0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 11 IPS semester genap tahun 2025 berikut ini.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 11 IPS semester genap tahun 2025 berikut ini.</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Limit Fungsi Aljabar</a></strong></p>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Limit Fungsi Aljabar</a></strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Limit</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Limit</strong></p>
6
<p><strong>1. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
6
<p><strong>1. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
7
<p>Estimasi terbaik yang didapat untuk adalah ….</p>
7
<p>Estimasi terbaik yang didapat untuk adalah ….</p>
8
<ol><li>1</li>
8
<ol><li>1</li>
9
<li>1,9</li>
9
<li>1,9</li>
10
<li>2</li>
10
<li>2</li>
11
<li>2,1</li>
11
<li>2,1</li>
12
<li>3</li>
12
<li>3</li>
13
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
13
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
14
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
15
<p>Dapat diperhatikan bahwa dari arah kiri, jika nilai x semakin mendekati 8, maka f(x) akan semakin mendekati 2.</p>
15
<p>Dapat diperhatikan bahwa dari arah kiri, jika nilai x semakin mendekati 8, maka f(x) akan semakin mendekati 2.</p>
16
<p>Jadi, </p>
16
<p>Jadi, </p>
17
<p>Kemudian, dari arah kanan, jika nilai x semakin mendekati 8, maka f(x) akan semakin mendekati 2.</p>
17
<p>Kemudian, dari arah kanan, jika nilai x semakin mendekati 8, maka f(x) akan semakin mendekati 2.</p>
18
<p>Jadi, </p>
18
<p>Jadi, </p>
19
<p>Karena </p>
19
<p>Karena </p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
21
<p><strong>Topik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar </strong></p>
21
<p><strong>Topik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar </strong></p>
22
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
22
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
23
<p>2. Nilai dari adalah ….</p>
23
<p>2. Nilai dari adalah ….</p>
24
<p><strong></strong></p>
24
<p><strong></strong></p>
25
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
25
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
26
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
26
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
27
<p>Perhatikan perhitungan nilai limit berikut!</p>
27
<p>Perhatikan perhitungan nilai limit berikut!</p>
28
<p>Karena didapatkan hasil berupa bentuk tak tentu, yaitu maka nilai limit tersebut dapat ditentukan melalui perhitungan berikut.</p>
28
<p>Karena didapatkan hasil berupa bentuk tak tentu, yaitu maka nilai limit tersebut dapat ditentukan melalui perhitungan berikut.</p>
29
<p>Dengan demikian, nilai dari</p>
29
<p>Dengan demikian, nilai dari</p>
30
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
30
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
31
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
31
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
32
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gradien Garis Singgung</strong></p>
32
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gradien Garis Singgung</strong></p>
33
<p>3. Gradien garis singgung fungsi kuadrat adalah ….</p>
33
<p>3. Gradien garis singgung fungsi kuadrat adalah ….</p>
34
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
34
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
35
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
35
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
36
<p>Melalui definisi turunan pada limit, perhatikan perhitungan berikut!</p>
36
<p>Melalui definisi turunan pada limit, perhatikan perhitungan berikut!</p>
37
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
37
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
38
<p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
38
<p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
39
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
39
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
40
<p>4. Jika diberikan fungsi , maka turunan pertama dari f(x) adalah ….</p>
40
<p>4. Jika diberikan fungsi , maka turunan pertama dari f(x) adalah ….</p>
41
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
41
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
42
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
42
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
43
<p>Oleh karena itu, didapat perhitungan berikut ini.</p>
43
<p>Oleh karena itu, didapat perhitungan berikut ini.</p>
44
<p>Dengan demikian, turunan pertama dari </p>
44
<p>Dengan demikian, turunan pertama dari </p>
45
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
45
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
46
<p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
46
<p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
47
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan</strong></p>
47
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan</strong></p>
48
<p>5. Biaya produksi sebuah baju kebaya sepanjang X meter dinyatakan dengan fungsi ribu rupiah. Semua baju kebaya tersebut akan dijual dengan harga ribu rupiah. Panjang baju kebaya yang diproduksi agar memperoleh laba maksimum adalah … m <strong>.</strong></p>
48
<p>5. Biaya produksi sebuah baju kebaya sepanjang X meter dinyatakan dengan fungsi ribu rupiah. Semua baju kebaya tersebut akan dijual dengan harga ribu rupiah. Panjang baju kebaya yang diproduksi agar memperoleh laba maksimum adalah … m <strong>.</strong></p>
49
<ol><li>15</li>
49
<ol><li>15</li>
50
<li>25</li>
50
<li>25</li>
51
<li>30</li>
51
<li>30</li>
52
<li>35</li>
52
<li>35</li>
53
<li>50</li>
53
<li>50</li>
54
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
54
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
55
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
55
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
56
<p>Diketahui bahwa fungsi biaya produksi dan harga jual adalah sehingga fungsi laba dapat dinyatakan sebagai berikut.</p>
56
<p>Diketahui bahwa fungsi biaya produksi dan harga jual adalah sehingga fungsi laba dapat dinyatakan sebagai berikut.</p>
57
<p>Laba maksimum terjadi saat L'(x)=0 sehingga didapat nilai x yang membuat L'(x)=0 sebagai berikut.</p>
57
<p>Laba maksimum terjadi saat L'(x)=0 sehingga didapat nilai x yang membuat L'(x)=0 sebagai berikut.</p>
58
<p>Dengan demikian, panjang baju kebaya yang diproduksi agar laba yang diperoleh maksimum adalah 25 m.</p>
58
<p>Dengan demikian, panjang baju kebaya yang diproduksi agar laba yang diperoleh maksimum adalah 25 m.</p>
59
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
59
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
60
<p><strong>Baca Juga:<a>Soal & Pembahasan PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2024</a></strong></p>
60
<p><strong>Baca Juga:<a>Soal & Pembahasan PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2024</a></strong></p>
61
<h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
61
<h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
62
<p><strong>Topik</strong><strong>: <a>Dinamika Kependudukan di Indonesia</a></strong></p>
62
<p><strong>Topik</strong><strong>: <a>Dinamika Kependudukan di Indonesia</a></strong></p>
63
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan</strong></p>
63
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan</strong></p>
64
<p><strong>1. Perhatikan piramida berikut!</strong><strong></strong></p>
64
<p><strong>1. Perhatikan piramida berikut!</strong><strong></strong></p>
65
<p>Upaya yang perlu dilakukan oleh negara dengan bentuk piramida tersebut adalah ….</p>
65
<p>Upaya yang perlu dilakukan oleh negara dengan bentuk piramida tersebut adalah ….</p>
