Ingin membuat naskah teks eksplanasi, tetapi bingung cari referensinya? Yuk, lihat beberapa contoh teks eksplanasi beserta dengan penjelasan strukturnya di artikel Bahasa Indonesia kelas 11 berikut ini.
—
“Kamu tahu nggak peristiwa gempa dan tsunami Aceh?” tanya ayah.
“Tau-tau!” kataku, “gempanya bahkan terasa sampai ke negeri tetangga, kan?”
“Duh, serem dan sedih banget ya. Gimana sih gempa dan tsunami itu bisa terjadi?”
Pasti kamu juga penasaran ‘kan, bagaimana sih gempa dan tsunami dahsyat di Aceh bisa terjadi pada tahun 2004 silam? Psst, ada satu teks yang bisa menjawab pertanyaan kamu ini. Yap, betul banget, teks eksplanasi! Duh! Dari tadi nyebutin teks eksplanasi terus, yah. Kira-kira apa sih itu teks eksplanasi? Yuk, kita lihat contoh beserta penjelasan strukturnya berikut ini.
Pengertian Teks Eksplanasi
Ada banyak sekali fenomena alam dan sosial yang terjadi di sekitar kita. Seringkali fenomena ini membuat kita berpikir dan menimbulkan berbagai pertanyaan, sehingga kita membutuhkan informasi tambahan untuk memahaminya.
Nah, ada lho satu teks yang dapat membantu kamu menjawab semua pertanyaan tadi, yaitu teks eksplanasi. Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena, baik itu tentang alam maupun sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan teks eksplanasi adalah untuk memberikan pemahaman secara detail dan jelas agar para pembaca menjadi paham atau mengerti mengenai fenomena yang terjadi sekaligus menambah wawasan pembaca.
Baca Juga: Yuk, Pahami Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur & Contohnya!
Sebelum melihat contoh teks eksplanasi, yuk pahami dulu struktur dari teks eksplanasi!
Struktur Teks Eksplanasi
Struktur teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab dan akibat, serta interpretasi penulis. Berikut penjelasan lengkapnya, gais.
1. Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum
Bagian ini mengidentifikasi sesuatu yang akan diterangkan secara umum. Hal itu dapat berkaitan dengan fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena lainnya. Ciri dari bagian ini adalah menggunakan jenis kata kopula. Kata ‘adalah’ dan ‘ialah’ merupakan contoh dari kata kopula yang sering digunakan dalam teks eksplanasi.
2. Penggambaran Rangkaian Kejadian/Urutan Sebab Akibat
Setelah mengetahui gambaran umum dari fenomena yang dibahas, bagian ini akan memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai jawaban atas “bagaimana” atau “mengapa”. Bagian ini bisa terdiri dari beberapa paragraf terkait sebab akibat dari fenomena.
3. Ulasan/Interpretasi
Bagian ini berupa komentar atau penilaian tentang simpulan atau konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.
Baca Juga: Pengertian Teks Prosedur, Ciri, Jenis, Kebahasaan & Contohnya
Contoh Teks Eksplanasi dan Penjelasan Strukturnya
Berikut kumpulan contoh teks eksplanasi berbagai macam topik yang dibedah berdasarkan struktur teks nya.
1. Contoh Teks Eksplanasi tentang Gempa dan Tsunami
Gempa Aceh
Gempa dahsyat pernah terjadi di Aceh, 26 Desember 2004, pada pukul 17.58 WIB. Pusat gempa terletak di sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 km. Bencana ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Dampak kerusakan, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
Gempa ini mengakibatkan gelombang laut setinggi 9 meter. Kekuatan gempa pada penghujung tahun 2004 itu mencapai 9.0 richter dengan korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1.126.900 kehilangan tempat tinggal. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami itu merupakan bencana yang mengakibatkan kematian terbesar sepanjang sejarah.
Di Indonesia, gempa menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di kawasan Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami, sedangkan untuk korban jiwa ,n disebabkan oleh tsunami yang menghantam kawasan pantai Barat Aceh dan Sumatera Utara.
Di Sri Lanka dikonfirmasikan 45.000 korban jiwa jatuh dan lebih dari 1 juta jiwa penduduk negara ini terkena dampak gempa secara langsung. Di India, termasuk Kepulauan Andaman dan Nicobar diperkirakan menelan lebih dari 12.000 korban jiwa.
Di Thailand banyak pula wisatawan asing terkena bencana, terutama di daerah Phuket diperkirakan ada sekitar 4.500 korban jiwa. Bhumi Jensen, cucu Raja Rama IX atau lebih dikenal dengan nama Bhumibol Adulyadej juga termasuk salah satu korban. Bhumi Jensen baru berusia 21 tahun.
Bahkan di Somalia, di Benua Afrika ribuan kilometer dari Indonesia, dilaporkan lebih dari 100 korban jiwa. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka adalah para nelayan.
Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang juga menghantam Thailand. Selain menempati posisi gempa berkekuatan terbesar kedua setelah gempa Chili 1960 yang mencapai 9.5 skala richter, gempa Aceh menempati peringkat pertama sebagai gempa dengan waktu (durasi) penyesaran yang paling lama, yaitu sekitar 10 menit. Gempa ini cukup besar untuk membuat seluruh bola bumi ikut bergetar.
Penjelasan Struktur:
- Teks Bencana Aceh di atas menjelaskan secara rinci mengenai fenomena alam dahsyat yang terjadi pada tahun 2004. Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum yang menjelaskan kapan peristiwa ini terjadi dan dampak yang dihasilkan secara umum.
- Pada paragraf 2 sampai 6, kamu dapat mengetahui rincian fakta tentang kekuatan gempa, tinggi gelombang laut, jumlah korban jiwa, dan negara-negara yang terdampak oleh bencana alam ini. Paragraf-paragraf yang menjelaskan secara detail termasuk ke dalam struktur Penggambaran Rangkaian Kejadian.
- Paragraf terakhir, kembali dijelaskan mengenai Ulasan dahsyatnya bencana alam gempa dan tsunami Aceh ini yang membuat bola bumi ikut bergetar.
2. Contoh Teks Eksplanasi tentang Demonstrasi
Demonstrasi Massa
Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita. Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.
Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran yang terjadi di hadapan mereka.
Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.
Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi.
Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal reformasi di negeri ini pada tahun 1997–1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi jika merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di luar negeri. Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat makmur.
Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya, mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan. Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Apabila faktor-faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apapun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata “ya” pada apapun tindakan dari pimpinannya meskipun menyimpang dan bahkan menzalimi mereka sendiri.
Baca Juga: Contoh-Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks, dan Protokol
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas terdiri atas paragraf-paragraf yang merupakan paparan tentang akibat dan sebab maraknya demonstrasi di tengah-tengah masyarakat. Pada paragraf awal yang merupakan struktur Identifikasi Fenomena, teks menjelaskan tentang fenomena demonstrasi dan pendapat seorang kepala daerah mengenai penyebab demonstrasi.
- Selanjutnya, di paragraf-paragraf berikutnya kamu dapat memahami proses terjadinya demonstrasi berdasarkan sebab akibat dengan sejelas-jelasnya. Pada paragraf 3-5, penulis menggunakan banyak fakta yang fungsinya untuk menjelaskan penyebab atau akibat terjadinya demonstrasi. Paragraf-paragraf ini dapat dikatakan sebagai struktur Penggambaran Rangkaian Kejadian.
- Nah, paragraf terakhir termasuk ke dalam struktur Ulasan. Di paragraf ini, kamu bisa melihat simpulan serta pendapat dari penulis mengenai penyebab maraknya demonstrasi massa yang terjadi.
3. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kabupaten Bandung
Sejarah Kabupaten Bandung
Awal pemerintahan Kabupaten Bandung dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.
Sebelum mencapai bentuk pemerintahan sekarang, Kabupaten Bandung mengalami perkembangan kekuasaan dari zaman ke zaman. Pada masa Kerajaan Pajajaran berkuasa, sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, di Tatar Periangan belum ada bentuk kabupaten, hanya terdiri atas beberapa keprabuan. Istilah keprabuan diambil dari kata prabu yang berarti ‘leluhur’ atau ‘raja muda’.
Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah Pajajaran adalah pemerintahan Islam. Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan Belanda. Saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi kabupaten.
Berdasarkan piagam itu, Sultan Agung diangkat Tumenggung Wiraangunangun sebagai Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau Bojongasih. Tepatnya di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya, yaitu Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.
Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibu Kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan tersebut berdasarkan perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda,”Deandels”. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu. Pada saat itu Deandels yang mendapat julukan “Mas Galak” tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan. Kebetulan jalur tersebut melewati Tatar Priangan atau Kota Bandung pada saat sekarang ini.
Penjelasan Struktur:
- Terlihat jelas teks di atas menjelaskan sejarah perkembangan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada paragraf pertama bisa kamu baca mengenai awal pemerintahan dari Kabupaten Bandung, yang termasuk ke dalam struktur Pernyataan Umum.
- Di paragraf-paragraf selanjutnya, teks menjelaskan peristiwa demi peristiwa yang terjadi selama perkembangan Kabupaten Bandung, mulai dari berdirinya hingga periode-periode selanjutnya. Ini merupakan bagian dari struktur Urutan Sebab Akibat, yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu. Berdasarkan contoh ini, peristiwa yang dijelaskan adalah sejarah perkembangan sebuah kabupaten.
4. Contoh Teks Eksplanasi tentang Arus Energi
Arus Energi
Arus atau aliran energi bermula dari matahari sebagai sumber utamanya. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia yang diperoleh organisme digunakan untuk kegiatan hidupnya.
Setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi. Pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem disebut produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terbagi dua, yakni produktivitas primer dan produktivitas sekunder.
Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja. Produsen dan konsumen akan menggunakan sebagian dari energinya untuk aktivitas hidup seperti tumbuh, reproduksi, respirasi, dan sebagainya. Akan tetapi, sebagian lagi hilang dalam bentuk energi panas.
Energi masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Energi ini disimpan dalam bentuk zat organik yang dapat digunakan sebagai bahan makanan dan disebut produksi primer. Hal ini merupakan patokan (parameter) untuk menghitung seluruh arus energi yang melalui komponen biotik. Berdasarkan hal tersebut, dapat diperoleh ukuran jumlah kehidupan yang dapat didukung oleh suatu ekosistem.
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam kehidupan. Tumbuhan berklorofil memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Sinar matahari yang ditangkap oleh tumbuhan itu berbeda-beda banyaknya. Hal ini bergantung pada ketinggian dari permukaan laut (dpl) dan penutupan oleh tumbuhan suatu daerah.
Sebagian kecil energi matahari diserap oleh klorofil dan digunakan untuk memproduksi molekul-molekul organik yang disimpan sebagai energi kimia. Kecepatan menyimpan energi kimia oleh tumbuhan disebut produksi primer kotor (PPK). Kurang lebih 20% dari PPK digunakan oleh tumbuhan sendiri untuk respirasi dan fotorespirasi. Sisanya baru disimpan oleh tumbuhan dan dikenal sebagai produksi primer bersih (PPB).
