pertanyaan dan jawaban itu akan terekam dengan baik di otakmu.<em>Well</em>, siapa tahu salah satu dari pertanyaan yang dilontarkan akan keluar saat ujian, kan?</p>
17 <p>Manfaatkan hasil catatanmu (rangkuman) menjadi bahan tanya-jawab. Minta tolong kepada orang tua, kakak, atau teman-temanmu untuk membuat pertanyaan. Pada sesi ini, kamu akan berusaha mengingat-ingat materi pelajaran agar dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Setelah selesai, semua pertanyaan dan jawaban itu akan terekam dengan baik di otakmu.<em>Well</em>, siapa tahu salah satu dari pertanyaan yang dilontarkan akan keluar saat ujian, kan?</p>
18 <h2><strong>5. Mnemonic (Jembatan keledai)</strong></h2>
18 <h2><strong>5. Mnemonic (Jembatan keledai)</strong></h2>
19 <p>Ketika belajar, coba gunakan jembatan keledai. Metode ini akan mempermudahmu dalam mengingat materi yang sifatnya hafalan. Selain itu, kreativitasmu pun dijamin terasah. Penggunaan jembatan keledai ini berdasarkan asumsi bahwa otak manusia terdiri dari dua jenis, yaitu alami dan buatan. Ingatan alami merupakan bakat sejak lahir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan buatan, dibentuk dengan belajar dan dapat dilatih.</p>
19 <p>Ketika belajar, coba gunakan jembatan keledai. Metode ini akan mempermudahmu dalam mengingat materi yang sifatnya hafalan. Selain itu, kreativitasmu pun dijamin terasah. Penggunaan jembatan keledai ini berdasarkan asumsi bahwa otak manusia terdiri dari dua jenis, yaitu alami dan buatan. Ingatan alami merupakan bakat sejak lahir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan buatan, dibentuk dengan belajar dan dapat dilatih.</p>
20 <p>Metode ini bisa digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat dengan ingatan alami. Beberapa di antaranya, tabel unsur periodik Kimia, rumus Matematika, taksonomi, dan sebagainya. Caranya, singkat poin-poin materi yang akan dihafalkan dengan mengambil satu huruf atau suku kata terdepan. Contoh:</p>
20 <p>Metode ini bisa digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat dengan ingatan alami. Beberapa di antaranya, tabel unsur periodik Kimia, rumus Matematika, taksonomi, dan sebagainya. Caranya, singkat poin-poin materi yang akan dihafalkan dengan mengambil satu huruf atau suku kata terdepan. Contoh:</p>
21 <p>Materi Alkali Tanah:</p>
21 <p>Materi Alkali Tanah:</p>
22 <p><strong>Be - Mg - Ca - Sr - Ba - Ra</strong></p>
22 <p><strong>Be - Mg - Ca - Sr - Ba - Ra</strong></p>
23 <p>Maka, jembatan keledainya adalah:<strong>BE</strong>mo<strong>Mo</strong>Gok<strong>CA</strong>ri<strong>S</strong>e<strong>R</strong>ep<strong>BA</strong>n<strong>RA</strong>dial</p>
23 <p>Maka, jembatan keledainya adalah:<strong>BE</strong>mo<strong>Mo</strong>Gok<strong>CA</strong>ri<strong>S</strong>e<strong>R</strong>ep<strong>BA</strong>n<strong>RA</strong>dial</p>
24 <p>Atau,<strong>BE</strong>bek<strong>M</strong>an<strong>Ga</strong>n<strong>CA</strong>cing<strong>S</strong>e<strong>R</strong>et<strong>BA</strong>nget<strong>RA</strong>sane.</p>
24 <p>Atau,<strong>BE</strong>bek<strong>M</strong>an<strong>Ga</strong>n<strong>CA</strong>cing<strong>S</strong>e<strong>R</strong>et<strong>BA</strong>nget<strong>RA</strong>sane.</p>
25 <p>Intinya, buatlah singkatan yang unik dan mudah diingat.</p>
25 <p>Intinya, buatlah singkatan yang unik dan mudah diingat.</p>