66
<ol><li>fokus mensosialisasikan program KB</li>
66
<ol><li>fokus mensosialisasikan program KB</li>
67
<li>fokus meningkatkan layananan pengasuh anak</li>
67
<li>fokus meningkatkan layananan pengasuh anak</li>
68
<li>fokus memperluas lapangan kerja</li>
68
<li>fokus memperluas lapangan kerja</li>
69
<li>fokus meningkatkan laju pertumbuhan penduduk</li>
69
<li>fokus meningkatkan laju pertumbuhan penduduk</li>
70
<li>fokus menurunkan laju pertumbuhan penduduk</li>
70
<li>fokus menurunkan laju pertumbuhan penduduk</li>
71
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
71
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
73
<p>Bentuk piramida yang pada soal adalah<strong>piramida tua/batu nisan/konstriktif</strong>. Negara dengan piramida konstriktif memiliki karakteristik berupa komposisi penduduk usia muda yang relatif sedikit dan<strong>tingkat kelahiran yang rendah, bahkan cenderung menurun.</strong>Contoh negara yang memiliki tipe piramida ini adalah Jepang. Jika angka kelahiran terus menurun dalam kurun waktu yang lama, wilayah tersebut bisa mengalami masalah di masa yang akan datang, seperti jumlah tenaga kerja yang berkurang, dan lain-lain. Oleh sebab itu, wilayah dengan tipe piramida konstriktif<strong>harus meningkatkan laju pertumbuhan penduduk</strong>dengan melakukan upaya<strong>pronatalitas</strong>.</p>
73
<p>Bentuk piramida yang pada soal adalah<strong>piramida tua/batu nisan/konstriktif</strong>. Negara dengan piramida konstriktif memiliki karakteristik berupa komposisi penduduk usia muda yang relatif sedikit dan<strong>tingkat kelahiran yang rendah, bahkan cenderung menurun.</strong>Contoh negara yang memiliki tipe piramida ini adalah Jepang. Jika angka kelahiran terus menurun dalam kurun waktu yang lama, wilayah tersebut bisa mengalami masalah di masa yang akan datang, seperti jumlah tenaga kerja yang berkurang, dan lain-lain. Oleh sebab itu, wilayah dengan tipe piramida konstriktif<strong>harus meningkatkan laju pertumbuhan penduduk</strong>dengan melakukan upaya<strong>pronatalitas</strong>.</p>
74
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D</strong>.</p>
74
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D</strong>.</p>
75
<p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
75
<p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
76
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Bonus Demografi</a></strong></p>
76
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Bonus Demografi</a></strong></p>
77
<p>2. Pada masa bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia nonproduktif. Kondisi ini menguntungkan sebab …. </p>
77
<p>2. Pada masa bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia nonproduktif. Kondisi ini menguntungkan sebab …. </p>
78
<ol><li>jumlah penduduk usia muda melimpah</li>
78
<ol><li>jumlah penduduk usia muda melimpah</li>
79
<li>rendahnya angka beban ketergantungan</li>
79
<li>rendahnya angka beban ketergantungan</li>
80
<li>kebutuhan lapangan pekerjaan yang besar</li>
80
<li>kebutuhan lapangan pekerjaan yang besar</li>
81
<li>tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi</li>
81
<li>tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi</li>
82
<li>adanya percepatan pembangunan infrastruktur</li>
82
<li>adanya percepatan pembangunan infrastruktur</li>
83
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
83
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
85
<p>Pada saat bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia nonproduktif. Hal ini memberikan keuntungan karena<strong>angka beban ketergantungan penduduk menjadi lebih rendah</strong>. Kondisi ini berarti makin sedikit jumlah penduduk usia nonproduktif yang harus ditanggung oleh jumlah penduduk usia produktif.</p>
85
<p>Pada saat bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia nonproduktif. Hal ini memberikan keuntungan karena<strong>angka beban ketergantungan penduduk menjadi lebih rendah</strong>. Kondisi ini berarti makin sedikit jumlah penduduk usia nonproduktif yang harus ditanggung oleh jumlah penduduk usia produktif.</p>
86
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
86
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
87
<p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
87
<p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
88
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan</strong></p>
88
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengolahan dan Analisis Data Kependudukan</strong></p>
89
<p>3. Suatu wilayah memiliki jumlah penduduk sebanyak 20 juta jiwa, di mana 60%-nya terdiri dari penduduk berusia produktif. Berdasarkan hal tersebut, angka beban ketergantungan di wilayah tersebut adalah …. </p>
89
<p>3. Suatu wilayah memiliki jumlah penduduk sebanyak 20 juta jiwa, di mana 60%-nya terdiri dari penduduk berusia produktif. Berdasarkan hal tersebut, angka beban ketergantungan di wilayah tersebut adalah …. </p>
90
<ol><li>33</li>
90
<ol><li>33</li>
91
<li>35</li>
91
<li>35</li>
92
<li>67</li>
92
<li>67</li>
93
<li>70</li>
93
<li>70</li>
94
<li>72</li>
94
<li>72</li>
95
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
95
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
96
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
96
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
97
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
97
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
98
<p>Jumlah penduduk produktif = 60% x 20.000.000 jiwa = 12.000.000 jiwa</p>
98
<p>Jumlah penduduk produktif = 60% x 20.000.000 jiwa = 12.000.000 jiwa</p>
99
<p>Jumlah penduduk nonproduktif = 20.000.000 jiwa - 12.000.000 jiwa = 8.000.000 jiwa</p>
99
<p>Jumlah penduduk nonproduktif = 20.000.000 jiwa - 12.000.000 jiwa = 8.000.000 jiwa</p>
100
<p><strong>Ditanya:</strong></p>
100
<p><strong>Ditanya:</strong></p>
101
<p>Angka ketergantungan penduduk (DR)</p>
101
<p>Angka ketergantungan penduduk (DR)</p>
102
<p><strong>Jawab:</strong></p>
102
<p><strong>Jawab:</strong></p>
103
<p>Berdasarkan hasil perhitungan,<strong>beban ketergantungan di wilayah tersebut adalah 67</strong>.</p>
103
<p>Berdasarkan hasil perhitungan,<strong>beban ketergantungan di wilayah tersebut adalah 67</strong>.</p>
104
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
104
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
105
<p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
105
<p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
106
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengaruh<a>Faktor Geografis terhadap Keragaman Budaya di Indonesia</a></strong></p>
106
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengaruh<a>Faktor Geografis terhadap Keragaman Budaya di Indonesia</a></strong></p>
107
<p>4. Aspek geografis dapat membentuk karakteristik kebudayaan berwujud seperti bentuk rumah. Rumah-rumah di pesisir umumnya dibangun dengan atap yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang ada di dataran tinggi. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah …. </p>
107
<p>4. Aspek geografis dapat membentuk karakteristik kebudayaan berwujud seperti bentuk rumah. Rumah-rumah di pesisir umumnya dibangun dengan atap yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang ada di dataran tinggi. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah …. </p>
108
<ol><li>adaptasi terhadap kondisi suhu</li>
108
<ol><li>adaptasi terhadap kondisi suhu</li>
109
<li>agar rumah mudah untuk dibersihkan</li>
109
<li>agar rumah mudah untuk dibersihkan</li>
110
<li>penghematan dalam pembangunan rumah</li>
110
<li>penghematan dalam pembangunan rumah</li>
111
<li>menjaga rumah agar binatang buas tidak masuk</li>
111
<li>menjaga rumah agar binatang buas tidak masuk</li>