Energi yang tersimpan dalam makanan digunakan oleh konsumen untuk aktivitas hidupnya. Pembebasan energi yang tersimpan dalam makanan dilakukan dengan cara oksidasi (respirasi).
Organisme yang menggunakan energi cahaya untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik disebut fotoautotrof. Organisme yang menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan disebut kemoautotrof.
Baca Juga: Contoh-Contoh Teks Deskripsi Lengkap dengan Strukturnya
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas membicarakan mengenai proses terjadinya arus energi. Di paragraf pertama dijelaskan mengenai awal mula terjadinya arus atau aliran energi maka dapat disebut jika paragraf tersebut termasuk struktur Identifikasi Fenomena yang menjelaskan gambaran umum mengenai fenomena yang dibahas.
- Sementara itu, paragraf-paragraf selanjutnya berisi kalimat-kalimat berupa fakta mengenai bagaimana proses terciptanya arus energi. Fakta itu dirangkai dengan pola yang kronologis (urutan waktu) ataupun secara kausalitas (sebab akibat). Oleh karena itu, , paragraf selanjutnya termasuk ke dalam struktur Penggambaran Rangkaian Kejadian.
5. Contoh Teks Eksplanasi tentang Banjir
Banjir
Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.
Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.
Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.
Penjelasan Struktur:
- Sesuai dengan judulnya, teks di atas membicarakan mengenai fenomena alam, yaitu banjir yang kerap terjadi.Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum, kamu dapat memahami fenomena banjir terjadi akibat alam atau perbuatan manusia.
- Nah, pernyataan umum tersebut didukung oleh beberapa fakta yang menjadi penyebab banjir di paragraf 2 sampai 4, yang termasuk pada struktur Urutan Sebab Akibat. Fakta penyebab banjir ini diuraikan menjadi dua, yaitu penyebab alami banjir pada paragraf 2 dan penyebab banjir akibat faktor sosial di paragraf 3 dan 4.
- Sementara itu, paragraf terakhir atau kelima yang merupakan struktur Interpretasi berisi tentang simpulan mengenai bencana banjir dan bagaimana kita harus menyikapinya.
6. Contoh Teks Eksplanasi tentang Virus Corona
Virus Corona
Virus Corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan pandemi yang pertama kali ditemukan di daerah kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan menyebar ke berbagai wilayah. Virus Corona sendiri sudah masuk ke Indonesia pada awal bulan Maret 2020 dan hingga kini masih terus menyebar.
Virus Corona adalah bentuk kumpulan virus yang mampu menginfeksi sistem pernafasan manusia. Kemudian virus ini akan terus menginfeksi jika imun tubuh lemah dapat berujung pada kematian. Awalnya virus Corona diduga ditularkan dari hewan liar yang dimakan oleh manusia, seperti kelelawar dan ular.
Namun belum ada bukti yang kuat untuk dugaan tersebut. Karena penyebarannya yang sangat cepat dan luas, virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi global hingga saat ini. Dan menyebabkan banyak kerugian bagi semua pihak.
Rajin-rajinlah mencuci tangan dan mengenakan masker ketika ke luar rumah untuk mencegah penyebaran virus ini. Kita semua berharap agar virus ini menghilang secepatnya dan kondisi kembali seperti sedia kala.
Penjelasan Struktur:
- Paragraf pertama yang merupakan bagian dari struktur Identifikasi Fenomena menjelaskan tentang apa itu virus corona, awal mula terjadinya, hingga proses penyebarannya.
- Kemudian, pada paragraf kedua dan ketiga yang merupakan struktur Penggambaran Rangkaian Kejadian dijelaskan secara lebih detail mengenai gejala dan efek dari timbulnya virus corona. Setelah itu, teks pun ditutup dengan struktur Ulasan berupa saran yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus beserta harapan dari penulis.
7. Contoh Teks Eksplanasi tentang Gerhana Bulan
Gerhana Bulan
Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi ketika bulan beroposisi dengan matahari. Tetapi oposisi bulan dengan matahari tidak selalu menghasilkan peristiwa gerhana bulan.
Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika. Akan saat ketika terjadi perpotongan antara bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Pada titik node inilah terjadi gerhana bulan. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.
Faktanya, terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat ketika terjadi gerhana bulan. Hal ini karena berbeloknya sinar matahari yang masih tersisa menuju arah bulan yang disebabkan oleh atmosfer bumi.
Sinar matahari yang dibelokkan tersebut memiliki spektrum cahaya kemerahan. Inilah alasannya mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap yang biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.
Anda dapat mengamati gerhana bulan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf) pada saat terjadi gerhana bulan.
Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan yang berada pada satu garis lurus yang sama. Hal ini membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.
Baca Juga: Simak Yuk 10 Contoh Teks Prosedur Sederhana beserta Ciri-Cirinya!
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya gerhana bulan. Pada paragraf pertama yang merupakan struktur Pernyataan Umum, dijelaskan mengenai apa itu gerhana bulan dan penjelasan umum tentang bagaimana terjadinya.
- Selanjutnya, di paragraf kedua sampai keempat dijelaskan mengenai bagaimana proses terjadinya dan ciri-ciri dari gerhana bulan secara lebih detail. Maka dari itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Sementara pada paragraf terakhir atau kelima, dituliskan mengenai simpulan dari fenomena gerhana bulan. Itulah yang disebut dengan struktur Ulasan atau Interpretasi.
8. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Lalu Lintas di Tasikmalaya
Memasuki puncak arus balik H +7 atau Minggu (21/11) sekira pukul 14.00 WIB, arus lalu lintas kendaraan yang melalui jalur selatan, yang melintas di wilayah Tasikmalaya sempat terhambat sekira dua jam. Sumber kemacetan berada di tanjakan Gentong kilometer 75 atau ruas jalan sekitar Kampung Cingere, Desa Cirahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.
Kondisi ini terjadi akibat adanya kecelakaan yang menimpa bus pariwisata tujuan Bandung nopol Z 768 TA menghantam tebing. Pasalnya, bus itu tidak kuat melalui tanjakan di daerah tersebut, sehingga menyebabkan lajunya terhenti dan langsung terseret mundur. Bus baru bisa berhenti setelah bagian belakangnya menghantam tebing.
Demikian, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, ada sebuah sepeda motor bernopol B 6765 CBO yang ditumpangi dua orang, saat kejadian berada di belakang bus sehingga keduanya terjatuh. Akibat terjatuh dua penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan tentang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Tasikmalaya. Pada paragraf pertama yang merupakan struktur Pernyataan Umum, dijelaskan mengenai kapan dan di mana lokasi kecelakaan terjadi.
- Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana proses terjadinya kecelakaan secara detail. Maka dari itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Sementara itu, pada paragraf terakhir atau ketiga, dituliskan mengenai simpulan dari kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Disebutkan bahwa, pada kecelakaan itu tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Paragraf ketiga ini termasuk bagian Ulasan atau Interpretasi.
9. Contoh Teks Eksplanasi tentang Sampah
Permasalahan Sampah
Sampah merupakan barang atau benda yang sudah tidak digunakan lagi. Keberadaan sampah sangat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar. Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai, seperti sayuran, daun-daun kering, dan sisa-sisa makanan. Sampah ini dapat diolah sebagai pupuk atau kompos untuk tanaman. Sementara sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai, seperti plastik, botol, kaleng, dan lain sebagainya. Salah satu cara untuk meminimalisir sampah anorganik adalah dengan mendaur ulang menjadi sebuah benda yang mempunyai nilai jual dan manfaat.
Sampah merupakan salah satu fenomena yang sering kita temui di lingkungan masyarakat. Sampah mulanya terlihat seperti masalah sepele di sekitar kita, namun jika dibiarkan, sampah tersebut dapat memberikan dampak yang sangat besar. Contohnya, menjadi sarang penyakit, banjir, dan tanah longsor. Sampah yang dibiarkan menumpuk akan mendatangkan bau yang tidak sedap, sehingga akan mencemari udara yang nantinya akan mendatangkan penyakit, seperti muntaber dan DBD.
Selain itu, sampah juga dapat mendatangkan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Sampah yang dibuang ke sungai secara terus-menerus akan membuat air sungai menjadi sulit mengalir, dan lama-kelamaan air sungai bisa meluap. Apabila banjir, tentu saja akan menyulitkan kita untuk beraktivitas dan bekerja. Banjir yang sangat besar dapat menyebabkan tanah longsor.
Banyak sekali dampak yang dapat dirasakan jika kita selalu membuang sampah sembarangan. Untuk itu, kita sebagai makhluk sosial yang menginginkan kesejahteraan, marilah bersama-sama untuk menjaga lingkungan. Dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau kompos untuk tanaman dan sampah anorganik dapat diolah kembali untuk menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan tentang permasalahan sampah yang sering ditemukan di lingkungan sekitar kita. Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum karena menjelaskan mengenai apa itu sampah, jenis-jenis sampah, dan cara mengolah sampah.
- Selanjutnya, di paragraf kedua dan ketiga, dijelaskan mengenai bagaimana sampah bisa memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Pada paragraf terakhir atau keempat, dijelaskan bahwa, kita sebagai makhluk sosial, harus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Penjelasan di paragraf ini termasuk kesimpulan teks, sehingga paragraf keempat termasuk bagian Ulasan atau Interpretasi.
—
Kita break sebentar yuk, guys! Kamu tau nggak sih kalo Ruangguru mempersembahkan fitur belajar ADAPTO, video belajar adaptif satu-satunya di Indonesia yang dapat disesuaikan dengan pemahaman kamu.
10. Contoh Teks Eksplanasi tentang Pelangi
Proses Terjadinya Pelangi
Pelangi adalah peristiwa optik dan meteorologi yang terjadi karena terdapatnya kumpulan cahaya warna-warni paralel satu dengan yang lainnya yang muncul di langit atau di media lainnya. Di langit, pelangi terlihat seperti busur cahaya yang mengarah ke cakrawala ketika hujan ringan. Selain itu pelangi juga bisa dilihat di sekeliling air terjun.
Terdapat empat siklus yang dapat membentuk pelangi. Pertama, pembiasan sinar matahari. Pelangi terbentuk karena terdapat pembiasan sinar cahaya matahari yang dibelokkan ketika sedang menuju satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air yang terdapat pada atmosfer. Kedua, sinar matahari melewati tetesan air. Ketika cahaya matahari melalui tetesan air, cahaya matahari tersebut akan dibelokkan dan membuat warna-warna tadi berpisah dengan sendirinya. Ketiga, pembelokkan cahaya. Setiap warna-warna pelangi akan dibelokkan pada sudut yang tidak sama, sehingga membuat warna pelangi menjadi semakin indah. Keempat, terbentuklah warna pelangi. Warna yang dibelokkan pertama kali adalah warna ungu, sedangkan untuk warna terakhir yang dibelokkan adalah warna merah. Warna pelangi terlihat utuh disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna.
Pelangi cuma bisa kita jumpai ketika hujan, berbarengan dengan matahari bersinar, namun dari sisi yang berlawanan dengan kita. Kita harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari berada di belakang kita. Maka kita dan pusat busur pelangi harus berada di satu garis lurus.