26 <p>Baca Juga:<a>Cara Meningkatkan Daya Ingat yang Efektif Supaya Nggak Cepat Lupa</a></p>
26 <p>Baca Juga:<a>Cara Meningkatkan Daya Ingat yang Efektif Supaya Nggak Cepat Lupa</a></p>
27 <h2><strong>6. Bersahabat dengan soal</strong></h2>
27 <h2><strong>6. Bersahabat dengan soal</strong></h2>
28 <p>Bagaimana caranya agar terus mengingat materi tanpa harus bolak-balik baca buku? Jawabannya adalah banyak latihan soal. Membayangkan soal, langsung bikin ngantuk dan pusing ya?</p>
28 <p>Bagaimana caranya agar terus mengingat materi tanpa harus bolak-balik baca buku? Jawabannya adalah banyak latihan soal. Membayangkan soal, langsung bikin ngantuk dan pusing ya?</p>
29 <p><em>Eits</em>, siapa bilang mengerjakan latihan soal itu membosankan?<em>Hmm</em>, kamu ketinggalan zaman nih nampaknya. Kini, latihan soal bisa sambil <em>scrolling</em>layar hp. Tidak percaya? Yuk, berlatih soal-soal dan menonton video beranimasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
29 <p><em>Eits</em>, siapa bilang mengerjakan latihan soal itu membosankan?<em>Hmm</em>, kamu ketinggalan zaman nih nampaknya. Kini, latihan soal bisa sambil <em>scrolling</em>layar hp. Tidak percaya? Yuk, berlatih soal-soal dan menonton video beranimasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
30 <h2><strong>7. Kriteria penilaian</strong></h2>
30 <h2><strong>7. Kriteria penilaian</strong></h2>
31 <p>Setiap guru/dosen punya syarat dan kriteria tersendiri dalam memberikan penilaian. Kalau ingin nilai ujianmu sempurna, maka kamu wajib tahu kriteria yang diterapkan oleh guru/dosen tersebut. Jangan lupa perhatikan presensi, jadwal pengumpulan tugas, hingga bobot nilai. Misalnya presensi 20%, PTS 30%, dan PAS 60%. Dari sini kamu pun tahu bagian mana saja yang harus kamu kejar agar mendapat nilai sempurna di mata pelajaran tersebut.</p>
31 <p>Setiap guru/dosen punya syarat dan kriteria tersendiri dalam memberikan penilaian. Kalau ingin nilai ujianmu sempurna, maka kamu wajib tahu kriteria yang diterapkan oleh guru/dosen tersebut. Jangan lupa perhatikan presensi, jadwal pengumpulan tugas, hingga bobot nilai. Misalnya presensi 20%, PTS 30%, dan PAS 60%. Dari sini kamu pun tahu bagian mana saja yang harus kamu kejar agar mendapat nilai sempurna di mata pelajaran tersebut.</p>
32 <p>-</p>
32 <p>-</p>
33 <p>Itulah ketujuh kiat yang bisa kamu lakukan agar sukses ujian dengan nilai gemilang. Jangan lupa selalu melakukan evaluasi seusai ujian dan diskusikan dengan teman atau guru/dosen. Dari sanalah kamu bisa tahu di mana letak kesalahanmu. Kalau sudah tahu, jangan diulangi lagi ya.</p>
33 <p>Itulah ketujuh kiat yang bisa kamu lakukan agar sukses ujian dengan nilai gemilang. Jangan lupa selalu melakukan evaluasi seusai ujian dan diskusikan dengan teman atau guru/dosen. Dari sanalah kamu bisa tahu di mana letak kesalahanmu. Kalau sudah tahu, jangan diulangi lagi ya.</p>
34 <p><em>Nah</em>, dari ketujuh cara belajar di atas, mana saja yang sudah pernah kamu lakukan? Menurutmu, manakah yang paling efektif? Punya cara belajar sukses ala dirimu sendiri?<em>Share</em>di kolom komentar ya!</p>
34 <p><em>Nah</em>, dari ketujuh cara belajar di atas, mana saja yang sudah pernah kamu lakukan? Menurutmu, manakah yang paling efektif? Punya cara belajar sukses ala dirimu sendiri?<em>Share</em>di kolom komentar ya!</p>
35  
35