112
<li>tradisi agar rumah selamat dari bencana gunung meletus</li>
112
<li>tradisi agar rumah selamat dari bencana gunung meletus</li>
113
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
113
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
115
<p><strong>Karakteristik rumah penduduk</strong>di berbagai wilayah<strong>berbeda-beda</strong>. Hal ini ditujukan untuk<strong>menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya</strong>. Contohnya adalah rumah penduduk di<strong>wilayah pesisir pantai biasanya beratap tinggi</strong>. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan<strong>kondisi pesisir yang relatif panas</strong>. Atap yang tinggi ini ditujukan agar sirkulasi udara dalam rumah lancar dan suhu di dalam rumah tidak terlalu panas.</p>
115
<p><strong>Karakteristik rumah penduduk</strong>di berbagai wilayah<strong>berbeda-beda</strong>. Hal ini ditujukan untuk<strong>menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya</strong>. Contohnya adalah rumah penduduk di<strong>wilayah pesisir pantai biasanya beratap tinggi</strong>. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan<strong>kondisi pesisir yang relatif panas</strong>. Atap yang tinggi ini ditujukan agar sirkulasi udara dalam rumah lancar dan suhu di dalam rumah tidak terlalu panas.</p>
116
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A</strong>.</p>
116
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A</strong>.</p>
117
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Keragaman Budaya Indonesia</a></strong></p>
117
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Keragaman Budaya Indonesia</a></strong></p>
118
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Keragaman Budaya di Indonesia</strong></p>
118
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Keragaman Budaya di Indonesia</strong></p>
119
<p>5. Sistem kekerabatan yang berlaku di wilayah Sumatra Barat adalah …. </p>
119
<p>5. Sistem kekerabatan yang berlaku di wilayah Sumatra Barat adalah …. </p>
120
<ol><li>matrilineal</li>
120
<ol><li>matrilineal</li>
121
<li>patrilineal</li>
121
<li>patrilineal</li>
122
<li>parental</li>
122
<li>parental</li>
123
<li><em>double unilateral </em></li>
123
<li><em>double unilateral </em></li>
124
<li>bilateral</li>
124
<li>bilateral</li>
125
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
125
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
126
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
126
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
127
<p>Penduduk di wilayah<strong>Sumatra Barat</strong>memiliki sistem kekerabatan yang disebut<strong>matrilineal</strong>. Hal ini berarti masyarakat<strong>menarik garis keturunan dari pihak ibu atau perempuan</strong>. Beberapa hal yang berlaku dalam sistem ini adalah anak-anak menjadi hak ibu, sistem waris diturunkan kepada anggota kerabat perempuan, dan kedudukan sosial perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Akan tetapi, lelaki tetap berperan sebagai pengelola waktu, harta, usaha, dan adat keluarga.<strong>Sistem matrilineal di Indonesia dianut oleh suku Minangkabau</strong>yang berasal dari wilayah<strong>Sumatra Barat</strong>. Pada suku Minangkabau, laki-laki berperan sebagai pengelola harta dan adat yang disebut mamak (paman).</p>
127
<p>Penduduk di wilayah<strong>Sumatra Barat</strong>memiliki sistem kekerabatan yang disebut<strong>matrilineal</strong>. Hal ini berarti masyarakat<strong>menarik garis keturunan dari pihak ibu atau perempuan</strong>. Beberapa hal yang berlaku dalam sistem ini adalah anak-anak menjadi hak ibu, sistem waris diturunkan kepada anggota kerabat perempuan, dan kedudukan sosial perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Akan tetapi, lelaki tetap berperan sebagai pengelola waktu, harta, usaha, dan adat keluarga.<strong>Sistem matrilineal di Indonesia dianut oleh suku Minangkabau</strong>yang berasal dari wilayah<strong>Sumatra Barat</strong>. Pada suku Minangkabau, laki-laki berperan sebagai pengelola harta dan adat yang disebut mamak (paman).</p>
128
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A</strong>.</p>
128
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A</strong>.</p>
129
<h2>EKONOMI</h2>
129
<h2>EKONOMI</h2>
130
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>APBN dan APBD</a></strong></p>
130
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>APBN dan APBD</a></strong></p>
131
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
131
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
132
<p>1. APBD memiliki fungsi dan tujuan, yang merupakan tujuan APBD adalah ….</p>
132
<p>1. APBD memiliki fungsi dan tujuan, yang merupakan tujuan APBD adalah ….</p>
133
<ol><li>sebagai pedoman untuk menilai apakah penyelenggaraan kegiatan sudah sesuai dengan ketentuan yangditetapkan</li>
133
<ol><li>sebagai pedoman untuk menilai apakah penyelenggaraan kegiatan sudah sesuai dengan ketentuan yangditetapkan</li>
134
<li>mengarahkan anggaran untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya</li>
134
<li>mengarahkan anggaran untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya</li>
135
<li>sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan</li>
135
<li>sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan</li>
136
<li>sebagai dasar pemerintah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan</li>
136
<li>sebagai dasar pemerintah untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan</li>
137
<li>menjadi alat untuk mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian</li>
137
<li>menjadi alat untuk mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian</li>
138
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
138
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
139
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
139
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
140
<p>Tujuan APBN dan APBD adalah menjadi<strong>pedoman bagi pemerintah</strong>dalam mengatur pengeluaran dan penerimaan negara untuk mencapai kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah secara merata.</p>
140
<p>Tujuan APBN dan APBD adalah menjadi<strong>pedoman bagi pemerintah</strong>dalam mengatur pengeluaran dan penerimaan negara untuk mencapai kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah secara merata.</p>
141
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
141
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
142
<p><strong>Topil</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
142
<p><strong>Topil</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
143
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Pengaruh APBN dan APBD Terhadap Perekonomian</a></strong></p>
143
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Pengaruh APBN dan APBD Terhadap Perekonomian</a></strong></p>
144
<p>2. Pemerintah menjual Surat Utang Negara (SUN) kepada masyarakat ketika APBN mengalami defisit. Dampak positif penjualan SUN kepada masyarakat terhadap APBN adalah ….</p>
144
<p>2. Pemerintah menjual Surat Utang Negara (SUN) kepada masyarakat ketika APBN mengalami defisit. Dampak positif penjualan SUN kepada masyarakat terhadap APBN adalah ….</p>
145
<ol><li>belanja modal kurang</li>
145
<ol><li>belanja modal kurang</li>
146
<li>meminimalkan utang ke luar negeri</li>
146
<li>meminimalkan utang ke luar negeri</li>
147
<li>pemerintah mengalami surplus</li>
147
<li>pemerintah mengalami surplus</li>
148
<li>pendapatan nasional meningkat</li>
148
<li>pendapatan nasional meningkat</li>
149
<li>pembayaran beban bunga utang meningkat</li>
149
<li>pembayaran beban bunga utang meningkat</li>
150
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
150
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