Baca Juga: Contoh-Contoh Teks Ceramah beserta Strukturnya
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya fenomena alam, yaitu pelangi. Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum karena menjelaskan pengertian pelangi dari sudut pandang Sains.
- Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana pelangi bisa terjadi melalui empat siklus. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Paragraf terakhir atau ketiga merupakan simpulan dari fenomena terjadinya pelangi, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian Ulasan atau Interpretasi.
11. Contoh Teks Eksplanasi tentang Angin Topan
Bagaimana Proses Terbentuknya Angin Topan?
Angin topan adalah angin kencang dengan pusaran angin yang kecepatannya mencapai 120 km/jam atau lebih. Angin topan bisa juga disebut badai besar yang sangat kuat. Bagaimana proses terbentuknya angin topan?
Topan terbentuk di lautan suhu panas. Air yang panas, tentunya akan cepat menguap. Uap air yang berasal dari lautan itu jumlahnya sangat banyak. Uap air kemudian naik dan membentuk awan kumulonimbus. Di dalam gumpalan awan ini, terdapat pusaran angin yang sangat kuat. Pusaran angin akan semakin kencang, sehingga bertputar-putar dan terbentuklah topan.
Nah, angin topan biasanya terjadi dibarengi dengan hujan yang lebat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Topan terbentuk dari kumpulan awan. Di dalam topan terdapat banyak sekali awan mendung. Awan mendung inilah yang akan menurunkan hujan lebat. Ketika angin topan terjadi, maka langit akan tertutup awan mendung.
Angin topan sering merobohkan rumah dan pohon, bahkan bisa menerbangkan apa saja yang ada di dekatnya. Oleh karena itu, saat angin topan terjadi, perlu dilakukan tindakan siaga bencana, seperti berlindung pada bangunan yang kokoh, hindari bangunan yang tinggi, seperti pohon, tiang listrik, pamflet, dan sejenisnya.
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya fenomena alam, yaitu angin topan. Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum karena menjelaskan pengertian angin topan.
- Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana angin topan bisa terbentuk melalui penguapan air laut. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Paragraf terakhir atau ketiga menjelaskan dampak yang terjadi akibat angin topan serta tindakan yang harus dilakukan, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian Ulasan atau Interpretasi.
12. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kemiskinan
Masalah Sosial: Kemiskinan
Kemiskinan merupakan tingkat ketidakmampuan masyarakat, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kebutuhan pokok itu di antaranya sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Masyarakat yang tergolong miskin, lumrahnya tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Misalnya, terkait kebutuhan sandang, tak jarang masyarakat miskin membangun sendiri rumah mereka secara seadanya. Bahkan, banyak di antaranya yang membangun rumah di atas tanah orang lain, tanah milik negara, ataupun tempat fasilitas umum.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, sulitnya akses terhadap pendidikan, hingga sulitnya mendapatkan pekerjaan. Kemiskinan dapat menjadi faktor kesenjangan sosial dalam suatu negara. Struktur sosial dan perilaku menjadi faktor terbesar terjadinya masalah kemiskinan. Selain itu, perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang tidak sesuai dengan pemasukan semakin menambah faktor kemiskinan. Dalam struktur sosial, kemiskinan mengarah pada faktor kurangnya pendidikan. Masyarakat miskin cenderung tidak menganggap bahwa pendidikan itu penting, sehingga mereka pun tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bersaing di dunia pekerjaan.
Oleh karena itu, pemerintah juga telah membuat program untuk meretas kemiskinan. Contohnya menaikkan upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan gratis, tempat tinggal dengan harga terjangkau. Namun, hal ini harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak menghamburkan uang, menghindari gengsi, menabung, dan membantu orang di sekitarnya. Kerjasama masyarakat dan pemerintah sangat menentukan demi mengatasi kemiskinan.
Kemiskinan pada hakikatnya dapat dihindari dengan melakukan hal-hal yang tidak dapat menimbulkan kerugian, misalnya tidak hidup dengan berfoya-foya, mengutamakan pendidikan, dan mengetahui prioritas. Program pemerintah untuk meretas kemiskinan akan berjalan baik jika masyarakat mau ikut berpartisipasi, karena tanpa dukungan dari masyarakat, program pemerintah hanya akan menjadi wacana saja.
Penjelasan Struktur:
- Teks di atas menjelaskan salah satu masalah sosial, yaitu kemiskinan. Paragraf pertama merupakan struktur Pernyataan Umum karena menjelaskan masalah kemiskinan secara umum.
- Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur Urutan Sebab Akibat.
- Paragraf ketiga dan keempat menjelaskan hal-hal atau upaya untuk mencegah kemiskinan, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian Ulasan atau Interpretasi.
13. Contoh Teks Eksplanasi tentang Petir
Petir
Pernyataan Umum
Petir adalah suatu fenomena alam yang terjadi karena adanya perbedaan potensial atau muatan yang ada pada awan dan bumi atau dengan awan yang lainnya, sehingga di langit tampak kilatan cahaya yang terang menyilaukan.
Gejala alam ini biasanya terjadi ketika musim hujan pada langit dan terkadang terlihat menembus hingga sampai ke bumi.
Urutan Sebab Akibat
Petir terjadi akibat adanya perbedaan muatan yang ada di awan. Muatan di awan ini bergerak secara terus menerus dan teratur, sehingga selama proses bergerak ini, muatan berinteraksi satu sama lain dengan muatan pada awan lain.
Interaksi ini menjadikan muatan negatif berkumpul di satu sisi saja, semisal di bagian atas atau di bagian bawah Adapun muatan positif juga berkumpul di satu sisi, tepatnya di sisi sebaliknya dari muatan negatif.
Hal ini berarti terjadi perbedaan potensial yang ada pada awan dan bumi. Jika perbedaan muatan potensial cukup besar, pembuangan muatan negatif (elektron) pun akan berlangsung dari awan ke bumi atau sebaliknya agar tercapai kesetimbangan. Ketika proses pembuangan muatan inilah, terjadi ledakan suara yang diiringi dengan nampaknya kilatan cahaya amat terang.
Petir lebih sering muncul ketika musim hujan karena aliran udara yang lebih besar akibat ada kadar air yang terdapat di dalam udara relatif lebih tinggi.
Interpretasi
Petir umumnya di musim hujan ketika terjadi jika aliran udara lebih tinggi. Aliran udara yang tinggi membuat perbedaan potensial atau muatan lebih besar sehingga lebih mudah memunculkan petir.
Baca Juga: Contoh Proposal Kegiatan & Penelitian Berdasarkan Strukturnya
14. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kemacetan
Kemacetan
Pernyataan Umum
Kemacetan adalah keadaan tersendatnya lalu lintas. Kemacetan sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.
Urutan Sebab Akibat
Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan. Pertama, jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum tidak memadai atau kurang baik. Bertambahnya jumlah kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan pemenuhan kapasitas jalan.
Kedua, kemacetan disebabkan oleh pengguna jalan yang tidak tertib. Pengendara seringkali tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti berjalan lambat di lajur kanan atau memarkir kendaraan sembarangan. Pejalan kaki pun kadang menyeberang jalan sembarangan sehingga pengemudi memperlambat kendaraan dan mengakibatkan kemacetan.
Peristiwa yang terjadi di jalan raya juga dapat mengakibatkan kemacetan. Kejadian seperti kecelakaan, banjir, jalan longsor, tawuran antarpelajar, atau adanya perbaikan jalan, membuat pengemudi kendaraan memperlambat lajunya.
Pasar tumpah juga dapat menyebabkan kemacetan. Tempat belanja kelebihan penjual dan barang dagang dapat memakan badan jalan sehingga memicu antrean kendaraan yang akan melewati area tersebut.
Interpretasi
Kemacetan sebenarnya dapat dihindari jika masyarakat lebih tertib berlalu lintas dan memilih untuk menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Pemerintah pun sebaiknya mengatur lalu lintas dan membatasi jumlah kendaraan pribadi yang melaju.
Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.
—
Sampai sini, kamu makin paham dengan contoh-contoh teks eksplanasi dong, guys? Nah, Kalau masih ada materi yang belum kamu mengerti, kamu bisa lho tanyakan ke Roboguru. Melalui robot cerdas satu ini, kamu bisa menemukan jawaban dan memahami proses menjawab soal-soal yang sulit sekalipun.
15. Contoh Teks Eksplanasi tentang Hujan Asam
Hujan Asam
Pernyataan Umum
Hujan asam adalah hujan dengan pH air kurang dari 5,7. Kenapa hujan asam bisa terbentuk?
Urutan Sebab Akibat
Hujan asam biasanya terjadi karena adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat dalam polusi udara. Umumnya, hal ini dipicu oleh peningkatan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida di atmosfer.
Hujan asam tidak memiliki ciri-ciri khusus secara fisik yang membedakannya dengan hujan air biasa. Sebab, warna dan rasa air hujan asam dan hujan biasa hampir sama. Namun, hujan asam terkadang juga turun dalam bentuk hujan salju.
Penelitian tentang terbentuknya hujan asam lebih lanjut setidaknya sudah berjalan sejak abad ke-19. Saat itu di Inggris, dilaporkan bahwa hutan yang air hujannya jatuh searah lokasi sebuah pabrik mengalami kerusakan berat.
Laporan ini memicu rasa penasaran seorang ahli kimia asal Skotlandia, Robert Angus Smith, pada tahun 1852. Ia pun kelak terkenal sebagai Bapak Hujan Asam. Penelitiannya tentang polusi udara pada 1852 menemukan apa yang kemudian dikenal sebagai hujan asam.
Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.
16. Contoh Teks Eksplanasi tentang Rotasi Bumi
Rotasi Bumi
Pernyataan Umum
Rotasi Bumi merupakan gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya. Bumi berputar ke arah timur, atau melawan arah jarum jam jika dilihat dari utara.
Urutan Sebab Akibat
Perputaran Bumi pada pada sumbunya menyebabkan tiap daerah di Bumi mengalami siang dan malam. Namun, panjang siang dan malam di tiap area Bumi bisa berbeda-beda.
Selama 24 jam waktu Bumi berotasi, ada kalanya sebagian area bumi berhadapan dengan matahari. Inilah yang membuat area bumi tersebut mengalami siang hari.
Seiring dengan perputaran bumi, area yang tadinya berhadapan dengan matahari lalu berputar dan membelakangi matahari. Akibatnya, sisi bumi yang tidak lagi disinari matahari ini mengalami malam hari.
Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.
17. Contoh Teks Eksplanasi tentang Air Laut
Air Laut
Pernyataan Umum
Laut adalah kumpulan air yang menghubungkan suatu benua dengan benua lain dan suatu pulau dengan pulau lain. Laut merupakan kumpulan air yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi. Mengapa air laut asin?
Urutan Sebab Akibat
Air laut asin karena mengandung kadar garam yang tinggi. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya, dalam 2,5 liter (2.500 ml) air laut, terdapat 60 gram garam.
Sebetulnya, rasa asin pada laut berasal dari daratan. Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap ke dalam tanah. Air itu sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dan akhirnya mencapai laut. Di perjalanan menuju laut, air dari daratan juga membawa garam-garam mineral.
