HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Apa saja teori permintaan dan penawaran uang? Yuk simak<strong><a>artikel ini Ekonomi kelas 11</a></strong>untuk penjelasan lebih lengkapnya!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Apa saja teori permintaan dan penawaran uang? Yuk simak<strong><a>artikel ini Ekonomi kelas 11</a></strong>untuk penjelasan lebih lengkapnya!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><p>Sst… disini siapa yang tidak ingin memiliki banyak uang? Bisa membeli apa saja dari barang hingga jasa, membayar utang-utang dan menimbun kekayaan tentunya. Uang hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.</p>
3 </blockquote><p>Sst… disini siapa yang tidak ingin memiliki banyak uang? Bisa membeli apa saja dari barang hingga jasa, membayar utang-utang dan menimbun kekayaan tentunya. Uang hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.</p>
4 <p>Apa-apa butuh uang. Dalam perekonomian, uang diibaratkan sebagai bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan mesin perekonomian. Tapi tahukah kamu pergerakan uang dalam perekonomian dipengaruhi oleh adanya teori permintaan dan penawaran uang lho. Penasaran apa itu teori permintaan dan penawaran uang? <em>Keep scrolling</em>!</p>
4 <p>Apa-apa butuh uang. Dalam perekonomian, uang diibaratkan sebagai bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan mesin perekonomian. Tapi tahukah kamu pergerakan uang dalam perekonomian dipengaruhi oleh adanya teori permintaan dan penawaran uang lho. Penasaran apa itu teori permintaan dan penawaran uang? <em>Keep scrolling</em>!</p>
5 <p>Senang banyak uang (Sumber: giphy.com)</p>
5 <p>Senang banyak uang (Sumber: giphy.com)</p>
6 <h2>Teori Permintaan Uang</h2>
6 <h2>Teori Permintaan Uang</h2>
7 <p>Permintaan uang disini diartikan sebagai suatu kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Jadi kalau masyarakat butuh uang bearti muncul permintaan uang. Nah, berdasarkan teorinya permintaan uang dibagi menjadi dua bagian, yaitu:</p>
7 <p>Permintaan uang disini diartikan sebagai suatu kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Jadi kalau masyarakat butuh uang bearti muncul permintaan uang. Nah, berdasarkan teorinya permintaan uang dibagi menjadi dua bagian, yaitu:</p>
8 <h3>1. Teori Liquidity Preference Keynes</h3>
8 <h3>1. Teori Liquidity Preference Keynes</h3>
9 <p>Menurut Teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang, yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan memperoleh keuntungan. Nah, berikut penjelasannya:</p>
9 <p>Menurut Teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang, yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan memperoleh keuntungan. Nah, berikut penjelasannya:</p>
10 <h4>a. Motif Transaksi</h4>
10 <h4>a. Motif Transaksi</h4>
11 <p>Masyarakat memegang uang dengan tujuan untuk<strong>mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari</strong>. Contohnya, kalau kamu ingin membeli pensil di koperasi bayarnya harus dengan uang <em>cash </em>(transaksi jual beli).</p>
11 <p>Masyarakat memegang uang dengan tujuan untuk<strong>mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari</strong>. Contohnya, kalau kamu ingin membeli pensil di koperasi bayarnya harus dengan uang <em>cash </em>(transaksi jual beli).</p>
12 <h4>b. Motif Berjaga-jaga</h4>
12 <h4>b. Motif Berjaga-jaga</h4>
13 <p>Arti dari berjaga-jaga disini adalah untuk<strong>persiapan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan</strong>atau yang tidak terduga. Misalnya, sakit atau mengalami kecelakaan kalau tidak punya tabungan, bagaimana bayarnya hayo?</p>
13 <p>Arti dari berjaga-jaga disini adalah untuk<strong>persiapan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan</strong>atau yang tidak terduga. Misalnya, sakit atau mengalami kecelakaan kalau tidak punya tabungan, bagaimana bayarnya hayo?</p>
14 <h4>c. Motif Mendapatkan Keuntungan</h4>
14 <h4>c. Motif Mendapatkan Keuntungan</h4>
15 <p>Nama lain dari motif ini adalah<strong>motivasi spekulasi</strong>. Misalnya, kamu membeli emas saat harga emas sedang rendah dan menjualnya kembali saat harga emas tersebut naik. Nah, disinilah maksud dari sepkulan, selisih harga beli dan jual dapat menghasilkan keuntungan.</p>
15 <p>Nama lain dari motif ini adalah<strong>motivasi spekulasi</strong>. Misalnya, kamu membeli emas saat harga emas sedang rendah dan menjualnya kembali saat harga emas tersebut naik. Nah, disinilah maksud dari sepkulan, selisih harga beli dan jual dapat menghasilkan keuntungan.</p>