151
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
151
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
152
<p>Apabila pemerintah menjual surat berharga berupa Surat Utang Negara (SUN) kepada masyarakat pada saat APBN defisit maka hal tersebut dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, yaitu<strong>pemerintah tidak perlu berhutang ke luar negeri</strong>karena utang luar negeri memiliki beban bunga sangat tinggi. Dampak negatifnya, yaitu beban pemerintah atas pembayaran bunga meningkat walaupun tidak terlalu besar.</p>
152
<p>Apabila pemerintah menjual surat berharga berupa Surat Utang Negara (SUN) kepada masyarakat pada saat APBN defisit maka hal tersebut dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, yaitu<strong>pemerintah tidak perlu berhutang ke luar negeri</strong>karena utang luar negeri memiliki beban bunga sangat tinggi. Dampak negatifnya, yaitu beban pemerintah atas pembayaran bunga meningkat walaupun tidak terlalu besar.</p>
153
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
153
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
154
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
154
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
155
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Konsep Dasar Perpajakan</a></strong></p>
155
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Konsep Dasar Perpajakan</a></strong></p>
156
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
156
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
157
<ol><li>Dasar pemungutannya berupa peraturan menteri atau peraturan daerah.</li>
157
<ol><li>Dasar pemungutannya berupa peraturan menteri atau peraturan daerah.</li>
158
<li>Iuran wajib dari rakyat kepada kas negara.</li>
158
<li>Iuran wajib dari rakyat kepada kas negara.</li>
159
<li>Bersifat memaksa/dapat dipaksakan.</li>
159
<li>Bersifat memaksa/dapat dipaksakan.</li>
160
<li>Pemungutan pajak berdasarkan ketetapan menteri.</li>
160
<li>Pemungutan pajak berdasarkan ketetapan menteri.</li>
161
<li>Tidak mendapat imbalan langsung atas pembayaran pajak.</li>
161
<li>Tidak mendapat imbalan langsung atas pembayaran pajak.</li>
162
</ol><p>Pernyataan yang termasuk ke dalam karakteristik pajak ditunjukkan oleh nomor ….</p>
162
</ol><p>Pernyataan yang termasuk ke dalam karakteristik pajak ditunjukkan oleh nomor ….</p>
163
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
163
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
164
<li>2, 3, dan 4</li>
164
<li>2, 3, dan 4</li>
165
<li>1, 3, dan 5</li>
165
<li>1, 3, dan 5</li>
166
<li>2, 3, dan 5</li>
166
<li>2, 3, dan 5</li>
167
<li>1, 3, dan 4</li>
167
<li>1, 3, dan 4</li>
168
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
168
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
170
<p>Karakteristik pajak adalah sebagai berikut.</p>
170
<p>Karakteristik pajak adalah sebagai berikut.</p>
171
<ul><li>Kontribusi wajib warga negara<strong>(2).</strong></li>
171
<ul><li>Kontribusi wajib warga negara<strong>(2).</strong></li>
172
<li>Bersifat memaksa untuk setiap warga negara<strong>(3).</strong></li>
172
<li>Bersifat memaksa untuk setiap warga negara<strong>(3).</strong></li>
173
<li>Tidak mendapat imbalan langsung atas pembayaran pajak<strong>(5).</strong></li>
173
<li>Tidak mendapat imbalan langsung atas pembayaran pajak<strong>(5).</strong></li>
174
<li>Pemungutan pajak berdasarkan Undang-Undang.</li>
174
<li>Pemungutan pajak berdasarkan Undang-Undang.</li>
175
</ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin D.</strong></p>
175
</ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin D.</strong></p>
176
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
176
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
177
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Jenis-Jenis Pajak</a></strong></p>
177
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Jenis-Jenis Pajak</a></strong></p>
178
<p>4. Pak Toni adalah pegawai yang sangat taat pajak, tiap tahunnya Pak Toni selalu membayar Pajak Penghasilan. Menurut golongannya pajak penghasilan termasuk ke dalam jenis ….</p>
178
<p>4. Pak Toni adalah pegawai yang sangat taat pajak, tiap tahunnya Pak Toni selalu membayar Pajak Penghasilan. Menurut golongannya pajak penghasilan termasuk ke dalam jenis ….</p>
179
<ol><li>pajak langsung</li>
179
<ol><li>pajak langsung</li>
180
<li>pajak tidak langsung</li>
180
<li>pajak tidak langsung</li>
181
<li>pajak subjektif</li>
181
<li>pajak subjektif</li>
182
<li>pajak objektif</li>
182
<li>pajak objektif</li>
183
<li>pajak negara</li>
183
<li>pajak negara</li>
184
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
184
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
185
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
185
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
186
<p>Jenis pajak menurut golongan dibedakan menjadi 2, yaitu<strong>pajak langsung dan pajak tidak langsung</strong>. Pajak langsung merupakan pembayaran pajak yang tidak dapat dialihkan atau dilimpahkan kepada orang lain, seperti pajak penghasilan (PPh). Dalam soal dijelaskan bahwa Pak Toni setiap tahun membayar pajak penghasilan (PPh), maka berdasarkan golongannya, pajak tersebut termasuk ke dalam<strong>pajak langsung</strong>.</p>
186
<p>Jenis pajak menurut golongan dibedakan menjadi 2, yaitu<strong>pajak langsung dan pajak tidak langsung</strong>. Pajak langsung merupakan pembayaran pajak yang tidak dapat dialihkan atau dilimpahkan kepada orang lain, seperti pajak penghasilan (PPh). Dalam soal dijelaskan bahwa Pak Toni setiap tahun membayar pajak penghasilan (PPh), maka berdasarkan golongannya, pajak tersebut termasuk ke dalam<strong>pajak langsung</strong>.</p>
187
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
187
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
188
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
188
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan </strong></p>
189
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Menghitung Pajak</a></strong></p>
189
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Menghitung Pajak</a></strong></p>
190
<p>5. Nanda membeli sebuah<em>handphone</em>di toko elektronik seharga Rp3.500.000,00 belum termasuk pajak 10%. Bila Nanda ingin membeli<em>handphone</em>tersebut, maka uang yang harus dibayar Nanda adalah sebanyak ….</p>
190
<p>5. Nanda membeli sebuah<em>handphone</em>di toko elektronik seharga Rp3.500.000,00 belum termasuk pajak 10%. Bila Nanda ingin membeli<em>handphone</em>tersebut, maka uang yang harus dibayar Nanda adalah sebanyak ….</p>
191
<ol><li>Rp3.500.000,00</li>
191
<ol><li>Rp3.500.000,00</li>
192
<li>Rp4.000.000,00</li>
192
<li>Rp4.000.000,00</li>
193
<li>Rp3.850.000,00</li>
193
<li>Rp3.850.000,00</li>
194
<li>Rp3.535.000,00</li>
194
<li>Rp3.535.000,00</li>
195
<li>Rp3.580.000,00</li>
195
<li>Rp3.580.000,00</li>
196
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
196
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
197
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
197
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
198
<p><strong>Diketahui</strong></p>
198
<p><strong>Diketahui</strong></p>
199
<ul><li>Harga Handphone Rp3.500.000,00</li>
199
<ul><li>Harga Handphone Rp3.500.000,00</li>
200
<li>Pajak 10%</li>
200
<li>Pajak 10%</li>
201
</ul><p><strong>Ditanya:</strong><strong></strong></p>
201
</ul><p><strong>Ditanya:</strong><strong></strong></p>
202
<p>Uang yang harus dibayarkan …?</p>
202
<p>Uang yang harus dibayarkan …?</p>
203
<p><strong>Jawab:</strong><strong></strong></p>
203
<p><strong>Jawab:</strong><strong></strong></p>
204
<p>Untuk menghitung uang yang harus dibayarkan oleh Nanda, perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