Garam mineral terdapat dalam batuan dan tanah. Garam dari daratan yang terbawa air akhirnya berkumpul di laut sehingga laut dipenuhi garam mineral dari seluruh penjuru dunia.
Permukaan laut yang luas membuat penguapan air juga besar. Saat terjadi penguapan di laut, hanya air yang menguap. Sementara itu, garam-garam mineral tetap tinggal di laut. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat membawa garam yang terdapat pada batuan.
Interpretasi
Jadi, proses mengalirnya air sambil membawa garam mineral dari daratan, penguapan air laut, dan aktivitas ombak pemecah karang yang membawa garam membuat air laut menjadi asin.
Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.
18. Contoh Teks Eksplanasi tentang Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba
Pernyataan Umum
Penyalahgunaan narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan yang tidak sesuai dengan indikasi resmi, seperti untuk menghilangkan rasa sakit, memberikan rangsangan, semangat, atau halusinasi. Apabila tidak mengikuti aturan atau dosis yang tepat, hal ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada obat-obatan tersebut. Jenis narkoba yang sering disalahgunakan, di antaranya narkotika, psikotropika, dan zat yang memiliki efek adiktif.
Urutan Sebab Akibat
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan narkoba, seperti faktor dari dalam diri (keinginan untuk mencoba), faktor lingkungan (bergaul dengan pengedar atau pengguna narkoba), dan faktor ketersediaan narkoba (mudah didapat dan menguntungkan secara finansial).
Penggunaan obat-obatan terlarang secara terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan. Jika sudah mengalami ketergantungan, orang tersebut akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Penyalahgunaan narkoba memiliki banyak dampak negatif pada diri sendiri, seperti perubahan sikap, membolos, mencuri, mengalami kegilaan, bahkan kematian.
Interpretasi
Penyalahgunaan narkoba sudah sangat umum terjadi dalam masyarakat. Cara untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah dengan memberikan pendidikan agama sejak dini agar bisa memahami hal-hal baik dan buruk, mengawasi pergaulan di sekolah maupun di luar sekolah, dan memberikan perhatian khusus agar tidak perlu mencari kesenangan dengan cara yang salah. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk mencegah dan memerangi masalah penyalahgunaan narkoba.
19. Contoh Teks Eksplanasi tentang Penyebab dan Dampak Bullying
Penyebab dan Dampak Bullying
Pernyataan Umum
Bullying umumnya bermula dari hubungan terdekat, yaitu keluarga. Jika seorang anak dibesarkan dengan cinta dan tanpa kekerasan, maka kemungkinan besar mereka tidak akan melakukan bullying. Namun, jika seorang anak dibesarkan dengan kekerasan dan sering dibandingkan dengan orang lain, mereka akan memiliki potensi untuk melakukan bullying terhadap teman-teman mereka yang dianggap lebih buruk atau lemah dari mereka. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bullying adalah lingkungan sosial dan media.
Urutan Sebab Akibat
Media saat ini, banyak menayangkan aksi-aksi yang merugikan untuk diambil sebagai contoh. Namun, banyak anak-anak yang tidak bisa menahan diri untuk menirukannya karena kurangnya pengawasan dari orang tua, serta pergaulan yang buruk. Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan bullying, seperti untuk diakui, membalas dendam, sebagai hasil dari pengalaman jadi korban bullying, mencari perhatian, untuk terkenal, dan lainnya. Aksi bullying memiliki dampak buruk pada kesehatan mental seorang anak.
Interpretasi
Korban bullying dapat mengalami berbagai gangguan psikologis, mulai dari rasa cemas dan tidak aman, bahkan sampai melakukan bunuh diri dalam kasus yang ekstrem. Bullying bukanlah tindakan yang baik, dan setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun, dengan kemampuan dalam mengelola emosi secara baik, seorang individu dapat mengatasi tindakan bullying, serta mempertahankan diri dengan tegas dan kuat.
Baca Juga: Cerpen: Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis, Struktur & Contoh
20. Contoh Teks Eksplanasi tentang Proses Terbentuknya Cokelat
Proses Terbentuknya Cokelat
Pernyataan Umum
Cokelat berasal dari pohon kakao. Pohon ini berasal dari Amerika Selatan. Namun, saat ini, pohon kakao banyak dibudidayakan di kawasan tropis, seperti Indonesia. Dari biji kakao, dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.
Urutan Sebab Akibat
Proses pertama pembuatan cokelat adalah pemilihan biji yang berkualitas. Biji kakao kemudian ditimbang dan disortir berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, biji difermentasi sekitar satu minggu, dikeringkan di bawah sinar matahari.
Biji kakao kemudian dipanggang untuk mengembangkan karakter dan rasa khas cokelat. Biji-biji dengan jenis yang berbeda, tentu memiliki kualitas dan rasa yang berbeda juga. Oleh karena itu, tidak jarang para pembuat cokelat sering mencampur berbagai jenis cokelat untuk menghasilkan campuran yang khas.
Setelah dipanggang, biji kakao akan pecah dan berpisah dengan cangkangnya. Pada proses ini, akan didapat sesuatu yang sudah bisa dimakan, yaitu nib kakao. Namun rasanya masih pahit. Nib tersebut kemudian dipanggang, ditumbuk, dan digiling membentuk kakao massa.
Untuk membuat kakao massa memiliki rasa yang manis dan mengembangkan teksturnya, pembuat cokelat akan menambahkan bahan lainnya, seperti gula, vanilla, susu, dan lemak kakao. Bahan-bahan tersebut akan dicampur membentuk adonan yang konsisten. Sampai di tahap ini, cokelat sudah bisa dimakan, meskipun teksturnya belum sempurna.
Agar tekstur bisa benar-benar halus dan cita rasa cokelat lebih keluar, cokelat harus diaduk secara konsisten menggunakan mesin. Kemudian, masuk ke tahap pengembangan elastisitas dengan dipanaskan dan didinginkan (proses tempering). Setelah itu, cokelat bisa dicetak dalam berbagai bentuk.
Interpretasi:
Proses pembuatan cokelat cukup panjang dan rumit. Namun, dengan ketelitian dan kesabaran dalam membuatnya, kita bisa menikmati rasa cokelat yang manis dan enak.
—
Nah, sekarang tentunya kamu sudah paham kan apa itu teks eksplanasi setelah melihat contoh teks eksplanasi dan melihat analisis strukturnya di atas, mudah bukan? Sekarang kamu bisa mencoba sendiri di rumah untuk menganalisis teks eksplanasimu.
Jika kamu ingin lebih banyak belajar, kamu bisa langsung cek video belajar beranimasi mengenai materi Teks Eksplanasi di ruangbelajar. Cus dicek! Sampai jumpa!
Referensi:
Suherli, dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Mau tahu macam-macam contoh teks eksplanasi singkat? Yuk, lihat beberapa referensinya dari berbagai tema, lengkap dengan penjelasan strukturnya berikut ini!" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya" />
<meta property="og:description" content="Mau tahu macam-macam contoh teks eksplanasi singkat? Yuk, lihat beberapa referensinya dari berbagai tema, lengkap dengan penjelasan strukturnya berikut ini!" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2024-02-05T01:00:00+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2024-02-09T05:35:53+00:00" />
<meta name="author" content="Shabrina Alfari" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Shabrina Alfari" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="32 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya","url":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya","name":"20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi.jpg","datePublished":"2024-02-05T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-02-09T05:35:53+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"description":"Mau tahu macam-macam contoh teks eksplanasi singkat? Yuk, lihat beberapa referensinya dari berbagai tema, lengkap dengan penjelasan strukturnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya#primaryimage","url":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi.jpg","contentUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/shabrina-alfari"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » 20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11 Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/616" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=616' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-616 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia">Bahasa Indonesia</a></li><li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Bahasa Indonesia SMA Kelas 11</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11 </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/shabrina-alfari" class="">Shabrina Alfari</a> </p>
<p class="content-info"><span>February 5, 2024 • </span> <span>32 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi.jpg" alt="contoh teks eksplanasi" width="820" /></p>
<blockquote>
<p style="font-size: 16px; text-align: center;"><em>Ingin membuat naskah teks eksplanasi, tetapi bingung cari referensinya? Yuk, lihat beberapa contoh teks eksplanasi beserta dengan penjelasan strukturnya di <strong><a href="/blog/tag/bahasa-indonesia-xi" rel="noopener">artikel Bahasa Indonesia kelas 11</a></strong> berikut ini.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kamu tahu nggak peristiwa gempa dan tsunami Aceh?” </em>tanya ayah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Tau-tau!” </em>kataku<em>, “gempanya bahkan terasa sampai ke negeri tetangga, kan?”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Duh, serem dan sedih banget ya. Gimana sih gempa dan tsunami itu bisa terjadi?”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pasti kamu juga penasaran ‘kan, bagaimana sih gempa dan tsunami dahsyat di Aceh bisa terjadi pada tahun 2004 silam? <em>Psst</em>, ada satu teks yang bisa menjawab pertanyaan kamu ini. Yap, betul banget, teks eksplanasi! <em>Duh! Dari tadi nyebutin teks eksplanasi terus, yah. Kira-kira </em>apa sih itu teks eksplanasi? Yuk, kita lihat contoh beserta penjelasan strukturnya berikut ini.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Pengertian Teks Eksplanasi</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak sekali fenomena alam dan sosial yang terjadi di sekitar kita. Seringkali fenomena ini membuat kita berpikir dan menimbulkan berbagai pertanyaan, sehingga kita membutuhkan informasi tambahan untuk memahaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, ada lho satu teks yang dapat membantu kamu menjawab semua pertanyaan tadi, yaitu teks eksplanasi. <strong>Teks eksplanasi adalah</strong> <span style="font-weight: bold;">teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena, baik itu tentang alam maupun sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan teks eksplanasi adalah untuk memberikan pemahaman secara detail dan jelas agar para pembaca menjadi paham atau mengerti mengenai fenomena yang terjadi sekaligus menambah wawasan pembaca.</p>
<p style="text-align: justify; font-weight: bold;">Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/ciri-ciri-dan-contoh-teks-eksplanasi" rel="noopener">Yuk, Pahami Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Struktur & Contohnya!</a></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melihat contoh teks eksplanasi, yuk pahami dulu struktur dari teks eksplanasi!</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Struktur Teks Eksplanasi</span></h2>
<p>Struktur teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab dan akibat, serta interpretasi penulis. Berikut penjelasan lengkapnya, gais.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">1. Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum</span></h3>
<p style="font-size: 16px; font-weight: normal;">Bagian ini mengidentifikasi sesuatu yang akan diterangkan secara umum. Hal itu dapat berkaitan dengan fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena lainnya. Ciri dari bagian ini adalah menggunakan jenis kata kopula. Kata ‘adalah’ dan ‘ialah’ merupakan contoh dari kata kopula yang sering digunakan dalam teks eksplanasi.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">2. Penggambaran Rangkaian Kejadian/Urutan Sebab Akibat</span></h3>