16 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Pembangunan dengan Pertumbuhan Ekonomi</a></strong></p>
16 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Pembangunan dengan Pertumbuhan Ekonomi</a></strong></p>
17 <h3>2. Teori Kuantitas (Klasik)</h3>
17 <h3>2. Teori Kuantitas (Klasik)</h3>
18 <p>Teori klasik ini membahas tentang hubungan antara penawaran dan permintaan, menitikberatkan uang dari sudut pandang kuantitas. Eits, ternyata dalam teori ini muncul dua pandangan dari dua tokoh besar, yaitu David Ricardo dan Irving Fisher.</p>
18 <p>Teori klasik ini membahas tentang hubungan antara penawaran dan permintaan, menitikberatkan uang dari sudut pandang kuantitas. Eits, ternyata dalam teori ini muncul dua pandangan dari dua tokoh besar, yaitu David Ricardo dan Irving Fisher.</p>
19 <p>Nah, itu dia sekilas mengenai teori permintaan uang. Sekarang kita lanjut yang berikutnya ya.</p>
19 <p>Nah, itu dia sekilas mengenai teori permintaan uang. Sekarang kita lanjut yang berikutnya ya.</p>
20 <h2>Teori Penawaran Uang</h2>
20 <h2>Teori Penawaran Uang</h2>
21 <p>Selanjutnya adalah penawaran uang yang merupakan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jangan sedih, penawaran uang juga ada teorinya, yakni:</p>
21 <p>Selanjutnya adalah penawaran uang yang merupakan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jangan sedih, penawaran uang juga ada teorinya, yakni:</p>
22 <h3>1. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank</h3>
22 <h3>1. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank</h3>
23 <p>Teori ini merupakan gambaran dari sistem standar emas, ketika emas menjadi satu-satunya alat pembayaran. Jumlah uang beredar atau uang yang ditawarkan di masyarakat naik atau turun sesuai dengan tersedianya emas di masyarakat.</p>
23 <p>Teori ini merupakan gambaran dari sistem standar emas, ketika emas menjadi satu-satunya alat pembayaran. Jumlah uang beredar atau uang yang ditawarkan di masyarakat naik atau turun sesuai dengan tersedianya emas di masyarakat.</p>
24 <h3>2. Teori Penawaran Uang Modern</h3>
24 <h3>2. Teori Penawaran Uang Modern</h3>
25 <p>Dalam sistem standar kertas dengan otoritas moneter yakni Bank Sentral yang memproduksi uang primer. Lembaga keuangan (perbankan) merupakan produsen uang sekunder bagi masyarakat. Keduanya berhubungan sangat erat karena uang sekunder (uang giral) hanya bisa tumbuh karena ada uang primer.</p>
25 <p>Dalam sistem standar kertas dengan otoritas moneter yakni Bank Sentral yang memproduksi uang primer. Lembaga keuangan (perbankan) merupakan produsen uang sekunder bagi masyarakat. Keduanya berhubungan sangat erat karena uang sekunder (uang giral) hanya bisa tumbuh karena ada uang primer.</p>
26 <p>-</p>
26 <p>-</p>
27 <p>Nah, itu tadi sedikit pembahasan tentang bagaimana teori-teori permintaan dan penawaran uang. Ternyata, tidak cuma sosiologi dan sejarah saja yang memiliki teori, ekonomi juga lho. Nah, kalau kamu pengen tanya-tanya lebih jelas lagi dengan tutor yang dapat diandalkan langsung aja tanya lewat<strong><a>Ruangguru Privat Ekonomi</a></strong>!</p>
27 <p>Nah, itu tadi sedikit pembahasan tentang bagaimana teori-teori permintaan dan penawaran uang. Ternyata, tidak cuma sosiologi dan sejarah saja yang memiliki teori, ekonomi juga lho. Nah, kalau kamu pengen tanya-tanya lebih jelas lagi dengan tutor yang dapat diandalkan langsung aja tanya lewat<strong><a>Ruangguru Privat Ekonomi</a></strong>!</p>
28 <p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
28 <p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
29 <p><strong>Referensi:</strong></p>
29 <p><strong>Referensi:</strong></p>
30 <p>Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga</p>
30 <p>Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga</p>
31 <p>https://id.wikipedia.org/wiki/David_Ricardo</p>
31 <p>https://id.wikipedia.org/wiki/David_Ricardo</p>
32 <p>Hayati, Deni Sri dkk. 2014. ANALISIS INFLASI PRA DAN PASCA KRISIS MONETER DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA (daring). Tautan: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/article/view/3848/3478</p>
32 <p>Hayati, Deni Sri dkk. 2014. ANALISIS INFLASI PRA DAN PASCA KRISIS MONETER DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA (daring). Tautan: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj/article/view/3848/3478</p>
33  
33