204
<p>Untuk menghitung uang yang harus dibayarkan oleh Nanda, perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
205
<p>Berdasarkan perhitungan di atas, uang yang harus dibayarkan oleh Nanda sebesar<strong>Rp3.850.000,00</strong>.</p>
205
<p>Berdasarkan perhitungan di atas, uang yang harus dibayarkan oleh Nanda sebesar<strong>Rp3.850.000,00</strong>.</p>
206
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
206
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
207
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal & Jawaban PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Genap 2024</a></strong></p>
207
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal & Jawaban PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Genap 2024</a></strong></p>
208
<h2><strong>SOSIOLOGI</strong></h2>
208
<h2><strong>SOSIOLOGI</strong></h2>
209
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Konflik Sosial dan Kekerasan</a></strong></p>
209
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Konflik Sosial dan Kekerasan</a></strong></p>
210
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Beberapa Tokoh Teori Konflik dan Pemikirannya</strong></p>
210
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Beberapa Tokoh Teori Konflik dan Pemikirannya</strong></p>
211
<p>1. Sebuah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial merupakan bentuk konflik …. </p>
211
<p>1. Sebuah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial merupakan bentuk konflik …. </p>
212
<ol><li>golongan</li>
212
<ol><li>golongan</li>
213
<li>kelas</li>
213
<li>kelas</li>
214
<li>politik</li>
214
<li>politik</li>
215
<li>realistis</li>
215
<li>realistis</li>
216
<li>nonrealistis</li>
216
<li>nonrealistis</li>
217
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
217
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
218
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
218
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
219
<p>Berdasarkan bentuknya,<strong>Lewis A. Coser</strong>membedakan konflik atas dua bentuk, yaitu<strong>konflik realistis dan konflik nonrealistis</strong>:</p>
219
<p>Berdasarkan bentuknya,<strong>Lewis A. Coser</strong>membedakan konflik atas dua bentuk, yaitu<strong>konflik realistis dan konflik nonrealistis</strong>:</p>
220
<ol><li>Konflik<strong>realistis</strong>berasal dari<strong>kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial.</strong>Para karyawan yang mengadakan pemogokan melawan manajemen perusahaan merupakan salah satu contoh konflik realistis.</li>
220
<ol><li>Konflik<strong>realistis</strong>berasal dari<strong>kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial.</strong>Para karyawan yang mengadakan pemogokan melawan manajemen perusahaan merupakan salah satu contoh konflik realistis.</li>
221
<li>Konflik<strong>nonrealistis</strong>adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis (berlawanan), melainkan<strong>dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan</strong>. Dalam masyarakat tradisional, pembalasan dendam lewat ilmu gaib merupakan bentuk konflik nonrealistis. Demikian juga dengan upaya mencari “kambing hitam” yang sering terjadi dalam masyarakat yang telah maju.</li>
221
<li>Konflik<strong>nonrealistis</strong>adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis (berlawanan), melainkan<strong>dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan</strong>. Dalam masyarakat tradisional, pembalasan dendam lewat ilmu gaib merupakan bentuk konflik nonrealistis. Demikian juga dengan upaya mencari “kambing hitam” yang sering terjadi dalam masyarakat yang telah maju.</li>
222
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
222
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
223
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
223
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
224
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Jenis-Jenis Konflik Sosial</strong></a></p>
224
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Jenis-Jenis Konflik Sosial</strong></a></p>
225
<p>2. Demonstrasi mahasiswa dilakukan dalam rangka menolak salah satu rancangan undang-undang yang dianggap dapat menurunkan kualitas pemerintahan dan meningkatkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kondisi tersebut merupakan contoh dari ….</p>
225
<p>2. Demonstrasi mahasiswa dilakukan dalam rangka menolak salah satu rancangan undang-undang yang dianggap dapat menurunkan kualitas pemerintahan dan meningkatkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kondisi tersebut merupakan contoh dari ….</p>
226
<ol><li>konflik antarkelas</li>
226
<ol><li>konflik antarkelas</li>
227
<li>konflik horizontal</li>
227
<li>konflik horizontal</li>
228
<li>konflik vertikal</li>
228
<li>konflik vertikal</li>
229
<li>konflik politik</li>
229
<li>konflik politik</li>
230
<li>konflik terbuka</li>
230
<li>konflik terbuka</li>
231
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
231
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
232
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
232
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
233
<p>Konflik vertikal merupakan konflik yang terjadi<strong>antartingkatan kelompok atau kelas.</strong>Konflik ini terjadi karena<strong>adanya rasa ketidakpuasan dan terjadi antara dua pihak yang berbeda secara status sosial di masyarakat.</strong>Konflik vertikal dapat terjadi antara masyarakat dengan pemerintah, orang kaya dengan orang miskin, dan lain sebagainya. Contoh konflik vertikal adalah demonstrasi oleh para mahasiswa seperti yang terdapat pada ilustrasi soal. Demonstrasi merupakan bentuk ketidakpuasan mahasiswa kepada pemerintah. Oleh karena itu, demo mahasiswa termasuk<strong>contoh konflik vertikal, terjadi karena adanya rasa ketidakpuasan dan konflik tersebut terjadi antara mahasiswa dengan pemerintah.</strong></p>
233
<p>Konflik vertikal merupakan konflik yang terjadi<strong>antartingkatan kelompok atau kelas.</strong>Konflik ini terjadi karena<strong>adanya rasa ketidakpuasan dan terjadi antara dua pihak yang berbeda secara status sosial di masyarakat.</strong>Konflik vertikal dapat terjadi antara masyarakat dengan pemerintah, orang kaya dengan orang miskin, dan lain sebagainya. Contoh konflik vertikal adalah demonstrasi oleh para mahasiswa seperti yang terdapat pada ilustrasi soal. Demonstrasi merupakan bentuk ketidakpuasan mahasiswa kepada pemerintah. Oleh karena itu, demo mahasiswa termasuk<strong>contoh konflik vertikal, terjadi karena adanya rasa ketidakpuasan dan konflik tersebut terjadi antara mahasiswa dengan pemerintah.</strong></p>
234
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
234
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
235
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
235
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
236
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Sikap-Sikap Pemicu Konflik</strong></a></p>
236
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Sikap-Sikap Pemicu Konflik</strong></a></p>
237
<p>3. Andika merupakan seorang pemilih pemula dalam Pilkada tahun 2024. Dalam memilih pemimpin daerahnya, Andika berpatokan dengan agama yang dianut oleh calon pemimpinnya. Realitas sosial tersebut merupakan salah satu pemicu adanya konflik yang didasari oleh sikap ….</p>
237
<p>3. Andika merupakan seorang pemilih pemula dalam Pilkada tahun 2024. Dalam memilih pemimpin daerahnya, Andika berpatokan dengan agama yang dianut oleh calon pemimpinnya. Realitas sosial tersebut merupakan salah satu pemicu adanya konflik yang didasari oleh sikap ….</p>
238
<ol><li>chauvinisme karena paham ini lebih menekankan pada solidaritas akan agama yang mendalam</li>