<p style="font-size: 16px; font-weight: normal;">Setelah mengetahui gambaran umum dari fenomena yang dibahas, bagian ini akan <span style="font-weight: bold;">memerinci proses kejadian</span> yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai jawaban atas “bagaimana” atau “mengapa”. Bagian ini bisa terdiri dari beberapa paragraf terkait sebab akibat dari fenomena.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">3. Ulasan/Interpretasi</span></h3>
<p style="font-size: 16px; font-weight: normal;">Bagian ini <span style="font-weight: bold;">berupa komentar atau penilaian</span> tentang simpulan atau konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.</p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi-03.jpg" alt="ciri-ciri teks eksplanasi" width="600" /></p>
<p><span style="font-weight: bold;">Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/mengenal-jenis-dan-contoh-teks-prosedur" rel="noopener">Pengertian Teks Prosedur, Ciri, Jenis, Kebahasaan & Contohnya</a></span></span></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Teks Eksplanasi dan Penjelasan Strukturnya</span></h2>
<p style="font-size: 16px; font-weight: normal;">Berikut kumpulan contoh teks eksplanasi berbagai macam topik yang dibedah berdasarkan struktur teks nya.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">1. Contoh Teks Eksplanasi tentang Gempa dan Tsunami</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Gempa Aceh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gempa dahsyat pernah terjadi di Aceh, 26 Desember 2004, pada pukul 17.58 WIB. Pusat gempa terletak di sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 km. Bencana ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Dampak kerusakan, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.</p>
<p style="text-align: justify;">Gempa ini mengakibatkan gelombang laut setinggi 9 meter. Kekuatan gempa pada penghujung tahun 2004 itu mencapai 9.0 richter dengan korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1.126.900 kehilangan tempat tinggal. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami itu merupakan bencana yang mengakibatkan kematian terbesar sepanjang sejarah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia, gempa menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di kawasan Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami, sedangkan untuk korban jiwa ,n disebabkan oleh tsunami yang menghantam kawasan pantai Barat Aceh dan Sumatera Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Sri Lanka dikonfirmasikan 45.000 korban jiwa jatuh dan lebih dari 1 juta jiwa penduduk negara ini terkena dampak gempa secara langsung. Di India, termasuk Kepulauan Andaman dan Nicobar diperkirakan menelan lebih dari 12.000 korban jiwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Thailand banyak pula wisatawan asing terkena bencana, terutama di daerah Phuket diperkirakan ada sekitar 4.500 korban jiwa. Bhumi Jensen, cucu Raja Rama IX atau lebih dikenal dengan nama Bhumibol Adulyadej juga termasuk salah satu korban. Bhumi Jensen baru berusia 21 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan di Somalia, di Benua Afrika ribuan kilometer dari Indonesia, dilaporkan lebih dari 100 korban jiwa. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka adalah para nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang juga menghantam Thailand. Selain menempati posisi gempa berkekuatan terbesar kedua setelah gempa Chili 1960 yang mencapai 9.5 skala richter, gempa Aceh menempati peringkat pertama sebagai gempa dengan waktu (durasi) penyesaran yang paling lama, yaitu sekitar 10 menit. Gempa ini cukup besar untuk membuat seluruh bola bumi ikut bergetar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penjelasan Struktur:</strong></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li style="text-align: justify;">Teks Bencana Aceh di atas menjelaskan secara rinci mengenai fenomena alam dahsyat yang terjadi pada tahun 2004. Paragraf pertama merupakan struktur<strong> Pernyataan Umum</strong> yang menjelaskan kapan peristiwa ini terjadi dan dampak yang dihasilkan secara umum.</li>
<li style="text-align: justify;">Pada paragraf 2 sampai 6, kamu dapat mengetahui rincian fakta tentang kekuatan gempa, tinggi gelombang laut, jumlah korban jiwa, dan negara-negara yang terdampak oleh bencana alam ini. Paragraf-paragraf yang menjelaskan secara detail termasuk ke dalam struktur <strong>Penggambaran Rangkaian Kejadian</strong>.</li>
<li style="text-align: justify;">Paragraf terakhir, kembali dijelaskan mengenai <strong>Ulasan </strong>dahsyatnya bencana alam gempa dan tsunami Aceh ini yang membuat bola bumi ikut bergetar.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">2. Contoh Teks Eksplanasi tentang Demonstrasi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Demonstrasi Massa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita. Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran yang terjadi di hadapan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal reformasi di negeri ini pada tahun 1997–1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi jika merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di luar negeri. Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat makmur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya, mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan. Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Apabila faktor-faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apapun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata “ya” pada apapun tindakan dari pimpinannya meskipun menyimpang dan bahkan menzalimi mereka sendiri.</p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/contoh-teks-prosedur" rel="noopener">Contoh-Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks, dan Protokol</a></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penjelasan Struktur:</strong></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li style="text-align: justify;">Teks di atas terdiri atas paragraf-paragraf yang merupakan paparan tentang akibat dan sebab maraknya demonstrasi di tengah-tengah masyarakat. Pada paragraf awal yang merupakan struktur <strong>Identifikasi Fenomena</strong>, teks menjelaskan tentang fenomena demonstrasi dan pendapat seorang kepala daerah mengenai penyebab demonstrasi.</li>
<li style="text-align: justify;">Selanjutnya, di paragraf-paragraf berikutnya kamu dapat memahami proses terjadinya demonstrasi berdasarkan sebab akibat dengan sejelas-jelasnya. Pada paragraf 3-5, penulis menggunakan banyak fakta yang fungsinya untuk menjelaskan penyebab atau akibat terjadinya demonstrasi. Paragraf-paragraf ini dapat dikatakan sebagai struktur <strong>Penggambaran Rangkaian Kejadian</strong>.</li>
<li style="text-align: justify;">Nah, paragraf terakhir termasuk ke dalam struktur <strong>Ulasan</strong>. Di paragraf ini, kamu bisa melihat simpulan serta pendapat dari penulis mengenai penyebab maraknya demonstrasi massa yang terjadi.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">3. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kabupaten Bandung</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sejarah Kabupaten Bandung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Awal pemerintahan Kabupaten Bandung dimulai sejak Piagam Sultan Agung Mataram pada tanggal 20 April 1641. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum mencapai bentuk pemerintahan sekarang, Kabupaten Bandung mengalami perkembangan kekuasaan dari zaman ke zaman. Pada masa Kerajaan Pajajaran berkuasa, sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16, di Tatar Periangan belum ada bentuk kabupaten, hanya terdiri atas beberapa keprabuan. Istilah keprabuan diambil dari kata prabu yang berarti ‘leluhur’ atau ‘raja muda’.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1575 yang berkuasa di daerah Pajajaran adalah pemerintahan Islam. Dilanjutkan pemerintahan Mataram (1621–1677) dan pemerintahan Belanda. Saat Mataram berkuasa itulah, nama keprabuan diubah menjadi kabupaten.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan piagam itu, Sultan Agung diangkat Tumenggung Wiraangunangun sebagai Bupati Bandung. Ketika itu, pemerintahan Kabupaten Bandung berpusat di daerah Krapyak atau Bojongasih. Tepatnya di tepi Sungai Cikapundung, dekat muaranya, yaitu Sungai Citarum. Nama Krapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama desa di Dayeuhkolot.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibu Kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan tersebut berdasarkan perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda,”Deandels”. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu. Pada saat itu Deandels yang mendapat julukan “Mas Galak” tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan. Kebetulan jalur tersebut melewati Tatar Priangan atau Kota Bandung pada saat sekarang ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penjelasan Struktur:</strong></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li style="text-align: justify;">Terlihat jelas teks di atas menjelaskan sejarah perkembangan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada paragraf pertama bisa kamu baca mengenai awal pemerintahan dari Kabupaten Bandung, yang termasuk ke dalam struktur <strong>Pernyataan Umum</strong>.</li>
<li style="text-align: justify;">Di paragraf-paragraf selanjutnya, teks menjelaskan peristiwa demi peristiwa yang terjadi selama perkembangan Kabupaten Bandung, mulai dari berdirinya hingga periode-periode selanjutnya. Ini merupakan bagian dari struktur <strong>Urutan Sebab Akibat</strong>, yang menjelaskan hubungan peristiwa atau proses terjadinya sesuatu. Berdasarkan contoh ini, peristiwa yang dijelaskan adalah sejarah perkembangan sebuah kabupaten.</li>
</ol>
<p> </p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/11IND%20-%20Contoh%20Teks%20Eksplanasi-04.jpg" alt="kaidah kebahasaan teks eksplanasi" width="600" /></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">4. Contoh Teks Eksplanasi tentang Arus Energi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Arus Energi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Arus atau aliran energi bermula dari matahari sebagai sumber utamanya. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia yang diperoleh organisme digunakan untuk kegiatan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi. Pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem disebut produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terbagi dua, yakni produktivitas primer dan produktivitas sekunder.</p>
<p style="text-align: justify;">Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja. Produsen dan konsumen akan menggunakan sebagian dari energinya untuk aktivitas hidup seperti tumbuh, reproduksi, respirasi, dan sebagainya. Akan tetapi, sebagian lagi hilang dalam bentuk energi panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Energi masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Energi ini disimpan dalam bentuk zat organik yang dapat digunakan sebagai bahan makanan dan disebut produksi primer. Hal ini merupakan patokan (parameter) untuk menghitung seluruh arus energi yang melalui komponen biotik. Berdasarkan hal tersebut, dapat diperoleh ukuran jumlah kehidupan yang dapat didukung oleh suatu ekosistem.</p>
<p style="text-align: justify;">Cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam kehidupan. Tumbuhan berklorofil memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Sinar matahari yang ditangkap oleh tumbuhan itu berbeda-beda banyaknya. Hal ini bergantung pada ketinggian dari permukaan laut (dpl) dan penutupan oleh tumbuhan suatu daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian kecil energi matahari diserap oleh klorofil dan digunakan untuk memproduksi molekul-molekul organik yang disimpan sebagai energi kimia. Kecepatan menyimpan energi kimia oleh tumbuhan disebut produksi primer kotor (PPK). Kurang lebih 20% dari PPK digunakan oleh tumbuhan sendiri untuk respirasi dan fotorespirasi. Sisanya baru disimpan oleh tumbuhan dan dikenal sebagai produksi primer bersih (PPB).</p>
<p style="text-align: justify;">Energi yang tersimpan dalam makanan digunakan oleh konsumen untuk aktivitas hidupnya. Pembebasan energi yang tersimpan dalam makanan dilakukan dengan cara oksidasi (respirasi).</p>
