HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Dira dan Cika menghitung jumlah tepung dan gula yang dibutuhkan untuk membuat kue menggunakan<strong>penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan</strong>. Yuk, ikuti kisah lengkapnya di<strong><a>artikel Matematika kelas 5</a></strong>berikut!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Dira dan Cika menghitung jumlah tepung dan gula yang dibutuhkan untuk membuat kue menggunakan<strong>penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan</strong>. Yuk, ikuti kisah lengkapnya di<strong><a>artikel Matematika kelas 5</a></strong>berikut!</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
3 <p>Pagi itu, matahari bersinar dengan indah. Cika yang sedang ada di rumah Dira, terlihat bersemangat ingin membantu Dira membuat dua buah kue untuk kedua orang tuanya.</p>
3 <p>Pagi itu, matahari bersinar dengan indah. Cika yang sedang ada di rumah Dira, terlihat bersemangat ingin membantu Dira membuat dua buah kue untuk kedua orang tuanya.</p>
4 <p>“<em>Nih!</em>Aku<em>udah</em>pinjam buku resep dari Dafa,” kata Dira sambil menyerahkan buku resep ke Cika. “Sebelum belanja ke pasar, kita<em>catet</em>dulu ya bahan yang mau dibeli apa<em>aja</em>,” lanjutnya.</p>
4 <p>“<em>Nih!</em>Aku<em>udah</em>pinjam buku resep dari Dafa,” kata Dira sambil menyerahkan buku resep ke Cika. “Sebelum belanja ke pasar, kita<em>catet</em>dulu ya bahan yang mau dibeli apa<em>aja</em>,” lanjutnya.</p>
5 <p>“<em>Oke</em><em>deh</em>,” jawab Cika.</p>
5 <p>“<em>Oke</em><em>deh</em>,” jawab Cika.</p>
6 <p>Cika membuka buku resep itu dan membaca bahan apa saja yang mereka butuhkan. Tiba-tiba, ekspresinya berubah bingung.</p>
6 <p>Cika membuka buku resep itu dan membaca bahan apa saja yang mereka butuhkan. Tiba-tiba, ekspresinya berubah bingung.</p>
7 <p>“Cik, kenapa?” tanya Dira penasaran.</p>
7 <p>“Cik, kenapa?” tanya Dira penasaran.</p>
8 <p>“Ini Dir… Ternyata kue pertama butuh 9 kg tepung dan 5 kg gula, sedangkan kue kedua butuh kg tepung dan kg gula. Aku jadi bingung berapa total tepung dan total gula yang kita butuhkan, ya?” tanya Cika bingung.</p>
8 <p>“Ini Dir… Ternyata kue pertama butuh 9 kg tepung dan 5 kg gula, sedangkan kue kedua butuh kg tepung dan kg gula. Aku jadi bingung berapa total tepung dan total gula yang kita butuhkan, ya?” tanya Cika bingung.</p>
9 <p>“Oh,<em>kalo gitu</em>kita bisa pake penjumlahan<strong><a>bilangan bulat</a></strong>dengan pecahan<em>aja</em>, Cik! ” jawab Dira.</p>
9 <p>“Oh,<em>kalo gitu</em>kita bisa pake penjumlahan<strong><a>bilangan bulat</a></strong>dengan pecahan<em>aja</em>, Cik! ” jawab Dira.</p>
10 <p>“Caranya<em>gimana</em>, ya?” tanya Cika.</p>
10 <p>“Caranya<em>gimana</em>, ya?” tanya Cika.</p>
11 <p>“Kita cari total tepungnya dulu,<em>yuk</em>! Oh iya, karena satuannya sama, kita lihat angkanya saja ya! 9 adalah bilangan bulat dan adalah pecahan biasa. Berarti, ini adalah penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan biasa. Saat menjumlahkan bilangan bulat dengan pecahan biasa, kita bisa langsung jumlahkan<em>aja</em>. Tapi, kamu harus perhatikan posisinya,” jelas Dira.</p>
11 <p>“Kita cari total tepungnya dulu,<em>yuk</em>! Oh iya, karena satuannya sama, kita lihat angkanya saja ya! 9 adalah bilangan bulat dan adalah pecahan biasa. Berarti, ini adalah penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan biasa. Saat menjumlahkan bilangan bulat dengan pecahan biasa, kita bisa langsung jumlahkan<em>aja</em>. Tapi, kamu harus perhatikan posisinya,” jelas Dira.</p>
12 <p>“Posisinya harus<em>gimana</em>?” tanya Cika, masih bingung.</p>
12 <p>“Posisinya harus<em>gimana</em>?” tanya Cika, masih bingung.</p>
13 <p>“Posisi bilangan bulat harus di depan bilangan pecahannya. Berarti kalau soal tadi, 9 ditambah , maka hasilnya adalah ,” jawab Dira.</p>
13 <p>“Posisi bilangan bulat harus di depan bilangan pecahannya. Berarti kalau soal tadi, 9 ditambah , maka hasilnya adalah ,” jawab Dira.</p>
14 <p>Cika mengangguk-angguk paham. “Oh, aku mengerti! Berarti, kalau contoh lainnya seperti , hasilnya !” katanya dengan semangat.</p>