238
<ol><li>chauvinisme karena paham ini lebih menekankan pada solidaritas akan agama yang mendalam</li>
239
<li>etnosentrisme karena paham ini lebih menganggap bahwa keyakinannya lebih unggul daripada kelompok lain</li>
239
<li>etnosentrisme karena paham ini lebih menganggap bahwa keyakinannya lebih unggul daripada kelompok lain</li>
240
<li>prasangka karena paham ini merupakan sikap bermusuhan terhadap kelompok agama tertentu</li>
240
<li>prasangka karena paham ini merupakan sikap bermusuhan terhadap kelompok agama tertentu</li>
241
<li>primordialisme karena paham ini menekankan pada rasa cinta dan memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, dalam kasus ini agama</li>
241
<li>primordialisme karena paham ini menekankan pada rasa cinta dan memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, dalam kasus ini agama</li>
242
<li>politik aliran karena adanya pengelompokkan masyarakat berdasarkan ideologi tertentu dalam bidang politik</li>
242
<li>politik aliran karena adanya pengelompokkan masyarakat berdasarkan ideologi tertentu dalam bidang politik</li>
243
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
243
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
244
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
244
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
245
<p><strong>Chauvinisme</strong>adalah paham rasa cinta yang berlebihan terhadap tanah air.</p>
245
<p><strong>Chauvinisme</strong>adalah paham rasa cinta yang berlebihan terhadap tanah air.</p>
246
<p><strong>Etnosentrisme</strong>adalah paham dimana memandang kebudayaan lain lebih rendah daripada budaya sendiri hal ini terjadi karena menilai budaya lain dari sudut pandang atau tolok ukur budaya sendiri.</p>
246
<p><strong>Etnosentrisme</strong>adalah paham dimana memandang kebudayaan lain lebih rendah daripada budaya sendiri hal ini terjadi karena menilai budaya lain dari sudut pandang atau tolok ukur budaya sendiri.</p>
247
<p><strong>Prasangka</strong>adalah sikap bermusuhan yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan.</p>
247
<p><strong>Prasangka</strong>adalah sikap bermusuhan yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan.</p>
248
<p><strong>Primordialisme adalah</strong>pandangan atau paham yang menekankan pada rasa cinta dan memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.</p>
248
<p><strong>Primordialisme adalah</strong>pandangan atau paham yang menekankan pada rasa cinta dan memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.</p>
249
<p><strong>Politik aliran</strong>adalah pengelompokkan masyarakat berdasarkan aliran atau ideologi tertentu dan umumnya berupa partai politik yang dikelilingi oleh sejumlah ormas (organisasi masyarakat).</p>
249
<p><strong>Politik aliran</strong>adalah pengelompokkan masyarakat berdasarkan aliran atau ideologi tertentu dan umumnya berupa partai politik yang dikelilingi oleh sejumlah ormas (organisasi masyarakat).</p>
250
<p>Dalam kasus pada soal lebih menunjukkan pada suatu paham<strong>primordialisme</strong>karena Andika memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, dalam hal ini mengenai<strong>agama atau kepercayaan</strong>, sehingga memengaruhi Andika dalam memilih pemimpin daerahnya.</p>
250
<p>Dalam kasus pada soal lebih menunjukkan pada suatu paham<strong>primordialisme</strong>karena Andika memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, dalam hal ini mengenai<strong>agama atau kepercayaan</strong>, sehingga memengaruhi Andika dalam memilih pemimpin daerahnya.</p>
251
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
251
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Dampak Konflik Sosial</strong></a></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Dampak Konflik Sosial</strong></a></p>
254
<p>4. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) mengadakan acara terbuka pemilihan ketua. Dalam agenda tersebut, Ardi terpilih menjadi ketua. Akan tetapi, sikap Ardi dalam memimpin BEM FISIP menyebabkan para anggota terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menginginkan pergantian ketua BEM FISIP karena dianggap terlalu otoriter. Sementara kelompok kedua menolak keinginan tersebut karena ketua BEM FISIP baru dianggap memiliki sikap tegas. Dampak negatif konflik tersebut adalah …. </p>
254
<p>4. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) mengadakan acara terbuka pemilihan ketua. Dalam agenda tersebut, Ardi terpilih menjadi ketua. Akan tetapi, sikap Ardi dalam memimpin BEM FISIP menyebabkan para anggota terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menginginkan pergantian ketua BEM FISIP karena dianggap terlalu otoriter. Sementara kelompok kedua menolak keinginan tersebut karena ketua BEM FISIP baru dianggap memiliki sikap tegas. Dampak negatif konflik tersebut adalah …. </p>
255
<ol><li>menciptakan perubahan kepribadian anggota kelompok</li>
255
<ol><li>menciptakan perubahan kepribadian anggota kelompok</li>
256
<li>mendorong dinamika kelompok yang menyebabkan kemajuan</li>
256
<li>mendorong dinamika kelompok yang menyebabkan kemajuan</li>
257
<li>menimbulkan disintegrasi dalam kelompok</li>
257
<li>menimbulkan disintegrasi dalam kelompok</li>
258
<li>menimbulkan keseimbangan kekuatan antarkelompok</li>
258
<li>menimbulkan keseimbangan kekuatan antarkelompok</li>
259
<li>menyebabkan kerusakan inventaris di kantor BEM</li>
259
<li>menyebabkan kerusakan inventaris di kantor BEM</li>
260
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
260
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
261
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
261
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
262
<p>Secara umum konflik sosial dalam organisasi disebabkan<strong>perbedaan pendapat atau ideologi.</strong>Kasus pada soal menunjukkan adanya perbedaan pendapat antaranggota dalam menilai sikap dan kinerja ketua BEM FISIP. Perbedaan pendapat tersebut menyebabkan terjadinya konflik. Dampak negatif konflik pada soal adalah<strong>terjadinya disintegrasi sosial dalam kelompok.</strong>Kondisi ini ditunjukkan oleh<strong>pecahnya keanggotaan BEM FISIP menjadi kelompok yang pro dan kontra.</strong></p>
262
<p>Secara umum konflik sosial dalam organisasi disebabkan<strong>perbedaan pendapat atau ideologi.</strong>Kasus pada soal menunjukkan adanya perbedaan pendapat antaranggota dalam menilai sikap dan kinerja ketua BEM FISIP. Perbedaan pendapat tersebut menyebabkan terjadinya konflik. Dampak negatif konflik pada soal adalah<strong>terjadinya disintegrasi sosial dalam kelompok.</strong>Kondisi ini ditunjukkan oleh<strong>pecahnya keanggotaan BEM FISIP menjadi kelompok yang pro dan kontra.</strong></p>
263
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
263
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
264
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
264
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
265
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Upaya Pencegahan dan Pengendalian Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></a></p>
265
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong> </strong><a><strong>Upaya Pencegahan dan Pengendalian Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></a></p>
266
<p>5. Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan dengan menunjuk pihak ketiga untuk memberikan nasihat atau pikiran guna menyelesaikan konflik di antara kedua belah pihak disebut ….</p>
266
<p>5. Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan dengan menunjuk pihak ketiga untuk memberikan nasihat atau pikiran guna menyelesaikan konflik di antara kedua belah pihak disebut ….</p>
267
<ol><li>arbitrase</li>
267
<ol><li>arbitrase</li>
268
<li>mediasi</li>
268
<li>mediasi</li>
269