<p style="text-align: justify;">Organisme yang menggunakan energi cahaya untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik disebut fotoautotrof. Organisme yang menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan disebut kemoautotrof.</p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/contoh-teks-deskripsi-dan-strukturnya" rel="noopener">Contoh-Contoh Teks Deskripsi Lengkap dengan Strukturnya</a></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penjelasan Struktur:</strong></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li style="text-align: justify;">Teks di atas membicarakan mengenai proses terjadinya arus energi. Di paragraf pertama dijelaskan mengenai awal mula terjadinya arus atau aliran energi maka dapat disebut jika paragraf tersebut termasuk struktur <strong>Identifikasi Fenomena </strong>yang menjelaskan gambaran umum mengenai fenomena yang dibahas.</li>
<li style="text-align: justify;">Sementara itu, paragraf-paragraf selanjutnya berisi kalimat-kalimat berupa fakta mengenai bagaimana proses terciptanya arus energi. Fakta itu dirangkai dengan pola yang kronologis (urutan waktu) ataupun secara kausalitas (sebab akibat). Oleh karena itu, , paragraf selanjutnya termasuk ke dalam struktur <strong>Penggambaran Rangkaian Kejadian</strong>.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">5. Contoh Teks Eksplanasi tentang Banjir</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Banjir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir dapat terjadi karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan <em>(run-off)</em> di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan, dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penjelasan Struktur:</strong></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li style="text-align: justify;">Sesuai dengan judulnya, teks di atas membicarakan mengenai fenomena alam, yaitu banjir yang kerap terjadi.Paragraf pertama merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum</strong>, kamu dapat memahami fenomena banjir terjadi akibat alam atau perbuatan manusia.</li>
<li style="text-align: justify;">Nah, pernyataan umum tersebut didukung oleh beberapa fakta yang menjadi penyebab banjir di paragraf 2 sampai 4, yang termasuk pada struktur <strong>Urutan Sebab Akibat</strong>. Fakta penyebab banjir ini diuraikan menjadi dua, yaitu penyebab alami banjir pada paragraf 2 dan penyebab banjir akibat faktor sosial di paragraf 3 dan 4.</li>
<li style="text-align: justify;">Sementara itu, paragraf terakhir atau kelima yang merupakan struktur <strong>Interpretasi </strong>berisi tentang simpulan mengenai bencana banjir dan bagaimana kita harus menyikapinya.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">6. Contoh Teks Eksplanasi tentang Virus Corona</span></h3>
<p style="text-align: center; font-weight: bold;">Virus Corona</p>
<p>Virus Corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan pandemi yang pertama kali ditemukan di daerah kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan menyebar ke berbagai wilayah. Virus Corona sendiri sudah masuk ke Indonesia pada awal bulan Maret 2020 dan hingga kini masih terus menyebar.</p>
<p>Virus Corona adalah bentuk kumpulan virus yang mampu menginfeksi sistem pernafasan manusia. Kemudian virus ini akan terus menginfeksi jika imun tubuh lemah dapat berujung pada kematian. Awalnya virus Corona diduga ditularkan dari hewan liar yang dimakan oleh manusia, seperti kelelawar dan ular.</p>
<p>Namun belum ada bukti yang kuat untuk dugaan tersebut. Karena penyebarannya yang sangat cepat dan luas, virus Corona telah ditetapkan sebagai pandemi global hingga saat ini. Dan menyebabkan banyak kerugian bagi semua pihak.</p>
<p>Rajin-rajinlah mencuci tangan dan mengenakan masker ketika ke luar rumah untuk mencegah penyebaran virus ini. Kita semua berharap agar virus ini menghilang secepatnya dan kondisi kembali seperti sedia kala.</p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Paragraf pertama yang merupakan bagian dari struktur <strong>Identifikasi Fenomena</strong> menjelaskan tentang apa itu virus corona, awal mula terjadinya, hingga proses penyebarannya.</li>
<li>Kemudian, pada paragraf kedua dan ketiga yang merupakan struktur <strong>Penggambaran Rangkaian Kejadian </strong>dijelaskan secara lebih detail mengenai gejala dan efek dari timbulnya virus corona. Setelah itu, teks pun ditutup dengan struktur <strong>Ulasan </strong>berupa saran yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus beserta harapan dari penulis.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">7. Contoh Teks Eksplanasi tentang Gerhana Bulan</span></h3>
<p style="text-align: center; font-weight: bold;">Gerhana Bulan</p>
<p>Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi ketika bulan beroposisi dengan matahari. Tetapi oposisi bulan dengan matahari tidak selalu menghasilkan peristiwa gerhana bulan.</p>
<p>Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika. Akan saat ketika terjadi perpotongan antara bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Pada titik node inilah terjadi gerhana bulan. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.</p>
<p>Faktanya, terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat ketika terjadi gerhana bulan. Hal ini karena berbeloknya sinar matahari yang masih tersisa menuju arah bulan yang disebabkan oleh atmosfer bumi.</p>
<p>Sinar matahari yang dibelokkan tersebut memiliki spektrum cahaya kemerahan. Inilah alasannya mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap yang biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.</p>
<p>Anda dapat mengamati gerhana bulan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf) pada saat terjadi gerhana bulan.</p>
<p>Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan yang berada pada satu garis lurus yang sama. Hal ini membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.</p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/contoh-teks-prosedur-sederhana" rel="noopener">Simak Yuk 10 Contoh Teks Prosedur Sederhana beserta Ciri-Cirinya!</a></span></strong></p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya gerhana bulan. Pada paragraf pertama yang merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum</strong>, dijelaskan mengenai apa itu gerhana bulan dan penjelasan umum tentang bagaimana terjadinya.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua sampai keempat dijelaskan mengenai bagaimana proses terjadinya dan ciri-ciri dari gerhana bulan secara lebih detail. Maka dari itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Sementara pada paragraf terakhir atau kelima, dituliskan mengenai simpulan dari fenomena gerhana bulan. Itulah yang disebut dengan struktur <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">8. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kecelakaan Lalu Lintas</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Kecelakaan Lalu Lintas di Tasikmalaya</strong></p>
<p style="font-weight: normal;">Memasuki puncak arus balik H +7 atau Minggu (21/11) sekira pukul 14.00 WIB, arus lalu lintas kendaraan yang melalui jalur selatan, yang melintas di wilayah Tasikmalaya sempat terhambat sekira dua jam. Sumber kemacetan berada di tanjakan Gentong kilometer 75 atau ruas jalan sekitar Kampung Cingere, Desa Cirahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.</p>
<p style="font-weight: normal;">Kondisi ini terjadi akibat adanya kecelakaan yang menimpa bus pariwisata tujuan Bandung nopol Z 768 TA menghantam tebing. Pasalnya, bus itu tidak kuat melalui tanjakan di daerah tersebut, sehingga menyebabkan lajunya terhenti dan langsung terseret mundur. Bus baru bisa berhenti setelah bagian belakangnya menghantam tebing.</p>
<p style="font-weight: normal;">Demikian, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, ada sebuah sepeda motor bernopol B 6765 CBO yang ditumpangi dua orang, saat kejadian berada di belakang bus sehingga keduanya terjatuh. Akibat terjatuh dua penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.</p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan tentang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Tasikmalaya. Pada paragraf pertama yang merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum</strong>, dijelaskan mengenai kapan dan di mana lokasi kecelakaan terjadi.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana proses terjadinya kecelakaan secara detail. Maka dari itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Sementara itu, pada paragraf terakhir atau ketiga, dituliskan mengenai simpulan dari kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Disebutkan bahwa, pada kecelakaan itu tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Paragraf ketiga ini termasuk bagian <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">9. Contoh Teks Eksplanasi tentang Sampah</span></h3>
<p style="font-weight: bold; text-align: center;">Permasalahan Sampah</p>
<p>Sampah merupakan barang atau benda yang sudah tidak digunakan lagi. Keberadaan sampah sangat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar. Sampah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai, seperti sayuran, daun-daun kering, dan sisa-sisa makanan. Sampah ini dapat diolah sebagai pupuk atau kompos untuk tanaman. Sementara sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai, seperti plastik, botol, kaleng, dan lain sebagainya. Salah satu cara untuk meminimalisir sampah anorganik adalah dengan mendaur ulang menjadi sebuah benda yang mempunyai nilai jual dan manfaat.</p>
<p>Sampah merupakan salah satu fenomena yang sering kita temui di lingkungan masyarakat. Sampah mulanya terlihat seperti masalah sepele di sekitar kita, namun jika dibiarkan, sampah tersebut dapat memberikan dampak yang sangat besar. Contohnya, menjadi sarang penyakit, banjir, dan tanah longsor. Sampah yang dibiarkan menumpuk akan mendatangkan bau yang tidak sedap, sehingga akan mencemari udara yang nantinya akan mendatangkan penyakit, seperti muntaber dan DBD.</p>
<p>Selain itu, sampah juga dapat mendatangkan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Sampah yang dibuang ke sungai secara terus-menerus akan membuat air sungai menjadi sulit mengalir, dan lama-kelamaan air sungai bisa meluap. Apabila banjir, tentu saja akan menyulitkan kita untuk beraktivitas dan bekerja. Banjir yang sangat besar dapat menyebabkan tanah longsor.</p>
<p>Banyak sekali dampak yang dapat dirasakan jika kita selalu membuang sampah sembarangan. Untuk itu, kita sebagai makhluk sosial yang menginginkan kesejahteraan, marilah bersama-sama untuk menjaga lingkungan. Dimulai dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau kompos untuk tanaman dan sampah anorganik dapat diolah kembali untuk menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.</p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan tentang permasalahan sampah yang sering ditemukan di lingkungan sekitar kita. Paragraf pertama merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum </strong><span style="font-weight: normal;">karena</span> menjelaskan mengenai apa itu sampah, jenis-jenis sampah, dan cara mengolah sampah.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua dan ketiga, dijelaskan mengenai bagaimana sampah bisa memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Pada paragraf terakhir atau keempat, dijelaskan bahwa, kita sebagai makhluk sosial, harus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Penjelasan di paragraf ini termasuk kesimpulan teks, sehingga paragraf keempat termasuk bagian <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: center;"><em>Kita break sebentar yuk, guys! Kamu tau nggak sih kalo Ruangguru mempersembahkan fitur belajar <a href="https://app.ruangguru.com/"><strong>ADAPTO</strong></a>, <strong>video belajar adaptif satu-satunya di Indonesia yang dapat disesuaikan dengan pemahaman kamu. </strong> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><a class="rg-cta" style="text-align: center;" href="https://link.ruangguru.com/blPk/39940b84" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" class="aligncenter" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/5a2e155b-2bf0-40bf-8b0a-a0a498e7732d.jpeg" alt="IDN CTA Blog Adapto Ruangguru 2022" /></a></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">10. Contoh Teks Eksplanasi tentang Pelangi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Proses Terjadinya Pelangi</strong></p>