14 <p>Cika mengangguk-angguk paham. “Oh, aku mengerti! Berarti, kalau contoh lainnya seperti , hasilnya !” katanya dengan semangat.</p>
15 <p><strong>Baca Juga:<a>Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda dengan Metode KPK</a></strong></p>
15 <p><strong>Baca Juga:<a>Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda dengan Metode KPK</a></strong></p>
16 <p>“Betul! Kita lanjut menghitung total gula yang dibutuhkan, ya!” usul Dira</p>
16 <p>“Betul! Kita lanjut menghitung total gula yang dibutuhkan, ya!” usul Dira</p>
17 <p>“<em>Oke</em>. Berarti… , ya?” tanya Cika.</p>
17 <p>“<em>Oke</em>. Berarti… , ya?” tanya Cika.</p>
18 <p>“Iya. Karena 5 adalah bilangan bulat dan adalah pecahan campuran, berarti kita akan menggunakan penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan campuran.”</p>
18 <p>“Iya. Karena 5 adalah bilangan bulat dan adalah pecahan campuran, berarti kita akan menggunakan penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan campuran.”</p>
19 <p>“<em>Gimana</em>caranya?”</p>
19 <p>“<em>Gimana</em>caranya?”</p>
20 <p>“Ada 3 langkah yang harus dilakukan. Pertama, menguraikan pecahan campurannya. bisa kita uraikan menjadi ,” jelas Dira.</p>
20 <p>“Ada 3 langkah yang harus dilakukan. Pertama, menguraikan pecahan campurannya. bisa kita uraikan menjadi ,” jelas Dira.</p>
21 <p>“Oh, begitu ya… Terus apa lagi?” tanya Cika antusias.</p>
21 <p>“Oh, begitu ya… Terus apa lagi?” tanya Cika antusias.</p>
22 <p>“Kedua, menyelesaikan operasi hitung bilangan dengan bentuk sama. Bentuk yang samanya adalah bilangan bulatnya, berarti 5 + 3. Lalu terakhir, menentukan hasil operasi hitungnya,<em>deh</em>!” jelas Dira.</p>
22 <p>“Kedua, menyelesaikan operasi hitung bilangan dengan bentuk sama. Bentuk yang samanya adalah bilangan bulatnya, berarti 5 + 3. Lalu terakhir, menentukan hasil operasi hitungnya,<em>deh</em>!” jelas Dira.</p>
23 <p>“<em>Hm</em>… Hasil penjumlahannya adalah ya?”</p>
23 <p>“<em>Hm</em>… Hasil penjumlahannya adalah ya?”</p>
24 <p>“Betul, Cika!” Dira membenarkan sambil mengacungkan ibu jarinya.</p>
24 <p>“Betul, Cika!” Dira membenarkan sambil mengacungkan ibu jarinya.</p>
25 <p>“Wah… Berarti kita butuh kg tepung dan kg gula ya untuk membuat dua buah kuenya,” kata Cika.</p>
25 <p>“Wah… Berarti kita butuh kg tepung dan kg gula ya untuk membuat dua buah kuenya,” kata Cika.</p>
26 <p>“Iya, benar! Ya<em>udah</em>yuk kita langsung ke pasar<em>aja</em>untuk belanja,<em>biar gak</em><em>kesiangan</em>!” ajak Dira sambil berdiri.</p>
26 <p>“Iya, benar! Ya<em>udah</em>yuk kita langsung ke pasar<em>aja</em>untuk belanja,<em>biar gak</em><em>kesiangan</em>!” ajak Dira sambil berdiri.</p>
27 <p>“<em>Ayuk</em>!” balas Cika sambil membawa tas belanja.</p>
27 <p>“<em>Ayuk</em>!” balas Cika sambil membawa tas belanja.</p>
28 <p>Mereka pun pergi belanja ke pasar bersama-sama.</p>
28 <p>Mereka pun pergi belanja ke pasar bersama-sama.</p>
29 <p><strong>Baca Juga:<a>Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat</a></strong></p>
29 <p><strong>Baca Juga:<a>Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat</a></strong></p>
30 <p><em>Gimana</em>kisah Dira dan Cika hari ini? Melalui kisah ini, kamu bisa belajar ilmu baru<em>loh</em>tentang penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan biasa. Nah, kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kisah mereka sambil belajar bersama, tonton<strong><a>video Dafa &amp; Lulu di ruangbelajar</a></strong>, yuk!</p>
30 <p><em>Gimana</em>kisah Dira dan Cika hari ini? Melalui kisah ini, kamu bisa belajar ilmu baru<em>loh</em>tentang penjumlahan bilangan bulat dengan pecahan biasa. Nah, kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kisah mereka sambil belajar bersama, tonton<strong><a>video Dafa &amp; Lulu di ruangbelajar</a></strong>, yuk!</p>
31 <p>Materi oleh: Hana Wibawanty Baihaki</p>
31 <p>Materi oleh: Hana Wibawanty Baihaki</p>
32 <p>Disunting oleh: Taufiq Radityadji</p>
32 <p>Disunting oleh: Taufiq Radityadji</p>
33  
33