<li>konsiliasi</li>
269
<li>konsiliasi</li>
270
<li>ajudikasi</li>
270
<li>ajudikasi</li>
271
<li>konsolidasi</li>
271
<li>konsolidasi</li>
272
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
272
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
273
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
273
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
274
<p>Salah satu bentuk pengendalian dalam menyelesaikan konflik sosial dapat melalui mediasi.<strong>Mediasi adalah cara pengendalian konflik yang dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.</strong>Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka.</p>
274
<p>Salah satu bentuk pengendalian dalam menyelesaikan konflik sosial dapat melalui mediasi.<strong>Mediasi adalah cara pengendalian konflik yang dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.</strong>Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka.</p>
275
<p>Adapun bentuk lain pengendalian konflik yang melibatkan pihak ketiga sebagai berikut:</p>
275
<p>Adapun bentuk lain pengendalian konflik yang melibatkan pihak ketiga sebagai berikut:</p>
276
<ol><li><strong>Arbitrase</strong>atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Dalam perwasitan, kedua belah pihak harus menerima keputusan yang diambil pihak ketiga (wasit).</li>
276
<ol><li><strong>Arbitrase</strong>atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Dalam perwasitan, kedua belah pihak harus menerima keputusan yang diambil pihak ketiga (wasit).</li>
277
<li><strong>Konsiliasi</strong>merupakan upaya penyelesaian konflik dengan mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik. Bentuk pengendalian konflik seperti ini dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai.</li>
277
<li><strong>Konsiliasi</strong>merupakan upaya penyelesaian konflik dengan mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik. Bentuk pengendalian konflik seperti ini dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai.</li>
278
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
278
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
279
<p><strong>Baca Juga:<a>Soal & Pembahasan PAS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2024</a></strong></p>
279
<p><strong>Baca Juga:<a>Soal & Pembahasan PAS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2024</a></strong></p>
280
<h2><strong>SEJARAH</strong></h2>
280
<h2><strong>SEJARAH</strong></h2>
281
<p><strong>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</strong></p>
281
<p><strong>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</strong></p>
282
<p><strong>Subtopik:<a>Kedatangan Jepang</a></strong></p>
282
<p><strong>Subtopik:<a>Kedatangan Jepang</a></strong></p>
283
<p>1. Kedatangan Jepang pada mulanya disambut dengan meriah oleh bangsa Indonesia. Salah satu alasannya adalah Jepang berhasil memengaruhi rakyat Indonesia melalui propagandanya mengenai delapan penjuru dunia di bawah satu atap. Adapun propaganda tersebut adalah ….</p>
283
<p>1. Kedatangan Jepang pada mulanya disambut dengan meriah oleh bangsa Indonesia. Salah satu alasannya adalah Jepang berhasil memengaruhi rakyat Indonesia melalui propagandanya mengenai delapan penjuru dunia di bawah satu atap. Adapun propaganda tersebut adalah ….</p>
284
<ol><li><em>Kihon Kakusaku Yoko</em></li>
284
<ol><li><em>Kihon Kakusaku Yoko</em></li>
285
<li><em>Hakko Ichiu</em></li>
285
<li><em>Hakko Ichiu</em></li>
286
<li><em>Shoto Chu Gakko</em></li>
286
<li><em>Shoto Chu Gakko</em></li>
287
<li><em>Koto Chu Gakko</em></li>
287
<li><em>Koto Chu Gakko</em></li>
288
<li><em>Keimin Bunka Shidoso</em></li>
288
<li><em>Keimin Bunka Shidoso</em></li>
289
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
289
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
290
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
290
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
291
<p>Propaganda Jepang tentang delapan penjuru dunia di bawah satu atap atau slogan persaudaraan universal dalam mewujudkan sebuah kawasan kemakmuran Asia Timur Raya di bawah pengaruh Jepang disebut dengan<em>Hakko Ichiu</em>. Propaganda ini disebarkan oleh Jepang dengan cara melakukan indoktrinasi kepada seluruh guru untuk disebarluaskan lagi kepada seluruh murid-muridnya.</p>
291
<p>Propaganda Jepang tentang delapan penjuru dunia di bawah satu atap atau slogan persaudaraan universal dalam mewujudkan sebuah kawasan kemakmuran Asia Timur Raya di bawah pengaruh Jepang disebut dengan<em>Hakko Ichiu</em>. Propaganda ini disebarkan oleh Jepang dengan cara melakukan indoktrinasi kepada seluruh guru untuk disebarluaskan lagi kepada seluruh murid-muridnya.</p>
292
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
292
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
293
<p><strong>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</strong></p>
293
<p><strong>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</strong></p>
294
<p><strong>Subtopik:<a>Kebijakan Masa Jepang</a></strong></p>
294
<p><strong>Subtopik:<a>Kebijakan Masa Jepang</a></strong></p>
295
<p>2. Dalam mengawasi dan mengontrol kehidupan masyarakat Indonesia, pemerintah Jepang membentuk sebuah satuan polisi rahasia bernama .…</p>
295
<p>2. Dalam mengawasi dan mengontrol kehidupan masyarakat Indonesia, pemerintah Jepang membentuk sebuah satuan polisi rahasia bernama .…</p>
296
<ol><li>Heiho</li>
296
<ol><li>Heiho</li>
297
<li>Keibodan</li>
297
<li>Keibodan</li>
298
<li>Syuisyintai</li>
298
<li>Syuisyintai</li>
299
<li>Seinendan</li>
299
<li>Seinendan</li>
300
<li>Kempetai</li>
300
<li>Kempetai</li>
301
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
301
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
302
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
302
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
303
<p>Kempetai merupakan satuan unit militer yang menjadi polisi rahasia Jepang di seluruh wilayah jajahan. Kempetai didirikan dengan tujuan untuk mengawasi dan mengontrol kehidupan masyarakat. Satuan militer ini dianggap sebagai satuan yang paling kejam pada masa Pendudukan Jepang, karena sering melakukan penangkapan dan penyiksaan secara kejam terhadap masyarakat Indonesia yang dianggap melanggar peraturan atau berkhianat kepada Jepang.</p>
303
<p>Kempetai merupakan satuan unit militer yang menjadi polisi rahasia Jepang di seluruh wilayah jajahan. Kempetai didirikan dengan tujuan untuk mengawasi dan mengontrol kehidupan masyarakat. Satuan militer ini dianggap sebagai satuan yang paling kejam pada masa Pendudukan Jepang, karena sering melakukan penangkapan dan penyiksaan secara kejam terhadap masyarakat Indonesia yang dianggap melanggar peraturan atau berkhianat kepada Jepang.</p>
304
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
304
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
305
<p><strong>Topik:<a>Perang Dunia I</a>dan II </strong></p>
305
<p><strong>Topik:<a>Perang Dunia I</a>dan II </strong></p>
306
<p><strong>Subtopik:<a>Perang Dunia II</a></strong></p>
306
<p><strong>Subtopik:<a>Perang Dunia II</a></strong></p>
307
<p>3. Pada tahun 1939, Jerman dan Uni Soviet menandatangani Perjanjian Non-Agresi. Perjanjian ini ternyata dilanggar oleh Jerman pada tahun 1941. Jerman mengerahkan pasukannya ke Uni Soviet dan berusaha menaklukkan Moskow. Berdasarkan peristiwa di atas, alasan Jerman memilih untuk menyerang Uni Soviet dan melanggar Perjanjian Non-Agresi adalah … </p>
307
<p>3. Pada tahun 1939, Jerman dan Uni Soviet menandatangani Perjanjian Non-Agresi. Perjanjian ini ternyata dilanggar oleh Jerman pada tahun 1941. Jerman mengerahkan pasukannya ke Uni Soviet dan berusaha menaklukkan Moskow. Berdasarkan peristiwa di atas, alasan Jerman memilih untuk menyerang Uni Soviet dan melanggar Perjanjian Non-Agresi adalah … </p>