<p>Pelangi adalah peristiwa optik dan meteorologi yang terjadi karena terdapatnya kumpulan cahaya warna-warni paralel satu dengan yang lainnya yang muncul di langit atau di media lainnya. Di langit, pelangi terlihat seperti busur cahaya yang mengarah ke cakrawala ketika hujan ringan. Selain itu pelangi juga bisa dilihat di sekeliling air terjun.</p>
<p>Terdapat empat siklus yang dapat membentuk pelangi. Pertama, pembiasan sinar matahari. Pelangi terbentuk karena terdapat pembiasan sinar cahaya matahari yang dibelokkan ketika sedang menuju satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air yang terdapat pada atmosfer. Kedua, sinar matahari melewati tetesan air. Ketika cahaya matahari melalui tetesan air, cahaya matahari tersebut akan dibelokkan dan membuat warna-warna tadi berpisah dengan sendirinya. Ketiga, pembelokkan cahaya. Setiap warna-warna pelangi akan dibelokkan pada sudut yang tidak sama, sehingga membuat warna pelangi menjadi semakin indah. Keempat, terbentuklah warna pelangi. Warna yang dibelokkan pertama kali adalah warna ungu, sedangkan untuk warna terakhir yang dibelokkan adalah warna merah. Warna pelangi terlihat utuh disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna.</p>
<p>Pelangi cuma bisa kita jumpai ketika hujan, berbarengan dengan matahari bersinar, namun dari sisi yang berlawanan dengan kita. Kita harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari berada di belakang kita. Maka kita dan pusat busur pelangi harus berada di satu garis lurus.</p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="/blog/contoh-teks-ceramah" rel="noopener">Contoh-Contoh Teks Ceramah beserta Strukturnya</a></span></strong></p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya fenomena alam, yaitu pelangi. Paragraf pertama merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum </strong><span style="font-weight: normal;">karena</span> menjelaskan pengertian pelangi dari sudut pandang Sains.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana pelangi bisa terjadi melalui empat siklus. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Paragraf terakhir atau ketiga merupakan simpulan dari fenomena terjadinya pelangi, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">11. Contoh Teks Eksplanasi tentang Angin Topan</span></h3>
<p style="font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: center;">Bagaimana Proses Terbentuknya Angin Topan?</p>
<p style="text-align: justify;">Angin t<span style="font-weight: normal;">opan</span> adalah angin kencang dengan pusaran angin yang kecepatannya mencapai 120 km/jam atau lebih. Angin topan bisa juga disebut badai besar yang sangat kuat. Bagaimana proses terbentuknya angin topan?</p>
<p style="text-align: justify;">Topan terbentuk di lautan suhu panas. Air yang panas, tentunya akan cepat menguap. Uap air yang berasal dari lautan itu jumlahnya sangat banyak. Uap air kemudian naik dan membentuk awan kumulonimbus. Di dalam gumpalan awan ini, terdapat pusaran angin yang sangat kuat. Pusaran angin akan semakin kencang, sehingga bertputar-putar dan terbentuklah topan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, angin topan biasanya terjadi dibarengi dengan hujan yang lebat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Topan terbentuk dari kumpulan awan. Di dalam topan terdapat banyak sekali awan mendung. Awan mendung inilah yang akan menurunkan hujan lebat. Ketika angin topan terjadi, maka langit akan tertutup awan mendung.</p>
<p style="text-align: justify;">Angin topan sering merobohkan rumah dan pohon, bahkan bisa menerbangkan apa saja yang ada di dekatnya. Oleh karena itu, saat angin topan terjadi, perlu dilakukan tindakan siaga bencana, seperti berlindung pada bangunan yang kokoh, hindari bangunan yang tinggi, seperti pohon, tiang listrik, pamflet, dan sejenisnya.</p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan tentang proses terjadinya fenomena alam, yaitu angin topan. Paragraf pertama merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum </strong><span style="font-weight: normal;">karena</span> menjelaskan pengertian angin topan.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan mengenai bagaimana angin topan bisa terbentuk melalui penguapan air laut. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Paragraf terakhir atau ketiga menjelaskan dampak yang terjadi akibat angin topan serta tindakan yang harus dilakukan, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">12. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kemiskinan</span></h3>
<p style="font-weight: bold; text-align: center;">Masalah Sosial: Kemiskinan</p>
<p>Kemiskinan merupakan tingkat ketidakmampuan masyarakat, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kebutuhan pokok itu di antaranya sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Masyarakat yang tergolong miskin, lumrahnya tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Misalnya, terkait kebutuhan sandang, tak jarang masyarakat miskin membangun sendiri rumah mereka secara seadanya. Bahkan, banyak di antaranya yang membangun rumah di atas tanah orang lain, tanah milik negara, ataupun tempat fasilitas umum.</p>
<p>Kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, sulitnya akses terhadap pendidikan, hingga sulitnya mendapatkan pekerjaan. Kemiskinan dapat menjadi faktor kesenjangan sosial dalam suatu negara. Struktur sosial dan perilaku menjadi faktor terbesar terjadinya masalah kemiskinan. Selain itu, perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang tidak sesuai dengan pemasukan semakin menambah faktor kemiskinan. Dalam struktur sosial, kemiskinan mengarah pada faktor kurangnya pendidikan. Masyarakat miskin cenderung tidak menganggap bahwa pendidikan itu penting, sehingga mereka pun tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bersaing di dunia pekerjaan.</p>
<p>Oleh karena itu, pemerintah juga telah membuat program untuk meretas kemiskinan. Contohnya menaikkan upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan gratis, tempat tinggal dengan harga terjangkau. Namun, hal ini harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak menghamburkan uang, menghindari gengsi, menabung, dan membantu orang di sekitarnya. Kerjasama masyarakat dan pemerintah sangat menentukan demi mengatasi kemiskinan.</p>
<p>Kemiskinan pada hakikatnya dapat dihindari dengan melakukan hal-hal yang tidak dapat menimbulkan kerugian, misalnya tidak hidup dengan berfoya-foya, mengutamakan pendidikan, dan mengetahui prioritas. Program pemerintah untuk meretas kemiskinan akan berjalan baik jika masyarakat mau ikut berpartisipasi, karena tanpa dukungan dari masyarakat, program pemerintah hanya akan menjadi wacana saja.</p>
<p style="font-weight: bold;">Penjelasan Struktur:</p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;">
<li>Teks di atas menjelaskan salah satu masalah sosial, yaitu kemiskinan. Paragraf pertama merupakan struktur <strong>Pernyataan Umum </strong><span style="font-weight: normal;">karena</span> menjelaskan masalah kemiskinan secara umum.</li>
<li>Selanjutnya, di paragraf kedua, dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan. Oleh karena itu, bagian ini termasuk ke dalam struktur <strong>Urutan Sebab Akibat.</strong></li>
<li>Paragraf ketiga dan keempat menjelaskan hal-hal atau upaya untuk mencegah kemiskinan, sehingga paragraf ketiga termasuk bagian <strong>Ulasan atau Interpretasi.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">13. Contoh Teks Eksplanasi tentang Petir</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Petir</strong></p>
<p><strong>Pernyataan Umum</strong></p>
<p>Petir adalah suatu fenomena alam yang terjadi karena adanya perbedaan potensial atau muatan yang ada pada awan dan bumi atau dengan awan yang lainnya, sehingga di langit tampak kilatan cahaya yang terang menyilaukan.</p>
<p>Gejala alam ini biasanya terjadi ketika musim hujan pada langit dan terkadang terlihat menembus hingga sampai ke bumi.</p>
<p><strong>Urutan Sebab Akibat</strong></p>
<p>Petir terjadi akibat adanya perbedaan muatan yang ada di awan. Muatan di awan ini bergerak secara terus menerus dan teratur, sehingga selama proses bergerak ini, muatan berinteraksi satu sama lain dengan muatan pada awan lain.</p>
<p>Interaksi ini menjadikan muatan negatif berkumpul di satu sisi saja, semisal di bagian atas atau di bagian bawah Adapun muatan positif juga berkumpul di satu sisi, tepatnya di sisi sebaliknya dari muatan negatif.</p>
<p>Hal ini berarti terjadi perbedaan potensial yang ada pada awan dan bumi. Jika perbedaan muatan potensial cukup besar, pembuangan muatan negatif (elektron) pun akan berlangsung dari awan ke bumi atau sebaliknya agar tercapai kesetimbangan. Ketika proses pembuangan muatan inilah, terjadi ledakan suara yang diiringi dengan nampaknya kilatan cahaya amat terang.</p>
<p>Petir lebih sering muncul ketika musim hujan karena aliran udara yang lebih besar akibat ada kadar air yang terdapat di dalam udara relatif lebih tinggi.</p>
<p><strong>Interpretasi</strong></p>
<p>Petir umumnya di musim hujan ketika terjadi jika aliran udara lebih tinggi. Aliran udara yang tinggi membuat perbedaan potensial atau muatan lebih besar sehingga lebih mudah memunculkan petir.</p>
<p style="text-align: justify; font-weight: bold;">Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-proposal">Contoh Proposal Kegiatan & Penelitian Berdasarkan Strukturnya </a></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">14. Contoh Teks Eksplanasi tentang Kemacetan</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Kemacetan</strong></p>
<p><strong>Pernyataan Umum</strong></p>
<p>Kemacetan adalah keadaan tersendatnya lalu lintas. Kemacetan sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.</p>
<p><strong>Urutan Sebab Akibat</strong></p>
<p>Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan. Pertama, jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum tidak memadai atau kurang baik. Bertambahnya jumlah kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan pemenuhan kapasitas jalan.</p>
<p>Kedua, kemacetan disebabkan oleh pengguna jalan yang tidak tertib. Pengendara seringkali tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti berjalan lambat di lajur kanan atau memarkir kendaraan sembarangan. Pejalan kaki pun kadang menyeberang jalan sembarangan sehingga pengemudi memperlambat kendaraan dan mengakibatkan kemacetan.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi di jalan raya juga dapat mengakibatkan kemacetan. Kejadian seperti kecelakaan, banjir, jalan longsor, tawuran antarpelajar, atau adanya perbaikan jalan, membuat pengemudi kendaraan memperlambat lajunya.</p>
<p>Pasar tumpah juga dapat menyebabkan kemacetan. Tempat belanja kelebihan penjual dan barang dagang dapat memakan badan jalan sehingga memicu antrean kendaraan yang akan melewati area tersebut.</p>
<p><strong>Interpretasi</strong></p>
<p>Kemacetan sebenarnya dapat dihindari jika masyarakat lebih tertib berlalu lintas dan memilih untuk menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Pemerintah pun sebaiknya mengatur lalu lintas dan membatasi jumlah kendaraan pribadi yang melaju.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 10pt;">Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.</span></p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: center;"><em>Sampai sini, kamu makin paham dengan contoh-contoh teks eksplanasi dong, guys? Nah, Kalau masih ada materi yang belum kamu mengerti, kamu bisa lho tanyakan ke <strong><a href="https://roboguru.ruangguru.com/">Roboguru</a></strong>. Melalui robot cerdas satu ini, kamu bisa menemukan jawaban dan memahami proses menjawab soal-soal yang sulit sekalipun.</em></p>
<p><a href="https://roboguru.ruangguru.com/"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b58b9d8c-76c0-40b6-9255-bc1badf67db9.jpeg" alt="CTA Roboguru" /></a></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">15. Contoh Teks Eksplanasi tentang Hujan Asam</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong style="background-color: transparent;">Hujan Asam</strong></p>