308
<ol><li>Jerman ingin membalas kekalahan pada Perang DuniaI.</li>
308
<ol><li>Jerman ingin membalas kekalahan pada Perang DuniaI.</li>
309
<li>Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet. </li>
309
<li>Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet. </li>
310
<li>Uni Soviet menolak berkoalisi untuk melawan Inggris. </li>
310
<li>Uni Soviet menolak berkoalisi untuk melawan Inggris. </li>
311
<li>Uni Soviet membangun persekutuan dengan Inggris. </li>
311
<li>Uni Soviet membangun persekutuan dengan Inggris. </li>
312
<li>Uni Soviet menyuplai bahan bakar minyak ke Inggris. </li>
312
<li>Uni Soviet menyuplai bahan bakar minyak ke Inggris. </li>
313
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
313
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
314
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
314
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
315
<p>Serangan Jerman ke wilayah Uni Soviet merupakan salah satu langkah Jerman untuk memenuhi kebutuhan perang Jerman pada saat Perang Dunia II. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet seperti minyak bumi yang ada di Kaukasus dan gandum yang ada di Ukraina.</p>
315
<p>Serangan Jerman ke wilayah Uni Soviet merupakan salah satu langkah Jerman untuk memenuhi kebutuhan perang Jerman pada saat Perang Dunia II. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet seperti minyak bumi yang ada di Kaukasus dan gandum yang ada di Ukraina.</p>
316
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
316
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
317
<p><strong>Topik: Perang Dunia I dan II </strong></p>
317
<p><strong>Topik: Perang Dunia I dan II </strong></p>
318
<p><strong>Subtopik:<a>PBB</a></strong></p>
318
<p><strong>Subtopik:<a>PBB</a></strong></p>
319
<p>4. Lembaga yang bertugas sebagai mediator untuk berbagai masalah hukum internasional yang dibentuk oleh PBB adalah ….</p>
319
<p>4. Lembaga yang bertugas sebagai mediator untuk berbagai masalah hukum internasional yang dibentuk oleh PBB adalah ….</p>
320
<ol><li>Sekretariat Tetap</li>
320
<ol><li>Sekretariat Tetap</li>
321
<li>Pengadilan Rakyat Internasional</li>
321
<li>Pengadilan Rakyat Internasional</li>
322
<li>Dewan Perwalian</li>
322
<li>Dewan Perwalian</li>
323
<li>Majelis Umum</li>
323
<li>Majelis Umum</li>
324
<li>Mahkamah Pengadilan Internasional</li>
324
<li>Mahkamah Pengadilan Internasional</li>
325
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
325
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
326
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
326
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
327
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang resmi dibentuk pada tanggal 24 Oktober 1945, terdiri dari berbagai organ-organ yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Adapun organ PBB yang bertugas sebagai mediator berbagai masalah hukum internasional adalah Mahkamah Pengadilan Internasional yang bertempat di Den Haag, Belanda. Mahkamah ini terdiri dari 15 hakim anggota yang diseleksi secara ketat.</p>
327
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang resmi dibentuk pada tanggal 24 Oktober 1945, terdiri dari berbagai organ-organ yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Adapun organ PBB yang bertugas sebagai mediator berbagai masalah hukum internasional adalah Mahkamah Pengadilan Internasional yang bertempat di Den Haag, Belanda. Mahkamah ini terdiri dari 15 hakim anggota yang diseleksi secara ketat.</p>
328
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
328
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
329
<p><strong>Topik: Respons Bangsa Indonesia Terhadap<a>Imperialisme dan Kolonialisme</a></strong></p>
329
<p><strong>Topik: Respons Bangsa Indonesia Terhadap<a>Imperialisme dan Kolonialisme</a></strong></p>
330
<p><strong>Subtopik:<a>Respons Bangsa Indonesia di Bidang Sosial Budaya</a></strong></p>
330
<p><strong>Subtopik:<a>Respons Bangsa Indonesia di Bidang Sosial Budaya</a></strong></p>
331
<p><strong>5. Perhatikan karya sastra berikut!</strong></p>
331
<p><strong>5. Perhatikan karya sastra berikut!</strong></p>
332
<ol><li><em>Layar Terkembang</em></li>
332
<ol><li><em>Layar Terkembang</em></li>
333
<li><em>Student Hidjo</em></li>
333
<li><em>Student Hidjo</em></li>
334
<li><em>Salah Asuhan</em><em> </em></li>
334
<li><em>Salah Asuhan</em><em> </em></li>
335
<li><em>Rasa Merdika</em></li>
335
<li><em>Rasa Merdika</em></li>
336
</ol><p>Berdasarkan karya sastra tersebut, yang merupakan karya sastra yang ditulis oleh Mas Marco Kartodikromo adalah … </p>
336
</ol><p>Berdasarkan karya sastra tersebut, yang merupakan karya sastra yang ditulis oleh Mas Marco Kartodikromo adalah … </p>
337
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
337
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
338
<li>1 dan 3</li>
338
<li>1 dan 3</li>
339
<li>2 dan 4</li>
339
<li>2 dan 4</li>
340
<li>4</li>
340
<li>4</li>
341
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
341
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
342
</ol><p><strong>Jawaban</strong>:<strong> C</strong></p>
342
</ol><p><strong>Jawaban</strong>:<strong> C</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
344
<p>Marco Kartodikromo, lahir dari keluarga priyayi rendahan di Cepu, sebuah kawasan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Marco dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan yang hidupnya banyak dimanifestasikan dalam jurnalistik. Saat masih menjadi anggota Sarekat Islam<em>afdeeling</em>Surakarta, Marco tertangkap dan mendekam di penjara Waltervreden, Batavia pada 1917-1918. Pada saat mendekam dalam penjara Marco menulis sebuah novel berjudul<em>Student Hidjo</em>. Novel yang ditulis dalam bahasa Melayu itu menceritakan perjalanan seorang bumiputra bernama Hidjo merantau ke negeri Belanda guna belajar di Institut Teknologi Delft. Pada tahun 1924 Mas Marco menulis novel<em>Rasa Merdika</em>yang berisi mengenai penolakan dan perjuangan seorang tokoh dari ketertindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.</p>
344
<p>Marco Kartodikromo, lahir dari keluarga priyayi rendahan di Cepu, sebuah kawasan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Marco dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan yang hidupnya banyak dimanifestasikan dalam jurnalistik. Saat masih menjadi anggota Sarekat Islam<em>afdeeling</em>Surakarta, Marco tertangkap dan mendekam di penjara Waltervreden, Batavia pada 1917-1918. Pada saat mendekam dalam penjara Marco menulis sebuah novel berjudul<em>Student Hidjo</em>. Novel yang ditulis dalam bahasa Melayu itu menceritakan perjalanan seorang bumiputra bernama Hidjo merantau ke negeri Belanda guna belajar di Institut Teknologi Delft. Pada tahun 1924 Mas Marco menulis novel<em>Rasa Merdika</em>yang berisi mengenai penolakan dan perjuangan seorang tokoh dari ketertindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.</p>
345
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
345
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
346
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2023 & Pembahasannya</a></strong></p>
346
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 SMA IPS Semester Ganjil 2023 & Pembahasannya</a></strong></p>
347
<p>Mudah dipahami ‘kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? <strong><a>Kamu bisa cek ruanguji</a></strong> untuk mendapatkan try out yang bisa bantu nge-<em>boost </em>nilai PTS kamu!</p>
347
<p>Mudah dipahami ‘kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? <strong><a>Kamu bisa cek ruanguji</a></strong> untuk mendapatkan try out yang bisa bantu nge-<em>boost </em>nilai PTS kamu!</p>
348
348