<p><strong>Pernyataan Umum</strong></p>
<p>Hujan asam adalah hujan dengan pH air kurang dari 5,7. Kenapa hujan asam bisa terbentuk?</p>
<p><strong>Urutan Sebab Akibat</strong></p>
<p>Hujan asam biasanya terjadi karena adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat dalam polusi udara. Umumnya, hal ini dipicu oleh peningkatan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida di atmosfer.</p>
<p>Hujan asam tidak memiliki ciri-ciri khusus secara fisik yang membedakannya dengan hujan air biasa. Sebab, warna dan rasa air hujan asam dan hujan biasa hampir sama. Namun, hujan asam terkadang juga turun dalam bentuk hujan salju.</p>
<p>Penelitian tentang terbentuknya hujan asam lebih lanjut setidaknya sudah berjalan sejak abad ke-19. Saat itu di Inggris, dilaporkan bahwa hutan yang air hujannya jatuh searah lokasi sebuah pabrik mengalami kerusakan berat.</p>
<p>Laporan ini memicu rasa penasaran seorang ahli kimia asal Skotlandia, Robert Angus Smith, pada tahun 1852. Ia pun kelak terkenal sebagai Bapak Hujan Asam. Penelitiannya tentang polusi udara pada 1852 menemukan apa yang kemudian dikenal sebagai hujan asam.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 10pt;">Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.</span></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">16. Contoh Teks Eksplanasi tentang Rotasi Bumi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Rotasi Bumi</strong></p>
<p style="font-weight: bold;">Pernyataan Umum</p>
<p>Rotasi Bumi merupakan gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya. Bumi berputar ke arah timur, atau melawan arah jarum jam jika dilihat dari utara.</p>
<p><strong>Urutan Sebab Akibat</strong></p>
<p>Perputaran Bumi pada pada sumbunya menyebabkan tiap daerah di Bumi mengalami siang dan malam. Namun, panjang siang dan malam di tiap area Bumi bisa berbeda-beda.</p>
<p>Selama 24 jam waktu Bumi berotasi, ada kalanya sebagian area bumi berhadapan dengan matahari. Inilah yang membuat area bumi tersebut mengalami siang hari.</p>
<p>Seiring dengan perputaran bumi, area yang tadinya berhadapan dengan matahari lalu berputar dan membelakangi matahari. Akibatnya, sisi bumi yang tidak lagi disinari matahari ini mengalami malam hari.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 10pt;">Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.</span></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">17. Contoh Teks Eksplanasi tentang Air Laut</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Air Laut</strong></p>
<p><strong>Pernyataan Umum</strong></p>
<p>Laut adalah kumpulan air yang menghubungkan suatu benua dengan benua lain dan suatu pulau dengan pulau lain. Laut merupakan kumpulan air yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi. Mengapa air laut asin?</p>
<p><strong>Urutan Sebab Akibat</strong></p>
<p>Air laut asin karena mengandung kadar garam yang tinggi. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya, dalam 2,5 liter (2.500 ml) air laut, terdapat 60 gram garam.</p>
<p>Sebetulnya, rasa asin pada laut berasal dari daratan. Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap ke dalam tanah. Air itu sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dan akhirnya mencapai laut. Di perjalanan menuju laut, air dari daratan juga membawa garam-garam mineral.</p>
<p>Garam mineral terdapat dalam batuan dan tanah. Garam dari daratan yang terbawa air akhirnya berkumpul di laut sehingga laut dipenuhi garam mineral dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Permukaan laut yang luas membuat penguapan air juga besar. Saat terjadi penguapan di laut, hanya air yang menguap. Sementara itu, garam-garam mineral tetap tinggal di laut. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat membawa garam yang terdapat pada batuan.</p>
<p><strong>Interpretasi</strong></p>
<p>Jadi, proses mengalirnya air sambil membawa garam mineral dari daratan, penguapan air laut, dan aktivitas ombak pemecah karang yang membawa garam membuat air laut menjadi asin.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 10pt;">Sumber: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Tim Ganesha Operation.</span></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">18. Contoh Teks Eksplanasi tentang Penyalahgunaan Narkoba</span></h3>
<p style="font-weight: bold; text-align: center;">Narkoba</p>
<p style="font-weight: bold;">Pernyataan Umum</p>
<p>Penyalahgunaan narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan yang tidak sesuai dengan indikasi resmi, seperti untuk menghilangkan rasa sakit, memberikan rangsangan, semangat, atau halusinasi. Apabila tidak mengikuti aturan atau dosis yang tepat, hal ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada obat-obatan tersebut. Jenis narkoba yang sering disalahgunakan, di antaranya narkotika, psikotropika, dan zat yang memiliki efek adiktif.</p>
<p style="font-weight: bold;">Urutan Sebab Akibat</p>
<div>
<p>Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan narkoba, seperti faktor dari dalam diri (keinginan untuk mencoba), faktor lingkungan (bergaul dengan pengedar atau pengguna narkoba), dan faktor ketersediaan narkoba (mudah didapat dan menguntungkan secara finansial).</p>
<p>Penggunaan obat-obatan terlarang secara terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan. Jika sudah mengalami ketergantungan, orang tersebut akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Penyalahgunaan narkoba memiliki banyak dampak negatif pada diri sendiri, seperti perubahan sikap, membolos, mencuri, mengalami kegilaan, bahkan kematian.</p>
<p style="font-weight: bold;">Interpretasi</p>
<p>Penyalahgunaan narkoba sudah sangat umum terjadi dalam masyarakat. Cara untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah dengan memberikan pendidikan agama sejak dini agar bisa memahami hal-hal baik dan buruk, mengawasi pergaulan di sekolah maupun di luar sekolah, dan memberikan perhatian khusus agar tidak perlu mencari kesenangan dengan cara yang salah. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk mencegah dan memerangi masalah penyalahgunaan narkoba.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">19. Contoh Teks Eksplanasi tentang Penyebab dan Dampak Bullying</span></h3>
<p style="font-weight: bold; text-align: center;">Penyebab dan Dampak Bullying</p>
<p style="font-weight: bold;">Pernyataan Umum</p>
<p>Bullying umumnya bermula dari hubungan terdekat, yaitu keluarga. Jika seorang anak dibesarkan dengan cinta dan tanpa kekerasan, maka kemungkinan besar mereka tidak akan melakukan bullying. Namun, jika seorang anak dibesarkan dengan kekerasan dan sering dibandingkan dengan orang lain, mereka akan memiliki potensi untuk melakukan bullying terhadap teman-teman mereka yang dianggap lebih buruk atau lemah dari mereka. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bullying adalah lingkungan sosial dan media.</p>
<p style="font-weight: bold;">Urutan Sebab Akibat</p>
<p>Media saat ini, banyak menayangkan aksi-aksi yang merugikan untuk diambil sebagai contoh. Namun, banyak anak-anak yang tidak bisa menahan diri untuk menirukannya karena kurangnya pengawasan dari orang tua, serta pergaulan yang buruk. Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan bullying, seperti untuk diakui, membalas dendam, sebagai hasil dari pengalaman jadi korban bullying, mencari perhatian, untuk terkenal, dan lainnya. Aksi bullying memiliki dampak buruk pada kesehatan mental seorang anak.</p>
<p style="font-weight: bold;">Interpretasi</p>
<p>Korban bullying dapat mengalami berbagai gangguan psikologis, mulai dari rasa cemas dan tidak aman, bahkan sampai melakukan bunuh diri dalam kasus yang ekstrem. Bullying bukanlah tindakan yang baik, dan setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun, dengan kemampuan dalam mengelola emosi secara baik, seorang individu dapat mengatasi tindakan bullying, serta mempertahankan diri dengan tegas dan kuat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/apa-itu-cerpen">Cerpen: Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis, Struktur & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">20. Contoh Teks Eksplanasi tentang Proses Terbentuknya Cokelat</span></h3>
<p style="font-weight: bold; text-align: center;">Proses Terbentuknya Cokelat</p>
<p style="font-weight: bold;">Pernyataan Umum</p>
<p>Cokelat berasal dari pohon kakao. Pohon ini berasal dari Amerika Selatan. Namun, saat ini, pohon kakao banyak dibudidayakan di kawasan tropis, seperti Indonesia. Dari biji kakao, dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.</p>
<p style="font-weight: bold;">Urutan Sebab Akibat</p>
<p>Proses pertama pembuatan cokelat adalah pemilihan biji yang berkualitas. Biji kakao kemudian ditimbang dan disortir berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, biji difermentasi sekitar satu minggu, dikeringkan di bawah sinar matahari.</p>
<p>Biji kakao kemudian dipanggang untuk mengembangkan karakter dan rasa khas cokelat. Biji-biji dengan jenis yang berbeda, tentu memiliki kualitas dan rasa yang berbeda juga. Oleh karena itu, tidak jarang para pembuat cokelat sering mencampur berbagai jenis cokelat untuk menghasilkan campuran yang khas.</p>
<p>Setelah dipanggang, biji kakao akan pecah dan berpisah dengan cangkangnya. Pada proses ini, akan didapat sesuatu yang sudah bisa dimakan, yaitu nib kakao. Namun rasanya masih pahit. Nib tersebut kemudian dipanggang, ditumbuk, dan digiling membentuk kakao massa.</p>
<p>Untuk membuat kakao massa memiliki rasa yang manis dan mengembangkan teksturnya, pembuat cokelat akan menambahkan bahan lainnya, seperti gula, vanilla, susu, dan lemak kakao. Bahan-bahan tersebut akan dicampur membentuk adonan yang konsisten. Sampai di tahap ini, cokelat sudah bisa dimakan, meskipun teksturnya belum sempurna.</p>
<p>Agar tekstur bisa benar-benar halus dan cita rasa cokelat lebih keluar, cokelat harus diaduk secara konsisten menggunakan mesin. Kemudian, masuk ke tahap pengembangan elastisitas dengan dipanaskan dan didinginkan (proses tempering). Setelah itu, cokelat bisa dicetak dalam berbagai bentuk.</p>
<p style="font-weight: bold;">Interpretasi:</p>
<p>Proses pembuatan cokelat cukup panjang dan rumit. Namun, dengan ketelitian dan kesabaran dalam membuatnya, kita bisa menikmati rasa cokelat yang manis dan enak.</p>
</div>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang tentunya kamu sudah paham kan apa itu teks eksplanasi setelah melihat contoh teks eksplanasi dan melihat analisis strukturnya di atas, mudah bukan? Sekarang kamu bisa mencoba sendiri di rumah untuk menganalisis teks eksplanasimu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kamu ingin lebih banyak belajar, kamu bisa langsung cek video belajar beranimasi mengenai materi Teks Eksplanasi di <a style="font-weight: bold;" href="https://ruangguru.onelink.me/blPk/eaff0eb9" rel="noopener">ruangbelajar</a>. Cus dicek! Sampai jumpa!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://ruangguru.onelink.me/blPk/eaff0eb9"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/eb8c33ff-4bfe-433c-9195-85f355d5db88.jpeg" alt="CTA ruangbelajar" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: left;">Suherli, dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
<p style="text-align: left;">Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/bahasa-indonesia-xi" rel="tag">Bahasa Indonesia XI</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/kelas-11" rel="tag">Kelas 11</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/konsep-pelajaran" rel="tag">Konsep Pelajaran</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/sma" rel="tag">SMA</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/3d54880f-0d74-4691-bb3e-4e0acaf3bd1d.png" alt="">
<div>
<h5 class="author-title">Shabrina Alfari</h5>
<p class="author-description">Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D</p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya&quote=20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya&title=20 Contoh Teks Eksplanasi Berbagai Topik & Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 616;
const tags_id = [100,31,10,37];
const category_id = 477;
const sub_category_id = 485;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>